Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Selasa, 30 Juni 2026

PKBM Al-Bayan Gelar Pelepasan Siswa Pendidikan Kesetaraan, Ketua Saepul Malik Tegaskan Komitmen Membangun SDM Berkualitas

Kabarciepat.com || Bandung Barat – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Bayan menggelar kegiatan pelepasan siswa-siswi dan kenaikan kelas Program Pendidikan Kesetaraan di lingkungan PKBM Al-Bayan, yang beralamat di Kampung Cikiray Hilir RT 05 RW 14, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri oleh para siswa, orang tua, dewan tutor, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Acara ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para peserta didik yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan melalui program kesetaraan.

Ketua sekaligus Pengelola PKBM Al-Bayan, Saepul Malik, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Melalui PKBM Al-Bayan, masyarakat yang belum sempat mengenyam pendidikan formal tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang setara.

"PKBM Al-Bayan hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk terus belajar tanpa mengenal usia. Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sehingga para lulusan mampu melanjutkan pendidikan maupun bersaing di dunia kerja," ujar Saepul Malik.

Dalam kesempatan tersebut, Saepul Malik juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan. Ia mendedikasikan setiap pencapaian kepada kedua orang tua, istri, anak-anak, keluarga, serta para guru yang telah memberikan doa, dukungan, dan motivasi.

PKBM Al-Bayan saat ini menyelenggarakan berbagai program pendidikan kesetaraan, meliputi Paket A (setara Sekolah Dasar), Paket B (setara Sekolah Menengah Pertama), dan Paket C (setara Sekolah Menengah Atas). Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Melalui kegiatan pelepasan ini, PKBM Al-Bayan berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun latar belakang.***Red 
Share:

Amanah Baru Ariansyah Eka Saputra Disambut Dukungan Penuh dari PD AMPG Kabupaten Bandung Barat

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Ketua PD AMPG Kabupaten Bandung Barat, Athorif, beserta jajaran pengurus dan keluarga besar PD AMPG Kabupaten Bandung Barat menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ariansyah Eka Saputra atas amanah baru yang diterimanya sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua PD AMPG Jawa Barat. Selasa, 30/6/2026

Athorif menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi serta penguatan peran generasi muda di lingkungan Partai Golkar.

"Kami segenap keluarga besar PD AMPG Kabupaten Bandung Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada Kang Ariansyah Eka Saputra. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, kesehatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah baru ini," ujar Athoruf.

Ia berharap, di bawah kepemimpinan Ariansyah Eka Saputra, PD AMPG Jawa Barat dapat semakin solid, maju, serta menjadi wadah pembinaan kader muda yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Athorif juga menegaskan komitmen PD AMPG Kabupaten Bandung Barat untuk terus mendukung program-program kepengurusan PD AMPG Jawa Barat demi memperkuat sinergi organisasi dan mencetak kader-kader muda yang berkualitas.

"Salam Solid! Bersama kita wujudkan AMPG Jawa Barat yang semakin kuat, progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat," tutup Athorif. ***Red
Share:

‎Dugaan Adanya Jalur Khusus Masuk SMAN 1 Padalarang Jadi Sorotan Masyarakat, Pihak Sekolah Belum Berikan Klarifikasi

KabarCiepat.com || Bandung Barat -
‎Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 1 Padalarang menjadi perhatian masyarakat setelah muncul dugaan adanya jalur khusus yang diduga mengharuskan calon peserta didik atau pihak tertentu mengeluarkan sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar agar dapat diterima di sekolah tersebut. Selasa, 30 Juni 2026.
‎Informasi tersebut diperoleh awak media dari beberapa narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Para narasumber mengaku mendengar maupun mengetahui adanya dugaan praktik tersebut. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih memerlukan pembuktian melalui mekanisme yang berlaku.
‎Sampai saat ini belum terdapat hasil pemeriksaan, keputusan, maupun pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan telah terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Padalarang.
‎Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi kontrol sosial dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak SMAN 1 Padalarang guna memperoleh penjelasan serta memastikan pemberitaan tetap berimbang.
‎Namun, berdasarkan keterangan tim liputan, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil. Saat mendatangi lingkungan sekolah, wartawan diarahkan oleh petugas keamanan (security) untuk terlebih dahulu membuat janji apabila ingin bertemu dengan Kepala Sekolah maupun Ketua Panitia SPMB. Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi resmi terkait dugaan yang beredar di tengah masyarakat.
‎Belum adanya penjelasan resmi dari pihak sekolah memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat. Sejumlah warga berharap agar isu yang berkembang tidak dibiarkan menjadi spekulasi dan segera mendapat penjelasan secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan murid baru.
‎Masyarakat juga berharap apabila terdapat laporan, bukti, maupun indikasi pelanggaran yang memenuhi syarat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Inspektorat Daerah, Ombudsman RI, serta Aparat Penegak Hukum dapat melakukan pemeriksaan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai kewenangan masing-masing.
‎Selain itu, masyarakat menginginkan agar seluruh proses SPMB dilaksanakan sesuai prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, keadilan, serta bebas dari praktik pungutan liar maupun penyalahgunaan kewenangan, sehingga seluruh calon murid memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan ketentuan yang berlaku.
‎Apabila dugaan tersebut nantinya terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, maka terdapat sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat menjadi dasar penindakan, di antaranya:
‎Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang mengatur tata cara pelaksanaan SPMB serta melarang adanya pungutan maupun praktik yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
‎Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara adil, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.
‎Apabila ditemukan adanya penyalahgunaan jabatan atau penerimaan uang secara melawan hukum oleh penyelenggara negara, perbuatan tersebut dapat diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sepanjang seluruh unsur tindak pidananya terbukti melalui proses hukum yang berlaku.
‎Hingga berita ini diterbitkan, Tim awak media masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak SMAN 1 Padalarang maupun instansi terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Apabila terdapat penjelasan resmi, awak media akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang. ***Red/Nugroho 
Share:

Audiensi Bersama DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara, GTKN Dorong Kepastian Status PPPK


KabarCiepat.com || Jakarta – Forum Guru Tenaga Kependidikan Non-ASN (GTKN) bersama Forum Aliansi Guru dan Rakyat (FAGAR), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan IGORNAS melaksanakan audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI serta Menteri Sekretaris Negara di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026). Audiensi tersebut membahas percepatan penyelesaian status Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Sekretaris Jenderal GTKN, Ratna Purwakesi, S.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang memberikan harapan bagi seluruh PPPK Paruh Waktu di Indonesia.

"Alhamdulillah, audiensi bersama Wakil Ketua DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara berjalan dengan baik. Kami menyampaikan langsung aspirasi para PPPK Paruh Waktu agar memperoleh kepastian status dan perlindungan yang adil. Hasil pertemuan ini menunjukkan adanya komitmen pemerintah dan DPR RI untuk segera menuntaskan regulasi yang sedang disusun," ujar Ratna Purwakesi.

Menurutnya, salah satu hasil utama audiensi adalah adanya kepastian bahwa proses peralihan PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu sedang dimatangkan melalui penyusunan regulasi dan penetapan tenggat waktu pelaksanaannya.

Ratna juga mengungkapkan bahwa pihak DPR RI menyampaikan informasi mengenai rencana penyampaian kebijakan oleh Presiden RI pada 16 Agustus 2026.

"Kami memperoleh informasi bahwa pada 16 Agustus 2026, Bapak Presiden Prabowo direncanakan akan menyampaikan hasil kebijakan yang berkaitan dengan PPPK. Kami berharap hal tersebut menjadi kabar baik sekaligus hadiah bagi seluruh PPPK Paruh Waktu maupun PPPK Penuh Waktu di Indonesia," katanya.

Ia menegaskan bahwa GTKN akan terus mengawal seluruh proses pembahasan hingga kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan.

