kabarciepat.com || Bandung Barat – Rekrutmen relawan di SPPG Cipatat 2 yang berlokasi di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menuai sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Mereka menilai proses perekrutan diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Senin, 4/5/2026
Sejumlah warga menyebutkan bahwa mayoritas relawan yang terdaftar justru berasal dari luar wilayah Kabupaten Bandung Barat, bukan dari lingkungan sekitar lokasi kegiatan.
Seorang tokoh masyarakat berinisial (UA), 57 tahun, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia mempertanyakan alasan minimnya keterlibatan warga lokal dalam kegiatan yang seharusnya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Relawan kebanyakan dari luar Kabupaten Bandung Barat. Kenapa tidak mengutamakan warga sekitar dulu?” ujarnya.
Hal senada disampaikan tokoh pemuda setempat, (MN), 31 tahun. Ia menilai perekrutan tersebut tidak mencerminkan asas keadilan bagi masyarakat lokal.
“Ini jelas tidak sesuai SOP. Kalau bisa setengah-setengah, biar adil. Prioritas tetap warga sekitar sesuai domisili dapur. Tujuannya kan untuk membuka lapangan kerja di wilayah dekat SPPG,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan tujuan awal program yang digagas untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG Cipatat terkait dugaan pelanggaran SOP dalam proses rekrutmen relawan tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi agar ke depan proses perekrutan lebih transparan serta berpihak pada masyarakat lokal. ***Red






0 comments:
Posting Komentar