Kabarciepat.com, kota Bandung — Penundaan pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna (RPP) Ranting di wilayah Rancasari menjadi penegasan penting bahwa mekanisme organisasi di tubuh Pemuda Pancasila berjalan berdasarkan komando dan aturan AD/ART. RPP Ranting ditegaskan bersifat instruktif, sehingga pelaksanaannya wajib menunggu petunjuk resmi dari tingkat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) agar berlangsung serentak, tertib, dan terarah.
Arahan tersebut disampaikan jajaran MPC Pemuda Pancasila Kota Bandung yang meminta seluruh Ranting di bawah koordinasi PAC untuk menahan pelaksanaan RPP hingga juklak dan juknis resmi diterbitkan.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Rancasari, Rahmt Hendarlan, A.Md., menegaskan bahwa disiplin komando menjadi kunci soliditas organisasi.
“RPP Ranting bukan agenda yang bisa dilaksanakan sendiri-sendiri. Kita tunggu instruksi resmi MPC agar pelaksanaan seragam sesuai aturan organisasi,” ujarnya.
Status: HOLD Sementara
Seluruh Ranting diminta tidak menetapkan jadwal, tidak mencetak undangan, serta tidak melakukan pungutan biaya kegiatan sebelum edaran resmi diterima melalui jalur komando organisasi.
Fokus Persiapan Internal
Sambil menunggu arahan resmi, Ranting diarahkan memperkuat kesiapan internal melalui:
Pembenahan administrasi keanggotaan dan inventaris
Penyusunan draft laporan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
Konsolidasi pengurus serta pendataan masa berlaku SK
Inventarisasi persoalan wilayah yang akan dibahas dalam forum RPP
Tahapan Setelah Instruksi Turun
MPC menerbitkan Surat Edaran RPP
PAC menyusun juknis dan jadwal pelaksanaan per Ranting
Ranting melaksanakan RPP maksimal 14 hari setelah edaran PAC
Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga ketertiban organisasi, keseragaman pelaksanaan, dan soliditas komando di seluruh tingkatan.
Penegasan ini sekaligus menjadi contoh praktik tata kelola organisasi yang disiplin, terstruktur, dan patuh terhadap aturan internal. ***Asol






0 comments:
Posting Komentar