"Kami mengajak seluruh rekan-rekan PPPK di seluruh Indonesia untuk tetap bersatu, menjaga kondusivitas, dan terus mengawal perjuangan ini dengan semangat serta penuh harapan. GTKN akan tetap berada di garda terdepan memperjuangkan keadilan dan kepastian status bagi seluruh PPPK Indonesia," tutup Ratna Purwakesi, S.Pd. ***Red/Rcky
Share:

Senin, 29 Juni 2026

Meriah! PKBM Al-Hijrah Sukses Gelar Acara Perpisahan dan Kenaikan Kelas, Kesadaran Pendidikan Masyarakat Cianjur Meningkat

KabarCiepat.com || CIANJUR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Hijrah yang berlokasi di Kampung Garduh, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, sukses menggelar acara perpisahan dan kenaikan kelas pada Selasa pagi (30/06/2026). Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, acara tahunan ini berlangsung dengan sangat meriah dan penuh khidmat.

Momentum kelulusan tahun ini menjadi bukti nyata kontribusi PKBM Al-Hijrah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah Bojongpicung. Lembaga pendidikan non-formal ini berhasil meluluskan ratusan siswa dari dua jenjang program kesetaraan.

Berikut adalah rincian data siswa PKBM Al-Hijrah pada tahun ajaran ini:

Jenjang Pendidikan / Program Total Siswa Aktif Jumlah Siswa yang Lulus
SMP / Paket B 266 Siswa 117 Siswa
SMA / Paket C 562 Siswa 216 Siswa
Dampak Positif Kepemimpinan Wandi Ubadilah, S.Pd.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari tangan dingin sang kepala sekolah. Dipimpin langsung oleh Wandi Ubadilah, S.Pd., dan jajarannya.PKBM Al-Hijrah terus mengalami kemajuan yang signifikan.

Sejak berada di bawah kepemimpinannya, atmosfer pendidikan di wilayah Desa Jatisari dan sekitarnya mengalami perubahan ke arah yang jauh lebih baik. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menempuh jalur pendidikan—meski melalui jalur kesetaraan—kini semakin meningkat tajam. Masyarakat mulai melihat bahwa sekolah bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bekal utama untuk memperbaiki masa depan.

"Pendidikan adalah hak segala bangsa, dan melalui PKBM Al-Hijrah, kami berkomitmen untuk terus membuka pintu kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin maju dan berkembang," ujar Wandi Ubadilah, S.Pd. dalam sambutannya.

Acara perpisahan ini diisi dengan berbagai penampilan kreativitas siswa dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, orang tua wali murid, serta jajaran pengurus lembaga. Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti pelepasan para alumni baru Paket B dan Paket C yang kini siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi maupun dunia kerja.**jhd
Share:

Ketua FGTK Riki Triyadi, S.Pd.I Apresiasi Hasil Audiensi di DPR RI, PPPK Paruh Waktu Menuju Kepastian

KabarCiepat.com || Jakarta – Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK), Riki Triyadi, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas hasil audiensi yang dilaksanakan bersama Forum GTKN, FAGAR, PWI, IGORNAS, dan FGTK di DPR RI pada Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara untuk membahas masa depan tenaga PPPK paruh waktu di Indonesia.

Riki Triyadi, S.Pd.I mengatakan, hasil audiensi tersebut memberikan harapan baru bagi jutaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini menantikan kepastian status kepegawaian.

“Alhamdulillah, audiensi hari ini menghasilkan kabar baik bagi seluruh PPPK paruh waktu. DPR RI bersama kementerian terkait sedang menyiapkan regulasi dan mekanisme peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu,” ujar Riki Triyadi, S.Pd.I.

Menurutnya, perjuangan yang dilakukan berbagai organisasi dan forum selama ini menunjukkan bahwa aspirasi guru dan tenaga kependidikan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Perjuangan ini bukan hanya milik satu organisasi, melainkan perjuangan bersama demi keadilan dan kepastian status bagi seluruh PPPK di Indonesia. Kami akan terus mengawal proses ini hingga regulasi yang dijanjikan benar-benar terealisasi,” katanya.

Riki menegaskan bahwa FGTK akan terus bersinergi dengan GTKN, FAGAR, PWI, dan IGORNAS dalam memperjuangkan hak-hak PPPK, khususnya terkait kepastian status, kesejahteraan, dan jenjang karier.

Ia juga menyambut baik informasi bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan kebijakan terkait PPPK pada 16 Agustus mendatang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

“Apabila kebijakan tersebut diumumkan, tentu akan menjadi kado terindah bagi PPPK paruh waktu maupun PPPK penuh waktu di seluruh Indonesia. Kami mengajak seluruh rekan-rekan untuk tetap solid, menjaga persatuan, dan terus mengawal perjuangan ini dengan cara yang santun dan bermartabat,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Riki Triyadi, S.Pd.I berharap pemerintah dapat segera menuntaskan regulasi yang tengah disusun sehingga seluruh tenaga PPPK memperoleh kepastian hukum dan kesejahteraan yang lebih baik.

“FGTK akan terus berdiri bersama para guru dan tenaga kependidikan demi terwujudnya keadilan dan kepastian bagi seluruh PPPK Indonesia,” pungkasnya. ***Red
Share:

Polres Cianjur Ungkap Sindikat Curanmor, 23 Motor Curian Berhasil Diamankan

CIANJUR, KabarCiepat.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis kendaraan bermotor.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Pacet, Senin (29/6/2026), Polres Cianjur memperlihatkan sebanyak 23 unit sepeda motor berbagai merek yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.

Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Pacet, Kasatreskrim Polres Cianjur, dan Kanitreskrim Polsek Pacet menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan polisi yang diterima pada awal Juni 2026.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil mengamankan 23 motor hasil curian. Ini merupakan jumlah yang tidak sedikit dan kami yakin pengembangan kasus akan terus berlanjut,” ujar Kapolres di hadapan awak media.
Dua laporan kehilangan yang menjadi dasar penyelidikan berasal dari Gigih Surya Herdani, dengan kejadian pada 3 Juni 2026 di Desa Ciherang, serta Suluh Normasiwi yang kehilangan kendaraan pada 28 Mei 2026 di Desa Palasari. Kedua korban kehilangan sepeda motor yang diparkir di dekat rumah dalam kondisi terkunci stang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial S alias DB (29) di kediamannya di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Dari hasil pemeriksaan terhadap DB, polisi kemudian mengembangkan kasus dan menangkap tersangka kedua berinisial AB (35) di wilayah Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, pada hari yang sama sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapolres menjelaskan, tersangka DB berperan sebagai eksekutor yang merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T. Sementara tersangka AB bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi kejadian agar aksi pencurian tidak diketahui warga.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa kunci letter T, mata kunci astag, pembuka magnet, STNK milik korban, serta 23 unit sepeda motor hasil curian.

“Mayoritas kendaraan hasil curian ini justru ditemukan di luar wilayah Cianjur, paling banyak berada di Purwakarta. Motor-motor tersebut dijual dengan sistem putus sel, transaksi langsung dengan harga jauh di bawah pasaran, maupun ditawarkan melalui media sosial dengan modus meminta transfer uang terlebih dahulu,” jelasnya.

Polisi juga masih memburu satu orang pelaku lain yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni HS yang diketahui berdomisili di wilayah Cikalongkulon. HS diduga berperan sebagai penadah atau pemasar kendaraan hasil curian.

“Kami mohon dukungan masyarakat agar yang bersangkutan segera tertangkap. Jangan ragu melapor apabila menjadi korban atau mengetahui aktivitas yang mencurigakan. ***Red/YF
Share:

Minggu, 28 Juni 2026

Bupati Bandung Barat Keluarkan Surat Undangan Pembersihan Eceng Gondok di Cililin

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan menggelar kegiatan pembersihan eceng gondok di kawasan Jembatan Ciminyak, Kecamatan Cililin, pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, Forkopimda, instansi vertikal, hingga stakeholder terkait.

Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengatasi penyebaran tanaman eceng gondok yang dinilai mengganggu aliran air dan ekosistem di kawasan perairan sekitar Jembatan Ciminyak. Undangan resmi kegiatan tersebut diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pada 26 Juni 2026. 

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengundang seluruh peserta yang telah ditetapkan untuk hadir pada kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di Jembatan Ciminyak, Kecamatan Cililin. Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk sinergi seluruh elemen dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Bandung Barat. 

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, perangkat daerah, unsur kewilayahan, hingga sejumlah stakeholder seperti Satgas Citarum, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Indonesia Power UBP Saguling, Bening Saguling Foundation, dan PT Ultrajaya. 

Berdasarkan susunan acara, peserta akan berkumpul di Lapangan Domba Pasar Rancapanggung pada pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, apel pembukaan akan dilaksanakan pukul 07.30 hingga 08.30 WIB dan dipimpin oleh Bupati atau Wakil Bupati Bandung Barat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan dan pemusnahan eceng gondok, pengangkatan serta pengarungan tanaman, hingga proses pengangkutan ke tempat pembuangan sementara yang dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat serta meningkatnya kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.***(Red)
Share:

Warung Nasi Padang di Cianjur Diduga Jadi Korban Pengrusakan, Warga Keluhkan Dugaan Pungli dan Premanisme


KabarCiepat.com || CIANJUR – Sebuah warung nasi Padang di Kampung Rancagoong, RT 16 RW 03, Kabupaten Cianjur, menjadi korban aksi pengrusakan pada Jumat (26/6/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial I, yang disebut-sebut merupakan warga setempat.

Korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kaca etalase warung miliknya dirusak secara tiba-tiba tanpa adanya persoalan sebelumnya. Setelah kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua RT setempat dan memilih menempuh penyelesaian secara musyawarah.
"Kaca etalase tempat kami berjualan dirusak tanpa sebab yang jelas. Kami kemudian mengadu kepada Ketua RT untuk dimediasi, dan pelaku akhirnya bersedia mengganti kerugian yang kami alami," ujar korban.

Meski kerusakan telah diganti, sejumlah warga mengaku masih dihantui rasa khawatir. Pasalnya, berdasarkan keterangan beberapa narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, terduga pelaku disebut kerap melakukan tindakan yang dianggap meresahkan masyarakat.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang di kawasan tersebut pernah mengeluhkan adanya permintaan uang dengan dalih biaya keamanan. Bahkan, menurutnya, dugaan tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap pedagang pernah terjadi.

"Banyak pedagang memilih diam karena takut terjadi intimidasi. Mereka khawatir jika melapor justru akan menimbulkan persoalan baru," kata salah seorang warga.

Keterangan serupa juga disampaikan narasumber lain. Ia mengaku tempat usahanya pernah dimintai uang keamanan setiap bulan oleh seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.

"Dulu memang ada yang datang meminta uang keamanan setiap bulan. Namun belakangan praktik itu sudah tidak terjadi lagi," ujarnya.

Selain dugaan pungutan liar, warga juga menyebut praktik tersebut sempat mengatasnamakan organisasi kepemudaan. Namun, berdasarkan pengakuan narasumber, Ketua Karang Taruna setempat telah membantah organisasi yang dipimpinnya pernah memberikan mandat kepada siapa pun untuk melakukan penarikan uang kepada para pedagang.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat, termasuk dugaan aksi premanisme, pungutan liar, maupun aktivitas lain yang dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan tersebut apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana.

Hingga berita ini diterbitkan, korban membenarkan bahwa kerugian akibat pengrusakan telah diganti oleh terduga pelaku. Meski demikian, warga berharap langkah penyelesaian tersebut tidak menghentikan upaya penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran pidana.

Sementara itu, KabarCiepat.com masih berupaya menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk terduga pelaku, pemerintah desa setempat, serta jajaran Polsek dan Polres Cianjur guna memperoleh konfirmasi dan hak jawab. Apabila telah diperoleh, tanggapan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. ***Red/YF
Share:

Sabtu, 27 Juni 2026

Semarak Samenan SDN Sindangraja 3: Lepas 106 Siswa, Kepemimpinan Ayi Usman Raih Apresiasi

KabarCiepat.com || CIANJUR– Suasana khidmat bercampur haru dan bahagia menyelimuti SDN Sindangraja 3 saat menggelar acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa (samenan), Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampung Pasirterong RT 01/RW 08, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur tersebut berjalan meriah dan penuh makna.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SDN Sindangraja 3 secara resmi melepas sebanyak 106 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Jumlah tersebut terdiri atas 52 siswa laki-laki dan 54 siswa perempuan.

Acara samenan menjadi momen istimewa bagi para siswa, orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah. Selain menjadi ajang perpisahan, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan.

Kemajuan Signifikan di Bawah Kepemimpinan Baru
Sejak dipimpin oleh Kepala Sekolah Ayi Usman, S.Pd., SDN Sindangraja 3 menunjukkan perkembangan yang cukup pesat di berbagai bidang. Perubahan positif tidak hanya terlihat pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga pada pembinaan karakter dan kedisiplinan peserta didik.
Berbagai program yang dijalankan pihak sekolah dinilai mampu membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap sopan santun, tata krama, dan rasa hormat terhadap guru, orang tua, serta sesama teman.

"Sangat terlihat kemajuan dalam berbagai aspek. Baik dari segi pendidikan akademik maupun penanaman tata krama dan sopan santun siswa terhadap guru, orang tua, dan lingkungan sekitar," ungkap salah satu perwakilan media yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Apresiasi dari Berbagai Pihak
Kepemimpinan Ayi Usman, S.Pd. bersama jajaran dewan guru dan komite sekolah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Dedikasi dan kerja keras seluruh elemen sekolah dinilai berhasil membawa perubahan positif bagi SDN Sindangraja 3.

Awak media yang meliput kegiatan turut memberikan penghargaan atas komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Desa Sindangraja.

Melalui momentum kelulusan ini, para alumni SDN Sindangraja 3 diharapkan dapat terus menjaga nama baik almamater, mengamalkan nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan selama di sekolah, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. ***Jhd
Share:

SDN Sukasari Bergema dalam Pelepasan, Kenaikan Kelas, dan Pentas Seni Bernuansa Adat

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Suasana meriah dan penuh kebanggaan menyelimuti SDN Sukasari yang beralamat di Kampung Sukarame, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/6/2026). Sekolah tersebut menggelar kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI, Kenaikan Kelas, serta Pentas Seni yang berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Acara yang mengusung nuansa budaya daerah ini diawali dengan prosesi upacara adat yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Berbagai penampilan seni tradisional turut memeriahkan kegiatan, sehingga menciptakan suasana yang meriah sekaligus sarat nilai budaya.

Salah satu daya tarik dalam kegiatan tersebut adalah hadirnya pertunjukan Singa Depok yang sukses menghibur para siswa dan tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang dikenalkan kepada generasi muda sejak dini.

Kepala SDN Sukasari, Cicih Suniarsih, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, melainkan momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan mempererat kebersamaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengalaman berkesan bagi siswa sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya daerah kepada mereka,” ujarnya.

Selain prosesi pelepasan siswa kelas VI, kegiatan juga diisi dengan berbagai penampilan pentas seni dari siswa-siswi setiap kelas. Beragam kreasi tari, musik, dan pertunjukan lainnya berhasil memukau para orang tua dan tamu yang hadir.

Partisipasi masyarakat dan wali murid yang begitu besar turut menjadi bukti kuatnya sinergi antara sekolah dan lingkungan sekitar dalam mendukung pendidikan anak-anak.

Dengan mengusung tema kebersamaan dan pelestarian budaya, kegiatan pelepasan, kenaikan kelas, dan pentas seni SDN Sukasari tahun 2026 menjadi momen yang tidak hanya berkesan bagi siswa, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah. ***Red
Share:

Jumat, 26 Juni 2026

Kuasa Hukum Layangkan Tuntutan Pertanggungjawaban kepada Perusahaan Travel Usai Kecelakaan di Subang

KabarCiepat.com || SUBANG – Kuasa hukum Yogi Afriansyah secara resmi melayangkan surat tuntutan pertanggungjawaban kepada perusahaan travel WB Trans terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Sukamelang, Kabupaten Subang, pada 8 Juni 2026.

Surat tuntutan tersebut disampaikan oleh tim kuasa hukum dari Kantor Hukum BDM, S.H., M.H. & Rekan yang dipimpin AKP (Purn) Bambang Dedi Mistaviono, S.H., M.H., bersama Anton Saeful Hidayat, S.H., dan Asep Solihin, S.H.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan kuasa hukum, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.50 WIB di Jalan Subang–Pagaden, tepatnya di Kampung Sukamelang, Kelurahan Sukamelang, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kendaraan travel bernomor polisi T-7599-DE yang dikemudikan Ade Fiklan Purwanto diduga menabrak sepeda motor yang dikendarai Zulfah Fauziah, istri dari Yogi Afriansyah. 

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat dan harus menjalani operasi serta perawatan intensif. Pihak keluarga menyebut korban mengalami cacat permanen dan masih membutuhkan tindakan medis lanjutan.

Kuasa hukum menilai bantuan yang telah diberikan perusahaan sebesar Rp20 juta belum mencukupi kebutuhan pengobatan dan perawatan korban. Mereka menilai masih diperlukan tanggung jawab lebih lanjut dari perusahaan terhadap kondisi korban yang hingga kini masih menjalani pengobatan. 

Dalam surat tersebut, kuasa hukum mendasarkan tuntutan pada sejumlah ketentuan hukum, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur tanggung jawab pengemudi, pemilik kendaraan, maupun perusahaan angkutan umum terhadap kerugian yang dialami korban. 

Adapun tuntutan yang diajukan meliputi:
Penanggungan seluruh biaya pengobatan hingga korban sembuh.
Pembiayaan kontrol medis, terapi, dan pengobatan pascaoperasi.
Santunan atas luka berat dan cacat permanen.

Ganti rugi atas kehilangan penghasilan akibat korban tidak dapat bekerja selama masa pemulihan. 

Kuasa hukum memberikan waktu tujuh hari kepada pihak perusahaan untuk memberikan respons dan menunjukkan itikad baik dalam penyelesaian perkara tersebut. Apabila tidak terdapat tanggapan atau penyelesaian, pihak kuasa hukum menyatakan akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak kuasa hukum berharap penyelesaian dapat dilakukan secara bertanggung jawab demi memenuhi hak-hak korban serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. ***Riki
Share:

Kamis, 25 Juni 2026

DPRD dan Dinkes Cianjur Perkuat Sistem Rujukan untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

CIANJUR, KabarCiepat.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan yang digelar di Cianjur, Kamis (25/6/2026), adalah penguatan sistem rujukan pasien serta skema pembiayaan layanan kesehatan.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan program kesehatan daerah sekaligus upaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Golkar, Zulfahmi, mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah perbaikan pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan mekanisme rujukan pasien agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

"Kami telah melakukan pembahasan bersama dan mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait sistem rujukan serta skema pembiayaan pelayanan kesehatan," ujar Zulfahmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang saat ini dihadapi adalah tingginya jumlah pasien yang menumpuk di sejumlah rumah sakit. Kondisi tersebut, menurutnya, terjadi karena masih banyak pasien yang langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa terlebih dahulu melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes 1), seperti puskesmas.

Padahal, kata I Made, tidak semua kasus memerlukan penanganan di rumah sakit. Sebagian pasien masih dapat ditangani di tingkat pelayanan dasar sehingga tidak perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

"Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan memperkuat koordinasi lintas sektor terkait sistem rujukan. Saat ini masih ditemukan banyak pasien yang langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa melalui proses skrining di Faskes 1, sehingga berdampak pada terjadinya penumpukan pasien di rumah sakit," katanya.

Ia juga menyoroti keberadaan ambulans desa yang semakin banyak dan dinilai membantu mempercepat akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan. Namun demikian, pemanfaatannya perlu disertai pemahaman yang baik mengenai tingkat kegawatdaruratan pasien agar proses rujukan berjalan sesuai prosedur dan kebutuhan medis.

Menurutnya, pasien yang masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebaiknya memperoleh pelayanan terlebih dahulu di puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kepadatan pasien sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.

I Made menegaskan bahwa Dinas Kesehatan akan terus mengedepankan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat di atas persoalan administratif.

"Kami berharap seluruh komponen, mulai dari fasilitas kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik. Yang terpenting adalah masyarakat mendapatkan pelayanan secara maksimal, karena keselamatan dan nyawa pasien harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Melalui sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kualitas layanan kesehatan dapat terus meningkat, sekaligus mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit melalui sistem rujukan yang lebih terintegrasi dan tepat sasaran. ***Yudi Farell
Share:

Rabu, 24 Juni 2026

Ketua DPD PAN kab.Cianjur Menghargai Keputusan BK Terkait Reses Yang Kini Menjadi Perbincangan Publik.

Cianjur, kabarCiepat.com - Dugaan pelaksanaan kegiatan reses yang kini menjadi perbincangan publik turut membayangi jalannya Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cianjur. Isu tersebut mencuat di tengah tuntutan masyarakat terhadap transparansi penggunaan anggaran dan akuntabilitas anggota legislatif dalam menjalankan tugasnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur, Hendi, mengakui persoalan tersebut saat ditemui usai kegiatan Muscab VI PAN Kabupaten Cianjur, Rabu (24/6/2026). Namun, ia menegaskan bahwa partainya masih menunggu hasil penelitian dan verifikasi yang dilakukan oleh badan kehormatan sebelum mengambil kesimpulan maupun langkah organisasi.

"Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan belum bisa menyatakan apakah itu benar atau salah karena masih dalam tahap verifikasi data," ujar Hendi.

Menurutnya, badan kehormatan memiliki kewenangan untuk menentukan apakah kegiatan yang dipersoalkan tersebut benar merupakan agenda reses resmi yang dilaporkan sesuai ketentuan atau hanya sebatas kegiatan biasa yang kemudian didokumentasikan.

"Nanti diputuskan apakah itu memang reses atau bukan. Kalau memang tidak tercantum dalam laporan reses, berarti itu bukan reses," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi penting mengingat kegiatan reses merupakan agenda resmi yang dibiayai negara dan memiliki mekanisme pelaporan yang ketat. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan ataupun ketidaksesuaian administrasi berpotensi menjadi perhatian publik dan lembaga pengawas.

Hendi menjelaskan bahwa seluruh anggota DPRD memiliki kewajiban melaksanakan reses di daerah pemilihannya masing-masing. Oleh sebab itu, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan maupun prosedur yang berlaku, partai tidak akan menutup mata dan akan menjalankan mekanisme organisasi sebagaimana mestinya.
"Kalau memang terbukti, tentu ada mekanisme internal partai yang harus dijalankan sesuai ketentuan," tegasnya.

Meski demikian, Hendi belum bersedia berspekulasi mengenai kemungkinan sanksi ataupun langkah lanjutan sebelum adanya keputusan resmi dari badan kehormatan.

"Saya belum bisa menyampaikan soal sanksi ataupun langkah lain karena sampai hari ini hasilnya juga belum ada. Kita tunggu keputusan resminya terlebih dahulu," Ungkap nya

Munculnya dugaan tersebut menjadi ujian bagi komitmen partai terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan yang objektif dan terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga legislatif maupun partai politik.

Sementara itu, Muscab VI DPC PAN Kabupaten Cianjur tetap berlangsung sebagai agenda konsolidasi organisasi, pembenahan struktur partai, serta penguatan mesin politik PAN di tingkat kecamatan. Namun, sorotan terhadap dugaan kegiatan reses tersebut dipastikan akan menjadi perhatian masyarakat hingga adanya keputusan resmi dari pihak yang berwenang. ***( Hdi )
Share:

Selasa, 23 Juni 2026

Pelepasan Kelas VI dan Kenaikan Kelas SD Negeri Ciptaharja Berlangsung Meriah, Dimeriahkan Kejutan Ulang Tahun Pengawas

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Suasana penuh kebahagiaan dan haru mewarnai kegiatan Paturay Tineung Kelas VI dan Kenaikan Kelas I s.d. V SD Negeri Ciptaharja, desa ciptaharja kecamatan cipatat kabupaten Bandung Barat. yang digelar dengan meriah di lingkungan sekolah. Acara dihadiri oleh seluruh warga sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, serta pengawas bina. Rabu, 24/6/2026

Kegiatan diawali dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dilepasnya siswa kelas VI menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus sebagai harapan agar seluruh peserta didik dapat meraih cita-cita setinggi mungkin.


