Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Senin, 13 April 2026

SDN 1 Ciwaruga Sabet Juara 3 LMBKS PAI Parongpong

Bandung Barat, kabarciepat.com.com – SDN 1 Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, kembali menunjukkan tajinya di bidang keagamaan. Dalam ajang Lomba Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa (LMBKS) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat kecamatan, sekolah ini sukses meraih Juara ke-3 pada cabang Bina Hus Shalat. Senin, 14/4/2026

Capaian ini menegaskan konsistensi SDN 1 Ciwaruga dalam membina karakter religius siswa melalui pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan.

Di balik keberhasilan tersebut, peran guru PAI, Hj. Eulis Atik Noor, S.Pd.I, menjadi kunci. Ia secara intensif melatih dan membimbing siswa hingga mampu tampil kompetitif di ajang tersebut.

Kepala sekolah, Hj. Nining Yuningsih, S.Pd, menyebut prestasi ini sebagai buah dari kerja kolektif seluruh pihak di sekolah.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras siswa dan dukungan para guru. Kami berharap capaian ini menjadi pemicu semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ajang LMBKS PAI sendiri menjadi barometer pembinaan pendidikan keagamaan di tingkat dasar, sekaligus ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan praktik ibadah secara nyata.

Dengan raihan ini, SDN 1 Ciwaruga tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang berprestasi dan berakhlak. ***Red
Share:

KDM Hentikan Aktivitas Pengangkutan Tanah Di Bobojong Cianjur, Kades Salahkan Pihak Ke 3

Cianjur, kabarciepat.com – Setelah melihat berita yang beredar di media KDM langsung memberikan intruksi Aktivitas proyek galian tanah desa di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur agar statusnya dihentikan.Cianjur. 13 /4/2026.

Banyaknya keluhan dari warga di nilai sangat mengganggu ketertiban umum akibat kendaraan besar bermuatan tanah yang berceceran dijalan.

Mengacu kepada Perda Kabupaten Cianjur Nomor 07 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (terkait dampak lingkungan). pengangkutan tanah umumnya diatur dalam peraturan ketertiban umum atau lalu lintas daerah, mewajibkan truk menutup muatan (terpal), membatasi jam operasional (seringkali malam hari), dan mewajibkan pembersihan jalan dari ceceran tanah. Pelanggaran dapat dikenakan sanksi denda atau penghentian kegiatan. 

Menurut Suwandi kepala desa Bobojong, saat di konfirmasi lewat Whatsapp nya, ia selalu mengatakan jawaban yang sama, saya hanya ingin memperbaiki lapangan bola. Karena sudah masuk dalam usulan Musrembang RPJMDes menjadi ideal.

" Terkait lapang sudah menjadi usulan Musrenbang RPJMDes. Sementara untuk pemeliharaan dan kebersihan kita sudah kerjasama dengan pihak ke tiga, jadi sebenarnya sudah bukan tanggung jawab pihak desa lagi, ucapnya,".

Banyaknya korban yang terpeleset jatuh saat melintas yang diakibatkan dijalan tersebut banyak tanah yang berceceran di sepanjang jalan. 

Terkait pernyataan KDM yang merespon dengan mengatakan, Aktivitas kendaraan besar ini sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, jadi saya tegaskan untuk saat ini saya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Wakil Bupati agar kegiatan dihentikan.

Saya meminta untuk segera dihentikan dan segera ditindak tegas baik dari pihak desa ataupun pihak ketiga. Jangan sampai aktivitas proyek tidak merugikan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan umum yang setiap hari melintas di lokasi. ***Yudi Farell
Share:

Minggu, 12 April 2026

SDN 2 Citatah Raih Prestasi di Ajang LMBKS Tingkat Kecamatan Cipatat

Cipatat, KBB. Kabarciepat.com – Senin pagi, 13 April 2026, suasana berbeda tampak di SDN 2 Citatah saat pelaksanaan upacara bendera rutin. Seperti biasa, seluruh peserta didik dan dewan guru mengikuti kegiatan dengan tertib. Namun, perhatian siswa sempat tertuju pada deretan medali yang tersusun rapi di hadapan peserta upacara.

Rasa penasaran pun muncul di kalangan siswa. “Prestasi apa lagi yang didapat sekolah kita?” ujar Nabila, salah satu siswi kelas 5, yang ikut memperhatikan deretan medali tersebut bersama teman-temannya.

Jawaban atas rasa penasaran itu terungkap saat Kepala Sekolah SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengumumkan bahwa SDN 2 Citatah berhasil meraih sejumlah prestasi dalam ajang Lomba Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa (LMBKS) tingkat Kecamatan Cipatat.

Dalam kesempatan tersebut, Elis menyampaikan bahwa sekolah berhasil meraih berbagai medali, mulai dari juara 1, juara 2, hingga juara 3 di sejumlah cabang lomba.

Adapun rincian prestasi yang diraih SDN 2 Citatah adalah sebagai berikut:

Juara 1 Sajak Putri

Juara 2 Sajak Putra

Juara 2 Ngadongeng Putri

Juara 2 Biantara Putri

Juara 2 Qosidah

Juara 3 MTQ Putri

Juara 2 LITNUM Kelas 1

Juara 3 Mendongeng Putri

Kepala Sekolah SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, SDN 2 Citatah mendapat juara satu, kedua, dan tiga. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta didik, guru pembina, seluruh staf sekolah, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun pada tahun sebelumnya SDN 2 Citatah sempat menjadi perwakilan ke tingkat kabupaten, capaian tahun ini tetap menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasi.

“Untuk tahun ini mungkin kemenangan yang tertunda. Jangan menyerah, tetap semangat. Apalagi peserta didik yang ikut masih kelas rendah, sehingga peluang untuk berprestasi di tahun depan masih sangat terbuka,” tambahnya.

Dengan semangat juang yang tinggi, SDN 2 Citatah optimistis dapat kembali berpartisipasi dan meraih hasil yang lebih maksimal pada ajang berikutnya.

“Terus junjung prestasi setinggi mungkin dan berupaya semaksimal mungkin di setiap kesempatan,” tutupnya. ***Red

Share:

SDN 2 Citatah Raih Juara II Lomba PAI Qosidah di Ajang LMBKS Kecamatan Cipatat

Cipatat, KBB – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SDN 2 Citatah dalam ajang Lomba Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa (LMBKS) tingkat Kecamatan Cipatat, khususnya pada lomba PAI cabang Qosidah. Dalam kompetisi tersebut, SDN 2 Citatah berhasil meraih Juara II. Jumat, 10/4/2026

Para peserta didik tampil kompak dan penuh percaya diri dengan balutan busana seragam bernuansa ungu, membawakan penampilan qosidah yang memukau di hadapan dewan juri. Kekompakan tim serta pembinaan yang matang dari guru menjadi kunci keberhasilan dalam meraih prestasi ini.

Kepala Sekolah SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, SDN 2 Citatah mendapat juara kedua. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada para peserta didik, guru pembina, seluruh staf sekolah, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun tahun sebelumnya SDN 2 Citatah sempat menjadi perwakilan ke tingkat kabupaten, capaian tahun ini tetap menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkembang.

“Untuk tahun ini mungkin kemenangan yang tertunda. Jangan menyerah, tetap semangat. Apalagi peserta didik yang ikut masih kelas rendah, sehingga peluang untuk berprestasi di tahun depan masih sangat terbuka,” tambahnya.

Dengan semangat juang yang tinggi, SDN 2 Citatah optimistis dapat kembali berpartisipasi dan meraih hasil yang lebih maksimal pada ajang berikutnya.

“Terus junjung prestasi setinggi mungkin dan berupaya semaksimal mungkin di setiap kesempatan,” tutupnya. ***Red

Share:

Diduga Gunakan Aset Desa, Aktivitas Galian C di Nanggalamekar Jadi Sorotan Publik

Ciranjang kab.cianjur, kabarciepat.com – Aktivitas galian C yang diduga memanfaatkan aset Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan publik.

Lokasi galian yang berada di Kampung Pasir Gagak RT 01/RW 04 itu menuai keluhan warga karena dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Sorotan ini bermula dari aduan warga Desa Nanggalamekar yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mempertanyakan kejelasan pengelolaan hasil dari aktivitas galian tersebut.

“Itu galian masuk uangnya ke mana? Itu kan aset desa, seharusnya untuk kesejahteraan warga. Tapi kenyataannya tidak pernah ada program yang dirasakan masyarakat. Saya juga menduga galian itu tidak memiliki izin lengkap,” ungkapnya, Minggu (12/4/2026).

