KBB, kabarciepat.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN Bunisari, Desa Gadogangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, terancam terganggu akibat sengketa lahan dengan pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Selasa, 7/4/2026
Peristiwa bermula dari pemagaran kawasan sekolah pada Senin, 6 April 2026, sejak pukul 13.00 WIB, yang kemudian berlanjut dengan aksi pembongkaran fasilitas pada sekitar pukul 16.40 WIB di hari yang sama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat adanya tindakan pemagaran serta pembongkaran pada bagian fasilitas sekolah, termasuk area rumah dinas guru. Dalam foto yang diterima redaksi, sejumlah orang tampak tengah membongkar bagian bangunan dengan cara dijebol.
Diketahui, sebanyak 8 ruang kelas yang digunakan untuk 11 rombongan belajar (rombel) menjadi bagian dari lahan yang disengketakan. Kondisi ini tentu berdampak besar terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, mengingat jumlah siswa di SDN Bunisari mencapai sekitar 550 orang.
Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.
“Situasi ini sangat mengganggu dan membuat kami khawatir. Apalagi kegiatan belajar mengajar bisa terdampak,” ujarnya.
Lebih lanjut, salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI), M. Satori, yang merupakan penghuni rumah dinas, dilaporkan mengalami ketakutan setelah rumah dinas yang ditempatinya dibobol oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris.
Akibat kejadian tersebut, M. Satori terpaksa mengungsi demi keselamatan dirinya. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih menimbulkan keresahan bagi para guru maupun siswa.
Di sisi lain, pihak yang mengklaim sebagai ahli waris memasang papan informasi yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik hukum ahli waris berdasarkan akta jual beli, serta berada dalam pengawasan kantor hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum terkait langkah penanganan sengketa tersebut.
Masyarakat berharap adanya mediasi dan penyelesaian secara bijak agar kegiatan pendidikan di SDN Bunisari dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. ***Red






0 comments:
Posting Komentar