KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Cipatat Tahun 2026 tidak sekadar menutup agenda organisasi. Forum yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Cipatat, Sabtu (8/8/2026), melahirkan kepemimpinan baru dengan menetapkan Dedi Bambang Sujana sebagai Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Cipatat.
Mandat tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Gerakan Pramuka di Kecamatan Cipatat. Setelah proses pemilihan selesai, pekerjaan besar justru dimulai. Ketua terpilih dituntut mampu mengubah mandat organisasi menjadi program nyata, pembinaan yang kuat, serta gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Kwarran Cipatat kini membutuhkan kepemimpinan yang tidak berhenti pada urusan administratif dan seremoni. Konsolidasi pembina, pelatih, gugus depan dan seluruh anggota harus diperkuat agar organisasi bergerak dalam satu arah dan memiliki target yang jelas.
Dedi Bambang Sujana kini berada di titik tersebut. Mandat Musran menjadi amanah sekaligus tanggung jawab untuk membangun Kwarran Cipatat yang lebih solid, aktif, disiplin, berkarakter, dan produktif.
Ucapan selamat disampaikan Acep Agus Z, S.Pd.I., mantan Ketua Kwarran Pramuka Cipatat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Musran yang berjalan lancar sekaligus mengingatkan bahwa kepemimpinan baru harus mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.
«“Alhamdulillah, Musran Cipatat berjalan lancar. Selamat buat Kak Dedi Bambang Sujana yang telah terpilih sebagai Ketua Kwarran yang baru. Semoga amanah dan mampu membawa Pramuka Cipatat semakin maju, solid, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Acep Agus Z.»
Menurut Acep, pergantian ketua tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian jabatan. Justru setelah Musran berakhir, kepemimpinan baru harus segera menunjukkan arah dan kerja organisasi.
Ia menilai kualitas seorang ketua bukan hanya terlihat dari kemampuannya memimpin forum, tetapi dari sejauh mana program dapat dijalankan dan pembinaan anggota benar-benar bergerak.
«“Setelah Musran selesai, tidak boleh berhenti pada seremoni. Sekarang waktunya bekerja, menyusun program, memperkuat pembinaan dan menunjukkan hasil nyata,” tegasnya.»
Pesan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. Seluruh unsur Pramuka di Kecamatan Cipatat diharapkan dapat memperkuat persatuan dan memberikan dukungan agar program Kwarran berjalan efektif.
Acep juga berharap pembina, pelatih, gugus depan dan anggota Pramuka tidak berjalan sendiri-sendiri. Soliditas organisasi harus menjadi modal utama untuk membangun Gerakan Pramuka Cipatat yang lebih kuat.
Dengan berakhirnya Musran, tidak ada lagi ruang untuk sekadar menunggu. Mandat sudah diberikan, kepemimpinan sudah ditetapkan, dan kini publik menunggu kerja nyata Dedi Bambang Sujana bersama jajaran Kwarran Cipatat.
Musran selesai. Nahkoda baru sudah ditetapkan. Kini saatnya membuktikan bahwa mandat tersebut mampu melahirkan perubahan dan kemajuan bagi Pramuka Cipatat. ***Red/kie






0 comments:
Posting Komentar