Foto istimewa keadaan di lokasi galian C

Warga tersebut juga meminta aparat penegak hukum, khususnya unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Cianjur, untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan aset desa tersebut.

Menindaklanjuti aduan itu, awak media mendatangi langsung lokasi yang dimaksud. Di lapangan, terlihat aktivitas galian C masih berlangsung dengan sejumlah kendaraan pengangkut material yang keluar masuk area.

Saat dikonfirmasi di lokasi, pihak kasir menyarankan agar awak media langsung menemui Kepala Desa Nanggalamekar, karena menurutnya pengelolaan galian tersebut berada di bawah kewenangan kepala desa.

Ketika ditelp, Kepala Desa Nanggalamekar berinisial H, menyatakan bahwa aktivitas galian tersebut telah memiliki izin lengkap. Namun saat diminta menunjukkan dokumen perizinan, ia mengaku belum dapat memperlihatkannya.12/4/2026

“Izin lengkap ada, tapi berkasnya di laptop. Sekarang laptopnya sedang diperbaiki (reset), jadi datanya terhapus. Saya harus minta lagi,” jelasnya.

Kades pun menambahkan PAD masuk kedesa dari galian sebesar 30jt perbulan dan di gunakan pada masyarakat seperti rutilahu dan lain lain dan itu di kelola nya oleh pihak ke 3 kita kerjasama pengusaha dan desa.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru di tengah masyarakat, mengingat pentingnya dokumen perizinan dalam aktivitas pertambangan, terlebih jika menggunakan aset desa.

Di hari yang sama awak media sempat menerima TLP dari pihak ke tiga penambang yg berinisial IN dan menjelaskan bahwa galian C dia kelola ijin nya sudah resmi bahkan IN mengirim beberapa berkas perihal perijinan nan nya diantara nya .12/4/2026

–SK WIUP PT.GADA SAHAJA ALAM PERKASA PDF

–SK SIPB PT GADA SAHAJA ALAM PERKASA.PDF

–5753_181124_TAMBANG_SR_PERSETUJUAN DOKUMEN TEKNIS

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah menegaskan larangan terhadap aktivitas galian C ilegal. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan serta menertibkan praktik pertambangan yang tidak sesuai aturan.

Dengan adanya dugaan penggunaan aset desa tanpa transparansi serta kejelasan izin, masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh. 

Selain menyangkut potensi pelanggaran hukum, kasus ini juga menyentuh aspek pengelolaan aset desa yang seharusnya berpihak pada kesejahteraan warga.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas galian di lokasi tersebut masih terpantau berlangsung. Warga pun berharap ada tindakan tegas dari aparat dan pemerintah daerah guna memastikan kepastian hukum serta melindungi kepentingan masyarakat. ***Nugroho

Share:

Ada Saja Korban Terjatuh Di Jalan,Proyek Galian Tanah Bobojong Mande Kian Meresahkan

Cianjur, kabarciepat.com – Aktivitas proyek galian tanah di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kini tak lagi sekadar menjadi bagian dari pembangunan desa.Seperti diberitakan kabar Ciepat kemarin mengenai proyek galian picu bahaya laka terutama pengguna roda dua.
Hari ini di mata masyarakat, proyek tersebut telah berubah menjadi sumber keresahan yang kian hari kian memanas. 

Alih-alih membawa manfaat, aktivitas ini justru dinilai menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan dan kenyamanan warga.

Sejak beberapa waktu terakhir, lalu lalang truk pengangkut tanah menjadi pemandangan yang tak terelakkan di ruas jalan kabupaten yang melintasi wilayah tersebut.

Ironisnya, kendaraan-kendaraan besar itu diduga kerap membawa muatan melebihi kapasitas yang seharusnya ditanggung oleh jalan dengan spesifikasi terbatas. Sabtu (11/4/2026), kondisi ini mencapai titik yang memicu sorotan tajam dari masyarakat.

Bukan tanpa alasan. Jalan yang sebelumnya menjadi akses vital warga kini berubah menjadi lintasan berbahaya. Ceceran tanah merah dari truk pengangkut membuat permukaan jalan menjadi licin, kotor, dan rawan kecelakaan. 

Dalam kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan, tanah yang berceceran itu berubah menjadi lumpur yang membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Padahal, aturan terkait aktivitas pengangkutan material sudah sangat jelas. Mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 07 Tahun 2012, setiap kendaraan pengangkut material wajib menggunakan penutup muatan seperti terpal, membatasi jam operasional, serta bertanggung jawab menjaga kebersihan jalan dari sisa material. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan dugaan pelanggaran yang terjadi secara berulang tanpa pengawasan ketat.

“Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak, tapi sudah menyangkut keselamatan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Dedi, seorang warga yang menjadi korban akibat kondisi jalan tersebut. Ia mengaku terjatuh saat melintasi jalan yang dipenuhi tanah berceceran. Insiden itu bahkan membuatnya harus dibantu warga sekitar untuk bangkit.

“Sangat mengganggu. Jalan sempit, tapi dilalui kendaraan besar. Tanahnya berserakan, jadi licin,” keluhnya dengan nada kesal.

Menurutnya, jalan kabupaten tersebut sejak awal memang tidak dirancang untuk dilintasi kendaraan bertonase besar secara intensif. 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya risiko kecelakaan yang meningkat, tetapi juga potensi kerusakan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.

Di tengah gelombang kritik dari masyarakat, Kepala Desa Bobojong, Suwandi, memberikan penjelasan terkait proyek tersebut. Ia menyebut bahwa kegiatan galian tanah merupakan bagian dari program pembangunan desa yang telah diusulkan melalui Musrenbang RPJMDes.

“Lapangan bola desa memang sudah masuk dalam rencana. Posisi tanahnya terlalu tinggi, jadi kita turunkan. Karena keterbatasan anggaran, tanah hasil galian dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan untuk urugan,” jelasnya melalui pesan singkat.

Namun, penjelasan tersebut tampaknya belum cukup meredam kemarahan warga. Bagi masyarakat, alasan efisiensi anggaran tidak seharusnya mengorbankan keselamatan publik. 

Terlebih jika pelaksanaan di lapangan terkesan tanpa pengendalian yang jelas.

Sorotan juga datang dari H. Hamdan, tokoh masyarakat Jangari sekaligus aktivis 98. Ia secara tegas menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut.

Menurutnya, pengangkutan tanah merah yang dilakukan saat ini sangat membahayakan pengguna jalan. Ia bahkan menyoroti adanya korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang kotor dan licin.

“Ini sudah jelas membahayakan. Jalan jadi kotor, licin, dan sudah ada korban. Harapan kami, kalau bisa aktivitas ini dihentikan sementara, apalagi sekarang musim hujan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan koordinasi dan pengawasan dari pihak-pihak terkait. Menurutnya, aparat dan instansi pemerintah seperti kecamatan, kepolisian, hingga pemerintah daerah seharusnya turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

“Jangan sampai menunggu korban berikutnya baru bertindak,” tambahnya.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: di mana peran pengawasan? Apakah aturan yang telah dibuat hanya sebatas formalitas tanpa implementasi nyata?.

Warga berharap adanya langkah tegas dari instansi berwenang untuk menertibkan aktivitas proyek tersebut. Mereka menuntut agar setiap kegiatan pembangunan tetap mengedepankan keselamatan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat luas.

Jika situasi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan tidak mungkin jalan yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan yang mengintai setiap saat.

Pembangunan sejatinya membawa kemajuan. Namun tanpa perencanaan matang, pengawasan ketat, dan tanggung jawab yang jelas, pembangunan bisa berubah menjadi bencana yang merugikan masyarakat itu sendiri.

Di Bobojong hari ini, garis tipis antara pembangunan dan petaka itu terasa semakin nyata karena dalam satu hari saja tidak hanya satu tapi berulangkali pengguna kendaraan roda berjatuhan kala melintas di sana dimanakah para petugas berwenang. ***Yudi Farell
Share:

8 ruang kelas di sengketakan, rumah dinas guru di bobol : Guru PAI ngungsi Ketakutan

KBB, kabarciepat.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN Bunisari, Desa Gadogangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, terancam terganggu akibat sengketa lahan dengan pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Selasa, 7/4/2026

Peristiwa bermula dari pemagaran kawasan sekolah pada Senin, 6 April 2026, sejak pukul 13.00 WIB, yang kemudian berlanjut dengan aksi pembongkaran fasilitas pada sekitar pukul 16.40 WIB di hari yang sama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat adanya tindakan pemagaran serta pembongkaran pada bagian fasilitas sekolah, termasuk area rumah dinas guru. Dalam foto yang diterima redaksi, sejumlah orang tampak tengah membongkar bagian bangunan dengan cara dijebol.
Diketahui, sebanyak 8 ruang kelas yang digunakan untuk 11 rombongan belajar (rombel) menjadi bagian dari lahan yang disengketakan. Kondisi ini tentu berdampak besar terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, mengingat jumlah siswa di SDN Bunisari mencapai sekitar 550 orang.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.

