kabarciepat.com, Bandung Barat – Kekecewaan mendalam dirasakan para Calon Kepala Sekolah (CKS) di Kabupaten Bandung Barat. Hingga kini, mereka belum juga dilantik, meski telah melalui seluruh tahapan seleksi. Ironisnya, sejumlah rekan mereka yang mengikuti program viloting justru sudah lebih dulu resmi menduduki jabatan kepala sekolah.
Situasi ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan keadilan dalam proses pengangkatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Bandung Barat.
Salah seorang CKS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku telah menunggu dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan, tanpa kejelasan waktu pelantikan.
“Kami ini sudah dinyatakan lulus, sudah mengikuti semua proses. Tapi sampai sekarang hanya disuruh menunggu, tanpa kepastian. Sementara yang ikut viloting sudah dilantik duluan. Ini sangat tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, kondisi ini bukan hanya berdampak pada karier para CKS, tetapi juga mengganggu stabilitas dan kualitas manajemen sekolah. Banyak sekolah yang hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga kebijakan yang diambil menjadi kurang maksimal.
Para CKS berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mereka menuntut adanya kepastian jadwal pelantikan serta kejelasan mekanisme yang digunakan, agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.
“Kalau memang ada kendala, sampaikan. Jangan kami dibiarkan seperti ini. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pelantikan tersebut.
Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat peran kepala sekolah sangat vital dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Jika polemik ini terus berlarut, dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan pendidikan di daerah tersebut. ***Asol







0 comments:
Posting Komentar