KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah masyarakat tidak berhenti pada seremoni dan kemeriahan. Di RW 12, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, semangat kemerdekaan justru diterjemahkan melalui kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya dan keterlibatan warga.
Rangkaian kegiatan yang digelar masyarakat RW 12 pada Minggu, 31 Agustus 2026, berlangsung semarak. Berbagai perlombaan anak-anak hingga pertunjukan seni menjadi magnet yang menyatukan warga dari berbagai kalangan.
Suasana semakin meriah saat malam hari. Panggung hiburan diisi pentas seni anak-anak, tarian tradisional, kreasi dangdut, pertunjukan kesenian khas Sisingaan, hingga perlombaan panjat gebog yang sontak mengundang gelak tawa warga.
Namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih penting: bagaimana momentum HUT RI mampu menjadi ruang untuk kembali memperkuat solidaritas masyarakat di tingkat lingkungan.
Kepala Desa: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebersamaan
Kepala Desa Cipatat, Darya Sugangga, memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga RW 12. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para donatur yang telah berkontribusi mendukung terselenggaranya kegiatan.
Menurutnya, memperingati kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini menunjukkan penghormatan melalui tindakan nyata.
«“Memperingati HUT RI ke-81 ini bukan hanya mengenang perjuangan fisik para pahlawan yang telah gugur, melainkan juga wujud nyata memberikan penghormatan kepada mereka.”»
Darya menilai kekompakan warga dalam menggelar kegiatan menjadi salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan.
«“Atas nama pemerintah desa, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua RW dan seluruh masyarakat RW 12,” ujarnya.»
Ia pun mengingatkan agar solidaritas yang terlihat dalam perayaan tersebut tidak hanya muncul ketika ada kegiatan besar. Semangat gotong royong harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua RW Baru: Jangan Sungkan Menegur Saya
Pesan senada disampaikan Ketua RW 12, Rohmat Piay. Sebagai Ketua RW yang baru, Rohmat menyadari bahwa amanah tersebut tidak dapat dijalankan seorang diri.
Ia menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan kepercayaan sekaligus dukungan kepadanya. Apresiasi juga diberikan kepada panitia, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI ke-81.
Menariknya, Rohmat justru membuka ruang bagi masyarakat untuk mengingatkan dirinya apabila dalam menjalankan tugas terdapat kekeliruan.
«“Saya menjadi Ketua RW atas kehendak warga yang telah memilih. Sebagai pemimpin yang baru, saya tentu masih dalam proses belajar. Jika ada kesalahan, saya mohon untuk ditegur dan dinasehati apabila ada langkah atau tutur kata yang keluar dari jalur,” ungkap Rohmat.»
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan di tingkat RW tidak semestinya berjalan satu arah. Kritik, teguran dan masukan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan serta membangun lingkungan yang lebih baik.
Dari Panggung Seni, Lahir Pesan Kebersamaan
Semarak HUT RI ke-81 di RW 12 akhirnya tidak hanya menyisakan kemeriahan panggung dan perlombaan. Ada pesan sosial yang lebih dalam: kemerdekaan harus dirawat melalui persatuan, kepedulian dan gotong royong.
Keterlibatan anak-anak dalam pentas seni juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar kesenian tradisional tidak tergerus zaman.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kekompakan warga RW 12 menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat penting.
Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi dibuktikan dengan kepedulian, persatuan dan keberanian untuk saling mengingatkan. ***Red






0 comments:
Posting Komentar