“Situasi ini sangat mengganggu dan membuat kami khawatir. Apalagi kegiatan belajar mengajar bisa terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI), M. Satori, yang merupakan penghuni rumah dinas, dilaporkan mengalami ketakutan setelah rumah dinas yang ditempatinya dibobol oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris.

Akibat kejadian tersebut, M. Satori terpaksa mengungsi demi keselamatan dirinya. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih menimbulkan keresahan bagi para guru maupun siswa.

Di sisi lain, pihak yang mengklaim sebagai ahli waris memasang papan informasi yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik hukum ahli waris berdasarkan akta jual beli, serta berada dalam pengawasan kantor hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum terkait langkah penanganan sengketa tersebut.

Masyarakat berharap adanya mediasi dan penyelesaian secara bijak agar kegiatan pendidikan di SDN Bunisari dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. ***Red
Share:

Bantuan Korban Longsor Pasirlangu Dipertanyakan, Warga Mengaku Belum Menerima

Bandung Barat, kabarciepat.com – Warga terdampak bencana longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan yang sebelumnya ramai diberitakan dan viral di media sosial. Jumat, 10/4/2026

Sejumlah pihak disebut telah menyalurkan bantuan, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tokoh publik Raffi Ahmad, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Namun hingga saat ini, sejumlah warga mengaku belum menerima bantuan tersebut secara langsung.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang masih berjuang memulihkan keadaan pasca bencana.

Adar (63), warga setempat, mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima bantuan uang dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp10 juta, serta bantuan pakaian dari para donatur.

“Saya baru menerima bantuan uang dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp10 juta. Untuk bantuan pakaian dari donasi Alhamdulillah banyak. Namun, bantuan uang dari pemerintah desa sampai sekarang belum ada. Kalau dari donatur yang datang langsung, Alhamdulillah ada, di luar pemerintah desa dan Pemkab Bandung Barat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa warga hanya mendengar adanya bantuan dari berbagai pihak, namun belum merasakannya secara langsung.

“Kami dengar ada bantuan dari berbagai pihak, seperti Wakil Presiden dan Raffi Ahmad. Tapi sampai sekarang belum ada yang kami terima. Kami berharap ada kejelasan,” tambahnya.

Di sisi lain, salah satu tokoh masyarakat Kampung Pasirkuning yang juga terdampak menyampaikan bahwa informasi bantuan memang sempat ramai beredar di media sosial hingga televisi nasional. Namun, realisasi di lapangan belum dirasakan secara merata oleh para korban.

“Kalau bantuan dari Bapak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, sudah diterima oleh masyarakat. Nuhun Pak Dedi, terima kasih,” ungkapnya.

Bencana longsor yang melanda wilayah Pasirlangu sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, warga juga mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait rencana relokasi.

“Terkait relokasi, kami belum menerima informasi lebih lanjut. Kami berharap pemerintah setempat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera memberikan kejelasan. Kami yang terdampak sangat membutuhkan kepastian,” ujar tokoh masyarakat tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak-pihak yang telah menjanjikan bantuan dapat segera memastikan distribusi bantuan berjalan secara merata, transparan, dan tepat sasaran.

Sementara itu, pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat. ***Red
Share:

Potret Nyata Kemiskinan Di Balik Gemerlap Sorotan Kepada Sang Pemimpin Dan Para Dermawan

Cianjur, kabarciepat.com – Di tengah derasnya narasi dan gembar-gembor tentang keberpihakan program bantuan pemerintah kepada masyarakat kecil, realita di lapangan menghadirkan cerita yang tak semanis laporan di atas kertas.

 Di sebuah kampung bernama Kp Cisaat, RT 01/08, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, seorang warga bernama Nanang (45) menjalani hari-harinya dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Rumah yang ia tempati bersama keluarga kecilnya kini berdiri dalam kondisi memprihatinkan padahal berada di daerah yang terbilang ramai penduduk. Atap yang bocor di hampir seluruh bagian, dinding yang mulai rapuh, serta struktur bangunan yang sangat lapuk menjadikan tempat tinggal itu lebih mirip ancaman daripada perlindungan.

Ironisnya, kondisi ini berlangsung di tengah gencarnya berbagai program bantuan yang disebut-sebut menyasar masyarakat kurang mampu,mulai dari program bedah rumah ala bos rumah makan khas sunda dan program bantuan rutilahu dari pemerintah daerah.
.        foto istimewa: keadaan dilokasi

Memasuki musim penghujan, situasi berubah dari sekadar sulit menjadi sangat mengkhawatirkan.

Air hujan tak lagi sekedar menetes, melainkan masuk dari berbagai celah, menggenangi bagian dalam rumah dan memaksa penghuninya beradaptasi dengan keadaan yang seharusnya tidak layak  untuk di tempati.

Saat ditemui pada Minggu (12/4/2026) Nanang penghuni tempat tersebut berbicara dengan nada lirih antara pasrah dan kecewa. Kalimat-kalimat yang ia sampaikan sederhana, namun menyimpan beban yang tak ringan.
“Ya gimana Pak, kondisi begini… makan saja kadang kurang layak."

"Rumah juga seperti ini, bocor di mana-mana. Katanya ada program bantuan, tapi sampai sekarang belum terasa. Jawabannya selalu soal rezeki saja,” ujarnya.
Ungkapan itu seolah menjadi potret kecil dari jurang antara harapan dan kenyataan.

Di satu sisi, program bantuan terus digaungkan sebagai solusi. Di sisi lain, warga seperti Nanang masih bergulat dengan persoalan paling dasar, atap yang tidak lagi mampu menahan hujan.

Menurut penuturannya, kondisi rumah tersebut sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan. Namun, seiring waktu dan minimnya kemampuan untuk memperbaiki, kerusakan itu kian parah. Kini, setiap hujan turun, keluarga ini harus bersiap menghadapi air yang masuk tanpa bisa dicegah.

“Kalau hujan, pasti bocor semua. Sudah tidak bisa diperbaiki sendiri. Takutnya malah roboh,” lanjutnya, dengan kekhawatiran yang terasa nyata.
Kondisi ini bukan hanya persoalan fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis. Hidup dalam ketidakpastian di bawah atap yang sewaktu-waktu bisa runtuh jelas bukan hal yang mudah, terlebih bagi keluarga yang memiliki anak-anak.

Nanang tinggal bersama istri dan anak-anaknya, termasuk seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP dan seorang balita berusia 3 tahun. Dalam situasi seperti ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru berubah menjadi sumber kecemasan setiap kali langit mulai gelap.

Harapan pun sebenarnya tidak muluk. Nanang hanya ingin ada perhatian nyata bukan sekadar janji atau proses yang tak kunjung selesai. Ia meyakini bahwa kondisi seperti yang ia alami seharusnya menjadi prioritas dalam program bantuan sosial, khususnya perbaikan rumah tidak layak huni.

“Harapannya ya ada yang melihat langsung kondisi kami. Jangan hanya yang mampu saja yang dibangun. Kami yang benar-benar butuh justru seperti tidak terlihat,” tuturnya.

Pernyataan ini terdengar sederhana, tetapi mengandung kritik yang cukup tajam. Sebab di tengah banyaknya program yang diklaim tepat sasaran, masih ada warga yang merasa luput dari perhatian. Bukan karena tidak layak dibantu, melainkan karena mungkin belum cukup terlihat.

Sementara itu, Kepala Desa Sabandar, Dedi Saepudin, saat dikonfirmasi memberikan tanggapan singkat. Ia menyebut bahwa bantuan untuk Nanang saat ini masih dalam proses pengajuan.
“Belum ada bantuannya, sedang diperjuangkan,” katanya.

Namun, jawaban tersebut justru memunculkan pertanyaan yang sulit dihindari. Di tengah kondisi rumah yang sudah berada di ambang keruntuhan, seberapa lama lagi proses itu harus berjalan? Dan yang lebih penting, apakah waktu yang dibutuhkan masih sebanding dengan risiko yang dihadapi?

Sebab dalam situasi seperti ini, keterlambatan bukan sekadar soal administrasi melainkan soal keselamatan. Ketika hujan turun deras dan angin bertiup kencang, ancaman itu menjadi semakin nyata, tidak lagi bisa ditunda atau dinegosiasikan.

Kisah Nanang menjadi ironi yang sulit dipungkiri. Di satu sisi, berbagai program bantuan terus diklaim berjalan dan memberikan dampak positif. Namun di sisi lain, masih ada warga yang bertahan dalam kondisi yang jauh dari layak, seolah menunggu giliran dalam antrean panjang yang tak jelas ujungnya.

Pertanyaannya pun mengemuka dengan sendirinya: sampai kapan warga kecil seperti Nanang harus menunggu? Apakah bantuan akan datang tepat waktu, atau justru setelah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi?

Lebih jauh, kondisi ini juga menjadi cermin bagi sistem yang ada. Bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah realisasi atau laporan administratif, tetapi dari seberapa nyata dampaknya dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.

Hari ini, Nanang dan keluarganya masih bertahan. Di bawah atap yang bocor, di dalam rumah yang rapuh, mereka terus menjalani kehidupan dengan harapan yang belum padam.

Harapan bahwa suatu hari nanti, bantuan yang selama ini hanya terdengar sebagai wacana benar-benar hadir dalam bentuk nyata.

Sebab bagi mereka, rumah bukan sekadar bangunan. Ia adalah satu-satunya tempat berlindung dari hujan, dari panas, dan dari kerasnya kehidupan yang tak selalu berpihak.

Dan ketika tempat berlindung itu sendiri tak lagi mampu melindungi, maka yang tersisa hanyalah satu pertanyaan sederhana yang sayangnya belum juga menemukan jawaban. ***Farell
Share:

Sabtu, 11 April 2026

Geger!Penemuan Mayat Di Perkebunan Teh Sukanagara Cainjur Selatan

Cianjur, kabarciepat.com – Warga Kecamatan Sukanagara digegerkan dengan penemuan mayat di perkebunan teh, sekitar jam 08.30 wib, oleh warga sekitar. Kepala Desa Sukanagara Wawan Ridwansyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mayat laki laki tersebut merupakan warga Kp. Langensari RT 05/05 Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur, dan memang suka berburu babi hutan, ungkap Wawan.

"Korban bernama Ade Suhaya alias Ade Dingklik (57) dan sudah biasa berburu babi hutan, yang merupakan warga kami," Jumat (10/4/2026).

Sementara itu Kapolsek Sukanagara AKP Dedi saat dikonfirmasi memaparkan, olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan, sekitar jam 09.00 dan langsung memasang garis polisi, hal ini dilakukan untuk mengamankan TKP dan menjaga barang bukti yang terdapat di TKP, ungkap Dedi.

" TKP berada di Perkebunan PTPN Pasirnangka Blok Batubedug PAN 3 Kp. Langensari 2 RT 10/05 Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur, dan untuk lebih pasti serta akurasinya kejadian ini, kita sedang menunggu Tim Inafis dari Polres Cianjur," tambah Dedi.

Masih Sambung Dedi
" Korban diduga sebagai pemburu dengan membawa Senjata Api Rakitan Jenis Cuplis atau Dorlok. Kondisi korban mengalami luka di dahi yang tembus ke bagian belakang kepala di duga terjadi kecelakaan saat mengisi peluru secara manual dengan di colok dan meletus mengenai kepala sendiri," ungkapnya.

Untuk memastikan korban sudah meninggal atau belum, Tim Kesehatan dari Puskesmas Sukanagara Hambali Lebar melakukan pemeriksaan, dan hasil dari pemeriksaan bahwa korban sudah meninggal dunia lebih dari 12 jam.

" Luka dibagian dahi yang tembus kebelakang, diduga kuat sebagai penyebab kematiannya," jelas Hambali.

" Korban diduga sudah meninggal dunia lebih dari dua belas jam, dilihat dari kondisi kekakuan tubuhnya," tutup Hambali. ***Yudi Farrell
Share:

Kolaborasi Hijau ke-66: Merawat Alam, Merawat Kehidupan di Gunung Congkrang

Garut, kabarciepat.com – Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi Kolaborasi Hijau ke-66 yang digelar di Blok Gunung Congkrang, Sabtu (11/04/2026). Mengusung tema “Merawat Alam, Merawat Kehidupan”, kegiatan ini difokuskan pada pemeliharaan tanaman serta penanaman pohon sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memulihkan ekosistem.

Dalam aksi tersebut, para pengurus melakukan pemeliharaan area tanam sekaligus menanam dua pohon beringin, pohon liat, serta berbagai jenis tanaman buah-buahan. Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi juga sebagai langkah jangka panjang dalam menciptakan keseimbangan ekosistem dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan Kolaborasi Hijau ke-66 ini masih dilaksanakan oleh jajaran pengurus Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut. Aksi dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban, H. Jaeni, didampingi Sekretaris Paguyuban Cepi Gantina, serta jajaran pengurus lainnya yang turut terlibat aktif dalam setiap proses kegiatan.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa konsistensi dalam merawat tanaman menjadi kunci utama keberhasilan penghijauan.
“Merawat alam bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana kita memastikan tanaman itu tumbuh, hidup, dan memberi manfaat. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Melalui aksi ini, Kolaborasi Hijau kembali mengingatkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan itu sendiri. Setiap pohon yang ditanam dan dirawat menjadi simbol harapan, bahwa dari Gunung Congkrang, akan tumbuh masa depan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan. ***Yudi Farell
Share:

Jumat, 10 April 2026

Jalan Licin Dipenuhi Tanah Berceceran, Proyek Galian Picu Bahaya Laka Terutama Pengendara Roda Dua

kabarciepat.com, Cianjur – Aktivitas proyek galian tanah desa di Desa Bobojong menuai keluhan warga. Lalu lalang truk pengangkut tanah dinilai tidak sesuai dengan kapasitas jalan desa. Saat hujan turun, ceceran tanah membuat badan jalan licin dan berlumpur, meningkatkan risiko kecelakaan terutama bagi pengendara roda dua.

Warga menyebut, truk kerap melintas tanpa penutup muatan (terpal) sehingga tanah berjatuhan di sepanjang jalan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Mengacu pada Perda Kabupaten Cianjur Nomor 07 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan yang berkaitan dengan dampak lingkungan, pengangkutan material seperti tanah semestinya memperhatikan ketentuan ketertiban umum dan lalu lintas daerah. Di antaranya kewajiban menutup muatan, pengaturan jam operasional, serta pembersihan jalan dari ceceran material. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi denda hingga penghentian kegiatan.

Kepala Desa Bobojong, Suwandi, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana penataan lapangan bola yang telah diusulkan dalam Musrenbang RPJMDes.

“Terkait lapangan bola, itu sudah masuk dalam usulan saat Musrenbang RPJMDes. Posisi lapangan yang sebelumnya lebih tinggi sengaja diturunkan agar lebih ideal. Karena keterbatasan anggaran dan ada pihak yang membutuhkan tanah untuk urugan, maka tanah tersebut dimanfaatkan. Jika desa yang harus mengeruk sendiri, kami terkendala biaya,” jelasnya.

Sementara itu, Dedi, warga yang mengaku sempat terjatuh saat melintas di lokasi, menyampaikan kekecewaannya. Ia terpeleset akibat tanah yang berceceran di badan jalan dan harus dibantu warga sekitar.

“Ceceran tanah di jalan akibat aktivitas ini sangat mengganggu. Kendaraan besar lewat di jalan sempit seperti ini jelas membahayakan,” ujarnya.

Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk mengatur aktivitas proyek agar tidak merugikan masyarakat luas, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintas.

Warga menilai, jalan desa yang sempit tidak dirancang untuk dilalui kendaraan bertonase besar. Selain berpotensi merusak infrastruktur jalan, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya. ***Yudi Farrell
Share:

Sidak Random Waka BGN di Bandung Barat–Cimahi, Sejumlah Dapur MBG Tak Layak Beroperasi sebagai SPPG

kabarciepat.com Bandung Barat – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik, menemukan sejumlah bangunan yang dinilai tidak layak dijadikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Selasa malam (7/4/2026).

Temuan itu diungkapkan Nanik dalam agenda pengarahan dan evaluasi kepada Kasatpel, Pengawas Gizi, dan Juru Masak se-Provinsi Jawa Barat di Bandung Barat, Rabu (8/4/2026).

“Semalam saya menemukan dapur-dapur MBG di Bandung Barat dan Cimahi yang tidak layak, tapi sudah lama beroperasi sebagai SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ujar Nanik.

SPPG Tani Mulya 3 Disorot

Salah satu yang disorot adalah SPPG Tani Mulya 3 di Kecamatan Ngamprah. Dapur MBG tersebut disebut dialihfungsikan dari rumah tiga tingkat ke bawah. Lantai paling bawah dipakai untuk akses masuk dan persiapan bahan baku, lantai kedua untuk memasak, dan lantai paling atas untuk pemorsian.

“Dapurnya seperti goa ke bawah, dihubungkan tangga terjal tanpa pegangan,” ungkapnya.

Menurut Nanik, kondisi tersebut janggal karena pada awal pelaksanaan program MBG, standar dapur sangat ketat. Perbedaan tinggi lantai 10 cm saja, kata dia, sebelumnya tidak diperbolehkan.
“Mengapa yang seperti ini bisa lolos?” tegasnya.

Dapur Sempit, Kotor, dan Tak Sesuai Alur Higienitas

Selain di Ngamprah, Nanik juga menemukan dapur serupa di wilayah Colameng (Ngamprah) dan dua lokasi di Citeureup, Cimahi. Ketiganya merupakan rumah warga seluas sekitar 150 meter persegi yang dialihfungsikan menjadi dapur SPPG.

Akibat keterbatasan ruang dan mengikuti struktur rumah, sejumlah persoalan krusial muncul:

Ruang pemorsian sempit dan tidak memadai

Tidak tersedia gudang peralatan dan gudang ompreng

Area pencucian bahan pangan bercampur
Jalur masuk bahan pangan, ompreng kotor, dan keluarnya makanan jadi melalui pintu yang sama

Kondisi ini dinilai melanggar prinsip dasar higienitas dan alur kerja dapur layanan gizi.

Bahkan, karena tidak ada ruang tersisa, loker relawan dibuat seadanya. Sementara Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan tidak memiliki ruang istirahat di lokasi dan harus menyewa kamar kost di luar dapur.

“Ini yang kemudian menjadi alasan mengapa pengawasan tidak maksimal saat proses memasak berlangsung,” kata Nanik.

Kualitas Dapur Akan Jadi Penilaian Insentif

Nanik menegaskan, mulai 2026, kualitas pelayanan MBG tidak hanya dinilai dari kualitas makanan dan SDM, tetapi juga dari kualitas fisik dapur.

Selama ini, seluruh dapur disebut menerima insentif rata-rata Rp6 juta tanpa melihat kelayakan fasilitas. Ke depan, skema insentif akan disesuaikan dengan luas dan kualitas dapur.

“Masa dapur bagus 400 meter persegi disamakan dengan dapur yang sempit dan jorok,” tegasnya.

BGN berharap temuan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pengelola SPPG agar standar kelayakan dapur benar-benar dipenuhi demi menjamin keamanan dan kualitas pangan bagi para penerima manfaat program MBG. ***Red
Share:

Program PTSL ATR/BPN Di Cianjur Akan Mencapai Finish Pada April Tahun Ini

Cianjur, kabarciepat.com. – Kuota sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Cianjur, tahun ini sebanyak 22 ribu. Hingga bulan April. Kantor Pertanahan Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini telah menyelesaikan sekitar 16 ribu.

Menurut Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur, Ara Komara Sujana, mengatakan, jumlah sertifikasi sertipikat PTSL yang belum selesai secara hitung-hitungan
tinggal sedikit saja. Sehingga, pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa saja dituntaskan.

"Kalau mau diselesaikan, bulan ini juga bisa kami selesaikan," kata Ara, Jumat (10/4).
 
Dibanding daerah lain, sambung Ara, pelaksanaan sertifikasi PTSL di Kabupaten Cianjur terbilang lebih cepat. Sebab, di daerah lain ada yang masih tahap persiapan.

"Di daerah lain itu ada yang baru pelantikan tim. Sedangkan kita sudah menyelesaikan hampir 16 ribu," tuturnya.

Ara menyebutkan, program PTSL tahun ini relatif berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Pada tahun ini mulai dilaksanakan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) atau pengukuran tanah yang dilakukan secara lengkap. 

Pelaksana pengukuran lengkap dilakukan pihak ketiga yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian ATR/BPN. Pengukuran dilaksanakan pada 2025 dan tahun ini mulai dilakukan proses sertifikasi.

"Tahun ini, ILASPP di Kabupaten Cianjur dilaksanakan di Kecamatan Cibinong tersebar di 14 desa. Ada sebanyak 72 ribu bidang tanah," terangnya.
Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur mengusulkan kembali ILASPP. Saat ini tahapannya pada proses pengurusan.

"Kita masih kebagian sekitar 3 ribu hektare untuk ILASPP yang merupakan sisa 2025," ungkap Ara.

Ara juga menyebutkan, desa-desa yang belum mendapatkan program PTSL sudah mulai mengajukan. Namun, kata Ara, pengajuannya masih terkendala teknis pengukuran.

"Paling nanti yang masuk (pengajuan PTSL) itu kami akan alokasikan dulu ILASPP-nya," tutupnya. ***Farrell
Share:

Kamis, 09 April 2026

Pentas PAI Tingkat Kecamatan Cipatat Berjalan Lancar, Siap Kirim Wakil Terbaik ke Kabupaten

Cipatat, KBB. kabarciepat.com – Kegiatan Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kecamatan Cipatat yang digelar di SDN Pabuaran, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (9/4/2026), berlangsung sukses dan penuh antusias.

Koordinator kegiatan, Luthfi Saeful Syariful Zean, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan lancar sejak awal hingga akhir tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah acara dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar dan tidak molor waktunya,” ujarnya kepada awak media.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dari berbagai sekolah mengikuti beragam cabang lomba Pendidikan Agama Islam (PAI), di antaranya lomba adzan, praktik sholat, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), kaligrafi, qosidah, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ).

Foto: bersama para guru Pai yang menjadi juri, korlap dan pengawas 

Sementara itu, di tempat terpisah, Carlim, M.Pd selaku Pengawas PAI Kecamatan Cipatat menyampaikan bahwa seluruh rangkaian perlombaan telah menghasilkan para juara yang nantinya akan mewakili Kecamatan Cipatat ke tingkat kabupaten.

Berikut hasil lomba Pentas PAI tingkat Kecamatan Cipatat,  berdasarkan Surat Keputusan Panitia Lomba dalam Lomba Minat Bakat dan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Cipatat Tahun 2026

Nomor : 007/LMBKS/CPT/IV/2026 tentang Penetapan Terbaik Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kecamatan Cipatat Tahun 2026.

1. MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) PUTRA

Fahmi Hafizudin – SDN Cinangsi – 125

Fairel Atharizz Alkhalifi – SDN 1 Sukarame – 119

Alif Nur Cahyana S – SDN Cicadas – 115

2. MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) PUTRI

Nabilah Hakeema Rahman – SDN Pabuaran – 161

Maya Mulyati – SDN 1 Sumurbandung – 160

Siti Juwairiyah – SDN 2 Citatah – 155

3. MUSABAQAH HIFDZIL QUR’AN (MHQ) PUTRA

Daimas Wiranata – SDN 2 Ciptaharja – 167

M. Desta Ramadhan – SDN Karangputih – 147

Fadillah Nursidik – SDN Balekambang – 146

4. MUSABAQAH HIFDZIL QUR’AN (MHQ) PUTRI

Zahra Tazkiya NF – SDN Karangputih – 193

Naira Analekta Sidiqazahra – SDN 2 Rajamandalakulon – 185

Salsabila Ayu Hanafa – SDN 1 Rajamandalakulon – 184

5. LOMBA PIDATO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (LPPAI) PUTRA

Raffasya Ghifari Alfariq – SDN 2 Rajamandalakulon – 194

Rasyad Reynaldi – SDN Mandalasari – 191

Moch. Arsya Permana – SDN Sukasari – 190

6. LOMBA PIDATO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (LPPAI) PUTRI

Najwa Khaira Wilda – SDN Karangputih – 188

Bilqis Arvitama – SDN 2 Rajamandalakulon – 187

Ismizza Azzahra Luthfi – SDN Pabuaran – 185

7. LOMBA KALIGRAFI ISLAM (LKI) PUTRA

Muhammad Afrizal – SDN Sarimukti – 177

Muhamad Aqila Al Anshory – SDN 2 Kertamukti – 176

Muhammad Fitra Ramadhan – SDN Sasakseng – 173

8. LOMBA KALIGRAFI ISLAM (LKI) PUTRI

Nadila Maulani – SDN 2 Rajamandalakulon – 183

Dzakira Talita Putri – SDN Gunungmasigit – 181

Khafifah Ayunda Pranata – SDN Cikadu – 180

9. LOMBA PRAKTIK ADZAN (LPA)

Bintang As Syidiq – SDN Sasakseng – 212

Rispan – SDN Karangputih – 209

Asep Muhamad Abdul Malik – SDN 2 Kertamukti – 208

10. LOMBA PRAKTIK SALAT BERJAMA’AH (LPSB)

SDN Karangputih – 359,5

SDN Yudabakti – 352

SDN Gunungmasigit – 343,5

11. LOMBA SENI QASIDAH REBANA (LSQR)

SD Negeri Citatah – 720

SD Negeri 2 Citatah – 682

SD Negeri 1 Rajamandalakulon – 616

12. LOMBA CERDAS CERMAT PAI (LCCP)

SDN 1 Rajamandalakulon – 1210

SDN 2 Ciptaharja – 1035

SDN Gunungmasigit – 970

Carlim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para juri yang berasal dari guru PAI se-Kecamatan Cipatat atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para juri dan seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Selamat kepada para juara yang akan mewakili Kecamatan Cipatat ke tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia pun berharap, pada ajang Pentas PAI tingkat kabupaten nanti, para perwakilan dari Kecamatan Cipatat dapat kembali menorehkan prestasi bahkan hingga ke tingkat provinsi, sebagaimana capaian pada tahun-tahun sebelumnya.

“Semoga tahun ini semakin banyak yang lolos hingga ke tingkat provinsi,” tutupnya. ***Red

Share:

Rabu, 08 April 2026

SDN 2 Citatah Ikuti Ajang LMBKS Tingkat Kecamatan Cipatat, Kembangkan Bakat dan Potensi Siswa

Bandung Barat, kabarciepat.com – SDN 2 Citatah, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, turut ambil bagian dalam ajang Lomba Minat Bakat dan Kreativitas Siswa (LMBKS) tingkat kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni SDN Pabuaran dan SDN Mandalawangi, pada Kamis (9/4/2026).

Kepala Sekolah SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd, saat ditemui di lokasi lomba di SDN Mandalawangi menyampaikan bahwa ajang ini menjadi sarana penting dalam mengembangkan kemampuan serta keterampilan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.

“Ajang ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, sesuai dengan bakat dan skill yang mereka miliki,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti berbagai cabang lomba Pendidikan Agama Islam (PAI), di antaranya lomba adzan, praktik sholat, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), kaligrafi, qosidah, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ).

Partisipasi SDN 2 Citatah dalam ajang ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua, sebagai upaya mendorong siswa untuk tampil percaya diri serta berprestasi di tingkat kecamatan.

Elis Ernawati juga berharap seluruh peserta didik yang mengikuti lomba dapat diberikan keselamatan dan kesehatan selama kegiatan berlangsung, serta mampu meraih hasil terbaik.

“Semoga anak-anak yang ikut lomba PAI diberikan keselamatan dan kesehatan, serta pulang membawa prestasi yang membanggakan,” tutupnya. ***Redi
Share:

SDN Ciptaharja Ikuti Lomba PAI Tingkat Kecamatan Cipatat, Tampilkan Beragam Bakat Siswa

Cipatat, KBB. kabarciepat.com – Semangat pengembangan minat, bakat, dan kreativitas siswa terus ditunjukkan dalam ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kecamatan Cipatat. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di berbagai cabang perlombaan.

Ajang yang digelar pada Kamis pagi, 9 April 2026 tersebut berlangsung di wilayah Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaan lomba dibagi di dua lokasi, yakni di SDN Pabuaran dan SDN Mandalawangi, guna mengakomodasi banyaknya peserta yang ikut berpartisipasi.

Salah satu sekolah yang turut ambil bagian adalah SDN Ciptaharja, Desa Ciptaharja. Sekolah ini mengirimkan sejumlah peserta untuk mengikuti berbagai cabang lomba PAI, di antaranya lomba adzan, praktik sholat, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), kaligrafi, qosidah, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ).

Perwakilan guru SDN Ciptaharja, Heryana, M.Pd, menyampaikan bahwa keikutsertaan para siswa dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membina karakter religius sekaligus menggali potensi siswa sejak dini.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempererat silaturahmi antar sekolah,” ujar Heryana saat ditemui di lokasi lomba.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. ***Redi
Share:

Lakalantas di Ciranjang Cianjur, Polisi Gerak Cepat Evakuasi Korban

CIANJUR, kabarciepat.com – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di wilayah Sipon, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, pada pukul 14.13 WIB.
Rabu, 8/4/2026

Berdasarkan informasi di lapangan, seorang korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan setelah diduga mengalami kecelakaan di jalur yang cukup padat kendaraan tersebut. Warga sekitar sempat berkumpul di lokasi kejadian untuk melihat sekaligus memberikan pertolongan awal.

Tak berselang lama, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi guna melakukan penanganan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas dengan sigap melakukan evakuasi korban bersama tim medis yang datang menggunakan ambulans.

Terlihat kendaraan patroli kepolisian dan ambulans berada di lokasi, sementara arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan akibat proses evakuasi dan kerumunan warga.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti identitas korban maupun kronologi lengkap kecelakaan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara, mengingat jalur tersebut dikenal cukup ramai dan rawan kecelakaan. ***Zenal
Share:

Kisruh Pajak Tanpa KTP, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Tegas: Kepala Samsat Dinonaktifkan!

Jawa Barat, kabarciepat.com – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan tanpa menggunakan KTP pemilik pertama ternyata belum berjalan optimal di lapangan. Rabu, 8/5/2026

Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang netizen yang mengaku masih mengalami kesulitan saat melakukan pembayaran pajak tahunan karena tetap diminta menunjukkan KTP pemilik pertama.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan pernyataan tegas melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tetap taat membayar pajak, sekaligus berterima kasih kepada netizen yang telah melakukan pengecekan langsung terhadap implementasi kebijakan tersebut.

“Untuk wargi Jabar, saya ucapkan banyak terima kasih sudah berpartisipasi membayar pajak kendaraan. Saya juga berterima kasih kepada netizen yang sudah melakukan investigasi terkait efektivitas surat edaran gubernur,” ujar Dedi.

Ia mengakui bahwa di lapangan masih ditemukan petugas yang belum menjalankan kebijakan tersebut dengan baik. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung mengambil langkah tegas.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Dedi Mulyadi menyatakan telah menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno Hatta. Selain itu, akan dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab tidak efektifnya kebijakan tersebut.

“Untuk saat ini saya sudah menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno Hatta. Selanjutnya akan dilakukan investigasi oleh tim dari Inspektorat dan kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.

Dedi juga menghimbau kepada seluruh penyelenggara Samsat agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak mengabaikan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Saya menghimbau kepada penyelenggara Samsat untuk melayani masyarakat dengan baik dan tidak boleh mengabaikan surat edaran Gubernur Jawa Barat. Semoga kita semua memiliki komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Barat,” tutupnya.

Investigasi tersebut diharapkan dapat menemukan fakta-fakta di lapangan serta menjadi bahan evaluasi agar kebijakan yang dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ***Red
Share:

SDN Ciwaruga Ikuti LMBKS Tingkat Kecamatan Parongpong

Parongpong, KBB. kabarciepat.com – SDN Ciwaruga turut berpartisipasi dalam ajang Lomba Minat, Bakat, dan Kreativitas Siswa (LMBKS) tingkat Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, yang digelar pada Rabu, 8 April 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan potensi, minat, serta kreativitas di berbagai bidang lomba. Acara berlangsung meriah dengan diikuti oleh sejumlah sekolah dasar se-Kecamatan Parongpong.

Perwakilan guru SDN Ciwaruga, Mira Indriawati, S.Pd, menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam LMBKS merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan bakat dan kepercayaan diri peserta didik.

“Alhamdulillah, SDN Ciwaruga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan LMBKS tingkat kecamatan ini. Kami berharap siswa dapat tampil maksimal dan mendapatkan pengalaman berharga,” ujar Mira.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari pihak sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam mendorong semangat siswa untuk berprestasi.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas dan daya saing yang tinggi. ***(Red)

Share:

Selasa, 07 April 2026

8 ruang kelas di sengketakan, rumah dinas guru di bobol : Guru PAI ngungsi Ketakutan

KBB, kabarciepat.com – Aktivitas belajar mengajar di SDN Bunisari, Desa Gadogangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, terancam terganggu akibat sengketa lahan dengan pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Selasa, 7/4/2026

Peristiwa bermula dari pemagaran kawasan sekolah pada Senin, 6 April 2026, sejak pukul 13.00 WIB, yang kemudian berlanjut dengan aksi pembongkaran fasilitas pada sekitar pukul 16.40 WIB di hari yang sama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat adanya tindakan pemagaran serta pembongkaran pada bagian fasilitas sekolah, termasuk area rumah dinas guru. Dalam foto yang diterima redaksi, sejumlah orang tampak tengah membongkar bagian bangunan dengan cara dijebol.
Diketahui, sebanyak 8 ruang kelas yang digunakan untuk 11 rombongan belajar (rombel) menjadi bagian dari lahan yang disengketakan. Kondisi ini tentu berdampak besar terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, mengingat jumlah siswa di SDN Bunisari mencapai sekitar 550 orang.

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.

“Situasi ini sangat mengganggu dan membuat kami khawatir. Apalagi kegiatan belajar mengajar bisa terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI), M. Satori, yang merupakan penghuni rumah dinas, dilaporkan mengalami ketakutan setelah rumah dinas yang ditempatinya dibobol oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris.

Akibat kejadian tersebut, M. Satori terpaksa mengungsi demi keselamatan dirinya. Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih menimbulkan keresahan bagi para guru maupun siswa.

Di sisi lain, pihak yang mengklaim sebagai ahli waris memasang papan informasi yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik hukum ahli waris berdasarkan akta jual beli, serta berada dalam pengawasan kantor hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum terkait langkah penanganan sengketa tersebut.

Masyarakat berharap adanya mediasi dan penyelesaian secara bijak agar kegiatan pendidikan di SDN Bunisari dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. ***Red
Share:

Senin, 06 April 2026

BUPATI PANGANDARAN TINJAU & SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN KEBAKARAN CIGUGUR

Pangandaran, kabarciepat.com — Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang menimpa salah satu warga di Dusun Sarengseng, Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Selasa Pagi. 7/4/2026

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak musibah, sekaligus memastikan penanganan pascakebakaran berjalan cepat dan tepat.

Dalam kesempatan itu, Bupati berdialog langsung dengan korban kebakaran, Wida Rahmawati (39) yang menceritakan kronologi kejadian. Ia menyampaikan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 22.12 WIB.

“Diduga dari korsleting listrik, kejadiannya malam hari sekitar pukul 22 lewat,” ujar Wida.

Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami kerusakan, sementara total kerugian hingga saat ini masih dalam proses pendataan.

Menanggapi musibah tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah cepat untuk membantu korban, termasuk perbaikan rumah yang terdampak.

“Insya Allah rumah akan segera diperbaiki secepatnya,” ucap Bupati.

Peninjauan ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur pemerintah dan aparat setempat yang turut mendampingi serta memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif. ***Red

Share:

PAKSI Apresiasi Kinerja Bareskrim dan Polda Jabar, Harap Penegakan Hukum Ujaran Kebencian Beri Efek Jera

Bandung, kabarciepat.com — Panguyuban Advokat Sunda Indonesia (PAKSI) menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat atas tindak lanjut laporan dugaan ujaran kebencian yang sebelumnya dilayangkan pada Desember 2025.

Melalui pernyataan resminya, Hendri Yasin yang mewakili Ketua Umum Ali Nurdin selaku Ketua Harian PAKSI, menyebut bahwa langkah cepat aparat penegak hukum menunjukkan komitmen dalam menjaga ketertiban serta melindungi nilai-nilai keberagaman di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Perkara yang kami laporkan kini telah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Bandung. Kami mengapresiasi kinerja Bareskrim dan Polda Jabar yang telah menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” ujar Hendri Yasin.

PAKSI berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat berlangsung secara objektif dan berkeadilan. Mereka juga meminta agar Kejaksaan Negeri dan Majelis Hakim memberikan perhatian serius terhadap aspek keadilan, khususnya bagi masyarakat Sunda yang merasa terdampak oleh dugaan ujaran kebencian tersebut.

Sementara itu, Prawira Yudabakti menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya menghadirkan efek jera bagi pelaku ujaran kebencian, tanpa harus bersifat memberatkan secara berlebihan, namun tetap mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.

“Efek jera penting agar ke depan tidak ada lagi tindakan serupa. Ujaran kebencian bisa merusak tatanan sosial, terlebih Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa dan 700 lebih bahasa. Ini harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh harus tetap dijunjung tinggi sebagai landasan dalam menjaga harmoni dan persatuan di tengah keberagaman.

PAKSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal supremasi hukum serta menjaga nilai-nilai budaya dan persatuan bangsa agar tetap terjaga di tengah dinamika sosial yang berkembang.***Asol
Share:

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Permudah Bayar Pajak Kendaraan Tahunan Tanpa KTP Pemilik Pertama


Bandung, kabarciepat.com — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat (Bapenda Jabar) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor: 47/KU.03.02/BAPENDA tentang kemudahan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan tanpa harus melampirkan KTP pemilik pertama kendaraan. Senin, 6/5/2026

Surat edaran yang ditujukan kepada seluruh wajib pajak kendaraan bermotor se-Jawa Barat ini ditandatangani secara elektronik oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan mulai berlaku sejak 6 April 2026.

Dalam edaran tersebut dijelaskan, masyarakat yang memiliki atau menguasai kendaraan bermotor, baik pribadi maupun badan/perusahaan, kini tetap dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan tahunan meskipun tidak memegang KTP pemilik pertama.

Sebagai persyaratan, wajib pajak cukup membawa STNK serta KTP pihak yang saat ini menguasai atau menggunakan kendaraan tersebut saat melakukan pembayaran pajak.

Kebijakan ini diterbitkan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kemudahan kepada masyarakat, serta mendorong kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pembayaran PKB.

Selain itu, masyarakat yang belum melakukan proses balik nama kendaraan juga diimbau untuk segera mengurus administrasi tersebut, tanpa harus menunda pembayaran pajak tahunan.

Dengan adanya kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak kendaraan bermotor di wilayah Jawa Barat. ***Red
Share:

Pemerintah Batasi BBM Subsidi, Mobil Pribadi Maksimal 50 Liter per Hari

Garut, kabarciepat.com — Pemerintah resmi memberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi untuk mobil pribadi maksimal 50 liter per hari mulai 1 April 2026. Kebijakan ini ditegaskan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan diterapkan di lapangan melalui sistem digital MyPertamina berbasis barcode di SPBU.

Melalui sistem tersebut, setiap transaksi pembelian BBM bersubsidi tercatat secara otomatis. Pengendara tidak lagi bisa mengisi berulang di SPBU berbeda untuk mengakali batasan kuota harian.

Alasan Pembatasan

Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai langkah pengendalian agar distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Sejumlah tujuan yang disampaikan antara lain:
Menekan praktik penimbunan dan penyalahgunaan

Mengurangi kebocoran anggaran subsidi negara

Memastikan subsidi dinikmati kelompok yang berhak

Dengan kata lain, subsidi diarahkan untuk kebutuhan wajar, bukan konsumsi berlebihan.

Siapa yang Terdampak?

Aturan ini secara langsung menyasar:

Mobil pribadi: maksimal 50 liter per hari
Angkutan umum dan kendaraan besar: memiliki skema kuota berbeda
Kendaraan yang belum terdaftar di sistem: berpotensi ditolak saat pengisian BBM subsidi di SPBU

Petugas SPBU akan memindai barcode dari aplikasi MyPertamina sebelum transaksi dilakukan.

Pro dan Kontra di Masyarakat
Kebijakan ini memunculkan beragam tanggapan.

Sebagian pihak menilai pembatasan ini perlu untuk menjaga keberlanjutan anggaran subsidi dan mencegah penyalahgunaan. Namun, ada pula yang menganggap aturan ini memberatkan masyarakat dengan mobilitas tinggi, termasuk pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk operasional harian.

Penyesuaian Mulai Diperlukan

Dengan pengawasan yang kini berbasis sistem dan data, celah pengisian berulang hampir tertutup. Masyarakat yang masih bergantung pada BBM bersubsidi diimbau segera menyesuaikan pola konsumsi dan memastikan kendaraannya terdaftar di sistem MyPertamina agar tidak terkendala saat pengisian di SPBU. ***Rahmat H
Share:

Retak di Balik Harmoni? Manuver Putri Karlina dan Dinamika di Pucuk Pemerintahan Garut

Garut, kabarciepat.com – Pernyataan terbuka Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, terkait praktik pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Sayang Heulang dan Santolo memantik perhatian publik. Video yang diunggah melalui media sosial pribadinya memuat istilah “rapor merah” serta penekanan pada keterbatasan ruang gerak dalam penanganan persoalan tersebut. 

Sejumlah sumber internal pemerintahan yang enggan disebutkan namanya menilai, penyampaian kritik secara terbuka ini tidak semata berbicara soal teknis penataan retribusi, melainkan mencerminkan adanya perbedaan pandangan dalam tata kelola sektor pariwisata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Kritik Terbuka atau Sinyal Evaluasi?

Beberapa pejabat menyebut dalam beberapa bulan terakhir terdapat perbedaan pendekatan dalam penertiban retribusi liar di kawasan wisata. Dalam sistem pemerintahan daerah, wakil kepala daerah memang tidak selalu memegang kendali operasional langsung. Namun, ketika evaluasi disampaikan melalui ruang publik, hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai bentuk dorongan percepatan perbaikan tata kelola.

Pertanyaan yang kemudian muncul di ruang publik adalah mengapa isu ini tidak diselesaikan melalui forum internal, melainkan disampaikan secara terbuka.

Penyebutan Figur Kepala Daerah Lain

Dalam pernyataannya, Putri Karlina juga menyinggung gaya kepemimpinan Saepul Bahri Binzein dan Citra Pitriyami. Penyebutan ini memunculkan beragam tafsir di kalangan pengamat politik lokal.

Beberapa menilai hal tersebut sebagai bentuk perbandingan praktik kepemimpinan di daerah lain yang dianggap berhasil dalam pengawasan lapangan. Dalam komunikasi politik, referensi semacam ini kerap dimaknai sebagai dorongan perubahan pendekatan tata kelola, bukan semata perbandingan personal.

Media Sosial sebagai Ruang Aspirasi

Penggunaan media sosial oleh pejabat publik untuk menyampaikan evaluasi kinerja pemerintahan merupakan fenomena yang semakin umum. Selain membangun citra responsif, langkah ini juga menjadi cara untuk mendorong perhatian cepat terhadap persoalan di lapangan.

Di sisi lain, pola komunikasi terbuka seperti ini memerlukan keseimbangan dengan komunikasi internal yang solid agar tidak menimbulkan persepsi adanya perbedaan arah di tingkat pimpinan.

Fakta Administratif dan Persepsi Publik

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Bupati Garut yang menanggapi dinamika tersebut. Secara administratif, roda pemerintahan di Kabupaten Garut tetap berjalan normal.

Namun, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada persoalan pungli di kawasan wisata, tetapi juga pada dinamika komunikasi di tingkat pimpinan daerah.

Apakah ini sekadar perbedaan pandangan dalam proses evaluasi kebijakan, atau bagian dari dinamika yang lebih luas dalam tata kelola pemerintahan daerah, waktu yang akan menjawab. Yang jelas, masyarakat Garut berharap penanganan persoalan pungli dapat segera dituntaskan melalui koordinasi yang solid di internal pemerintahan. ***Red
Share:

Ketua KPK Pasundan DPD Jabar Soroti Kinerja Pemkab Bandung Barat, Ajak Masyarakat dan Stakeholder Perkuat Kontrol Sosial

Bandung Barat, kabarciepat.com — Ketua KPK Pasundan DPD Jawa Barat, Asep Solihin, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pembangunan dan tata kelola kebersihan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai, dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, kinerja pemerintah daerah dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan di mata masyarakat. Senin, 6/4/2026

Menurut Asep Solihin, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama seluruh warga, termasuk peran aktif LSM dan organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Ia juga menyoroti kondisi kebersihan lingkungan dan penataan kawasan, termasuk di area perkantoran pemerintahan yang dinilai masih belum tertata dengan baik. Hal ini, menurutnya, menjadi gambaran yang mencerminkan perlunya pembenahan dari dalam sebelum melakukan penataan yang lebih luas di masyarakat.

Asep turut mengapresiasi inisiatif dan semangat gotong royong warga di wilayah Cipeundeuy yang secara swadaya melakukan pembangunan jalan yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Namun demikian, ia mempertanyakan mengapa tanggung jawab yang semestinya menjadi kewenangan pemerintah justru harus ditanggung oleh masyarakat.

“Warga telah menjalankan kewajiban membayar pajak. Tentu wajar jika masyarakat mempertanyakan sejauh mana pemanfaatan anggaran tersebut untuk kepentingan publik,” ujarnya.

Ia menilai, jika kondisi ini terus berlangsung tanpa adanya evaluasi dan perbaikan, maka kemajuan daerah akan sulit tercapai, siapapun yang memimpin. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM, ormas, dan stakeholder lainnya, untuk bersinergi dalam mengawal kinerja pemerintah demi terwujudnya perubahan positif di Bandung Barat.

“Ayo kita kompak, bergandengan tangan menjalankan peran masing-masing, khususnya dalam mengawasi dan mendorong perbaikan kinerja pemerintahan, agar Bandung Barat dapat berkembang dan sejajar dengan daerah lain,” pungkasnya. ***Rik
Share:

Minggu, 05 April 2026

Semangat Gotong Royong Warga Ciptaharja Bangun Jalan Desa Meski Diguyur Hujan

Bandung Barat, kabarciepat.com – Semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat nyata di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Warga dari beberapa wilayah RW bahu-membahu melaksanakan pembangunan jalan desa secara swadaya, meski di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Minggu, 5/4/2026

Pembangunan jalan rabat beton ini berlokasi di Kampung Sirnagalih, RW 020, dengan panjang 150 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 12 cm. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan desa yang bersumber dari dana desa Tahun Anggaran 2026.

Menariknya, pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya mengandalkan anggaran yang terbatas, tetapi juga didukung penuh oleh partisipasi aktif masyarakat. Warga dari RW 6, RW 7, RW 10, dan RW 20 turut serta secara sukarela menyumbangkan tenaga melalui kerja bakti atau gotong royong.

Meski sempat diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap melanjutkan pembangunan. Kegiatan berjalan dengan lancar berkat kekompakan dan kebersamaan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan, kegiatan ini juga telah melalui tahapan musyawarah perencanaan pembangunan desa, sebagai bentuk transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.

Kepala Desa Ciptaharja, Idham Martadinata, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme warga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya warga RW 6, RW 7, RW 10, dan RW 20 yang telah ikut andil secara sukarela dalam pembangunan jalan ini. Budaya gotong royong di Desa Ciptaharja kini mulai bangkit dan semakin meningkat,” ujarnya.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih baik serta dapat menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.***Red
Share:

Aipda Vicky Mundur dari Polri Usai Usut Dugaan Korupsi Rp2,2 Miliar, Kini Pilih Jadi Penjual Kopi

Kabarciepat.com — Publik kembali menyoroti dinamika internal penegakan hukum di Indonesia, menyusul kabar mundurnya seorang anggota Polri yang tengah menangani kasus dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah. Keputusan tersebut memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat.

Sosok tersebut adalah Aipda Vicky Aristo Katiandagho, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Minahasa. Ia diketahui tengah menangani kasus dugaan korupsi senilai Rp2,2 miliar terkait proyek pengadaan tas ramah lingkungan tahun 2020 yang melibatkan ratusan desa di wilayah Minahasa.

Proses penyidikan yang dilakukan Vicky disebut telah memasuki tahap lanjutan. Namun, di tengah penanganan kasus besar tersebut, ia justru dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud pada Oktober 2024. Mutasi ini pun memunculkan tanda tanya, terutama karena dilakukan saat kasus masih berjalan.

Merasa terdapat kejanggalan, Vicky dikabarkan telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun, karena tidak mendapatkan respons, ia akhirnya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari institusi Polri.

Pasca mundur, Vicky memilih menjalani kehidupan sederhana dengan menjadi penjual kopi. Keputusannya ini menjadi sorotan publik, terutama setelah unggahannya di media sosial viral. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan sindiran tegas, “Saya menikmati jualan kopi, daripada tunduk pada penjilat,” yang mencerminkan sikap dan prinsip yang ia pegang.

Kasus ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat, yang berharap adanya transparansi dan kejelasan dalam penanganan dugaan korupsi tersebut, serta perlindungan terhadap aparat penegak hukum yang berintegritas. ***Red 
Share:

Warga RT 06/09 Laksana Mekar Gelar Halalbihalal, Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan

Bandung Barat, kabarciepat.com – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, warga RT 06/09 Perumahan Laksana Mekar, Desa Laksana Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menggelar kegiatan halalbihalal pada Sabtu (4/4/2026) sore hingga selesai.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh warga setempat dari berbagai kalangan. Terlihat kekompakan dan keakraban antarwarga yang berkumpul, saling bersalaman, serta berbincang santai dalam nuansa kekeluargaan.

Ketua RT 06, Yadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjaga keharmonisan lingkungan.
“Dengan diadakannya halalbihalal ini, tiada lain untuk menjalin kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Yadi.

Selain menjadi ajang saling memaafkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa persatuan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan yang terjalin erat di lingkungan RT 06/09 Perumahan Laksana Mekar. ***Asol
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa