kabarciepat.com, Cipatat, Bandung Barat – Aparat dari Polsek Cipatat bersama Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cipatat berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang pria yang nekat memanjat tower Telkom setinggi kurang lebih 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 03 RW 23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu malam (25/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RW 21 Cilok kepada pihak berwenang, setelah diketahui seorang warga berinisial H (32) berada di puncak tower dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Hingga awak mediapun konfirmasi via chat WhatsApp, kepada ketua RW 23 pasirborondong A Suparman Ure untuk memastikan kebenaranya, A Suparman Ure menyampaikan benar bahwa ada warga saya yang naik tower. Ucapnya
Berdasarkan keterangan dari sang istri, kejadian ini berawal dari kondisi psikologis korban yang terguncang. Sekitar satu minggu sebelumnya, H mengalami kecelakaan kerja di Bandung. Setelah sempat dijemput dan dirawat oleh keluarga hingga pulih, H berniat kembali bekerja. Namun, saat menghubungi rekannya melalui pesan singkat, diduga ia tidak diperkenankan kembali bekerja.
Hal tersebut memicu emosi korban hingga meluapkannya dengan melempar asbak di depan rumah. Teguran dari sang ibu semakin memperkeruh suasana, membuat H pergi ke belakang rumah dalam keadaan emosi. Meski sang istri berusaha membujuk, korban tetap melangkah menuju tower yang berada tepat di belakang rumah dan dengan cepat memanjatnya tanpa mengindahkan larangan.
Keluarga yang panik terus berupaya membujuk korban agar turun, namun tidak mendapat respons. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Di lokasi, Danpos Damkar Cipatat, Ibu Lia, mengakui adanya keterbatasan peralatan dalam proses evakuasi. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Kanit Lantas Polsek Cipatat, IPDA Yusup Gustiana, SH, untuk menentukan langkah terbaik.
Berbagai upaya dilakukan, termasuk membujuk korban menggunakan pengeras suara, bahkan melibatkan sang anak untuk memohon agar ayahnya turun. Namun, korban tetap tidak merespons. Untuk memastikan keberadaan korban di atas tower, petugas melakukan pemantauan menggunakan drone, yang kemudian mengonfirmasi bahwa H memang berada di atas.
Setelah hampir dua jam upaya dilakukan tanpa hasil, titik terang muncul ketika adik korban tiba di lokasi usai mendapat kabar kejadian tersebut. Dengan didampingi petugas teknis tower Telkom dan dilengkapi tali pengaman, sang adik memberanikan diri naik ke atas untuk membujuk korban secara langsung.
Pendekatan emosional tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban bersedia turun dengan aman, dibantu oleh petugas.
Proses evakuasi pun berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian, Damkar, pihak teknis, serta peran penting keluarga, khususnya sang adik yang melakukan pendekatan langsung di atas tower. ***Red






0 comments:
Posting Komentar