Dalam sambutannya, Ketua Komite Sekolah, Rina Marlina, menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah mendidik serta membimbing peserta didik dengan penuh dedikasi. Ia juga mengucapkan selamat kepada siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan berharap mereka terus berprestasi di jenjang berikutnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Ciptaharja, Jajang Kusnandar, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa serta kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung kemajuan sekolah. Ia berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga nama baik almamater dan semangat belajar demi meraih masa depan yang gemilang.

Momen yang paling mengharukan sekaligus membahagiakan terjadi saat para guru memberikan kejutan ulang tahun ke-39 kepada Pengawas Bina, Evi Junia Nurhayati, M.Pd.. Kejutan tersebut disambut dengan penuh haru dan kebahagiaan, disertai doa serta ucapan selamat dari seluruh warga sekolah yang hadir.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan kreasi seni siswa dari kelas I hingga kelas VI. Beragam pertunjukan seperti tarian, nyanyian, puisi, dan penampilan budaya berhasil menghibur para tamu undangan dan menunjukkan bakat serta kreativitas peserta didik SD Negeri Ciptaharja.

Kemeriahan acara berlangsung hingga akhir kegiatan yang kemudian ditutup dengan pembagian rapor siswa kelas I sampai kelas V sebagai bentuk laporan hasil belajar selama satu tahun pelajaran.

Melalui kegiatan ini, SD Negeri Ciptaharja tidak hanya melepas siswa kelas VI, tetapi juga mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar sekolah dalam suasana yang penuh makna, kebahagiaan, dan rasa syukur.

Reporter: KabarCiepat.com/Rediyana Rondo 
Foto: Dokumentasi SD Negeri Ciptaharja
Share:

Mandiri dan Kreatif, 441 Siswa SMPN 2 Cianjur Sukses Gelar Pelepasan Atas Inisiatif Sendiri

Cianjur, KabarCiepat.com – Sebanyak 441 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cianjur sukses menyelenggarakan kegiatan pelepasan dan syukuran kelulusan Tahun Ajaran 2025/2026. Berbeda dengan pelaksanaan pada umumnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut terlaksana murni atas inisiatif para siswa bersama orang tua tanpa membebani pihak sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Fakihuddin, S.Ag., M.M.Pd., saat ditemui di sela-sela kegiatan pelepasan yang berlangsung meriah di lingkungan SMP Negeri 2 Cianjur, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan acara dilakukan secara mandiri oleh para siswa kelas IX yang telah mempersiapkannya sejak beberapa bulan lalu.

"Untuk kegiatan hari ini, ini 100 persen murni inisiatif anak-anak kelas IX. Rencana ini sudah mereka gagas sejak tiga bulan yang lalu. Mereka bergerak sendiri mencari sumber dana, bahkan menyusun dan mengajukan proposal bantuan untuk menyukseskan kegiatan ini," ujar Ahmad Fakihuddin.

Ia menjelaskan, pihak sekolah hanya berperan sebagai pendamping dan pembimbing agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara seluruh kepanitiaan dan teknis pelaksanaan di lapangan digerakkan oleh kolaborasi antara siswa dan para orang tua.

Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung penuh kebahagiaan dan haru. Selain prosesi penyerahan penghargaan kepada siswa, acara juga diisi dengan berbagai penampilan seni, pemberian apresiasi, serta ungkapan terima kasih kepada guru dan orang tua.

Ahmad Fakihuddin berharap semangat kemandirian yang ditunjukkan siswa kelas IX tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas pada tahun-tahun berikutnya.

"Semoga kegiatan ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi generasi berikutnya. Mereka diharapkan memiliki semangat, kreativitas, dan motivasi yang tinggi untuk berusaha secara mandiri dalam mewujudkan apa yang mereka cita-citakan," katanya.

Dengan jumlah lulusan mencapai 441 siswa, kegiatan pelepasan ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di jenjang sekolah menengah pertama, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini mampu menunjukkan sikap mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab sejak dini.

Reporter: kabarCiepat.com / Dani 
Editor: Redaksi
Foto: Dokumentasi Pelepasan Kelas IX SMP Negeri 2 Cianjur Tahun 2026.
Share:

POLRES CIANJUR DAN PANDAWARA GROUP BERSIHKAN ECENG GONDOK SERTA SAMPAH DI DANAU JANGARI DALAM PERINGATAN HARI BHAYANGKARA KE-80

Kabarciepat.com || CIANJUR – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur, TNI, Pandawara Group, relawan, dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi pembersihan eceng gondok serta sampah di kawasan Danau Jangari (Waduk Cirata), Kabupaten Cianjur, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Aksi Pembersihan Eceng Gondok dan Sampah” ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., serta dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG. Turut hadir anggota Pandawara Group, Muhamad Agung dan Rafly Pasya, yang ikut terjun langsung membersihkan kawasan perairan Danau Jangari bersama masyarakat.

Aksi lingkungan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus mendukung program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Hari Bhayangkara ke-80, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

"Hari ini kami bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cianjur yang dipimpin oleh Bapak Bupati menunjukkan bahwa kita mencintai kebersihan. Tempat yang awalnya mungkin tidak banyak orang mau turun membersihkannya, justru anak-anak muda dari Pandawara Group hadir dan memberikan contoh nyata kepada masyarakat," ujar AKBP Alexander Yurikho.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pembersihan sampah domestik dan plastik yang mencemari area perairan serta mengangkat eceng gondok yang pertumbuhannya semakin masif. Keberadaan eceng gondok yang tidak terkendali dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, kualitas air, hingga aktivitas masyarakat yang memanfaatkan waduk sebagai sumber penghidupan.

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Jangari secara berkelanjutan. Menurutnya, waduk tersebut merupakan ruang hidup sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Kami ingin membangun kepedulian lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Danau Jangari, terutama mereka yang menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya dari waduk ini. Ini adalah tempat hidup kita, ruang hidup kita, dan tempat mencari rezeki kita. Mari kita jaga bersama untuk masa depan anak-anak kita," kata Bupati.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait sampah yang ditinggalkan para pemancing di kawasan waduk, Bupati menyebut pemerintah daerah berencana menyediakan tempat sampah terapung sebagai salah satu solusi. Namun demikian, ia menekankan bahwa faktor terpenting tetap terletak pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Selain fokus pada pembersihan, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga berencana memanfaatkan eceng gondok yang berhasil diangkat agar memiliki nilai ekonomis dan tidak menjadi limbah baru. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan dengan pendampingan para ahli.

"Eceng gondok ini tidak dibuang begitu saja. Akan dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman dan pakan ternak. Kami juga akan melibatkan para ahli agar tanaman ini dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," jelasnya.

Sementara itu, Muhamad Agung mewakili Pandawara Group menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan kesadaran bersama.

"Ini menjadi tanda komitmen kita untuk berkolaborasi. Bukan saling mengandalkan atau saling menyalahkan. Masalah lingkungan dan sampah adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan kolaborasi dari semua pihak," ungkapnya.

Pandawara Group juga menyoroti persoalan pertumbuhan eceng gondok yang terjadi di sejumlah waduk besar di Jawa Barat, seperti Waduk Cirata, Waduk Saguling, dan Waduk Jatiluhur. Jika tidak ditangani secara serius, keberadaan tanaman invasif tersebut berpotensi mengganggu fungsi waduk, transportasi air, serta kualitas lingkungan perairan.

Meski demikian, mereka menilai kondisi sungai-sungai di Kabupaten Cianjur masih relatif baik dan belum ditemukan penumpukan sampah domestik dalam skala besar. Hal tersebut didukung oleh posisi geografis Cianjur yang berada di wilayah hulu.

Melalui aksi gotong royong ini, diharapkan kebersihan Danau Jangari dapat terus terjaga, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat, komunitas, dan masyarakat dapat menjadi contoh dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Reporter: KabarCiepat.com/ Yudi
Editor: Redaksi
Share:

Senin, 22 Juni 2026

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 1 Jati Berlangsung Meriah, Pengawas Bina Berikan Motivasi

KabarCiepat.com | Bandung Barat – SD Negeri 1 Jati, yang berlokasi di Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menggelar kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI dan Pentas Kreasi Siswa Kelas I–V, Selasa (23/6/2026), dalam suasana penuh haru, kebanggaan, dan kegembiraan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para orang tua siswa, komite sekolah, dewan guru, serta tamu undangan. Turut hadir Pengawas Bina, Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd., yang memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kepala SD Negeri 1 Jati, Adis Samsudin, S.Pd.SD, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

"Perpisahan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Teruslah belajar, berusaha, dan menjaga nama baik keluarga serta almamater sekolah," ujar Adis Samsudin dalam sambutannya.

Sementara itu, Pengawas Bina Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd. mengapresiasi kerja keras seluruh warga sekolah dalam mendidik dan membimbing peserta didik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.

Ia berpesan agar para siswa terus mengembangkan potensi diri, menjaga semangat belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Jangan pernah berhenti belajar. Jadilah generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat," pesannya.

Selain prosesi pelepasan siswa kelas VI, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa kelas I hingga V. Beragam pertunjukan, mulai dari seni tari, musik, hingga penampilan budaya daerah, berhasil menghibur para tamu undangan dan orang tua siswa yang hadir.

Acara berlangsung lancar dan penuh keakraban. Momen pelepasan ini menjadi kenangan berharga bagi para siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Berprestasi, Berkreatifitas, Lestarikan Budaya Bangsa" menjadi semangat yang terus ditanamkan SD Negeri 1 Jati dalam membentuk generasi penerus yang unggul dan berkarakter. ***Red/Rediyana Rondo 
Share:

Pengawas Bina Gugus 2 dan 3 Saguling Berikan Motivasi pada Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 1 JatiBandung Barat


Bandung Barat, KabarCiepat.com – Suasana haru, bangga, dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI serta Pentas Kreasi Seni Siswa Kelas I hingga V yang digelar SD Negeri 1 Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Selasa, 23/6/2026

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas dari siswa kelas I sampai kelas V yang berhasil menghibur para tamu undangan dan wali murid.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Bina Gugus 2 dan 3 Kecamatan Saguling, Iman Nurman R., S.Pd., M.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para siswa, guru, serta orang tua yang hadir.

Dalam sambutannya, Iman Nurman menyampaikan bahwa pelepasan siswa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas perjuangan dan proses belajar yang telah ditempuh siswa selama enam tahun di sekolah dasar.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berkarakter, dan memiliki semangat untuk meraih cita-cita. Kelulusan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melangkah menuju pendidikan yang lebih tinggi," ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik SDN 1 Jati yang telah membimbing para siswa dengan penuh dedikasi. Tak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada para orang tua yang selama ini turut mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sementara itu, pihak sekolah berharap seluruh lulusan SDN 1 Jati dapat terus berprestasi, menjaga nama baik almamater, serta menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Acara berlangsung dengan lancar, penuh kehangatan dan kebersamaan, serta menjadi kenangan indah bagi para siswa yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya.

Pewarta: Rediyana Rondo
Editor: Admin KabarCiepat.com

Share:

Diduga Terjadi Intimidasi terhadap Wartawan Saat Meliput Galian C di Gekbrong, Legalitas Tambang Dipertanyakan

KabarCiepat.com || CIANJUR – Dugaan intimidasi dan tindakan yang menghambat kerja jurnalistik mencuat dalam kegiatan peliputan aktivitas galian C di Jalan Kahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jumat (19/6/2026). Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi terkait legalitas operasional tambang yang diduga belum mengantongi seluruh perizinan yang dipersyaratkan.

Selain dugaan pelanggaran terhadap kebebasan pers, aktivitas pertambangan tersebut juga menjadi sorotan karena disebut-sebut telah menimbulkan dampak lingkungan di sekitar lokasi. Sejumlah jurnalis yang datang untuk meminta klarifikasi mengaku mengalami perlakuan yang dinilai intimidatif saat menjalankan tugas jurnalistik.

Berdasarkan keterangan sejumlah pewarta di lapangan, situasi sempat memanas ketika mereka berusaha memperoleh informasi mengenai status perizinan tambang. Beberapa wartawan mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, bahkan diduga terjadi tindakan yang mengarah pada kekerasan.

Salah seorang wartawan berinisial AM mengaku menjadi korban penyiraman kopi panas oleh salah satu pihak yang berada di lokasi. Sementara wartawan lainnya berinisial AG mengaku mendapat perlakuan berupa ludah yang diarahkan kepadanya. Selain itu, terdapat dugaan tindakan fisik lainnya seperti dorongan, sundulan, hingga penarikan pakaian terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan.

Dalam insiden tersebut, sejumlah pihak yang mengaku sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur disebut berada di lokasi. Salah satu nama yang disebut oleh saksi di lapangan adalah Tomi. Para wartawan juga mengaku sempat menyaksikan komunikasi melalui video call dengan seseorang yang disebut sebagai Ketua PWI Cianjur berinisial I.

Menurut keterangan sejumlah saksi, suasana di lokasi semakin memanas setelah komunikasi tersebut berlangsung. Sejumlah awak media mengaku menerima perlakuan bernada kasar yang dinilai menghambat tugas jurnalistik sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di sisi lain, saat dimintai keterangan mengenai legalitas operasional tambang, pemilik lokasi yang disebut merupakan dua orang bersaudara, yakni mantan anggota dewan berinisial H dan mantan kepala desa berinisial D, mengakui bahwa aktivitas galian tersebut baru mengantongi izin lingkungan. Sementara izin lainnya, menurut pengakuan mereka, masih dalam proses pengurusan dan belum rampung.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai legalitas aktivitas pertambangan yang saat ini berjalan. Pasalnya, kegiatan pertambangan pada prinsipnya wajib memenuhi seluruh persyaratan perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum melakukan kegiatan operasional dan produksi.

Selain dugaan intimidasi terhadap wartawan, sejumlah saksi juga mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari beberapa orang yang berada di lokasi, termasuk dari mantan kepala desa berinisial D. Namun informasi tersebut masih berupa keterangan saksi dan memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan di kalangan insan pers. Apabila terbukti benar terjadi tindakan kekerasan, intimidasi, maupun upaya menghalangi kerja jurnalistik, maka hal tersebut dapat bertentangan dengan prinsip kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, termasuk pihak yang mengaku anggota PWI Kabupaten Cianjur maupun pengelola tambang, masih diberikan ruang untuk menyampaikan hak jawab dan hak klarifikasi sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik guna menjaga keberimbangan informasi.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari aparat penegak hukum, instansi terkait, serta organisasi profesi wartawan untuk mengungkap kebenaran dugaan intimidasi terhadap awak media dan menelusuri legalitas aktivitas galian C yang menjadi objek pemberitaan. ***Red

Share:

Minggu, 21 Juni 2026

Warga Cipatat Murka, Pemadaman Bergilir PLN Ancam Usaha dan Peternakan Gulung Tikar

KabarCiepat.com || CIPATAT, BANDUNG BARAT – Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipatat memicu kemarahan warga dan pelaku usaha. Pemadaman yang berlangsung dalam durasi cukup lama dinilai telah mengancam keberlangsungan usaha masyarakat, khususnya sektor peternakan yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Senin, 22 Juni 2026

Salah seorang pelaku usaha peternakan di Cipatat mengaku mengalami keresahan serius akibat seringnya pemadaman listrik. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan utama dalam operasional peternakan, mulai dari sistem penerangan, sirkulasi udara, hingga peralatan penunjang lainnya.

"Pemadaman lebih dari satu jam saja bisa berdampak fatal terhadap kondisi ternak. Risiko kematian massal sangat besar dan kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Kami merasa sangat dirugikan," ujarnya.

Warga menilai kebijakan pemadaman bergilir tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi yang ditanggung masyarakat. Mereka juga mempertanyakan bentuk tanggung jawab pihak PLN apabila gangguan pasokan listrik mengakibatkan kerugian usaha.

"Ketika pelanggan terlambat membayar tagihan, tindakan pemutusan dilakukan dengan cepat. Namun saat pelayanan listrik terganggu dan masyarakat mengalami kerugian besar, tidak ada kejelasan mengenai tanggung jawab maupun kompensasi," ungkap warga lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Pelaku usaha kecil, peternak, dan warga terdampak mendesak pihak manajemen PLN untuk segera turun ke lapangan, melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemadaman bergilir, serta memberikan solusi konkret agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak lumpuh.

Warga juga meminta adanya transparansi terkait penyebab pemadaman serta jadwal yang jelas agar masyarakat dapat melakukan antisipasi dan meminimalisir kerugian.

Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PLN Rajamandala. Namun saat mendatangi kantor setempat, pihak yang bersangkutan tidak berada di tempat dengan alasan sedang mengikuti rapat di regional Cimahi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat dan dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik bergilir di wilayah Kecamatan Cipatat. ***Red
Share:

Sabtu, 20 Juni 2026

MIRIS, PENCIPTA KARATAGAN BANDUNG BARAT SEAKAN TERLUPAKAN

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Di tengah semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19, muncul kisah yang menyita perhatian publik. H. Ase Rukmantara, pencipta lagu Karatagan Bandung Barat yang selama ini menjadi simbol semangat, kebanggaan, dan identitas masyarakat Bandung Barat, mengaku belum mendapatkan apresiasi yang layak atas karya besarnya tersebut.

Ironisnya, saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat, H. Ase Rukmantara dikabarkan harus menyewa kendaraan sendiri dan menggunakan kursi roda untuk dapat hadir dalam kegiatan yang turut membesarkan namanya sebagai seniman dan pencipta lagu daerah.

Lagu Karatagan Bandung Barat sendiri telah lama menjadi bagian dari berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah, acara seremonial, hingga momentum penting yang berkaitan dengan Kabupaten Bandung Barat. Namun, menurut pengakuannya, hingga saat ini dirinya belum pernah merasakan bentuk penghargaan yang memadai, termasuk terkait royalti maupun apresiasi resmi dari pemerintah daerah atas karya yang telah menjadi aset budaya masyarakat Bandung Barat.

Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai para seniman dan budayawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah seharusnya mendapatkan perhatian serta penghargaan yang setimpal. Terlebih, karya yang mereka ciptakan telah menjadi identitas dan kebanggaan daerah yang terus digunakan hingga saat ini.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak agar lebih menghargai para pelaku seni dan budaya yang telah berkontribusi dalam membangun karakter serta identitas daerah. Apresiasi tidak hanya berupa penghargaan simbolis, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak-hak pencipta yang telah mengabdikan karya dan dedikasinya untuk masyarakat.

Di momentum Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19 ini, harapan pun muncul agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada para seniman dan budayawan, termasuk H. Ase Rukmantara, yang telah mengharumkan nama Bandung Barat melalui karya-karyanya. ***Red

Share:

Saat Giat Bersih-Bersih Eceng Gondok di Ciminyak, Rudy Praja Soroti Ancaman Terhadap Turbin PLTA

Bandung Barat, KabarCiepat.com – Kegiatan pembersihan eceng gondok di kawasan perairan Ciminyak menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur vital pembangkit listrik. Dalam kegiatan tersebut, pegiat lingkungan Rudy Praja menyoroti dampak serius pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali terhadap operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Minggu, 14/6/2026

Menurut Rudy, eceng gondok yang menutupi permukaan perairan dapat menghambat aliran air dan berpotensi terbawa menuju saluran intake PLTA. Jika dibiarkan menumpuk, tanaman air tersebut dapat mengganggu kinerja peralatan hingga berisiko merusak turbin pembangkit.

"Eceng gondok yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu lingkungan perairan, tetapi juga dapat berdampak pada operasional PLTA. Tumpukan eceng gondok dapat menghambat aliran air dan berpotensi mengganggu bahkan merusak komponen turbin jika tidak dibersihkan secara rutin," ujar Rudy Praja di sela kegiatan bersih-bersih eceng gondok di Ciminyak.

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan eceng gondok merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar terhadap sektor energi. Selain menghambat aliran air, eceng gondok juga sering menjadi tempat menumpuknya sampah yang dapat memperparah kondisi perairan.

Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan sungai dan waduk agar penyebaran eceng gondok dapat dikendalikan. Menurutnya, penanganan masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.

"Perlu kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola PLTA. Selain pembersihan rutin, eceng gondok juga bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi sehingga keberadaannya dapat dikendalikan secara berkelanjutan," tambahnya.

Kegiatan bersih-bersih eceng gondok di Ciminyak tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat karena dinilai mampu membantu menjaga kebersihan perairan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan sumber daya alam dan infrastruktur vital yang ada di sekitarnya.***(Red)
Share:

Polsek Sindangbarang Panen 5 Ton Jagung Hibrida, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

KabarCieapat.com || CIANJUR – Jajaran Polsek Sindangbarang Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Mitra Bahari berhasil melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non baku sawah (Non LBS) seluas 1 hektare yang berlokasi di Kampung Bunisari RT 002/004, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Selasa (9/6/2026).

Panen tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak 20 Desember 2025. Dari lahan seluas 10.000 meter persegi tersebut, diperoleh hasil panen jagung pipil kering yang diperkirakan mencapai 5 ton.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Sindangbarang, Iptu Dadang Arifin, S.H., didampingi Kanit Binmas Andik Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi, Bripka Jajat Hermawan, perwakilan Gapoktan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sindangbarang. Sebanyak 10 petani anggota Poktan Mitra Bahari yang diketuai Wibowo H turut terlibat dalam pengelolaan lahan tersebut.

Kapolsek Sindangbarang Iptu Dadang Arifin mengatakan, kegiatan panen ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan non produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

“Alhamdulillah, hasil panen jagung hibrida kali ini cukup baik dengan estimasi mencapai 5 ton. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas lahan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi menjelaskan bahwa pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pasca panen. Langkah tersebut dilakukan agar para petani dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang lebih baik.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Program “Polri Penggerak Ketahanan Pangan” yang dijalankan Polsek Sindangbarang diharapkan mampu mendorong optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif serta memperkuat upaya swasembada pangan di Kabupaten Cianjur. ***Red/YF
Share:

Diduga Jadi Tempat Penjualan Obat Keras Terlarang, Warga Cililin Desak APH Segera Turun Tangan

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga di sekitar Jalan Raya Pasir Meong, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sebuah kios yang berkamuflase dengan spanduk layanan agen perbankan dan seluler diduga kuat beralih fungsi menjadi sarang transaksi peredaran Obat Keras Terlarang (OKT) atau obat-obatan daftar G tanpa izin resmi. Selasa, 16/06/2026

​Aktivitas mencurigakan di kios tersebut terekam dalam sebuah dokumentasi video yang beredar. Dalam rekaman tersebut, tampak bagian dalam etalase kaca dipenuhi oleh tumpukan kotak putih bergaris cokelat dalam jumlah besar yang diduga merupakan kemasan obat-obatan tersebut. Kios ini juga terlihat kerap didatangi oleh sejumlah pemuda untuk melakukan transaksi.

​Menurut informasi dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya, aktivitas di toko tersebut dinilai sangat meresahkan karena menyasar kalangan remaja dan dikhawatirkan dapat memicu peningkatan angka kriminalitas serta merusak masa depan generasi muda di wilayah Cililin.

​Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, warga Pasir Meong mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) beserta jajaran satuan terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Warga meminta adanya penggerebekan, pemeriksaan izin, serta penutupan tempat tersebut guna memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman di lingkungan masyarakat.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak kepolisian dan otoritas setempat dapat merespons cepat aduan ini sebelum terjadi aksi main hakim sendiri dari masyarakat yang sudah habis kesabarannya. ***Red/iki

Share:

Jumat, 19 Juni 2026

SDN 2 Rajamandala Cetak Generasi Berprestasi, 118 Siswa Siap Lanjut ke Jenjang Berikutnya

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Rajamandala menggelar acara pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 118 siswa yang terdiri dari tiga rombongan belajar, yakni Kelas A, B, dan C, secara resmi dilepas dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh haru.

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SDN 2 Rajamandala, Jalan Stasiun Kampung Pakemitan RW 13, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa. Mulai dari seni tari, seni bela diri, drama, hingga penampilan drumband kebanggaan sekolah yang selama ini selalu hadir dalam berbagai upacara maupun peringatan hari-hari besar nasional.

Acara pelepasan diselenggarakan oleh panitia yang dibentuk dari unsur Komite Sekolah dan Koordinator Kelas (Korlas) bersama para orang tua siswa. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Polsek Cipatat, Camat Cipatat, Koramil Cipatat, pengurus PGRI dan Pengawas Bina Gugus 2 Cipatat, Kepala Desa Rajamandala Kulon, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua siswa kelas VI.

Kepala SDN 2 Rajamandala, Elis Ernawati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Komite Sekolah, para Korlas, dan seluruh orang tua siswa yang telah menjadi penyelenggara kegiatan pelepasan ini. Terima kasih juga kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SDN 2 Rajamandala yang telah bersama-sama menjalankan tugas mulia dalam mendidik dan menanamkan ilmu kepada para siswa," ujarnya.

Menurut Elis Ernawati, keberhasilan para siswa hingga lulus dari jenjang sekolah dasar merupakan hasil kerja sama semua pihak dalam menciptakan generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang telah dinyatakan lulus agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta senantiasa menjaga nama baik sekolah.

"Kami bangga kepada anak-anak yang hari ini dilepas. Semoga jejak positif yang telah ditinggalkan dapat menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya, terus berprestasi, mengharumkan nama sekolah, serta tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Acara pelepasan berlangsung dengan penuh haru dan kebanggaan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku sekolah dasar sekaligus menjadi langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meraih cita-cita mereka di masa depan. ***Red
Share:

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur Wujudkan Mimpi Warga Bertemu Bintang Persib Bandung

KabarCiepat.com || Cianjur – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur menggelar kegiatan Polres Fun Football yang berlangsung meriah di Kobe Mini Soccer, Cikaret, Minggu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat dan menjadi momentum istimewa karena berhasil mewujudkan keinginan warga Cianjur untuk bertatap muka langsung dengan para pemain idola Persib Bandung.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan olahraga dan hiburan yang positif.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan sekaligus menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat Cianjur yang selama ini ingin bertemu langsung dengan para pemain Persib Bandung. Alhamdulillah hari ini masyarakat bisa hadir, berinteraksi, dan berfoto bersama para pemain," ujar Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemain Persib Bandung turut hadir dan menyapa masyarakat, di antaranya Adam Alis, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Ryan Kurnia, serta legenda Persib asal Cianjur, Atep. Kehadiran mereka disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Salah satu pemain yang hadir, Adam Alis, turut memberikan dukungan terhadap persiapan tim dalam menghadapi kompetisi Asia musim mendatang. Menurutnya, sosok yang nantinya menggantikan figur penting di dalam tim harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mampu menjaga kekompakan skuad.

"Di mana pun beliau berada, kita doakan sukses. Yang menggantikan posisi tersebut harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mental seorang pemimpin," ujar Adam Alis.

Ia menilai seorang pemimpin di dalam tim tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman sehingga para pemain dapat tampil lebih rileks dan maksimal di lapangan.

Selain itu, Adam Alis berharap manajemen dapat memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang memiliki pengalaman di level tinggi.

"Harapannya ada pemain yang kompetitif, bahkan kalau bisa pemain yang pernah bermain di liga-liga Eropa atau pemain kelas dunia," katanya.

Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Persib pada kompetisi Asia akan jauh lebih berat dibandingkan kompetisi domestik sehingga persiapan matang menjadi faktor yang sangat penting.

"Kita akan menghadapi kompetisi Asia yang levelnya lebih tinggi. Kalau selama ini kita sudah menjadi naga di liga, sekarang saatnya menjadi naga di Asia," ungkapnya.

Terkait persiapan tim, Adam Alis menyebut para pemain saat ini masih menjalani masa libur setelah kompetisi berakhir. Program latihan dan persiapan menghadapi musim baru dijadwalkan dimulai setelah 7 Juli mendatang.

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto, meminta tanda tangan, dan berinteraksi langsung dengan para pemain yang selama ini hanya mereka saksikan di lapangan maupun melalui layar televisi.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 melalui kegiatan Polres Fun Football menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan sinergitas antara kepolisian, insan olahraga, serta masyarakat. ***YF
Share:

Dadan Supardan: Usia 19 Tahun Jadi Momentum Bandung Barat Menentukan Masa Depan

KabarCiepat.com || Bandung Barat – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan, menyampaikan pandangan filosofis mengenai usia 19 tahun yang dinilai sebagai momentum kedewasaan daerah dalam menentukan arah pembangunan di masa depan.

Menurut Dadan, usia 19 tahun memiliki dua makna filosofis yang penting bagi perjalanan Kabupaten Bandung Barat. Pertama, usia 19 tahun merupakan simbol “umur baligh daerah”, yakni fase kedewasaan yang menandai Kabupaten Bandung Barat telah matang secara administratif dan pemerintahan sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2007.

“19 tahun itu umur baligh, umur lepas dari popok. Artinya Bandung Barat sudah dewasa dan saatnya menentukan sendiri masa depannya. Pertanyaannya, Bandung Barat mau menjadi apa dalam 20 tahun ke depan?” ujar Dadan.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Bandung Barat harus mampu bertransformasi menjadi laboratorium pertanian modern sekaligus ruang hidup bagi generasi muda. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor wisata maupun industri semata.

“Kita ingin anak-anak muda Bandung Barat bisa hidup, bekerja, dan berkarya di daerahnya sendiri tanpa harus bermigrasi ke luar daerah. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Makna filosofis kedua dari angka 19, lanjut Dadan, adalah “1-9” yang dimaknai sebagai satu tekad dan sembilan penjuru. Satu tekad tersebut adalah mewujudkan Bandung Barat yang maju, sedangkan sembilan penjuru melambangkan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Tidak boleh lagi ada dikotomi antara KBB utara dan KBB selatan. Dari Lembang sampai Rongga, dari Batujajar sampai Cipeundeuy, seluruh masyarakat harus merasakan kemajuan yang sama,” tegasnya.

Dadan menilai usia 19 tahun merupakan usia yang identik dengan keberanian mengambil risiko dan menentukan arah masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi menjadikan Bandung Barat sebagai daerah yang hanya mengikuti perkembangan daerah lain.

“Mulai hari ini Bandung Barat berhenti menjadi ‘anaknya Bandung’. Bismillah, kita siap menjadi bapaknya masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa istilah “bapaknya masa depan” bukan berarti Bandung Barat ingin melepaskan diri dari Jawa Barat, melainkan menjadi daerah yang berani mengambil tanggung jawab sebagai pelopor pembangunan, khususnya di bidang pertanian modern.

“Bapak di sini artinya penanggung jawab. KBB yang sudah dewasa harus berani menjadi pionir pertanian modern di Jawa Barat. Kita tetap anak yang baik, tetapi anak yang sudah dewasa harus mampu membantu orang tuanya,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret mewujudkan konsep laboratorium pertanian modern, Dadan menawarkan tiga program utama, yakni pendirian Akademi Petani Muda di Lembang yang fokus pada hidroponik dan agroteknologi, pembangunan platform digital bagi petani di Padalarang agar dapat menjual hasil panen tanpa perantara, serta riset bersama perguruan tinggi terkait kondisi tanah di wilayah Bandung Barat bagian selatan.

“Ini bukan sekadar slogan. Ada program yang bisa diwujudkan sehingga Bandung Barat benar-benar menjadi laboratorium pertanian modern,” katanya.

Menutup pernyataannya, Dadan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengonstruksi kembali masa depan Kabupaten Bandung Barat sesuai dengan cita-cita pemekaran yang telah diperjuangkan 19 tahun silam.

“Sudah saatnya Bandung Barat bertransformasi, dari sekadar titik di peta geografis menjadi ruang hidup yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” pungkasnya. ***Red 

Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa