kabarciepat.com Ciwidey, Bandung — Upaya penataan kawasan wisata terus dilakukan guna meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi daerah. Salah satu langkah terbaru datang dari KDM yang kembali membuat gebrakan dalam penataan wilayah Ciwidey dengan mendorong perubahan pola usaha bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.
Dalam pernyataannya, KDM mengajak para pelaku usaha di kawasan tersebut untuk tidak lagi menjual produk instan, termasuk kopi sachet. Sebagai gantinya, ia mendorong agar masyarakat lebih mengedepankan penjualan produk lokal khas Ciwidey yang memiliki nilai tambah dan ciri khas daerah.
Menurut KDM, langkah ini bukan sekadar penataan visual kawasan, tetapi juga strategi untuk memperkuat identitas Ciwidey sebagai destinasi wisata yang unik dan berkarakter. “Warga Ciwidey harus jualan produk lokal khas Ciwidey, hindari makanan dan minuman yang bersifat instan,” ujarnya.
Ia menilai, dominasi produk instan justru mengurangi keunikan daerah dan membuat kawasan wisata kehilangan daya saing. Dengan menghadirkan produk lokal, wisatawan diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih autentik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas UMKM, baik dari segi kreativitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan begitu, produk lokal Ciwidey dapat bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga lebih luas.
Langkah yang diinisiasi KDM ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama karena dinilai sebagai upaya konkret dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat branding kawasan Ciwidey sebagai destinasi wisata unggulan. ***Red






0 comments:
Posting Komentar