Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Kamis, 30 April 2026

Polisi Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal di Bogor, Empat Tersangka Diamankan

kabarciepat.com || BOGOR – Aparat kepolisian berhasil mengungkap praktik tambang emas ilegal yang beroperasi di kawasan Bukit Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang merugikan negara dan merusak lingkungan. Kamis, 30/4/2026

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Para pelaku diketahui memiliki peran berbeda dalam menjalankan aktivitas tambang ilegal, mulai dari penyediaan material batuan, proses pengolahan, hingga distribusi emas hasil tambang.

“Para tersangka menjalankan aktivitas secara terorganisir, dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan menjadi emas batangan dengan kadar mencapai 24 karat,” ungkap pihak kepolisian dalam keterangannya.

Dari hasil penyelidikan, sindikat ini diketahui mampu memproduksi sekitar 2 hingga 2,5 kilogram emas setiap bulan. Nilai keuntungan yang diperoleh pun tidak sedikit, diperkirakan mencapai Rp5 miliar per bulan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Wirdhanto Hadicaksono, menyebutkan bahwa pihaknya masih terus mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual lain di balik jaringan tersebut. Aktivitas tambang ilegal ini diduga telah berlangsung cukup lama, bahkan sejak tahun 2005.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini,” ujarnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Mereka terancam hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda hingga Rp100 miliar.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melaporkan aktivitas tambang ilegal. Upaya pemberantasan ini dinilai penting guna menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi kekayaan sumber daya alam negara. ***Idris
Share:

SINERGITAS POLDA BALI DAN IKAPPI BALI JAGA STABILITAS EKONOMI PASCA PENYESUAIAN BBM

kabarciepat.com || BALI – Upaya menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pokok pasca penyesuaian harga BBM terus diperkuat melalui sinergitas antara Polda Bali dan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Provinsi Bali. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tengah dinamika ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan unsur kepolisian, perwakilan pedagang pasar, serta berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM, khususnya terhadap distribusi dan harga bahan pokok di pasaran.

Dalam forum tersebut, Ketua IKAPPI Provinsi Bali, Sudadi Murtado, menegaskan komitmen para pedagang pasar untuk tetap menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman melalui digitalisasi pasar tradisional.

“Digitalisasi menjadi kunci agar pedagang pasar dan pelaku UMKM di Bali dapat bertahan sekaligus berkembang. Dengan memanfaatkan teknologi, mereka bisa menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing,” ujar Sudadi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa IKAPPI Bali secara aktif mendorong para pedagang untuk mulai memanfaatkan platform digital, baik dalam pemasaran maupun transaksi, guna menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Sementara itu, pihak Polda Bali menegaskan dukungannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam mengawal distribusi bahan pokok agar tetap lancar dan tidak terjadi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan keamanan wilayah, sehingga masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan pelaku ekonomi rakyat mampu menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di Bali. ***Dika
Share:

Bupati Bandung Barat Sidak MPP, Tindaklanjuti Keluhan Warga Soal Akta Kelahiran

kabarciepat.com || Bandung Barat – Keluhan warga terkait sulitnya mengurus akta kelahiran berujung pada inspeksi mendadak (sidak) oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bandung Barat, Rabu (29/4/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas viralnya keluhan seorang warga asal Kecamatan Rongga di media sosial. Warga tersebut mengaku mengalami kesulitan saat mengurus dokumen administrasi kependudukan, khususnya akta kelahiran anaknya.

Dalam sidak tersebut, Bupati Jeje tidak hanya meninjau langsung pelayanan administrasi kependudukan, tetapi juga menghadirkan warga yang bersangkutan, Siti, untuk mendengarkan kronologi kejadian secara langsung.

Siti menjelaskan bahwa dirinya datang ke MPP pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dengan harapan dapat mengurus akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA). Namun, setelah menunggu cukup lama, ia justru mendapatkan informasi bahwa layanan telah ditutup.

“Harapan saya pupus, setelah menunggu lama ternyata layanan sudah tutup,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut memicu sorotan publik dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Jeje menegaskan bahwa pelayanan publik harus berjalan optimal dan tidak boleh mempersulit masyarakat.

Langkah sidak ini diharapkan menjadi evaluasi bagi seluruh jajaran pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat agar meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam hal administrasi kependudukan. ***Red
Share:

PIM Audiensi dengan Kabid SD Disdikpora, Soroti Dana BOS hingga Program MBG

kabarciepat.com || CIANJUR — Organisasi Pergerakan Indonesia Maju (PIM) menggelar audiensi dengan Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Riki Muhamad Ramdan, SP., MM. Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PIM, Tirta Jaya Pragusta. Kamis, 30/4/2026

Dalam pertemuan tersebut, PIM menyampaikan sejumlah pertanyaan dan sorotan penting terkait pengelolaan pendidikan dan anggaran, di antaranya:

Pertama, terkait dasar instruksi pembekuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat SD. PIM mempertanyakan landasan kebijakan tersebut, mengingat dana BOS untuk PKBM tidak mengalami pembekuan.

Kedua, mengenai dana Program Indonesia Pintar (PIP) pada PKBM yang dinilai sudah lama menjadi isu di masyarakat, namun hingga kini belum ada tindakan tegas seperti penutupan maupun pelaporan. PIM juga menyinggung adanya PKBM dalam radius dekat kantor Disdikpora, seperti di wilayah Mande dan Gading Asri, yang dinilai perlu dilakukan uji petik.

Ketiga, terkait dana hibah dari Kementerian Pendidikan untuk revitalisasi pembangunan. PIM mempertanyakan peran Disdikpora dalam proses tersebut, mulai dari mekanisme pengajuan, pencairan, hingga pengawasan dan pemeriksaan bangunan.

Keempat, mengenai audit dari BPKP yang dinilai tidak dilakukan secara menyeluruh. PIM menyoroti bahwa pemeriksaan hanya dilakukan pada beberapa sekolah tertentu dengan jumlah siswa relatif sedikit, sehingga menimbulkan dugaan tidak merata.

Kelima, PIM juga menyoroti peran Disdikpora dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut PIM, karena siswa berada di bawah naungan Disdikpora, maka pengawasan terhadap kualitas menu, kesesuaian harga, hingga distribusi makanan di sekolah seharusnya dilakukan secara ketat dan berkala. Namun, mereka menilai masih terdapat indikasi pembiaran dalam pelaksanaannya.

Ketua Umum PIM, Tirta Jaya Pragusta, menyayangkan bahwa audiensi tersebut tidak dihadiri oleh Kepala Dinas Disdikpora serta pejabat terkait lainnya seperti Kabid PKBM dan PAUD, sehingga jawaban yang diberikan dinilai belum signifikan, jelas, dan akurat.

“Atas dasar itu, kami meminta penjadwalan ulang audiensi dengan menghadirkan pejabat yang berwenang sesuai bidangnya agar penjelasan yang diberikan lebih komprehensif dan sesuai porsinya,” ujar Tirta.

PIM berharap permohonan penjadwalan ulang tersebut dapat segera direalisasikan, mengingat surat permohonan audiensi telah disampaikan sejak jauh hari sebelumnya. ***Surya Saputra/tim
Share:

Pulihkan Ekosistem Gunung Gede, Polda Jabar Padukan Teknologi Shooting Seeds dan Pelepasliaran Satwa

kabarciepat.com || BANDUNG – Kepolisian Daerah Jawa Barat menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui aksi nyata pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Rudi Setiawan dan melibatkan pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat, sebagai respons atas kembali dibukanya jalur pendakian bagi masyarakat umum.

Langkah tersebut difokuskan pada pemulihan ekosistem yang mulai terdampak aktivitas manusia. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan teknik “Shooting Seeds” dalam proses penghijauan.

Kapolda Jabar menjelaskan, teknik ini memanfaatkan alat modifikasi menyerupai ketapel untuk melontarkan bibit tanaman endemik seperti saninten dan rotan ke area yang sulit dijangkau.

“Kami menyadari tantangan geografis di Gunung Gede sangat berat. Banyak titik kerusakan berada di lereng curam atau tepian jurang yang berisiko jika dilakukan penanaman manual. Dengan teknik Shooting Seeds, proses penyemaian tetap dapat berjalan efektif meski terkendala topografi,” ujar Rudi Setiawan, Kamis (30/4/2026).

