Minggu, 22 Maret 2026
Pemerintah Minta Instansi Segera Usulkan Kebutuhan ASN 2026, Batas Akhir 31 Maret
Sabtu, 21 Maret 2026
Komisi X DPR RI Minta PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Diangkat Jadi PNS
Jumat, 20 Maret 2026
SMP 1 Tirtamulya Diduga Menuai Sorotan, Diduga Menjual Pakaian Seragam kepada Siswa
Jumat, 06 Maret 2026
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Purwadadi Diduga Sulit Ditemui, Awak Media Mengeluh Minim Akses Informasi
Purwadadi, Subang. kabarciepat.com – Sejumlah awak media yang berupaya melakukan konfirmasi terkait isu internal di SMA Negeri 1 Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan pihak kepala sekolah. Upaya untuk memperoleh keterangan resmi kerap berujung pada jawaban bahwa kepala sekolah “tidak ada di tempat” atau “tidak bisa ditemui.”
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan jurnalis maupun masyarakat sekitar, mengingat peran kepala sekolah sebagai figur sentral dalam memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang. Ketertutupan informasi dinilai dapat memperburuk persepsi publik dan menghambat transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga pendidikan.
Beberapa wartawan menyampaikan bahwa meski telah berulang kali mendatangi sekolah, akses untuk melakukan wawancara tetap terbatas. “Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan resmi, namun selalu diarahkan untuk menunggu tanpa kepastian,” ujar salah satu jurnalis lokal.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa komunikasi antara pihak sekolah dan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas publik, terlebih bagi institusi pendidikan yang menjadi pusat pembinaan generasi muda.
Masyarakat berharap pihak sekolah segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh. Transparansi dan komunikasi yang baik diyakini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.***salman
SMK Negeri 1 Banyusari Gelar Pesantren Ekologi, Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Nilai Keagamaan di Bulan Ramadan
Karawang, kabarciepat.com – SMK Negeri 1 Banyusari menggelar kegiatan Pesantren Ekologi selama tiga pekan sebagai bagian dari program pembinaan karakter siswa di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini memadukan pendidikan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kepala SMK Negeri 1 Banyusari, Kardiyah, S.Pd., mengatakan bahwa Pesantren Ekologi merupakan upaya sekolah untuk menanamkan nilai religius sekaligus membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter siswa yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Abdul Haris.
Kegiatan Pesantren Ekologi dilaksanakan dalam tiga pekan dengan tema yang berbeda setiap pekannya. Pada pekan pertama, kegiatan difokuskan pada kebersihan lingkungan, di mana para siswa diajak untuk menjaga kebersihan area sekolah dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari praktik nyata menjaga alam.
Memasuki pekan kedua, para siswa diberikan edukasi mengenai hemat energi, mulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari hingga pentingnya penggunaan energi secara bijak demi keberlanjutan lingkungan.
Sementara pada pekan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan aksi menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat.
Selain kegiatan utama tersebut, Pesantren Ekologi juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti perlombaan Ramadan, program Poe Ibu, Rantang Kanyaah, Waqaf Al-Qur’an, serta santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi SMK Negeri 1 Banyusari akan ditutup pada Jumat, 13 Maret 2026, yang juga akan dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim serta penyerahan Waqaf Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memperkuat nilai keagamaan selama bulan Ramadan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.**Red
Rabu, 04 Maret 2026
Kapolsek Cipatat Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Cipatat
Selasa, 03 Maret 2026
Polsek Cipatat Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Anak di Desa Cipatat
Cipatat, 4 Maret 2026 – Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, SH., MH., CPHR, menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa tragis yang terjadi di Kampung Warungtiwu RT 02 RW 16 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, Azmi Sani Alfarisy, siswa SDN 1 Sukarame Cipatat, ditemukan meninggal dunia oleh ibunya dengan kondisi berlumuran darah akibat luka sayatan benda tajam. Saat itu, sang ibu baru pulang dari pengajian dan tidak mendapati anaknya di lantai bawah rumah. Ketika naik ke lantai dua, ia mendapati kasur dalam posisi terbalik. Setelah kasur diangkat, korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
Dugaan Awal
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polsek Cipatat bersama Tim Inafis Polres Cimahi, diketahui bahwa telepon genggam milik korban tidak ditemukan. Dugaan sementara, korban dibunuh oleh pelaku yang bermaksud mengambil barang tersebut.
Perkembangan Penyelidikan
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan penelusuran mendalam, aparat kepolisian mengarah pada dugaan keterlibatan Fahmi, kakak kandung korban seibu. Dengan dukungan alat bukti yang valid, pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku adalah kakak korban sendiri.
Kapolsek Cipatat menegaskan bahwa tindakan ini merupakan perbuatan yang sangat tidak manusiawi, terlebih terjadi di bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum memperbanyak amal ibadah.
Tindak Lanjut
Korban telah dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk dilakukan identifikasi, autopsi, dan visum. Setelah proses tersebut selesai, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Cimahi, kampung halaman ayah kandungnya.
Pernyataan Resmi
Kapolsek Cipatat menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengembangkan penyelidikan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. “Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga,” tegas Kompol Iwan Setiawan. ***Iki
Sabtu, 14 Februari 2026
SMP Al Barokah Sindangkerta Terima Bantuan Revitalisasi dari Pemerintah Tahun 2025
Bandung Barat, kabarciepat.com – SMP Al Barokah Sindangkerta yang beralamat di Kp. Pasir Nangka RT 04 RW 04, Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan program revitalisasi yang diterima dari Pemerintah pada tahun 2025.
Bantuan revitalisasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Kepala SMP Al Barokah Sindangkerta, Saepul Latip, M.Pd, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada SMP Al Barokah Sindangkerta. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dan mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal,” ujarnya.
Dengan adanya program revitalisasi ini, diharapkan mutu pendidikan di SMP Al Barokah Sindangkerta semakin meningkat serta mampu mencetak generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.
Pihak sekolah juga berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan di wilayah Kabupaten Bandung Barat.***Ghani










