KabarCiepat.com || JAKARTA — Upaya membangun pendidikan berkualitas dinilai tidak cukup hanya dengan mengganti kurikulum, meluncurkan berbagai program, atau menetapkan target pembelajaran yang tinggi. Keberpihakan negara terhadap kebutuhan dasar pendidikan, termasuk kesejahteraan guru, dinilai menjadi salah satu fondasi penting yang harus diperkuat.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana menyoroti pentingnya memastikan guru memperoleh penghasilan yang layak sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Menurut Bonnie, kualitas pendidikan harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah, fasilitas pendidikan, ketersediaan buku hingga kenyamanan siswa benar-benar diperhatikan.
«“Guru harus layak gajinya, fasilitas bangunan sekolahnya harus layak. Siswanya juga harus nyaman.”»
Bonnie menilai persoalan pendidikan di Indonesia saat ini semakin kompleks. Karena itu, diperlukan keberpihakan nyata dari negara agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara lebih serius dan berkelanjutan.
«“Ada banyak sekali persoalan pendidikan saat ini. Tapi menurut saya, semakin rumit dan kompleksitas yang tinggi ini paling tidak kalau ada keberpihakan dari negara.”»
Anggaran Pendidikan Jadi Fondasi
Menurut Bonnie, pembicaraan mengenai peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari persoalan anggaran. Berbagai kebutuhan pendidikan membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar dapat diwujudkan secara nyata.
Ia menegaskan, pendidikan berkualitas harus tercermin dari kondisi guru yang sejahtera, bangunan sekolah yang layak, fasilitas pembelajaran yang tersedia, serta siswa yang dapat belajar dalam suasana nyaman.
«“Kualitas pendidikan itu artinya apa? Guru harus layak gajinya, fasilitas bangunan sekolahnya harus layak. Siswanya juga harus nyaman. Ini semua awalnya butuh apa? Ya anggaran.”»
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Guru memang menjadi salah satu faktor utama dalam proses pembelajaran, namun kualitas kerja mereka juga sangat berkaitan dengan dukungan sistem pendidikan secara keseluruhan.
Sekolah membutuhkan ruang belajar yang layak. Perpustakaan membutuhkan koleksi buku yang memadai. Siswa membutuhkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Sementara guru membutuhkan kesejahteraan dan dukungan profesional agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
Jangan Hanya Menuntut Guru
Persoalan kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian karena di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, guru juga menghadapi kebutuhan hidup dan beban kerja yang harus diperhitungkan.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Jika negara ingin mendorong guru meningkatkan kualitas pembelajaran, maka dukungan terhadap guru juga harus menjadi bagian dari kebijakan pendidikan. Kesejahteraan bukan sekadar persoalan pendapatan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap profesi yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Pendidikan berkualitas pada akhirnya membutuhkan ekosistem yang kuat. Guru yang sejahtera, sekolah yang layak, fasilitas yang memadai, anggaran yang cukup, serta siswa yang nyaman belajar harus berjalan bersama.
Sorotan dari Komisi X DPR RI tersebut kembali membuka ruang diskusi mengenai arah kebijakan pendidikan nasional: sejauh mana negara benar-benar memberikan keberpihakan terhadap guru dan kebutuhan dasar sekolah?
Sebab, ketika pendidikan ingin menghasilkan generasi yang berkualitas, maka fondasinya pun harus dibangun dengan kualitas yang memadai—termasuk memastikan guru mendapatkan kesejahteraan yang layak. ***Red






0 comments:
Posting Komentar