Selain penghijauan, upaya pelestarian fauna juga menjadi perhatian. Polda Jabar turut melakukan pelepasliaran satwa dilindungi, di antaranya elang ular bido dan landak, guna menjaga keseimbangan ekosistem serta rantai makanan di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi ekologis kawasan gunung sebagai paru-paru dunia sekaligus sarana edukasi bagi para pendaki.

Program ini diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ***Yudi farell 

Share:

Dapur SPPG 3 Sukasari Cilaku Disorot, Kadis Pangan Cianjur Minta Operasional Dihentikan Sementara

kabarciepat.com || CIANJUR – Setelah sebelumnya dikunjungi pihak kejaksaan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3 Sukasari, Kecamatan Cilaku, kembali disurvei oleh Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi, pada Kamis (30/04/2026).

Dalam kunjungannya, Firman Edi meninjau langsung kondisi dapur serta lokasi kolam warga yang terdampak dugaan rembesan limbah dari aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa dapur tersebut belum sepenuhnya siap beroperasi karena merupakan lokasi baru pengganti dapur sebelumnya di Kampung Nempel.

Kondisi fasilitas dapur dinilai belum optimal, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih bersifat konvensional, sehingga limbah dapur langsung dialirkan ke saluran air. Hal ini diduga menjadi penyebab pencemaran kolam warga hingga mengakibatkan kematian ikan secara massal serta menimbulkan bau tidak sedap.

Firman menegaskan, secara administratif dan infrastruktur, dapur tersebut belum memenuhi kelayakan operasional di lokasi baru. Ia pun mengimbau agar aktivitas dapur dihentikan sementara hingga seluruh perizinan dan sarana prasarana dinyatakan siap.

“Dapur ini sebenarnya sudah memiliki izin, namun saat masih beroperasi di lokasi lama di Kampung Nempel. Untuk perpindahan ke lokasi baru di Kampung Kurulung, seharusnya ada izin peralihan terlebih dahulu dari pihak berwenang. Karena administrasi dan infrastruktur belum optimal, kami menyarankan agar operasional dihentikan sementara,” ujar Firman.

Sementara itu, Kepala SPPG 3 Sukasari, Aulia Rahman, menjelaskan bahwa dapur sebelumnya berlokasi di Kampung Nempel dan melayani sekitar 3.002 siswa setiap hari sejak mulai beroperasi pada 13 Oktober 2025. Namun, dapur tersebut harus dipindahkan ke lokasi baru pada 31 Maret 2026 karena kendala dengan pemilik lahan sebelumnya.

Terkait persoalan limbah yang mencemari kolam warga, Aulia mengakui bahwa IPAL yang digunakan sebelumnya belum sesuai standar sehingga menyebabkan terjadinya rembesan.

“Iya, memang sebelumnya IPAL kami masih menggunakan sistem konvensional, sehingga terjadi kendala teknis yang berdampak pada kolam warga,” ungkap Aulia.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan pemilik kolam dan pemerintah desa pada 17 April lalu, serta melakukan perbaikan dengan memasang IPAL baru yang diklaim telah memenuhi standar dan memiliki sertifikasi dari vendor resmi.

“Kami sudah melakukan perbaikan IPAL melalui vendor dengan teknisi profesional. Untuk operasional, kami masih akan berkoordinasi dengan pihak korwil dan korcab karena keputusan tidak bisa diambil sepihak,” jelasnya.

Aulia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan memanfaatkan waktu libur untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas dapur sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pihak pusat.

“Kesempatan libur ini akan kami gunakan untuk memaksimalkan perbaikan agar ke depan operasional bisa berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya. ***Yudi Farell
Share:

Limbah SPPG 3 Sukasari Cilaku Yang Mencemari Kolam Tetangga Hingga ikan Mati Masal,Ini Tanggapan Kasi Intel Kejari Cianjur

Foto istimewa Kepala SPPG Aulia Rahman

Kabarciepat.com || CIANJUR –
Kejaksaan Negeri Cianjur menyoroti dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasari 3 di Kecamatan Cilaku. Temuan di lapangan menunjukkan dapur tersebut diduga beroperasi tanpa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai,dan kondisi bangunan dapur yang Belum Siap di gunakan 100% karena masih dalam proses penataan dan pembangunan.

Kasi Intelijen Kejari Cianjur, Angga Insana Husri, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait bau menyengat dan penurunan kualitas lingkungan di sekitar lokasi dapur yang berada di Jalan KH Sujai, Desa Sukasari.

“Kami menerima keluhan warga soal bau busuk, pencemaran lingkungan, serta kualitas air sumur yang berubah dan tidak layak digunakan,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kejaksaan langsung melakukan survei langsung ke lokasi. Hasilnya, ditemukan indikasi kuat adanya rembesan limbah dari aktivitas dapur yang berdampak ke lingkungan warga.

“Di lapangan tercium bau menyengat, air sumur warga berubah kualitasnya, bahkan ada tiga kolam ikan milik warga yang mengalami kematian massal setelah dapur beroperasi,” katanya.

Selain itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, pusing, hingga peningkatan tekanan darah akibat paparan bau limbah yang muncul siang dan malam.
Kolam Ikan warga Yang Terpapar Limbah Memasak dari Dapur

Dari hasil identifikasi awal, Kejaksaan menduga dapur tersebut tidak memiliki IPAL, sehingga limbah dibuang langsung ke saluran pembuangan umum.

“Secara kasat mata, tidak ada IPAL. Pembuangan limbah langsung ke selokan. Ini sudah kami catat dan laporkan,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Kejaksaan menyatakan aktivitas dapur berpotensi untuk dihentikan sementara (suspend) sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

“Kalau dari awal sudah jelas tidak memenuhi standar, seperti tidak adanya IPAL, maka bisa langsung dilakukan penghentian sementara,” ujarnya.

Meski demikian, Kejaksaan menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada persoalan teknis lingkungan. Pihaknya juga akan mendalami kemungkinan adanya pelanggaran lain, seperti dalam rantai pasok, distribusi, hingga potensi praktik monopoli atau penyimpangan pengadaan.

“Kami juga akan melihat aspek lain seperti rantai pasok, distribusi makanan, hingga kemungkinan adanya permainan dalam pengadaan. Tapi itu perlu pendalaman lebih lanjut,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pemenuhan standar administrasi, sanitasi, hingga sertifikasi yang diperlukan.

“Setiap kegiatan harus mengikuti aturan yang ada, baik juklak maupun juknis. Jangan langsung beroperasi tanpa melengkapi persyaratan, termasuk izin dan standar sanitasi,” ujarnya.

Kejaksaan juga mendorong seluruh pengelola SPPG agar memastikan kelengkapan administrasi dan kualitas operasional, sehingga program MBG tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.

“Program ini baik, jangan sampai tercoreng oleh pelaksanaan yang tidak sesuai aturan. Yang sudah baik harus dipertahankan, yang bermasalah harus segera dibenahi,” Kata dia. ***Yudi farell
Share:

Bupati Cianjur Pimpin Pemusnahan Miras dan Rokok Ilegal dalam Acara Hut Damkar dan Satpol PP

kabarciepat.com || CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur Menggelar Peringatan Hut Sekaligus Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan perlindungan Masyarakat(Satlinmas) Di lapangan bojong desa Sabandar Kecamatan Karang Tengah pada Kamis 30/04/26.

Acara di meriahkan dengan unjuk kebolehan dan atraksi dari masing-masing satuan,pemusnahan barang bukti berupa ratusan ribu batang rokok batang rokok ilegal serta ribuan botol miras berbagai merk.

Acara hut tiga satuan kali ini berbeda dari acara tahun sebelumnya,kalau sebelumnya acara selalu gelar di pusat pemerintahan tapi acara tahun ini di selenggarakan di tengah masyarakat yaitu lapangan bojong Sabandar agar lebih mendekatkan aparatur penegak perda kepada masyarakat.

Peringatan Hut Satpol PP ke 76 Damkar ke 107 dan Hut Satlinmas ke 64 di gelar sekaligus dan di pimpin langsung oleh Bupati Cianjur Dr Muhamad Wahyu Ferdian serta di dampingi seluruh jajaran Forkopimda.

Dari Seluruh rangkaian acara yang di gelar,yang menjadi daya tarik masyarakat salah satunya adalah pemusnahan barang bukti hasil operasi penegakan peraturan daerah, Bupati dan seluruh jajaran yang hadir memusnahkan sedikitnya 6.324 bungkus atau setara 126.487 batang rokok ilegal berbagai jenis dan merk,serta 1.756 botol atau 1.317 liter minuman beralkohol berbagai merk.Pemusnahan ini menjadi simbol komitment satpol pp dalam memberantas peredaran barang terlarang yang melanggar perda Cianjur.

Bupati Cianjur Wahyu Ferdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi mereka di lapangan.Wahyu juga mengungkapkan akan ada kajian terkait rencana pemisahan antara satpol pp dan Damkar ke depannya.

"Kami berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah,Kami akan terus menambah alat-alat serta Armada kendaraan karena Cianjur memiliki wilayah yang sangat luas,"kata bupati.

Selain itu,penghargaan juga di berikan kepada satlinmas terbaik sebagai bentuk pengakuan atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo menyampaikan bahwa operasi penertiban tidak akan berhenti,bahkan terus di galakan selama bulan Ramadhan lalu.ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menjaga ketertiban lingkungan.

"Ini sebuah bukti kinerja kami.Tugas ini Adalah tugas bersama,bukan hanya Satpol pp,"Kata Djoko.

Peringatan HUT kali ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergy antara para penegak Perda dan Masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lIngkungan dari penyakit masyarakat Dan Bahaya kebakaran. ***Yudi Farell
Share:

Rabu, 29 April 2026

Akademisi Bongkar Potensi Jerat Hukum di Balik Proyek KDMP


kabarciepat.com BANDUNG — Akademisi dan pengamat kebijakan publik, Dr. Dadih Abdulhadi, melontarkan peringatan keras kepada para kontraktor yang terlibat dalam pelaksanaan program KDMP. Dalam tayangan diskusi bersama Priangan.com, ia menilai ada potensi serius persoalan hukum yang dapat menjerat para pelaksana proyek di lapangan.

Menurut Dr. Dadih, banyak kontraktor kerap terjebak pada pola pikir “yang penting pekerjaan selesai”, sementara aspek administrasi, legalitas dokumen, mekanisme anggaran, dan kepatuhan prosedur justru diabaikan. Padahal, celah kecil dalam pertanggungjawaban bisa berubah menjadi pintu masuk persoalan hukum.

“Yang sering dipersoalkan penegak hukum bukan hanya hasil pekerjaannya, tetapi prosesnya. Administrasi, alur anggaran, dan kesesuaian prosedur itu yang paling rawan,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa proyek KDMP yang bersentuhan langsung dengan anggaran negara/daerah memiliki standar akuntabilitas tinggi. Ketidaksesuaian dokumen, ketidaklengkapan laporan, hingga ketidaktahuan terhadap regulasi bisa berujung pada pemeriksaan hukum yang merugikan kontraktor.

Dr. Dadih bahkan menyebut, dalam banyak kasus, kontraktor justru menjadi pihak yang paling rentan terseret persoalan, meskipun kebijakan dan perencanaan berada di level pengambil keputusan.
“Kontraktor sering berada di posisi paling lemah. Ketika ada persoalan, yang pertama diperiksa adalah pelaksana di lapangan,” ujarnya.

Peringatan ini menjadi alarm keras bagi para rekanan pemerintah agar tidak sekadar mengejar progres fisik proyek. Pemahaman regulasi, ketelitian administrasi, serta dokumentasi setiap tahapan pekerjaan disebut sebagai kunci agar tidak terjerat risiko hukum di kemudian hari.

Sorotan tajam ini membuka sisi lain dari pelaksanaan KDMP—bahwa di balik proyek yang berjalan, ada potensi jerat hukum yang mengintai bila prosedur diabaikan. ***Red
Share:

Perum BULOG Cianjur Dapat Apresiasi Saat Sidak Anggota Komisi IV DPR RI

kabarciepat.com CIANJUR — Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dilakukan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, ke gudang Perum BULOG wilayah Cianjur. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan, khususnya terkait pengelolaan dan ketersediaan stok beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam sidak tersebut, rombongan meninjau kondisi gudang penyimpanan beras yang tertata rapi dengan volume stok yang memadai. Pihak BULOG Cianjur memberikan pemaparan terkait sistem penyimpanan, distribusi, serta mekanisme pengawasan kualitas beras yang dilakukan secara berkala.

Anggota Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran BULOG Cianjur yang dinilai telah menjalankan tugas dengan baik, terutama dalam menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah dan memastikan kualitas komoditas tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Pihak BULOG Cianjur menyampaikan terima kasih atas perhatian, arahan, dan masukan yang diberikan. Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi jajaran di lapangan untuk terus melakukan perbaikan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan sidak ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap lembaga yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik di sektor logistik pangan berjalan optimal. ***Red
Share:

Polda Jabar Buka Posko Pelayanan di Buruh Fiesta 2026 Jakarta, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan

kabarciepat.com , Bandung — Polda Jawa Barat membuka posko pelayanan dalam rangka kegiatan Buruh Fiesta 2026 yang digelar di Jakarta. Kehadiran posko ini menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan maksimal sekaligus menjamin keamanan dan ketertiban selama perayaan Hari Buruh Internasional.

Posko pelayanan disiagakan untuk membantu berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya para buruh yang mengikuti rangkaian kegiatan. Layanan yang diberikan meliputi informasi, pengaduan, bantuan keamanan, hingga penanganan situasi darurat di lokasi acara.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa kehadiran posko tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan humanis Polri dalam mengawal kegiatan masyarakat berskala besar.

“Kami dari Polda Jawa Barat hadir dengan membuka posko pelayanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Buruh Fiesta 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, khususnya para buruh yang merayakan hari besarnya,” ujar Hendra Rochmawan, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, personel yang ditugaskan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

“Kami mengimbau seluruh peserta untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai. Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Dengan adanya posko pelayanan ini, diharapkan para peserta Buruh Fiesta 2026 dapat merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman selama kegiatan berlangsung. *** Y Farell
Share:

Selasa, 28 April 2026

Siaga May Day 2026, Sat Brimob Polda Jabar Gelar Apel Pasukan dan Perlengkapan

kabarciepat.com, Bandung – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan dilaksanakan pada 01 Mei 2026, Satuan Brimob Polda Jawa Barat menggelar Apel Gelar Pasukan dan Perlengkapan Triwulan II di lapangan Boma Mako Satbrimob Polda Jabar Jl. Kol. Ahmad Syam No. 17, Kec. Jatinangor.

Apel tersebut dipimpin oleh Danyon A Pelopor Kompol. Dr. Fajar Cahyono, S.Pd., M.M., yang mewakili Dansat Brimob Polda Jabar Brigjen Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama Satbrimob Polda Jabar, anggota staf, personel Detasemen Gegana, serta jajaran Batalyon A Pelopor. Selasa, 28/4/2026

Pelaksanaan apel ini bertujuan untuk mengecek secara langsung kesiapan personel maupun perlengkapan yang akan digunakan dalam rangka pengamanan May Day. Dengan kesiapan yang matang, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.

Usai apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan zoom meeting bersama jajaran Satbrimob Polda Jabar. Dalam rapat tersebut dibahas secara detail berbagai strategi dan langkah antisipasi guna menghadapi potensi dinamika di lapangan saat pelaksanaan May Day nanti.
Kesiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kekuatan personel, tetapi juga pada sinergi, komunikasi, serta pola pengamanan yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dansat Brimob Polda Jabar di tempat terpisah mengatakan, 
“Melalui apel gelar pasukan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel dan perlengkapan dalam kondisi siap operasional. Pengamanan Hari Buruh Internasional harus dilaksanakan secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur. Kami juga menekankan pentingnya sinergitas antar satuan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan di lapangan, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Jawa Barat tetap aman dan kondusif,” ujar Brigjen Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Satbrimob Polda Jabar menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan serta memberikanl rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan May Day 2026. *** Y Farell 
Share:

Sinergitas TNI-Polri di Jabar Makin Kuat, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi Kompak Jaga Kondusivitas Jelang May Day

kabarciepat.com, Bandung – Sinergitas antara TNI dan Polri di Jawa Barat kembali ditegaskan melalui kegiatan olahraga bersama yang digelar pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini melibatkan jajaran Kodam III/Siliwangi dan Polda Jawa Barat sebagai wujud kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jabar.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyebut, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata soliditas kedua institusi dalam mengawal stabilitas daerah. Ia menegaskan, kolaborasi yang terjalin selama ini harus terus dipertahankan demi menciptakan suasana yang aman dan damai.

“Hari ini Selasa (28/4/2026) ahamdulillah kita bersama dengan polda melaksanan olahraga bersama ini bukti sinergitas antara kodam dan polda dalam menjaga jabar bahwa kita bersama-sama menjaga keamanan kedamaian di jabar. Mudah mudahan sinergitas ini, kebersamaan ini terus berlanjut hingga jabar ini aman damai dan sejahtera,” ujar Kosasih.

Hal senada disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan. Ia menilai kegiatan olahraga bersama tidak hanya sekadar menjaga kebugaran fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional dan solidaritas antar personel.

“Hari ini merupakan hari yang berbahagia buat kita semua, personel Polda Jabar dan Prajurit Kodam III/ Siliwangi melakukan olahraga bersama, kami silaturahmi bersenda gurau, bentuk ikatan dan solidaritas yang tinggi, dalam menjaga Jawa Barat kondusif." ujar Irjen Rudi. 
"Sebagaimana yang teman - teman lihat semua, kami selalu berjalan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jabar, mohon dukungannya,” ucap Irjen Rudi.

Lebih lanjut, kedua pimpinan tersebut menegaskan bahwa koordinasi antara Kodam III/Siliwangi dan Polda Jabar terus berjalan intensif, terutama dalam menghadapi berbagai agenda masyarakat, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

“Kami berdua sesama pimpinan saling bertukar informasi dan saling berkoordinasi dalam setiap upaya kami berdua institusi kodam dan polda jabar dalam mejaga setiap bentuk kegiatan masyarakat. Kami akan hadir dalam setiap kegiatan termasuk dalam mayday nanti kami akan hadir siap melayani dan mengamankan jabar,” tegasnya.

Terkait peringatan May Day, Kapolda Jabar juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para buruh, agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama merayakan hari buruh.

"Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, situasi diharapkan tetap kondusif tanpa adanya kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Menurutnya, stabilitas yang telah dibangun bersama pemerintah daerah harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat." ungkapnya.

“Di Jabar tidak ada melakukan kegiatan apa - apa, tetap menjaga kondusivitas di Jabar, sayang Jabar yang sudah dibangun bersama pemda provinsi dan kabupaten, harus kita jaga dan kami berdua sepakat kompak menjaga Jabar,” pungkasnya.

Kegiatan olahraga bersama ini menjadi simbol kuat kekompakan TNI- Polri di Jawa Barat. Dengan sinergitas yang terus terjaga, diharapkan seluruh potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. ***Y Farell
Share:

Warga Keluhkan Bau Tak Sedap Dari SPPG 3 Cilaku Sukasari,Kepala SPPG:Itu Hanya Bau Masakan


kabarciepat.com, Cianjur – Warga Masyarakat Berhampiran SPPG 3 Sukasari,Cilaku mengeluhkan bau tidak sedap dan aroma busuk datang dari dapur sppg tersebut belakangan ini di duga pengelolaan limbah dapur kurang maksimal dan terkesan jorok.

Seorang Warga MN (47) mengaku merasa terganggu dari aroma tidak sedap yang datang dari dapur tersebut.

MN mengeluhkan dampak lingkungan yang diduga ditimbulkan dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilaku Sukasari 3 atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berada berdempetan dengan rumahnya di Jl. KH Sujai no. 75 RT 01/ RW 07 
Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Pemilik rumah,MN(47), mengatakan persoalan mulai dirasakan pada awal April 2026, saat muncul bau menyengat dan air sumur di sekitar rumah berubah kualitas.

Menurutnya, kondisi tersebut baru diketahui setelah dirinya pulang dari rumah sakit pada malam Jumat, 9 April 2026. Saat itu, lingkungan sekitar rumah sudah dipenuhi bau tidak sedap.

“Saya pulang dari rumah sakit malam Jumat itu sudah bau sekali. Air juga bau, lingkungan semua bau,” katanya saat ditemui wartawan, pada Minggu, 26 April 2026.

MN menyebut, berdasarkan informasi dari tetangga juga, ikan di kolam miliknya mulai mati pada tanggal 8 April 2026. Sementara dapur MBG disebut mulai beroperasi pada 7 April 2026.
“Menurut tetangga, ikan mati itu tanggal 8. Sementara dari informasi, dapur mulai produksi tanggal 7,” kata MN.

Dia juga menuturkan, rembesan air limbah diduga masuk ke area rumahnya dan berdampak pada tiga kolam ikan miliknya. Dia mengaku seluruh ikan di kolam tersebut mati.

“Ada tiga kolam, semuanya mati. Ikan nila, lele, bahkan ikan sapu-sapu juga mati,” katanya.

Selain itu, MN juga mengaku mengalami gangguan kesehatan akibat bau menyengat yang muncul siang dan malam. Dirinya yang memiliki riwayat asma mengaku kondisinya kambuh setelah persoalan itu muncul.

“Saya punya asma. Batuk terus, susah tidur, kepala pusing, tekanan darah juga naik,” katanya.

Menurutnya, air sumur bor yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pun kini tidak layak dipakai.

“Air jadi bikin gatal dan tidak layak diminum. Padahal itu sumur bor yang biasa dipakai sehari-hari,” katanya.

MN mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada pengurus lingkungan setempat, hingga membawa sampel air ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur pada 13 April 2026.

“Saya sudah lapor ke RT, RW, dan ke DLH sambil bawa sampel air. Katanya dari DLH mau disurvei, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut ke rumah saya,” katanya.

Dia juga menyebut sempat ada pertemuan antara pihak dapur MBG, pengurus lingkungan, dan warga. Namun, menurutnya belum ada solusi konkret yang diberikan.

“Mereka datang, tapi tidak ada keputusan apa-apa. Saya maunya dihentikan dulu sementara, bereskan izin, perbaiki sistem pembuangan, baru beroperasi lagi,” imbuhnya.

Dia menilai lokasi dapur yang berdempetan langsung dengan rumah warga menjadi persoalan utama, terlebih sistem pembuangan limbah disebut belum memadai.

“Dapur itu nempel ke rumah warga. Harusnya tempat seperti ini jangan dekat rumah orang, apalagi kalau pembuangannya belum siap,” katanya.

Selain persoalan limbah, dia juga mengaku sempat mendapati dua orang masuk ke area rumahnya tanpa izin untuk memasang saluran paralon.

“Tiba-tiba ada dua orang masuk ke area rumah, katanya disuruh pihak dapur. Mereka pasang paralon dan merusak tembok tanpa izin,” katanya.

MN berharap pemerintah daerah turun tangan mengecek legalitas dan kelayakan operasional dapur tersebut, termasuk perizinan lingkungan.

“Harapan saya sederhana, jalankan sesuai aturan. Kalau memang belum lengkap izinnya, jangan dulu beroperasi. Pemerintah harus adil dan menindaklanjuti keluhan warga,” Kata dia.

Sementara itu Kepala SPPG Aulia Herman membantah terkait perihal itu saat di konfirmasi melalui sambungan telfon Selasa 28/04/26.

"Bau itu datang dari masakan,dan asap juga sama dari masakan karena saat itu kami sedang memasak untuk MBG",Kata Aulia.
 Saat di tanyakan mengenai Intalasai pengolahan alir limbah(IPAL) Aulia pun menuturkan bahwa untuk ijin nya semua sudah selesai di urus walaupun sebelum nya kami pake ipal Konvensional.

"Untuk ipal sudah di urus dan sudah selesai,sebelum nya memang pakai ijin konvensional,"pungkas nya. ***Yudi Farrell
Share:

CKS Bandung Barat “Digantung” Tanpa Kepastian, Peserta Vilo­ting Sudah Dilantik Lebih Dulu

kabarciepat.com, Bandung Barat – Kekecewaan mendalam dirasakan para Calon Kepala Sekolah (CKS) di Kabupaten Bandung Barat. Hingga kini, mereka belum juga dilantik, meski telah melalui seluruh tahapan seleksi. Ironisnya, sejumlah rekan mereka yang mengikuti program viloting justru sudah lebih dulu resmi menduduki jabatan kepala sekolah.

Situasi ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan keadilan dalam proses pengangkatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang CKS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku telah menunggu dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan, tanpa kejelasan waktu pelantikan.

“Kami ini sudah dinyatakan lulus, sudah mengikuti semua proses. Tapi sampai sekarang hanya disuruh menunggu, tanpa kepastian. Sementara yang ikut viloting sudah dilantik duluan. Ini sangat tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya berdampak pada karier para CKS, tetapi juga mengganggu stabilitas dan kualitas manajemen sekolah. Banyak sekolah yang hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga kebijakan yang diambil menjadi kurang maksimal.

Para CKS berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mereka menuntut adanya kepastian jadwal pelantikan serta kejelasan mekanisme yang digunakan, agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.

“Kalau memang ada kendala, sampaikan. Jangan kami dibiarkan seperti ini. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pelantikan tersebut.

Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat peran kepala sekolah sangat vital dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Jika polemik ini terus berlarut, dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan pendidikan di daerah tersebut. ***Asol

Share:

Senin, 27 April 2026

Kematian Misterius di Rongga, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Kabupaten Bandung Barat — Peristiwa tragis mengguncang warga Kampung Ci Ceri, Kecamatan Rongga, setelah seorang perempuan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di dalam kamar rumahnya, pada Senin malam, seusai waktu Magrib. 27/4/2026

Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian, dengan wajah tertutup bantal. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya unsur kekerasan dalam kematian korban dan kini tengah menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

Petugas langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti serta mengungkap kronologi kejadian.

Kapolsek Gununghalu, AKP M. Yusuf, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

“Benar, kami menerima laporan terkait penemuan seorang perempuan meninggal dunia di wilayah Rongga. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar,” ujar AKP M. Yusuf.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka, termasuk dugaan tindak pidana.

Rencananya, jenazah korban akan diautopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian, termasuk ada atau tidaknya unsur kekerasan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.

Hingga kini, identitas lengkap korban belum diumumkan secara resmi. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat luas dan diharapkan dapat segera terungkap secara terang benderang. ***Red
Share:

Sidang Ke-3 Kasus Amir Hadirkan Saksi Ahli, Soroti Keabsahan OTT dan Prosedur Penangkapan

Kabarciepat.com,  Mojokerto — Sidang ketiga perkara Amir yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto pada Kamis (23/4/2026) berlangsung dengan menghadirkan saksi ahli, yakni Prof. Dr. Sadjijono, S.H., M.Hum., dari Universitas Bhayangkara (UBARA) Surabaya.

Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukum Amir yang dipimpin oleh pengacara Rika bersama rekan-rekannya menyoroti sejumlah poin krusial terkait proses penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya.

Adapun poin-poin yang menjadi perhatian di antaranya:

Ketidaksesuaian waktu penangkapan dan pelaporan, di mana penangkapan dilakukan pada 14 Maret 2026, sementara laporan polisi baru dibuat pada 15 Maret 2026.

Perbedaan pemahaman antara Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan tertangkap tangan.

Penilaian terhadap dugaan pelanggaran, apakah masuk dalam ranah kode etik jurnalistik atau tindak pidana.
Hak kuasa hukum dalam meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kepentingan pembelaan.

Menurut Rika, proses OTT yang dilakukan terhadap Amir dinilai tidak sah secara hukum. Ia menegaskan bahwa prosedur OTT seharusnya diawali dengan adanya laporan dan bukti yang cukup, bukan sebaliknya. Dalam kasus ini, penangkapan dilakukan terlebih dahulu, kemudian disusul dengan pembuatan laporan polisi keesokan harinya.

Lebih lanjut, Rika menjelaskan bahwa OTT pada umumnya ditujukan kepada aparat penegak hukum atau pejabat negara yang menerima gaji dari APBN. Sementara itu, Amir berprofesi sebagai wartawan yang bersifat independen dan tidak menerima gaji dari negara. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan kategori hukum yang tepat untuk menjerat kliennya.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Yayu Muliana, S.H., memberikan kesempatan kepada saksi ahli untuk menyampaikan pendapat secara mendalam terkait poin-poin yang diajukan oleh tim kuasa hukum.
Persidangan berlangsung dalam suasana tegang dan sempat terjadi interupsi dari pihak termohon yang mengajukan keberatan. Mereka beralasan bahwa pembahasan yang disampaikan bukan merupakan materi gugatan yang sedang disidangkan.

Menjelang akhir persidangan, Kasat Reskrim bersama Kanit Resmob terlihat meninggalkan ruang sidang. Upaya awak media untuk melakukan konfirmasi tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian enggan memberikan keterangan dan menyarankan agar seluruh informasi disampaikan melalui satu pintu, yakni kepada Kapolres.

Sidang lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar dengan agenda berikutnya yang akan ditentukan oleh majelis hakim. ***Red 
Share:

Video Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Beredar, KRL Diduga Ditabrak dari Belakang Saat Berhenti Tunggu Sinyal


kabarciepat.com, BEKASI — Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan insiden kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/04/2026). Dalam video tersebut, seorang pria yang merekam kejadian mengaku bahwa kereta yang ditumpanginya ditabrak dari belakang oleh kereta lain saat sedang berhenti.

Berdasarkan keterangan yang beredar serta informasi pada tangkapan layar percakapan, peristiwa tersebut diduga melibatkan rangkaian KRL Commuterline tujuan Bekasi yang saat itu tengah berhenti menunggu sinyal keberangkatan. Kereta tersebut disebut berada di jalur rel dekat Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu persilangan dengan rangkaian kereta dari arah Tambun.

Dalam narasi yang beredar, rangkaian KRL tersebut diduga ditabrak dari belakang oleh kereta cepat jarak jauh Argo Bromo. Insiden mendadak itu sempat memicu kepanikan di dalam gerbong penumpang, sebagaimana terekam dalam video amatir yang kini beredar luas di berbagai platform media sosial.

Hingga berita ini disusun, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti kejadian, jumlah korban, maupun dampak operasional perjalanan kereta di lintas tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab pasti kecelakaan sebelum ada penjelasan resmi. ***Asol
Share:

Sabtu, 25 April 2026

POLSEK CIPATAT DAN DAMKAR BERHASIL EVAKUASI PRIA NAIK TOWER SETINGGI 52 METER DI CIPTAHARJA

kabarciepat.com, Cipatat, Bandung Barat – Aparat dari Polsek Cipatat bersama Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cipatat berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang pria yang nekat memanjat tower Telkom setinggi kurang lebih 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 03 RW 23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu malam (25/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RW 21 Cilok kepada pihak berwenang, setelah diketahui seorang warga berinisial H (32) berada di puncak tower dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Hingga awak mediapun konfirmasi via chat WhatsApp, kepada ketua RW 23 pasirborondong A Suparman Ure untuk memastikan kebenaranya, A Suparman Ure menyampaikan benar bahwa ada warga saya yang naik tower. Ucapnya

Berdasarkan keterangan dari sang istri, kejadian ini berawal dari kondisi psikologis korban yang terguncang. Sekitar satu minggu sebelumnya, H mengalami kecelakaan kerja di Bandung. Setelah sempat dijemput dan dirawat oleh keluarga hingga pulih, H berniat kembali bekerja. Namun, saat menghubungi rekannya melalui pesan singkat, diduga ia tidak diperkenankan kembali bekerja.

Hal tersebut memicu emosi korban hingga meluapkannya dengan melempar asbak di depan rumah. Teguran dari sang ibu semakin memperkeruh suasana, membuat H pergi ke belakang rumah dalam keadaan emosi. Meski sang istri berusaha membujuk, korban tetap melangkah menuju tower yang berada tepat di belakang rumah dan dengan cepat memanjatnya tanpa mengindahkan larangan.

Keluarga yang panik terus berupaya membujuk korban agar turun, namun tidak mendapat respons. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

Di lokasi, Danpos Damkar Cipatat, Ibu Lia, mengakui adanya keterbatasan peralatan dalam proses evakuasi. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Kanit Lantas Polsek Cipatat, IPDA Yusup Gustiana, SH, untuk menentukan langkah terbaik.

Berbagai upaya dilakukan, termasuk membujuk korban menggunakan pengeras suara, bahkan melibatkan sang anak untuk memohon agar ayahnya turun. Namun, korban tetap tidak merespons. Untuk memastikan keberadaan korban di atas tower, petugas melakukan pemantauan menggunakan drone, yang kemudian mengonfirmasi bahwa H memang berada di atas.

Setelah hampir dua jam upaya dilakukan tanpa hasil, titik terang muncul ketika adik korban tiba di lokasi usai mendapat kabar kejadian tersebut. Dengan didampingi petugas teknis tower Telkom dan dilengkapi tali pengaman, sang adik memberanikan diri naik ke atas untuk membujuk korban secara langsung.

Pendekatan emosional tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban bersedia turun dengan aman, dibantu oleh petugas.

Proses evakuasi pun berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian, Damkar, pihak teknis, serta peran penting keluarga, khususnya sang adik yang melakukan pendekatan langsung di atas tower. ***Red
Share:

KDM Dorong Penataan PKL dan UMKM Ciwidey, Prioritaskan Produk Lokal Bernilai Tinggi

kabarciepat.com Ciwidey, Bandung — Upaya penataan kawasan wisata terus dilakukan guna meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi daerah. Salah satu langkah terbaru datang dari KDM yang kembali membuat gebrakan dalam penataan wilayah Ciwidey dengan mendorong perubahan pola usaha bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.

Dalam pernyataannya, KDM mengajak para pelaku usaha di kawasan tersebut untuk tidak lagi menjual produk instan, termasuk kopi sachet. Sebagai gantinya, ia mendorong agar masyarakat lebih mengedepankan penjualan produk lokal khas Ciwidey yang memiliki nilai tambah dan ciri khas daerah.

Menurut KDM, langkah ini bukan sekadar penataan visual kawasan, tetapi juga strategi untuk memperkuat identitas Ciwidey sebagai destinasi wisata yang unik dan berkarakter. “Warga Ciwidey harus jualan produk lokal khas Ciwidey, hindari makanan dan minuman yang bersifat instan,” ujarnya.

Ia menilai, dominasi produk instan justru mengurangi keunikan daerah dan membuat kawasan wisata kehilangan daya saing. Dengan menghadirkan produk lokal, wisatawan diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih autentik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas UMKM, baik dari segi kreativitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan begitu, produk lokal Ciwidey dapat bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga lebih luas.

Langkah yang diinisiasi KDM ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama karena dinilai sebagai upaya konkret dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat branding kawasan Ciwidey sebagai destinasi wisata unggulan. ***Red 
Share:

Kamis, 23 April 2026

Penutupan O2SN Kecamatan Cipatat, Cabang Sepak Bola Mini Tuntas Digelar

kabarciepat.com, Cipatat, KBB — Kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipatat resmi memasuki penghujung acara dengan mempertandingkan cabang olahraga sepak bola mini sebagai penutup rangkaian kegiatan. Jumat, 24/4/2026

Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Cipatat, Ujang Juhana, menyampaikan bahwa pertandingan sepak bola mini menjadi agenda terakhir sekaligus penutup seluruh rangkaian O2SN tahun ini.

“Cabang sepak bola mini ini merupakan pertandingan terakhir sekaligus penutupan kegiatan O2SN tingkat Kecamatan Cipatat,” ujarnya di sela kegiatan.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta dari berbagai gugus menunjukkan semangat sportivitas dan kemampuan terbaik mereka. Berdasarkan hasil pertandingan, keluar sebagai juara pertama adalah Gugus 3 Ciptaharja. Sementara itu, juara kedua diraih oleh Gugus 1 Mandalawangi, dan juara ketiga berhasil diraih oleh Gugus 6 Citatah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan medali kepada para pemenang. Prosesi penghargaan dilakukan oleh perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Hidayat Saleh, yang secara simbolis menyerahkan medali kepada para atlet berprestasi.

Dengan berakhirnya cabang sepak bola mini ini, maka seluruh rangkaian kegiatan O2SN tingkat Kecamatan Cipatat resmi ditutup. Diharapkan kegiatan ini dapat terus menjadi wadah pembinaan bakat dan prestasi siswa di bidang olahraga, khususnya di tingkat sekolah dasar. ***Red
Share:

Gugus 6 Citatah Borong Medali di O2SN Tingkat Kecamatan Cipatat

kabarciepat.com, CIPATAT, KBB — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Gugus 6 Citatah dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipatat. Para atlet pelajar berhasil meraih berbagai medali dari sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat, kerja keras, serta pembinaan yang konsisten dari para guru dan pembina di lingkungan Gugus 6 Citatah. Jumat,24/4/2026

Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Gugus Citatah, Ikhsan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan memberikan hasil terbaik dalam ajang O2SN ini,” ujarnya.

Adapun raihan prestasi yang berhasil diraih antara lain:

Juara 1 renang putra
Juara 2 pencak silat putra
Juara 2 bulutangkis putri
Juara 3 sepak bola mini
Juara 3 atletik putri

Sementara itu, Ketua Ranting PGRI Citatah, AA Cahyana, menambahkan bahwa ajang O2SN merupakan wadah penting dalam mengembangkan minat dan bakat siswa di bidang olahraga.

“Ajang ini menjadi sarana untuk menggali potensi sekaligus mendorong prestasi siswa sejak dini,” ungkapnya.

Dengan capaian ini, diharapkan para atlet dari Gugus 6 Citatah dapat terus meningkatkan kemampuan dan melaju ke tingkat yang lebih tinggi, membawa nama baik sekolah dan daerah. ***Red
Share:

SISWI SDN RAJAMANDALAKULON 2 RAIH EMAS O2SN, SIAP MELAJU KE TINGKAT KABUPATEN

kabarciepat.com, Cipatat, Bandung Barat – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kecamatan Cipatat. Nafasha Khaifa Maura, siswi kelas IV SDN Rajamandalakulon 2, berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipatat pada cabang olahraga senam ritmik putri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN Sukasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis, 23 April 2026. Berkat penampilan terbaiknya, Nafasha sukses menjadi juara pertama dan berhak melaju mewakili Kecamatan Cipatat ke tingkat kabupaten.

PLT Kepala SDN Rajamandalakulon 2, Elis Ernawati, M.Pd, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas prestasi yang diraih oleh Nafasha.

“Kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada ananda Nafasha Khaifa Maura yang telah mengharumkan nama sekolah dan dipercaya menjadi perwakilan Kecamatan Cipatat di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, pihak sekolah turut menyampaikan terima kasih kepada guru olahraga yang telah membimbing dan membina Nafasha hingga mampu meraih prestasi gemilang.

“Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa, serta menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan latihan yang konsisten, prestasi terbaik dapat diraih,” tambahnya.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan Nafasha dapat kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat kabupaten dan membawa pulang prestasi yang lebih tinggi.***Red

Share:

Rabu, 22 April 2026

Dugaan Pungli di SDN Sindangraksa Meledak! Disdik Cianjur Bungkam, Wali Murid Geram

kabarciepat.com, CIANJUR – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah dasar kembali mencuat dan memicu kemarahan wali murid. Kali ini, sorotan tertuju pada SD Negeri Sindangraksa, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Sekolah tersebut diduga melakukan pungutan kepada siswa berupa penjualan sampul rapor sebesar Rp80.000 per siswa serta pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp25.000. Dugaan ini sontak menuai keluhan dari para orang tua yang merasa terbebani.

Ironisnya, saat awak media berupaya melakukan konfirmasi, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur terkesan tertutup. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SD Disdik Cianjur, Rifky, tidak dapat ditemui saat didatangi ke kantor pada Selasa (21/4/2026).

Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon pun tidak langsung mendapat respons. Baru pada Rabu (22/4/2026), Rifky memberikan jawaban singkat yang menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya pungutan di SDN Sindangraksa.

“Tidak ada pungutan dana PIP dan tidak ada penjualan sampul rapor,” tulisnya singkat.

Namun, saat dimintai penjelasan lebih rinci terkait hasil verifikasi tersebut, tidak ada tanggapan lanjutan. Sikap ini memicu tanda tanya besar dan dinilai semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan.

Di sisi lain, Ketua K3S Kecamatan Cilaku, Dedi, juga memilih irit bicara dan mengarahkan agar konfirmasi dilakukan langsung ke pihak sekolah. Hingga kini, pihak SDN Sindangraksa belum memberikan klarifikasi resmi.

Jika terbukti, praktik pungli di lingkungan pendidikan bukanlah pelanggaran ringan. Pelaku dapat dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hingga 9 tahun penjara. Bahkan bagi ASN, sanksi dapat diperberat dengan jeratan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Awak media memastikan akan terus menelusuri dugaan ini hingga terang benderang. ***Nugroho
Share:

O2SN Cipatat Digelar Meriah, Ujang Juhana dan Ahmad Aridha Siapkan Atlet Tembus Kabupaten

kabarciepat.com, BANDUNG BARAT – Kecamatan Cipatat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan prestasi siswa melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan. Kamis, 23/4/2026

Kegiatan ini digagas oleh Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Cipatat, Ujang Juhana, serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cipatat, Ahmad Aridha, M.Pd.

Pembukaan kegiatan O2SN digelar di Lapangan Sepak Bola Nyomplong, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan dihadiri para peserta didik, guru, serta jajaran pendidikan setempat.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi sepak bola mini, senam, pencak silat, renang, bulutangkis, dan atletik kids. Untuk menunjang kelancaran kegiatan, lokasi pertandingan masing-masing cabang olahraga telah dibagi di beberapa titik.

Ketua K3S Kecamatan Cipatat, Ahmad Aridha, M.Pd, menjelaskan bahwa cabang atletik kids dan sepak bola mini dilaksanakan di Lapangan Nyomplong. Sementara itu, cabang renang digelar di Kolam Renang Pusdikkif, bulutangkis di GOR Kandaga Cipatat, serta senam dan pencak silat dilaksanakan di SDN Sukasari.

“Pembagian lokasi ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal dan tertib,” ujarnya.

Ia juga berharap para peserta yang meraih prestasi terbaik dapat terus berkembang dan membawa nama baik daerah.

“Semoga para atlet yang mendapatkan juara 1 bisa membawa nama baik sekolah dan menjadi perwakilan Kecamatan Cipatat ke tingkat kabupaten,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KKGO Kecamatan Cipatat, Ujang Juhana, menegaskan bahwa O2SN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan potensi siswa di bidang olahraga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mencetak atlet-atlet muda yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya O2SN ini, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. ***Red

Share:

Diskusi Publik Dan Edukasi KOPDES Merah Putih Di Gelar Di Mako Kodim 0608 Cianjur

kabarciepat.com, CIANJUR –Bertempat di Mako Kodim 0608 Jl. Siliwangi No. 47, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu 21 April 2026 DANDIM 0608 CIANJUR / Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.Sneya menyampaikan tanggapan tarkait acara ini berikut penjelasannya.

"hari ini kita melaksanakan diskusi publik dan edukasi tentunya terkait dengan propram pembangunan koperasi desa merah putih yang ada di cianjur dan kami mencoba untuk menangkap setiap isu isu persoalan apapun yang menjadi kendala dilapangan sehingga kita diskusikan kami memediasi dengan pihak pihak stakeholder yang terkait baik itu pemerintah daerah baik itu BPN baik itu koperasi dinas itu sendiri sehingga terjadi musyawarah, diskusi yang mungkin dapat konsuntrif memberikan solusi kepada masyarakat.

dari masyarakat tentunya beberapa saran masukan termasuk kendala tadi salahsatu nya ada yang menyampaikan kami terkendala lahan bagaimana kira kira solusi dan langsung dijawab dari BPN.
ada juga tadi menyarankan terkait kolaborasi dinas perkumdagin dengan bulog dan itu juga di respon oleh dinas terkait sehingga ini dialog yang sangat korsuktif yah jadi dari masyarakat bisa langsung bersuara dan langsung ditanggapi dan saya berterimakasih sama rekan rekan baik dari kepolisian, baik dari dinas terkait memberikan solusi solusi tadi dari masalah yang di sampaikan oleh masyarakat.

untuk target sendiri di kabupaten cianjur ada 360 desa dan kelurahan sampai akhir bulan juli kita di targetkan paling tidak mencapai 208 koperasi sampai bertahap nanti mungkin pada saatnya kita mencapai 100 persen tapi minimal sampai akhir bulan juli mencapai sekitar di angka 208 koperasi.

Untuk kedepannya buat masyarakat ya tentunya kita tetap mendukung kita mensupport apapun itu tentunya ada kendala kita cari solusinya adapun yang mungkin kekurangan lahan adapun yang mungkin status pengurusan peminjaman seperti ke BUMN kita masih dorong terus dan kita pantau terus.

yang belum tentunya pasti ada kendala disitu nah kita cari solusinya seperti apa yang diharapkan bapak presiden tentunya setiap desa 1 desa 1 koperasi tapi yang masih belum lahannya masih sempit mungkin lahanya masih jauh kita cari solusinya, kalo saya liat sudah diangka 50 persen yah dari masing masing kecamatan disetiap kecamatan sudah lebih 50 persen,"kata dia.


Dr.A .Alexander yurikho hadi/ kapolres cianjur juga memberikan tanggapan sebagai berikut:

"Koperasi desa merah putih adalah program pemerintah, polri merupakan bagian dari pemerintah maka tidak akan ada kata tidak yang adalah kata iya.
biimillahirahmanirrahim kita jalan kan bersama,"tutur Kapolres.

Sementara itu Pria Yang akrab di sapa Bang Midi/ Ketua Panitia dari helatan acara tersebut juga menjelaskan,

"sesuai dari arahan dandim dan kapolres cianjur kita benar benar boleh dikatakan luar biasa tapi mohon kepada rekan rekan media semuanya tema nya, judulnya sudah jelas, Dari desa, untuk indonesia, koperasi desa, kelurahan.
diskusi publik dan edukasi.koperasi desa merah putih sebagai pilar kemandirian ekonomi rakyat,"Pungkasnya.***Yudi Farell
Share:

Penutupan Diklatsar Relawan Kebencanaan Nurfa Peduli 2026, Paguyuban Kolaborasi Hijau, Tanam Pohon di Lereng Cikuray

kabarciepat.com, Garut – Semangat kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana menyatu dalam penutupan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Relawan Divisi Kebencanaan Nurfa Peduli 2026 yang digelar di kawasan sumber mata air Cikahuripan, Gunung Cikuray, tepatnya di Kampung Olan, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Nurfa Peduli, dan Yayasan Ikhwatul Hasanah. Hadir langsung Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, bersama jajaran pengurus sebagai bentuk komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kapasitas relawan kebencanaan.

Aksi penghijauan yang dilakukan menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 2026, dengan fokus pada pelestarian sumber mata air sebagai langkah strategis mitigasi bencana di wilayah rawan seperti Cigedug.

Ketua Yayasan Ikhwatul Hasanah, Arif yang akrab di sapa Abah Cakra, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut membawa energi baru dalam gerakan sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi ini memberikan warna baru bagi kami. Tidak hanya memperkuat jejaring, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Ini menjadi contoh bahwa kerja bersama mampu melahirkan solusi berkelanjutan,” ujarnya kepada media.

Sementara itu, Camat Cigedug, Ma'mun Gunawan, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Ia mengawali dengan apresiasi atas kehadiran seluruh elemen, juga kepada Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir. Kehadiran Kolaborasi Hijau bersama rekan-rekan lainnya adalah bukti nyata kepedulian. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini membawa maslahat besar dan berdampak bagi keberlangsungan ekosistem di Cigedug, khususnya Desa Barusuda,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi geografis Cigedug yang rentan terhadap bencana, mulai dari banjir dan longsor saat musim hujan hingga ancaman kekeringan saat kemarau panjang.
“Kita dihadapkan pada siklus yang tidak mudah. Saat hujan, kita rawan banjir dan longsor, sementara saat kemarau kita kekurangan air. Bahkan air sungai pun menyusut. Ini membutuhkan langkah preventif yang berkelanjutan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum langsung terasa manfaatnya, tetapi ini adalah investasi untuk masa depan,” jelasnya.

Ma'mun menekankan bahwa anomali cuaca yang terjadi saat ini tidak lepas dari perilaku manusia terhadap alam. Namun, ia optimistis masih banyak pihak yang memilih menjadi bagian dari solusi.

“Kehadiran kita hari ini membuktikan bahwa tidak semua manusia menjadi perusak. Masih ada yang memilih menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi. Jalan ini memang tidak mudah, penuh tantangan, bahkan tidak selalu mendapat dukungan. Tapi justru di situlah letak perjuangan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh relawan dan masyarakat untuk tetap konsisten dalam upaya menjaga lingkungan.

“Menjadi relawan bukan hanya sekadar ucapan, tetapi bagaimana kita mewujudkannya dalam tindakan nyata. Tantangan dan hambatan pasti ada, namun itu harus menjadi semangat untuk terus bergerak,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan seluruh pihak terhadap gerakan kolaboratif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Ikhwatul Hasanah, Nurfa Peduli, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Kecamatan Cigedug yang telah menyambut baik langkah ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghijauan di kawasan sumber mata air merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjamin ketersediaan air di masa mendatang.

“Menanam hari ini adalah investasi kehidupan. Dampaknya mungkin tidak langsung kita rasakan, tetapi akan sangat berarti bagi generasi mendatang. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup Diklatsar, tetapi juga simbol komitmen para relawan untuk terus hadir dalam upaya pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan.

Dengan semangat gotong royong, kolaborasi lintas elemen ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam menjaga bumi, dimulai dari desa, untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. ***Yudi farell
Share:

Tabrak Lari Tewaskan Advokat di Ungkap Polisi: Kami Jemput Di Bogor

kabarciepat.com, Cianjur - Kasus tabrak lari depan pengadilan Agama Cianjur Pada Kamis 16 April 2026 yang merenggut nyawa seorang advokat di Jalan Raya Bandung, Kampung Ciburial, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, akhirnya terungkap setelah penelusuran Selama Satu minggu. Polres Cianjur resmi menetapkan sopir pick up berinisial TZ (41) sebagai tersangka, Rabu 22 April 2026.

Korban bernama DN (40) yang merupakan seorang Advokat meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya ditabrak dari belakang pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 04.38 WIB saat korban hendak memasuki kantor Pengadilan Agama Cianjur.

"Pengemudi kendaraan roda empat jenis pick up atas nama saudara TZ, 41 tahun, telah kami tetapkan sebagai tersangka," Jelas Kapolres Cianjur, AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi, dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur.

Kapolres menjelaskan bahwa tersangka yang keseharianya mengangkut sayur dari Cipanas menuju Bandung diduga mengalami kurang konsentrasi saat mengemudi. Dugaan sementara mengantuk menjadi pemicu utama kecelakaan .

"Di dalam mobil pick up terdapat dua orang, yaitu seorang penumpang dan seorang kernet. Saat kejadian, mereka tengah tertidur dan baru terbangun setelah mendengar suara benturan keras," ungkap AKBP Alexander.

Kedua penumpang sempat mengingatkan sang pengemudi TZ untuk berhenti setelah mengetahui telah menabrak korban. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan oleh TZ.

Tersangka mengaku tidak berhenti bukan karena tidak menyadari telah menabrak sepeda motor, melainkan karena ketakutan yang luar biasa akan amukan masa. Ia khawatir menjadi sasaran amukan warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kala itu.

"Alasannya pengemudi cuma satu, takut menjadi korban aksi massa karena tabrakan," jelas Kapolres menirukan pengakuan tersangka.

Akibat keputusannya melarikan diri, korban DN yang mengalami luka serius di bagian kepala tidak mendapat pertolongan pertama dan di nyatakan meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Cianjur.

Peristiwa ini sempat menyulitkan penyidik karena kualitas rekaman CCTV di lokasi kejadian sangat buruk. Kamera pengawas yang terpasang hanya memiliki durasi singkat yaitu 22 detik dengan gambar yang tidak spesifik.

Namun, kegigihan tim Satlantas Polres Cianjur yang di komandoi wakapolres membuahkan hasil. Polisi menelusuri rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur hingga radius 27 kilometer dari TKP menjangkau daerah Cipatat Bandung barat.

"Kami mendapatkan rekaman CCTV di salah satu SPBU di daerah Cipatat. Di situ terlihat jelas kendaraan roda empat dengan ciri-ciri bagian depan remuk," imbuh Kapolres.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tersangka pengemudi tidak berada di bawah pengaruh alkohol ataupun narkoba. Polisi melakukan tes urine, narkotes, hingga uji sampel rambut untuk memastikan.

"Kami tes narkotes, termasuk sampel rambut, dan tidak ada indikasi penggunaan obat-obatan keras maupun minuman keras," tegas AKBP Alexander.

Dugaan sementara, penyebab tunggal kecelakaan adalah kelalaian dan kurangnya konsentrasi saat mengemudi memngingat kejadian sekitar pukul 4.30 WIB.

Tersangka TZ kini ditahan di Unit Gakkum Satlantas Polres Cianjur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa mobil pick up dan memeriksa sejumlah saksi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 serta Pasal 12 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman pidana minimal 6 tahun penjara.

"Tersangka tidak menghentikan kendaraan dan tidak memberikan pertolongan setelah kejadian. Ini menjadi unsur pemberat," tutup Kapolres Cianjur. ***Yudi Farell
Share:

Rembuk Warga di Desa Kertamukti, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Infrastruktur

Kabarciepat.com, Cianjur — Aspirasi perbaikan infrastruktur jalan mendominasi dialog antara warga dan pemerintah dalam kegiatan Rembuk Warga yang dihadiri Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian, di Desa Kertamukti kecamatan Haurwangi, Rabu (22/4/2026).

Dalam forum yang berlangsung di Komplek Pemerintahan Desa Kertamukti tersebut, masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan prioritas desa, khususnya akses jalan yang dinilai penting untuk menunjang mobilitas dan perekonomian warga. Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan pelayanan sekaligus mempererat sinergi birokrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi birokrasi antara pemerintah kabupaten, desa, hingga ke akar rumput,” tegasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dibuka oleh Kepala Desa Kertamukti, Cepy Agustina, dan dihadiri Camat Haurwangi bersama jajaran Forkopincam, perangkat desa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Cianjur. Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat menyambut kedatangan Bupati di lokasi acara.

Rembuk Warga tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik terpadu. Warga dapat mengakses layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan KK, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bazar produk UMKM dan hasil kreativitas Tim Penggerak PKK.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan santunan/bantuan sosial, pembagian hadiah, serta penyerahan seragam ARWT kepada para Ketua RT dan RW sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. ***Red
Share:

RBUC Gelar Diskusi Publik “Dari Desa untuk Indonesia”, Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pilar Ekonomi Rakyat

kabarciepat.com,  CIANJUR – Rumah Bersama Umat Cianjur (RBUC) menyelenggarakan Diskusi Publik & Edukasi bertema “Dari Desa untuk Indonesia: Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat” pada Rabu, 22 April 2026 di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran koperasi desa/kelurahan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Acara dihadiri unsur Muspida dan para undangan dari berbagai instansi, di antaranya Bupati Cianjur, Dandim Cianjur, Kapolres Cianjur, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Ketua Pengadilan Negeri Cianjur, Sekda Kabupaten Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, Kepala ATR/BPN, Dekopinda Cianjur, perwakilan LBH, Ketua Apdesi, Kepala Baznas, Kabid UMKM Kabupaten Cianjur, Kadiskuperdagin, perwakilan Cianjur Independent Society, serta unsur masyarakat dan pelaku perdagangan.
Kegiatan yang digagas RBUC ini mendapat dukungan dari Kodim 0608/Cianjur serta dihadiri jajaran Polres Cianjur dan unsur pemerintah daerah.

Ketua panitia dari RBUC menyampaikan bahwa diskusi publik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal yang langsung menyentuh kesejahteraan warga desa.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0608/Cianjur menegaskan bahwa desa adalah titik awal kekuatan bangsa. Ia menilai koperasi yang dikelola profesional, transparan, dan akuntabel akan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dandim juga mengajak seluruh elemen menjaga semangat gotong royong dalam membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi.

Sementara itu, Kapolres dari Polres Cianjur menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi turut berkontribusi pada stabilitas kamtibmas. Ia mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang bersih dan sesuai regulasi agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, sesi foto bersama, lalu dilanjutkan diskusi publik yang dipandu moderator. Para narasumber memaparkan penguatan kelembagaan koperasi, tata kelola, serta strategi pemberdayaan ekonomi desa. Di akhir sesi, dibacakan rekomendasi hasil diskusi sebagai bahan tindak lanjut bersama.

Melalui forum ini, RBUC berharap terbangun kesepahaman bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan kolektif masyarakat desa untuk mewujudkan kemandirian ekonomi — dari desa untuk Indonesia. ***Riki
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa