Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Senin, 31 Agustus 2026

PILKADES DIGITAL CIANJUR 2026: 47 DESA SIAP UJI SISTEM, POLISI ANTISIPASI MANIPULASI SUARA

KabarCiepat.com || CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi mencanangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Digital bertajuk “Menuju Cianjur 2026”. Pencanangan tersebut berlangsung di Gedung Praja Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (31/8/2026).

Bukan sekadar mengganti kertas dengan tablet, penerapan sistem digital ini menjadi pertaruhan baru dalam penyelenggaraan demokrasi tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Cianjur dituntut memastikan teknologi yang digunakan benar-benar mampu menghadirkan pemilihan yang efisien, transparan, aman, sekaligus dapat dipercaya masyarakat.

Pilkades serentak digital tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026, mencakup 47 desa di 23 kecamatan.

Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian mengatakan, penggunaan sistem digital diproyeksikan mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp2,5 miliar dibandingkan pelaksanaan dengan metode konvensional.

“Hari ini kita memasuki tahapan sosialisasi dengan mengundang seluruh Forkopimda dan pihak yang akan melaksanakan teknis di lapangan. Kami juga melakukan simulasi agar perangkat daerah di kecamatan memahami gambaran pelaksanaan Pilkades serentak nanti,” ujar Bupati.

Menurutnya, aspek aksesibilitas bagi masyarakat, khususnya pemilih lanjut usia, telah menjadi perhatian. Pemilih nantinya akan dibantu menggunakan sistem barcode yang ditempelkan pada kamera tablet.

“Jika ada kesulitan, akan ada pendampingan dari panitia di setiap desa,” jelasnya.

SISTEM OFFLINE, DATA DISIMPAN DI TABLET

Pemerintah juga menegaskan bahwa sistem yang digunakan tidak bergantung pada jaringan internet. Sistem bekerja secara offline atau lokal, dengan data pemilihan tersimpan pada memory card perangkat tablet.

Bupati menyebut potensi kesalahan sistem diperkirakan sangat kecil.

“Dari narasumber, kemungkinan error hanya 0,1 persen dan semua sudah kami antisipasi dengan alat cadangan serta mitigasi,” tambahnya.

Namun, penggunaan teknologi dalam proses pemilihan juga membawa tantangan baru. Keamanan perangkat, integritas data, potensi gangguan teknis hingga kemungkinan manipulasi menjadi hal yang harus mendapat perhatian serius.

POLISI: PEMBAKARAN SURAT SUARA JADI PELAJARAN

Kekhawatiran terhadap potensi kerawanan Pilkades juga menjadi perhatian aparat keamanan.

Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan Polres Cianjur siap mengerahkan sekitar 300 personel, atau sekitar dua pertiga kekuatan yang dimiliki, untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades.

“Kami akan menyesuaikan dengan dinamika dan jumlah TPS yang terbentuk. Mengingat pengalaman periode lalu terjadi insiden pembakaran surat suara, hal itu menjadi konsen kami,” tegasnya.

Menurut Kapolres, sistem digital tidak otomatis menghilangkan seluruh potensi kerawanan. Justru, perubahan metode pemilihan membuat aparat perlu mengantisipasi bentuk gangguan yang berbeda, termasuk kejahatan siber dan dugaan manipulasi suara.

“Kami juga mengantisipasi kejahatan siber dan manipulasi suara,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengamanan, Polres Cianjur telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Barat terkait keamanan sistem dan perangkat yang digunakan.

Selain itu, Posko Sentra Gakumdu akan disiapkan untuk merespons berbagai persoalan hukum yang muncul selama tahapan Pilkades. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui hotline 110.

PANITIA JADI TITIK KRUSIAL

Tidak hanya sistem dan perangkat yang menjadi perhatian. Independensi penyelenggara di tingkat desa juga akan diperketat.

Kapolres mengatakan pihaknya akan melakukan skrining terhadap panitia Pilkades untuk mencegah adanya konflik kepentingan, termasuk hubungan kekerabatan dengan calon kepala desa.

“Kami juga akan melakukan skrining panitia agar tidak memiliki hubungan saudara dengan calon. Kerawanan sudah kami petakan dan solusi telah kami siapkan,” pungkasnya.

Pilkades Serentak Digital 2026 kini memasuki tahap sosialisasi dan persiapan teknis. Dengan 47 desa yang akan melaksanakan pemilihan, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari seberapa cepat proses pemungutan suara berlangsung, tetapi juga dari seberapa kuat sistem mampu menjamin suara masyarakat tetap aman, sah, dan tidak dapat dimanipulasi.

Teknologi boleh berubah, tetapi prinsip demokrasi tidak boleh bergeser: suara rakyat harus menjadi penentu utama di tingkat desa.

Semoga Cianjur berjaya, berawal dari desa.

Red | KabarCiepat.com

Share:

Potensi Zakat Cianjur Masih Besar, BAZNAS Bentuk UPZ Dekopinda di Momentum Hari Koperasi ke-79

CIANJUR, KabarCiepat.com — Potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Cianjur dinilai masih menyimpan ruang besar untuk digali. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap penguatan ekonomi dan kesejahteraan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur mengambil langkah memperluas jaringan penghimpunan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dekopinda.

Langkah tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026. Bagi BAZNAS, koperasi bukan hanya ruang aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki potensi menjadi salah satu simpul strategis dalam menggerakkan kepedulian sosial melalui ZIS.

Pembentukan UPZ Dekopinda menjadi bagian dari upaya BAZNAS Cianjur mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus membuka akses penghimpunan ZIS yang lebih luas.

Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak zakat yang berhasil dikumpulkan, tetapi seberapa besar potensi ZIS yang selama ini belum tersentuh secara maksimal dan seberapa kuat dana tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat penerima manfaat.

Mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani, M.Pd., mengatakan penguatan kelembagaan UPZ menjadi salah satu kunci untuk membangun sistem pengumpulan zakat yang lebih profesional, transparan dan tepat sasaran.

Menurutnya, keberadaan UPZ Dekopinda diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki kewajiban sekaligus kepedulian untuk berzakat dengan masyarakat yang membutuhkan.

«“UPZ Dekopinda ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat yang memiliki kewajiban dan kepedulian untuk berzakat dengan para mustahik yang membutuhkan,” kata Hilman, Minggu (30/8/2026).»

Hilman menilai semakin luas jaringan UPZ, semakin terbuka pula peluang BAZNAS mengoptimalkan potensi ZIS yang tersebar di berbagai sektor masyarakat.

Artinya, pembentukan UPZ Dekopinda bukan sekadar seremoni kelembagaan. Ada target yang lebih besar, yakni mengubah potensi zakat yang selama ini tersebar menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang terkelola dan terukur.

Terlebih, sektor koperasi memiliki basis anggota dan aktivitas ekonomi yang cukup luas. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan budaya zakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan BAZNAS.

Namun, tantangan berikutnya berada pada pengelolaan. Pengumpulan zakat yang meningkat harus diikuti dengan tata kelola yang kuat, transparansi, serta penyaluran yang benar-benar menyentuh kebutuhan mustahik.

BAZNAS Cianjur pun mendorong agar zakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif atau sekadar menyelesaikan kebutuhan sesaat. Dana ZIS diharapkan dapat diarahkan pada program pemberdayaan sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan perlahan keluar dari ketergantungan bantuan.

Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi relevan karena semangat koperasi—kebersamaan, gotong royong dan pemberdayaan ekonomi—memiliki irisan kuat dengan tujuan pengelolaan zakat.

Dengan terbentuknya UPZ Dekopinda, pekerjaan BAZNAS kini bukan hanya memperluas jaringan, tetapi juga membuktikan bahwa setiap rupiah ZIS yang dihimpun benar-benar mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

“Dengan terbentuknya UPZ Dekopinda di lingkungan perkoperasian, kami berharap potensi zakat yang ada di Cianjur semakin maksimal dan disalurkan kembali untuk kemaslahatan umat,” pungkas Hilman. ***Dani
Share:

Minggu, 30 Agustus 2026

GEMA TUNAS V PKBM-SKB JABAR 2026 DI SARONGGE: BUKAN SEKADAR KEMAH, 23 ORANG PER KONTINGEN DIWAJIBKAN TUNDUK PADA ATURAN KETAT

KabarCiepat.com || CIANJUR — Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, bakal menjadi pusat kegiatan Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat Tahun 2026 pada 18–20 September mendatang.

Ribuan? Tidak. Namun setiap kontingen yang datang membawa tanggung jawab besar. Masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Barat hanya diperbolehkan mengirim 23 orang, dengan komposisi peserta yang telah ditentukan panitia.

Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Panca Waluya menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, PEDULI” tersebut bukan sekadar agenda perkemahan. Panitia menerapkan sederet aturan administratif, kesehatan, kedisiplinan, kebersihan hingga sanksi tegas bagi peserta yang melanggar.

Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V merupakan program FK PKBM Provinsi Jawa Barat dan tahun ini Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah.

Menurut Deni, kegiatan Pramuka pendidikan nonformal tersebut diarahkan menjadi sarana pembentukan karakter warga belajar Paket B dan Paket C.

«“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, kedisiplinan, sekaligus ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” tegasnya.»

23 ORANG PER KONTINGEN, DOKUMEN TAK BOLEH TERLEWAT

Komposisi kontingen tidak dibuat sembarangan. Setiap kabupaten/kota mengirimkan 23 orang, terdiri dari 10 warga belajar putra, 10 warga belajar putri, dua pembina pendamping, serta satu peninjau atau official daerah.

Konsekuensinya, kesiapan administrasi menjadi hal yang tidak bisa dianggap sepele.

Saat registrasi, kontingen wajib membawa surat tugas resmi dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, NISN warga belajar Paket B/C, bukti status sebagai warga belajar melalui kartu tanda warga belajar atau surat keterangan aktif dari kepala PKBM/SKB, serta surat keterangan sehat asli dari dokter atau puskesmas.

Peserta juga diwajibkan membawa tiga lembar pas foto ukuran 3x4 berlatar belakang merah dengan mengenakan seragam Pramuka.

Panitia menyebut kelengkapan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh peserta tercatat secara resmi serta memenuhi ketentuan kesehatan dan administrasi.

SARONGGE DINGIN, PERLENGKAPAN WAJIB JANGAN DIABAIKAN

Kawasan Sarongge juga memiliki tantangan tersendiri. Suhu malam yang relatif dingin membuat peserta diminta tidak datang dengan persiapan seadanya.

Jaket tebal, jas hujan, sepatu lapangan, pakaian olahraga, pakaian ganti, perlengkapan ibadah hingga obat-obatan pribadi masuk dalam daftar perlengkapan wajib.

Untuk kebutuhan kontingen, peserta juga harus membawa lampu tenda berbasis baterai atau LED.

Ada satu larangan yang ditegaskan panitia: peserta dilarang mengambil atau menyambungkan listrik secara ilegal dari kabel panitia.

Selain itu, tongkat Pramuka, tali, sapu lidi, sekop kecil, dan sedikitnya lima kantong sampah besar juga harus disiapkan.

Kontingen bahkan diwajibkan membawa pakaian adat atau pakaian kreasi daerah masing-masing untuk kegiatan karnaval dengan konsep ecoprint.

JAM 22.00 WIB: PESERTA WAJIB MASUK TENDA

Disiplin peserta menjadi salah satu titik penting dalam kegiatan ini.

Pembimbing pendamping tidak hanya menjadi pengawal saat perlombaan. Mereka bertanggung jawab terhadap kedisiplinan, kesehatan, keamanan serta kondisi fisik dan mental peserta.

Kondisi peserta wajib dipantau sedikitnya tiga kali dalam sehari.

Bahkan, setelah pukul 22.00 WIB, seluruh peserta diwajibkan sudah berada di dalam tenda dan beristirahat.

Pembimbing juga memiliki kewajiban memastikan peserta mengikuti jadwal perlombaan dan kegiatan serta membantu menyelesaikan persoalan internal sebelum masalah tersebut dibawa kepada panitia.

PELANGGARAN BISA BERUJUNG DISKUALIFIKASI

Panitia tidak hanya membuat aturan, tetapi juga menyiapkan konsekuensi.

Pelanggaran dibagi menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat.

Pelanggaran ringan seperti persoalan kebersihan individu, keterlambatan ringan atau lupa menggunakan atribut dapat berujung teguran lisan.

Pelanggaran sedang, termasuk melanggar jam malam, memasuki zona lawan jenis tanpa tindakan asusila maupun merokok sembarangan, dapat dikenai peringatan tertulis dan berpotensi mengurangi nilai kontingen.

Yang paling serius adalah pelanggaran berat.

Pencurian, perampasan, penggunaan narkoba atau minuman keras, perkelahian fisik, tindakan asusila serta perusakan fasilitas umum secara sengaja masuk dalam kategori tersebut.

Sanksinya tidak main-main. Peserta dapat dikeluarkan dari lokasi perkemahan dan kontingen dapat didiskualifikasi dari seluruh kejuaraan.

Jika pelanggaran mengandung unsur pidana, perkara dapat diserahkan kepada pihak berwenang.

KEBERSIHAN BUKAN SEKADAR URUSAN SAMPAH

Di balik aturan yang cukup ketat tersebut, panitia menempatkan kebersihan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Peserta diwajibkan menjaga kebersihan di sekitar tenda maupun seluruh kawasan kegiatan.

Pesan yang ingin dibangun bukan hanya agar Sarongge tetap bersih selama perkemahan, tetapi bagaimana warga belajar membiasakan diri memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan kata lain, karakter peserta akan diuji bukan hanya di arena perlombaan, tetapi juga dalam kedisiplinan sehari-hari selama berada di bumi perkemahan.

KEDATANGAN KONTINGEN PUN DIATUR

Untuk mencegah penumpukan kendaraan, panitia membagi lokasi parkir.

Bus 3/4, Elf dan Hiace diarahkan ke Parkir 1 di lapangan bawah. Barang bawaan kemudian dibantu diangkut menggunakan kendaraan pikap menuju area perkemahan.

Parkir 2 digunakan kendaraan sedan dan minibus kontingen, sedangkan Parkir 3 diperuntukkan bagi kendaraan tamu undangan VIP.

Setelah tiba, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan. Pembina kemudian menyerahkan dokumen ke sekretariat untuk daftar ulang, pengambilan nomor kavling tenda dan kartu identitas peserta.

Kontingen selanjutnya diarahkan menuju kavling tenda masing-masing.

ATURAN BELUM FINAL? TECHNICAL MEETING JADI PENENTU

Panitia menegaskan panduan pelaksanaan menjadi pedoman bersama. Namun apabila ada aturan tambahan maupun perubahan teknis yang belum tercantum, pembahasannya akan dilakukan melalui Technical Meeting (TM) yang dijadwalkan satu minggu sebelum kegiatan dimulai.

Artinya, kontingen masih harus mencermati perkembangan teknis hingga menjelang pelaksanaan.

Gema Tunas V PKBM dan SKB Jawa Barat 2026 akhirnya membawa pesan yang lebih besar dari sekadar kegiatan berkemah.

Di Sarongge, warga belajar akan berhadapan dengan aturan, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersihan, kesehatan dan kebersamaan secara langsung.

Jika tujuan kegiatan adalah membentuk karakter, maka ujian sebenarnya bukan hanya siapa yang menjadi juara dalam perlombaan.

Ujian sesungguhnya adalah apakah seluruh peserta mampu berkarya, berbakti dan peduli ketika aturan mulai diberlakukan. ***Dani
Share:

Bukan Sekadar Pesta Kemerdekaan, RW 12 Desa Cipatat Buktikan Gotong Royong Masih Hidup

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tengah masyarakat tidak berhenti pada seremoni dan kemeriahan. Di RW 12, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, semangat kemerdekaan justru diterjemahkan melalui kebersamaan, gotong royong, pelestarian budaya dan keterlibatan warga.

Rangkaian kegiatan yang digelar masyarakat RW 12 pada Minggu, 31 Agustus 2026, berlangsung semarak. Berbagai perlombaan anak-anak hingga pertunjukan seni menjadi magnet yang menyatukan warga dari berbagai kalangan.

Suasana semakin meriah saat malam hari. Panggung hiburan diisi pentas seni anak-anak, tarian tradisional, kreasi dangdut, pertunjukan kesenian khas Sisingaan, hingga perlombaan panjat gebog yang sontak mengundang gelak tawa warga.

Namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih penting: bagaimana momentum HUT RI mampu menjadi ruang untuk kembali memperkuat solidaritas masyarakat di tingkat lingkungan.

Kepala Desa: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebersamaan

Kepala Desa Cipatat, Darya Sugangga, memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga RW 12. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para donatur yang telah berkontribusi mendukung terselenggaranya kegiatan.

Menurutnya, memperingati kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi saat ini menunjukkan penghormatan melalui tindakan nyata.

«“Memperingati HUT RI ke-81 ini bukan hanya mengenang perjuangan fisik para pahlawan yang telah gugur, melainkan juga wujud nyata memberikan penghormatan kepada mereka.”»

Darya menilai kekompakan warga dalam menggelar kegiatan menjadi salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan.

«“Atas nama pemerintah desa, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua RW dan seluruh masyarakat RW 12,” ujarnya.»

Ia pun mengingatkan agar solidaritas yang terlihat dalam perayaan tersebut tidak hanya muncul ketika ada kegiatan besar. Semangat gotong royong harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RW Baru: Jangan Sungkan Menegur Saya

Pesan senada disampaikan Ketua RW 12, Rohmat Piay. Sebagai Ketua RW yang baru, Rohmat menyadari bahwa amanah tersebut tidak dapat dijalankan seorang diri.

Ia menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan kepercayaan sekaligus dukungan kepadanya. Apresiasi juga diberikan kepada panitia, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI ke-81.

Menariknya, Rohmat justru membuka ruang bagi masyarakat untuk mengingatkan dirinya apabila dalam menjalankan tugas terdapat kekeliruan.

«“Saya menjadi Ketua RW atas kehendak warga yang telah memilih. Sebagai pemimpin yang baru, saya tentu masih dalam proses belajar. Jika ada kesalahan, saya mohon untuk ditegur dan dinasehati apabila ada langkah atau tutur kata yang keluar dari jalur,” ungkap Rohmat.»

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan di tingkat RW tidak semestinya berjalan satu arah. Kritik, teguran dan masukan warga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan serta membangun lingkungan yang lebih baik.

Dari Panggung Seni, Lahir Pesan Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81 di RW 12 akhirnya tidak hanya menyisakan kemeriahan panggung dan perlombaan. Ada pesan sosial yang lebih dalam: kemerdekaan harus dirawat melalui persatuan, kepedulian dan gotong royong.

Keterlibatan anak-anak dalam pentas seni juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar kesenian tradisional tidak tergerus zaman.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kekompakan warga RW 12 menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat penting.

Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan pesta, tetapi dibuktikan dengan kepedulian, persatuan dan keberanian untuk saling mengingatkan. ***Red 
Share:

RS HERMINA DI NAGRAK MENUAI GEJOLAK: WARGA BONGKAR TANDA TANYA PERIZINAN, DESAK BUPATI TURUN TANGAN

Transparansi Dipertanyakan, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan — Warga Siap Gelar Aksi Jika Aspirasi Tak Digubris

KabarCiepat.com ||CIANJUR, JABAR — Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Hermina di kawasan Cikukulu, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, mulai menjadi bola panas.

Sejumlah warga, khususnya masyarakat sekitar RW 03 Salagedang, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut. Bukan semata karena keberadaan rumah sakit, melainkan karena warga mempertanyakan proses perizinan, transparansi pembangunan, keterlibatan pemerintah desa, hingga potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Di tengah derasnya rencana pembangunan, justru muncul pertanyaan mendasar dari masyarakat:

Sudah sejauh mana warga dilibatkan? Bagaimana proses rekomendasinya? Dan apakah seluruh dokumen perizinan serta kajian lingkungannya benar-benar telah sesuai ketentuan?

Pertanyaan tersebut kini mendesak dijawab secara terbuka.

WARGA MERASA HANYA JADI PENONTON

Menurut aspirasi yang berkembang di masyarakat, proses pembangunan yang disebut digarap oleh PT CMS dinilai belum memberikan ruang informasi yang cukup kepada warga terdampak.

Masyarakat mempertanyakan apakah sosialisasi telah dilakukan secara menyeluruh dan apakah keberatan warga telah menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Bagi warga, pembangunan fasilitas kesehatan memang penting. Namun, pembangunan tidak boleh berlangsung dengan mengesampingkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi.

Jangan sampai rumah sakit dibangun untuk kepentingan publik, tetapi proses pembangunannya justru mengabaikan suara publik.

DUGAAN “MAIN MATA” MULAI MUNCUL, PEMDES DIMINTA BUKA SUARA

Situasi semakin panas setelah muncul dugaan adanya hubungan tidak semestinya atau intervensi antara pihak pengembang dengan oknum Pemerintah Desa Nagrak.

Namun, hingga kini dugaan tersebut belum terbukti dan masih merupakan tudingan yang disampaikan warga.

Justru karena itulah, transparansi menjadi penting.

Jika seluruh proses telah berjalan sesuai aturan, warga meminta pihak terkait menunjukkan dan menjelaskan dasar rekomendasi, mekanisme sosialisasi, serta dokumen yang menjadi landasan pembangunan.

Sorotan juga diarahkan kepada Kepala Desa Nagrak, Hendi Saepul Maladi, S.H.

Warga meminta Kades menjelaskan secara terang posisi Pemdes Nagrak dalam rencana pembangunan tersebut.

Apakah Pemdes memberikan rekomendasi? Jika iya, atas dasar apa rekomendasi itu diterbitkan? Apakah aspirasi warga sudah dihimpun? Dan bagaimana hasilnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak semestinya dijawab dengan diam.

BUKAN CUMA SOAL IZIN, LINGKUNGAN JUGA DIPERTARUHKAN

Persoalan lain yang menjadi perhatian warga adalah potensi dampak lingkungan.

Kawasan Cikukulu dinilai memiliki kondisi lingkungan yang harus diperhitungkan secara serius sebelum pembangunan berskala besar dilakukan.

Warga mengkhawatirkan perubahan fungsi lahan dan meningkatnya limpasan air dapat berdampak terhadap kawasan permukiman sekitar, termasuk potensi banjir ketika sistem drainase tidak mampu menampung perubahan debit air.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah membuka informasi mengenai kajian lingkungan, tata ruang, drainase, pengelolaan limpasan air, serta langkah mitigasi apabila pembangunan benar-benar dilaksanakan.

Pertanyaannya sederhana: sudahkah semua risiko tersebut dihitung sebelum alat berat bekerja?

BUPATI CIANJUR DIMINTA JANGAN MENUNGGU KONFLIK MEMBESAR

Warga kini meminta Bupati Cianjur turun tangan langsung dan tidak membiarkan persoalan berkembang menjadi konflik horizontal.

Mereka mendesak dilakukan review atau evaluasi menyeluruh terhadap proses perizinan pembangunan RS Hermina oleh PT CMS di wilayah Desa Nagrak.

Review tersebut dinilai penting bukan untuk menghambat pembangunan rumah sakit, melainkan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan prinsip transparansi, kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat.

LIMA TUNTUTAN WARGA

Masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan:

Pertama, meminta Bupati Cianjur meninjau kembali seluruh proses perizinan pembangunan RS Hermina di Desa Nagrak.

Kedua, meminta Pemerintah Desa Nagrak membuka secara transparan seluruh rekomendasi dan dokumen yang menjadi kewenangan desa terkait pembangunan tersebut.

Ketiga, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak lingkungan, khususnya persoalan drainase dan potensi banjir.

Keempat, meminta digelar forum sosialisasi dan dialog terbuka dengan masyarakat terdampak.

Kelima, meminta pihak-pihak yang disebut dalam berbagai tudingan memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

WARGA SIAP TURUN KE JALAN

Warga menegaskan tidak ingin persoalan tersebut berhenti sebagai perdebatan di tingkat masyarakat.

Jika aspirasi tidak mendapatkan respons, masyarakat menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi di Kantor Desa Nagrak sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Namun, warga juga diharapkan tetap menjaga ketertiban dan menempuh jalur hukum dalam menyampaikan keberatan.

Sebab, persoalan pembangunan RS Hermina di Nagrak kini bukan lagi sekadar soal “jadi dibangun atau tidak”.

Ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar:

Siapa yang sebenarnya sudah dilibatkan dalam prosesnya?

Seberapa transparan perizinannya?

Bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?

Dan yang paling penting:

Apakah suara warga benar-benar didengar sebelum pembangunan berjalan lebih jauh?

Kini bola berada di tangan pemerintah daerah, Pemdes Nagrak, dan pihak pengembang.

Jika semua sudah sesuai aturan, buka dan jelaskan kepada publik. Jika ada persoalan, perbaiki sebelum terlambat.

Redaksi KabarCiepat.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT CMS, Pemerintah Desa Nagrak, Pemerintah Kabupaten Cianjur, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini. ***Red/kakah
Share:

DIHANTAM KRISIS DAYA BELI, CFD HAURWANGI TAK MAU MATI: PASAR RAKYAT TERUS MENGGELIAT

KabarCiepat.com || HAURWANGI, CIANJUR — Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil dan daya beli yang terus berfluktuasi, Pasar Minggu atau Car Free Day (CFD) Haurwangi kecamatan Haurwangi kab. Cianjur— yang populer disebut CFD Hawai—justru masih mampu bertahan.

Sejak bergulir pada 2020 hingga Minggu, 30 Agustus 2026, kegiatan yang menjadi ruang berkumpul sekaligus ruang ekonomi masyarakat tersebut tetap menggeliat.

Bertahannya CFD Haurwangi tentu bukan tanpa tantangan. Selain menghadapi dinamika ekonomi dan naik-turunnya daya beli masyarakat, kegiatan ini juga mengalami perubahan kepengurusan setelah salah satu pengurus lama, Alm. H. Mansur alias Wa Acuy, meninggal dunia.

Namun, roda kegiatan tidak berhenti.

Di bawah kepengurusan baru yang dipimpin Deden Setia Hamzah, CFD Hawai mencoba bangkit dengan pola pengelolaan yang lebih adaptif dan inovatif. Orientasinya tidak semata-mata mengejar keramaian, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut mampu menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.

Masyarakat RW 01 Desa Haurwangi menjadi salah satu basis utama kegiatan. Namun geliat perdagangan tidak berhenti di satu wilayah. Pelaku UMKM dari RW lainnya, termasuk masyarakat Desa Ramasari dan Desa Kertasari, turut mengambil bagian dalam denyut ekonomi Pasar Minggu tersebut.

BUKAN SEKADAR CFD, TAPI RUANG EKONOMI RAKYAT

CFD Hawai perlahan menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat bisa menjadi instrumen sederhana untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Warga datang bukan hanya untuk berolahraga atau menikmati suasana Minggu pagi, tetapi juga melakukan transaksi. Pedagang mendapatkan ruang berjualan, sementara masyarakat mendapatkan pilihan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati hiburan di lingkungan sendiri.

Di sinilah keberadaan CFD Haurwangi menjadi penting.

Ketika daya beli masyarakat sedang fluktuatif, keberadaan pasar rakyat seperti ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan penjual, pembeli, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi lokal.

Di sisi lain, geliat ekonomi masyarakat Haurwangi juga bersinggungan dengan mulai berjalannya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Haurwangi, yang mulai memberikan layanan kepada anggotanya melalui penyediaan sejumlah kebutuhan pokok, termasuk beras premium Bulog dan minyak goreng dengan harga terjangkau sesuai program yang dijalankan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Haurwangi mulai memiliki berbagai simpul, baik melalui UMKM, pasar rakyat maupun kelembagaan ekonomi desa.

REGENERASI MENJADI UJIAN

Bertahannya CFD Hawai selama enam tahun lebih juga menjadi ujian bagi pengelolanya.

Pergantian figur dan kepengurusan merupakan bagian dari dinamika sebuah kegiatan masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana semangat para pengurus terdahulu tetap dipertahankan, tetapi pada saat yang sama pengelolaan mampu mengikuti perubahan zaman.

Kepengurusan Deden Setia Hamzah kini dituntut bukan hanya menjaga agar CFD tetap ramai, tetapi juga memastikan keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sebab, ukuran keberhasilan Pasar Minggu bukan hanya seberapa banyak orang datang.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: seberapa besar perputaran ekonomi yang terjadi dan seberapa banyak UMKM lokal yang mendapatkan manfaat?

“WISATA BELANJA DI TEMPAT SENDIRI”

Bagi masyarakat Haurwangi dan sekitarnya, CFD Hawai seolah telah menjadi agenda rutin setiap akhir pekan.

Keramaian, jajanan, aktivitas warga dan transaksi ekonomi bercampur menjadi satu. Masyarakat dapat menikmati suasana libur sekaligus berbelanja tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.

Konsep sederhana tersebut melahirkan semangat “wisata belanja di tempat sendiri.”

Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, keberadaan ruang ekonomi seperti CFD Haurwangi menjadi sesuatu yang patut dipertahankan.

Pasar Minggu Haurwangi telah membuktikan bahwa ketika masyarakat diberi ruang, UMKM diberi kesempatan dan pengelola terus berinovasi, aktivitas ekonomi rakyat masih bisa bergerak.

CFD Hawai boleh dihantam krisis, boleh kehilangan pengurus lama, dan boleh menghadapi pasang-surut daya beli. Tetapi selama masyarakat masih datang dan UMKM masih berjualan, Pasar Minggu Haurwangi belum kehilangan denyut kehidupannya. ***KH.E

KABAR CIEPAT — Menyoroti, Mengawal, dan Memberitakan dari Masyarakat.
Share:

Sabtu, 29 Agustus 2026

UMKM Tak Cukup Sekadar Jualan, KKN STAI NU Dorong Pelaku Usaha Desa Naik Kelas Lewat Legalitas dan Digitalisasi

KabarCiepat.com ||CIANJUR – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Produk yang bagus tidak otomatis menjamin usaha berkembang jika tidak ditopang legalitas, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta strategi pemasaran yang tepat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Pengembangan UMKM yang digelar KKN STAI NU berbasis Fiqih Muamalah di Aula Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/8/2026).

Mengangkat tema “Penguatan UMKM melalui Legalitas Usaha, Digitalisasi dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat,” seminar tersebut secara khusus menyasar pelaku UMKM Desa Ramasari.

Kegiatan juga diikuti peserta KKN dari desa lainnya di wilayah Kecamatan Haurwangi.
Seminar dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi oleh Kavin Ainulyakin.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Endang Hidayat, M.Ag., memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Sementara Pemerintah Desa Ramasari diwakili Sekretaris Desa, Sabar Hardiman, yang menyampaikan kata-kata pembukaan mewakili Pj. Kepala Desa.

Dua akademisi dihadirkan sebagai narasumber, yakni Assoc. Prof. Dr. Windy Dian Sari, M.Pd. dan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A.
UMKM Jangan Hanya Berorientasi Jualan

Windy Dian Sari memberikan penekanan bahwa membangun UMKM tidak cukup hanya dengan memiliki produk kemudian menjualnya. Menurutnya, usaha membutuhkan fondasi yang kuat agar mampu bertahan dan berkembang.

Ia menggunakan analogi akar, batang, dan daun untuk menggambarkan tiga aspek utama pengembangan UMKM.

Legalitas disebut sebagai akar usaha. Pelaku UMKM didorong memahami pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, label halal, serta berbagai legalitas lain yang sesuai dengan jenis usaha dan produknya.

Tanpa fondasi legalitas yang memadai, ruang pelaku usaha untuk mengembangkan pasar dan membangun kepercayaan konsumen dapat menjadi terbatas.

Selanjutnya, digitalisasi diibaratkan sebagai batang yang menopang pertumbuhan usaha. Pelaku UMKM dituntut tidak gagap teknologi dan mulai memanfaatkan perangkat yang sudah dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk telepon seluler serta berbagai platform digital seperti TikTok dan Shopee.

Teknologi, menurut materi yang disampaikan, bukan sekadar alat untuk mengikuti tren, tetapi dapat menjadi sarana memperluas jangkauan konsumen dan membuka akses pasar baru.

Sementara promosi dan pemasaran menjadi daun yang membuat usaha terlihat oleh pasar.

Branding, kemasan, cerita di balik produk, serta kemampuan membangun jaringan dan berkolaborasi menjadi bagian yang dinilai penting dalam memperkuat posisi produk UMKM.

Dengan kata lain, produk lokal tidak cukup hanya “enak atau bagus”, tetapi harus mampu memiliki identitas, legalitas, kemasan, cerita, serta strategi pemasaran yang membuat konsumen tertarik dan percaya.

Kepercayaan dan Akses Pasar Jadi Kunci

Sementara itu, Ahmad Zain Sarnoto menyoroti aspek lain yang tidak kalah penting, yakni kepercayaan, akses pasar, kemitraan, dan pertumbuhan.

Menurutnya, keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga bagaimana pelaku usaha membangun kepercayaan dengan konsumen dan mitra.

Akses pasar juga menjadi tantangan tersendiri. Produk yang hanya berputar di lingkungan sekitar akan sulit berkembang apabila pelaku usaha tidak berani membangun jaringan yang lebih luas.

Karena itu, kemitraan menjadi salah satu strategi yang perlu diperkuat. Pelaku UMKM dapat membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas pemasaran, meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan.

KKN Didorong Tak Sekadar Seremoni

Seminar tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak harus berhenti pada agenda seremonial atau kegiatan formal di masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis Fiqih Muamalah, KKN STAI NU berupaya membawa isu penguatan ekonomi masyarakat ke ruang edukasi yang lebih praktis, khususnya bagi pelaku UMKM.

Tantangannya kini berada pada tahap setelah seminar: apakah pengetahuan mengenai legalitas, digitalisasi dan pemasaran tersebut benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku UMKM?

Sebab, keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang hadir dalam seminar, tetapi dari sejauh mana pelaku usaha mampu mengurus legalitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pemasaran, membangun kemitraan, dan meningkatkan kualitas usahanya secara berkelanjutan.

Seminar di Desa Ramasari diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong UMKM desa tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas, mandiri, dan memiliki daya saing di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan pasar digital. ***Red/Kh.E
Share:

Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari Siap Meriahkan Hari Jadi Cianjur ke-349 dan HUT RI ke-81

KabarCiepat.com || CIANJUR – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Sukasari bersama Karang Taruna Desa Sukasari akan menggelar Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 30 Agustus 2026, dengan titik pemberangkatan di Stasiun Cilaku pada pukul 06.00 WIB.
Jalan sehat mengusung konsep napak tilas batas wilayah Desa Sukasari, dengan rute yang telah ditentukan, yakni Cilaku Kaum – Nyelempet – Geger Bitung.

Selain menjadi sarana olahraga untuk menjaga kebugaran, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap lingkungan dan wilayah Desa Sukasari.

Kepala Desa Sukasari Daden Supriatman turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemuda tersebut.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukasari, Teri Usman, mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan memperkuat kebersamaan.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga. Selain menjaga kesehatan, melalui napak tilas ini masyarakat juga dapat lebih mengenal wilayah dan sejarah lingkungan Desa Sukasari. Kami berharap warga dapat berpartisipasi dengan antusias dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan,” ujar Teri Usman.

Menurutnya, Karang Taruna bersama Pemerintah Desa Sukasari berupaya menghadirkan kegiatan positif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Semarak kegiatan juga akan semakin bertambah dengan disiapkannya berbagai doorprize menarik bagi peserta. Berdasarkan informasi panitia, sejumlah hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, sepeda, televisi, kulkas, dan kipas angin.

“Tentu kami berharap masyarakat tidak hanya datang karena doorprize. Yang paling penting adalah kita bisa berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi dan merayakan momentum Hari Jadi Cianjur serta HUT Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan,” tambahnya.

Panitia juga menginformasikan bahwa tiket jalan sehat tersedia dan dapat dibeli langsung di lokasi.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, kesehatan dan kemerdekaan, kegiatan Jalan Sehat Napak Tilas Batas Desa Sukasari diharapkan berlangsung meriah serta menjadi salah satu kegiatan positif dalam memperingati Hari Jadi Cianjur ke-349 dan HUT RI ke-81.
***Red/Dani
Share:

Dua Tahun Pimpin Polsek Sukaluyu, AKP Ahmad Tri Lesmana Gelar Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat

CIANJUR, KabarCiepat.com — Kapolsek Sukaluyu AKP Ahmad Tri Lesmana, S.H., M.M. menggelar kegiatan silaturahmi bersama unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran TNI-Polri di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Sabtu, 29/08/2026

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus ungkapan terima kasih AKP Ahmad Tri Lesmana kepada berbagai pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Kecamatan Sukaluyu.

Dalam sambutannya, AKP Ahmad Tri Lesmana menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki maksud lain selain mempererat hubungan dan kebersamaan.
      foto bersama Forkopincam sukaluyu
“Intinya rasa kasih sayang kami ingin mengumpulkan bapak-bapak dan ibu-ibu di malam ini, untuk kita sama-sama bisa ngopi bersama, makan bersama. Tidak ada maksud lain,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memfasilitasi kegiatan, termasuk penggunaan gedung PGRI sebagai tempat berlangsungnya acara.

Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Puskesmas Sukaluyu, Ketua RW, Ketua APDESI beserta para kepala desa, Ketua Karang Taruna, Ketua PKK Kecamatan Sukaluyu beserta jajaran, anggota Polres Cianjur, anggota Polsek Sukaluyu, Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan organisasi.
   Foto Bersama Jajaran Polsek Sukaluyu 
AKP Ahmad Tri Lesmana juga memberikan apresiasi kepada Danposmil yang selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan di wilayah Kecamatan Sukaluyu.

“Pak Kaposmil yang selalu mendampingi setiap waktu, dari mulai awal sampai akhir. Terima kasih, Pak Kaposmil,” ungkapnya.

Dua Tahun Mengabdi di Sukaluyu

Dalam kesempatan tersebut, AKP Ahmad Tri Lesmana mengungkapkan bahwa dirinya mulai menjabat sebagai Kapolsek Sukaluyu pada Juli 2024.

Selama kurang lebih dua tahun bertugas, berbagai pengalaman telah dilalui bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat Sukaluyu. Bahkan, dirinya telah tiga kali mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia selama bertugas di wilayah tersebut.
       Foto Bersama ibu Bayangkari Polsek
                            Sukaluyu 

“Dulu TR kami di bulan Juli 2024. Kemudian kami kemarin mendapatkan telegram, surat perintah dari Polda Jabar itu bulan Agustus 2026. Jadi kami sudah dua tahun, lebih sedikit, hampir dua tahun pas,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu kesan yang masih diingat ketika pertama kali bertugas di Cianjur adalah kondisi cuaca. Cianjur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki udara sejuk, namun ketika pertama datang bertugas, ia justru merasakan suasana yang cukup panas.

Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga hubungan baik antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat.

Kebersamaan dan komunikasi yang telah terbangun selama ini dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kecamatan Sukaluyu.

Kegiatan berlangsung secara sederhana dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan makan bersama serta ramah tamah antara AKP Ahmad Tri Lesmana bersama para tamu undangan. ***Red/kie 
Share:

Jumat, 28 Agustus 2026

Bukan Sekadar Jalan Santai! Fun Walk Kemerdekaan di Cianjur Satukan Siswa, Orang Tua dan Guru


CIANJUR, KabarCiepat.com — Suasana berbeda mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Cianjur. Bukan hanya upacara atau perlombaan, keluarga besar sekolah memilih merayakannya dengan Fun Walk yang melibatkan siswa, orang tua hingga para guru.

Sejak pagi, suasana kebersamaan sudah terasa. Para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti jalan santai bersama ayah dan bunda mereka, menyusuri kawasan Cianjur Kota dalam balutan semangat kemerdekaan.

Namun, kegiatan ini ternyata bukan sekadar jalan santai.

Fun Walk tersebut sengaja dikemas sebagai ajang family gathering, sehingga orang tua tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut hadir dan mendampingi anak-anak mereka sepanjang kegiatan.

Andri Nurdiansyah selaku panitia mengatakan, pemilihan akhir pekan menjadi salah satu strategi agar lebih banyak orang tua dapat hadir bersama anak.

«“Temanya Semarak Kemerdekaan RI yang ke-81. Kegiatannya dikemas dalam acara Fun Walk untuk family gathering. Jadi ayah, ibu dan anak bersama-sama jalan santai mengelilingi area Cianjur Kota,” ujar Andri.»

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara orang tua, guru dan keluarga siswa.

“Orang tua bisa membersamai anak, bersilaturahmi dengan guru-guru dan orang tua yang lain, sekaligus membimbing dan mendampingi anak dalam kegiatan kemerdekaan,” katanya.

Yang Bikin Menarik: Peserta Tidak Dipungut Biaya

Hal lain yang membuat kegiatan ini terasa berbeda, peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan dukungan dari para orang tua siswa.

“Tidak ada pendaftaran. Kita semuanya gratis. Karena ini semuanya dari orang tua, dikelola oleh orang tua, kembali lagi juga untuk orang tua,” ungkap Andri.

Keterlibatan orang tua bahkan tidak berhenti sebagai peserta. Mereka juga mengambil bagian dalam kepanitiaan dan membantu berbagai kebutuhan teknis kegiatan.

Persiapan telah dilakukan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Pihak guru turut mendukung, sementara sebagian besar pelaksanaan kegiatan ditangani langsung oleh para orang tua.

“Panitia juga semuanya dari orang tua. Saya hanya panitia dari pihak guru. Semuanya banyak dipegang oleh orang tua dan alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.

Camat Buka Acara, Polisi Kawal Peserta

Kemeriahan Fun Walk semakin lengkap dengan dukungan unsur pemerintahan dan keamanan.

Andri menyampaikan, kegiatan tersebut dibuka oleh Camat. Sementara personel kepolisian dari Polsek turut melakukan pengawalan terhadap barisan peserta sejak awal hingga kegiatan selesai.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Ada Pak Camat yang membuka dan dari pihak Polsek mengawal barisan dari awal sampai akhir,” kata Andri.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan, bantuan dan partisipasi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur yang ikut mendukung sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Terima kasih atas kerja sama, bantuan, dukungan dan partisipasinya. Terima kasih juga kepada semua pihak dan donatur yang sudah memberikan dukungan,” tuturnya.

Kemerdekaan Dirayakan Bersama Keluarga

Bagi keluarga besar sekolah, Fun Walk menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara sederhana namun bermakna.

Langkah demi langkah yang dilakukan siswa bersama orang tua bukan hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi kesempatan membangun kedekatan keluarga serta memperkuat komunikasi antara orang tua dan sekolah.

Kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi juga tentang membangun generasi masa depan bersama.

Dan pagi itu, semangat tersebut hadir di jalanan Cianjur melalui satu kegiatan sederhana: Fun Walk, jalan bersama keluarga, merayakan Indonesia ke-81.

(Dani /Red/KabarCiepat.com) 
Share:

APBD BANDUNG BARAT 2026: BELANJA DAERAH Rp3,20 TRILIUN, REALISASI BARU 48,63 PERSEN Belanja Modal Jadi Sorotan, Baru Terealisasi Rp34,26 Miliar atau 14,96 Persen

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian. Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, total anggaran belanja daerah Kabupaten Bandung Barat mencapai Rp3,202 triliun, sementara realisasinya hingga Agustus 2026 tercatat Rp1,557 triliun atau 48,63 persen. 

Data tersebut tercantum dalam Portal Data SIKD DJPK Kementerian Keuangan dengan keterangan “Data APBD Pergeseran, realisasi APBD s.d. Agustus 2026”, dan data diterima SIKD per 27 Agustus 2026. 

Yang menarik perhatian adalah realisasi belanja modal. Dari pagu sebesar Rp229,04 miliar, hingga Agustus 2026 baru terealisasi sekitar Rp34,26 miliar atau 14,96 persen. 

Rendahnya realisasi belanja modal tersebut menjadi penting untuk dicermati karena belanja modal berkaitan dengan pembangunan dan pengadaan aset daerah yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat.

Sementara itu, belanja pegawai memiliki pagu sebesar Rp1,345 triliun, dengan realisasi mencapai Rp823,78 miliar atau 61,22 persen. Sedangkan belanja barang dan jasa memiliki pagu Rp1,041 triliun, dengan realisasi Rp464,77 miliar atau 44,62 persen. 

Pendapatan Daerah Tembus 51,99 Persen
Dari sisi pendapatan, Kabupaten Bandung Barat pada 2026 memiliki target pendapatan daerah sebesar Rp3,140 triliun. Hingga Agustus, realisasinya mencapai Rp1,632 triliun atau 51,99 persen. 

Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp1,078 triliun, dengan realisasi Rp489,79 miliar atau 45,40 persen.

Untuk pajak daerah, dari target Rp816,20 miliar, realisasi mencapai Rp357,57 miliar atau 43,81 persen. Sementara retribusi daerah dari target Rp249,14 miliar terealisasi Rp123,98 miliar atau 49,76 persen. 

Adapun transfer dari pemerintah pusat atau TKDD memiliki pagu Rp1,849 triliun, dengan realisasi Rp1,028 triliun atau 55,60 persen. 

Pertanyaan Publik: Mengapa Belanja Modal Masih 14,96 Persen?

Dengan memasuki penghujung Agustus 2026, rendahnya realisasi belanja modal patut menjadi perhatian publik, khususnya berkaitan dengan program pembangunan yang menggunakan APBD.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, program pembangunan apa saja yang menyebabkan realisasi belanja modal baru mencapai Rp34,26 miliar dari pagu Rp229,04 miliar?

Apakah sejumlah proyek masih dalam tahap perencanaan, proses pengadaan, kontrak, atau memang terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan?

Selain itu, perlu diketahui pula apakah rendahnya realisasi tersebut akan berdampak terhadap pencapaian target pembangunan Kabupaten Bandung Barat hingga akhir tahun anggaran.

Publik juga berhak mengetahui program dan kegiatan mana saja yang masuk dalam pos belanja modal Rp229,04 miliar, termasuk lokasi kegiatan, nilai masing-masing paket, pelaksana pekerjaan, progres fisik, serta target penyelesaiannya.

Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci
Data DJPK menunjukkan bahwa struktur APBD Bandung Barat 2026 cukup besar, dengan total pendapatan yang ditargetkan mencapai Rp3,140 triliun dan belanja daerah sebesar Rp3,202 triliun. 

Karena itu, transparansi dalam penggunaan anggaran menjadi penting. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai besarnya anggaran, tetapi juga ke mana anggaran tersebut dibelanjakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.

KabarCiepat.com mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan perangkat daerah terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai rendahnya realisasi belanja modal tersebut, termasuk rincian program dan proyek yang berada di dalamnya.

Data ini merupakan data resmi Portal Data SIKD/DJPK Kementerian Keuangan dan dapat menjadi bahan evaluasi publik terhadap pelaksanaan APBD Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026.

Sumber: Portal Data APBD – Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI.
Portal Data APBD DJPK Kementerian
Share:

Rabu, 26 Agustus 2026

Solidaritas Cianjur untuk NTT, Penutup Cianjur Fest 2026 Bersama BAZNAS Kabupaten Cianjur

CIANJUR, KabarCiepat.com — Malam penutupan Cianjur Fest 2026 tidak hanya diisi hiburan dan syiar keagamaan. Di Alun-Alun Cianjur, Minggu (23/8/2026), masyarakat justru menorehkan aksi kemanusiaan dengan menggalang dana bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

Kegiatan Gema Syiar yang digagas BAZNAS Kabupaten Cianjur tersebut berhasil menghimpun donasi sekitar Rp50 juta. Dana itu rencananya akan disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Acara yang berlangsung di pelataran Lapangan Al-Makmurin, Masjid Agung Cianjur, itu dihadiri jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah dan mustami, serta masyarakat umum yang memadati lokasi.

Donasi Datang dari Berbagai Pihak

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, Hilman Saukani, menjelaskan bahwa donasi tersebut berasal dari berbagai sumber dan merupakan hasil kepedulian bersama.

“Sebesar Rp10 juta berasal dari hadiah karnaval tingkat OPD, Rp10 juta dari karnaval tingkat kecamatan. BAZNAS Cianjur sendiri menyumbangkan Rp15.834.055. Selain itu, terkumpul Rp1.687.945 melalui donasi QRIS serta Rp12.478.000 dari para jamaah dan mustami,” ujar Hilman.

Menurut Hilman, aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Cianjur terhadap warga NTT yang sedang mengalami musibah.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Cianjur. Kami ingin meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang diuji musibah,” katanya.

Bagi Hilman, Gema Syiar Cianjur Fest 2026 memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan penutup rangkaian festival. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat Cianjur dapat diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu sesama.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, para tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

“Harapan kami, semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh. Sehingga ketika ada daerah lain yang membutuhkan bantuan, masyarakat Cianjur siap hadir dan bergerak bersama,” ujarnya.

Dengan terkumpulnya donasi sekitar Rp50 juta, Gema Syiar sekaligus menjadi penutup rangkaian Cianjur Fest 2026 dengan pesan kemanusiaan yang kuat:

Cianjur Peduli, Cianjur Bergerak, Cianjur Bersama untuk Kemanusiaan.

(Dani/KabarCiepat.com)
Share:

HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi 1448 H, Keluarga Besar H. Nana Rukmana Gelar Khitanan Massal dan Wayang Golek

KabarCiepat.com || KABUPATEN BANDUNG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berpadu dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Keluarga Besar H. Nana Rukmana menggelar khitanan massal gratis bertajuk “Sehat Anak Sholeh, Hebat Generasi Bangsa”, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut dipusatkan di Villa H. Nana Rukmana, Kampung Rancakasiat RT 02/RW 01, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, mulai pukul 07.00 WIB.

125 Anak dari Tiga Kabupaten Ikuti Khitanan Gratis

Sebanyak 125 anak dari Kabupaten Bandung, Garut, dan Cianjur mengikuti kegiatan khitanan massal tersebut.

Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap peserta juga memperoleh paket perlengkapan berupa kopeah, baju koko, sarung, serta kadeudeuh dari Keluarga Besar H. Nana Rukmana.

“Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, sholeh, dan punya bekal untuk menjadi generasi bangsa yang hebat. Ini bentuk bakti kami untuk masyarakat,” ujar H. Nana saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra mereka mengikuti khitanan massal di Villa H. Nana.

Dihadiri Bupati Bandung, Ditutup Pagelaran Wayang Golek

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, Camat Pameungpeuk, Kepala Desa Rancamulya, Kapolsek, Danramil Pameungpeuk, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bandung mengapresiasi kepedulian Keluarga Besar H. Nana Rukmana yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kegiatan sosial.

“Ketika kita diberikan rezeki oleh Allah, tentu rezeki itu tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga ada manfaat bagi orang lain,” ujar Bupati Bandung.

Kepada para peserta khitanan, Bupati berpesan agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, saleh, berakhlak mulia, serta berbakti kepada orang tua.

“Jangan takut bermimpi dan terus belajar untuk meraih cita-cita,” pesannya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang golek yang menampilkan dalang Yogaswara Sunarya Sunandar, putra mendiang maestro wayang golek Alm. Asep Sunandar Sunarya.

Alunan suling dan lantunan sinden turut mengiringi pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut.

“Wayang itu media dakwah. Lewat cerita, kita tanamkan nilai luhur, nasionalisme, dan akhlak Nabi kepada anak-anak,” kata salah seorang sesepuh keluarga.

Menanamkan Semangat Gotong Royong

Bagi Keluarga Besar H. Nana Rukmana, kegiatan sosial tersebut bukan kali pertama digelar. Villa H. Nana selama ini dikenal masyarakat Rancamulya sebagai salah satu tempat berlangsungnya berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Penyelenggaraan kegiatan yang memadukan peringatan HUT RI dan Maulid Nabi dinilai menjadi momentum untuk menanamkan dua nilai penting kepada generasi muda, yakni cinta tanah air dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Kami ingin kegiatan sosial atas nama H. Nana terus hidup. Gotong royong, berbagi, dan memuliakan anak yatim serta dhuafa,” ungkap perwakilan keluarga.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kesehatan seluruh peserta, serta keberkahan bagi masyarakat.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan khitanan massal. Bagi 125 anak peserta, kegiatan itu juga menjadi pengalaman sekaligus bentuk kepedulian sosial yang mempertemukan semangat kemerdekaan, nilai keagamaan, budaya Sunda, dan tradisi gotong royong di tengah masyarakat. ***(Fendy)
Share:

Senin, 24 Agustus 2026

Gelar Temu Tokoh dan Silaturahmi, Ketua DPRD Cianjur Serap Aspirasi Masyarakat


KabarCiepat.com || CIANJUR, Jawa Barat — Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., menggelar kegiatan “Temu Tokoh & Silaturahmi” di Grand Bydiel Hotel, Cianjur, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih intensif antara pimpinan DPRD dengan para tokoh masyarakat dan unsur terkait di Kabupaten Cianjur.

Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang diisi dengan dialog serta penyampaian berbagai masukan mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, harapan, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah dan DPRD.

Dalam sambutannya, Ir. Hj. Metty Triantika menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tokoh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat harus terus dibangun secara terbuka agar berbagai kebijakan pembangunan dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

«“Melalui silaturahmi ini, kita dapat saling mengisi dan memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, dan tokoh masyarakat. Aspirasi dan masukan yang disampaikan menjadi acuan penting bagi kami di DPRD dalam mengawal kebijakan pembangunan yang tepat sasaran serta menjawab kebutuhan masyarakat secara riil,” ujar Metty.»

Ia menegaskan, DPRD Kabupaten Cianjur memiliki komitmen untuk tetap membuka ruang komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai elemen.

Aspirasi yang muncul dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan fungsi DPRD, baik dalam aspek legislasi, penganggaran maupun pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Selain dialog interaktif, kegiatan juga diisi dengan pembahasan sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat serta doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kabupaten Cianjur.

Pertemuan tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan komunikasi yang terus terjalin, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi melalui mekanisme pemerintahan yang sesuai.

Ketua DPRD Cianjur pun menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan membangun komunikasi dua arah secara berkelanjutan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti dalam forum silaturahmi, tetapi dapat menjadi bahan dalam mengawal arah pembangunan Kabupaten Cianjur agar semakin berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. ***(Redaksi/Dani)
Share:

Wartawan Geruduk Kejari Kabupaten Sukabumi, Soroti Keterbukaan Informasi dan Dugaan Perlakuan Diskriminatif


KabarCiepat.com || SUKABUMI — Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Solidaritas Sukabumi (FWSS) menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Senin (24/8/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kontrol sosial insan pers terhadap keterbukaan informasi, pola komunikasi, serta pelayanan terhadap wartawan di lingkungan Kejari Kabupaten Sukabumi.

FWSS menilai akses informasi publik menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas jurnalistik. Terlebih, sejumlah informasi yang dipersoalkan berkaitan dengan proyek strategis pemerintah yang mendapatkan pendampingan atau pengawalan dari Kejaksaan.

Massa meminta Kejari Kabupaten Sukabumi memberikan kejelasan mengenai informasi dasar proyek yang menjadi kepentingan publik, termasuk mekanisme memperoleh informasi dan siapa pejabat yang berwenang memberikan keterangan kepada wartawan.

Soroti Dugaan Perlakuan Berbeda

Selain persoalan keterbukaan informasi, massa juga menyoroti dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap wartawan dalam memperoleh akses informasi maupun melakukan konfirmasi.

FWSS meminta agar seluruh insan pers mendapatkan kesempatan yang proporsional dalam menjalankan tugas jurnalistik, tanpa membedakan organisasi profesi, perusahaan media, maupun latar belakang wartawan.

Menurut massa, keterbukaan komunikasi antara aparat penegak hukum dan pers diperlukan agar pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat dapat berdasarkan informasi resmi dan terverifikasi.

Dugaan Adu Domba Antarwartawan Disorot

Persoalan kemudian mengerucut pada pola komunikasi yang dikaitkan massa dengan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kabupaten Sukabumi.

Perwakilan massa, M. Afnan, menyampaikan adanya dugaan pola komunikasi yang dinilai berpotensi menimbulkan perpecahan di antara wartawan dari organisasi maupun media yang berbeda.

“Kami menduga ada indikasi praktik mengadu domba wartawan yang berada di beberapa organisasi profesi. Ini yang menjadi salah satu perhatian kami dalam aksi hari ini,” ujar Afnan.

Namun, dugaan tersebut masih merupakan aspirasi dan penilaian dari massa aksi, bukan kesimpulan hukum. Karena itu, FWSS mendorong agar persoalan tersebut dievaluasi secara internal dan diklarifikasi secara terbuka oleh pihak Kejari Kabupaten Sukabumi.

Massa Desak Evaluasi hingga Muncul Tuntutan Pencopotan Kasi Intel

Situasi aksi kemudian menghangat ketika massa mendesak agar Kasi Intel Kejari Kabupaten Sukabumi dievaluasi, bahkan muncul tuntutan agar pejabat tersebut dicopot dari jabatannya.

Tuntutan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan sejumlah persoalan yang sebelumnya disampaikan FWSS, mulai dari keterbukaan informasi, akses konfirmasi wartawan, dugaan perlakuan diskriminatif, hingga kekhawatiran terjadinya pembenturan antarwartawan.

FWSS juga mendorong Kejari Kabupaten Sukabumi membuka ruang dialog resmi dengan organisasi maupun komunitas wartawan untuk menyelesaikan persoalan komunikasi yang berkembang.

Kajari Temui Massa, Janjikan Evaluasi

Di tengah aksi, Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Tumpal Eben Ezer, menemui massa dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Tumpal menyatakan persoalan yang disampaikan wartawan akan dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan proses yang berlaku.

Ketika massa meminta kepastian mengenai batas waktu penyelesaian tuntutan, Kajari menyampaikan belum dapat memberikan tenggat secara pasti karena proses evaluasi dan tindak lanjut masih berjalan.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak Kejari, massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Pengamanan di sekitar Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polres Sukabumi.

Menunggu Hasil Evaluasi Kejari

Aksi FWSS pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai akses informasi, tetapi berkembang menjadi sorotan terhadap pola komunikasi antara pejabat Kejaksaan dan insan pers.

Kini, publik menunggu langkah konkret Kejari Kabupaten Sukabumi menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk hasil evaluasi terhadap pola komunikasi yang dipersoalkan serta kejelasan mekanisme pelayanan informasi bagi wartawan.

Sementara itu, dugaan adanya upaya mengadu domba antarwartawan maupun tuntutan pencopotan Kasi Intel masih sebatas aspirasi massa aksi dan belum dapat disebut sebagai fakta atau kesimpulan hukum.

Kejari Kabupaten Sukabumi telah menyatakan akan melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Karena itu, hasil evaluasi serta klarifikasi resmi dari pihak Kejari menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. ***Red 

Share:

Minggu, 23 Agustus 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Cianjur, HIPMI Usung Program KUR Rp100 Juta Tanpa Jaminan untuk UMKM

KabarCiepat.com || CIANJUR — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Kabupaten Cianjur periode 2026–2029 menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan investasi. Senin, 24/8/2026

Langkah awal kepengurusan baru HIPMI Cianjur akan ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Forum tersebut akan menjadi momentum untuk merumuskan sekaligus memaparkan program kerja masing-masing bidang agar berjalan sesuai dengan Pedoman Organisasi (PO) HIPMI.

Ketua Terpilih HIPMI BPC Kabupaten Cianjur mengatakan, HIPMI harus hadir sebagai rumah sekaligus fasilitator bagi pelaku usaha dan masyarakat Cianjur tanpa membedakan latar belakang.

«“Bagi saya seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur sama saja, tidak ada keistimewaan khusus baik bagi anggota HIPMI maupun masyarakat umum. Kami justru ingin memfasilitasi banyaknya keluhan UMKM terkait permodalan dan akses perizinan. HIPMI Cianjur hadir memberikan kemudahan berusaha di Kabupaten Cianjur,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.»

Dorong Akses Modal UMKM
Salah satu program yang menjadi perhatian utama HIPMI Cianjur adalah persoalan permodalan UMKM. Untuk itu, HIPMI mengaku telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bank BJB dan tengah menjajaki kerja sama serupa dengan perbankan yang tergabung dalam Himbara.

Melalui skema tersebut, HIPMI Cianjur mengusung program unggulan “Satu UMKM KUR Rp100 Juta” yang ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan guna mengembangkan usahanya.

«“Kami mengupayakan pinjaman KUR hingga Rp100 juta tanpa jaminan yang akan disosialisasikan kepada para pelaku UMKM yang belum memiliki modal untuk berkembang,” tambahnya.»
Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan klasik UMKM, yakni keterbatasan modal dan sulitnya memperoleh akses pembiayaan formal.

Meski demikian, realisasi KUR tetap akan mengikuti ketentuan, persyaratan, dan kebijakan bank penyalur. Karena itu, HIPMI Cianjur berperan mendorong akses dan sosialisasi agar pelaku UMKM memahami mekanisme pembiayaan yang tersedia.

Target Investasi hingga 50 Persen

Tidak hanya UMKM, HIPMI Cianjur juga memasang target peningkatan investasi daerah selama tiga tahun masa kepemimpinan.

Target tersebut dirancang secara bertahap, yakni 25 persen pada tahun pertama, 25 persen pada tahun kedua, dan 50 persen pada tahun ketiga.

HIPMI menilai peningkatan investasi membutuhkan iklim usaha yang kondusif, kemudahan perizinan, kepastian berusaha serta sinergi lintas sektor.

Untuk mewujudkan target tersebut, HIPMI Cianjur menyatakan siap membangun kolaborasi dengan unsur Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Cianjur, DPRD, Kodim, Polres, Kejaksaan Negeri, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas serta seluruh unsur pentahelix.

Kepengurusan HIPMI Cianjur periode 2026–2029 berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan lebih banyak peluang usaha, memperluas akses permodalan, meningkatkan investasi dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Cianjur.

HIPMI Cianjur menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan pelaku UMKM dan masyarakat. ***Jhd
Share:

KDS Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi ASN Pemkab Bandung yang Terbukti Judi Online

KabarCiepat.com || Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta data ASN yang terindikasi terlibat judi online segera diverifikasi. Jika terbukti merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung, KDS menegaskan akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan disiplin ASN.

KDS mengatakan, informasi yang beredar menyebut 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025, dengan nilai deposit sekitar Rp6,59 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 613 ASN dengan deposit sekitar Rp5,51 miliar.

“Saya sangat kecewa. Tetapi sebagai kepala daerah, kita juga harus bertindak berdasarkan data yang benar dan asas keadilan,” ujar KDS dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, data tersebut belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh 1.066 orang merupakan ASN Pemkab Bandung. Karena itu, ia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan pencocokan by name by address dengan data kepegawaian Pemkab Bandung.
“Saya sudah meminta agar proses verifikasi dilakukan secepatnya. Jangan ditutup-tutupi dan jangan ada yang dilindungi,” tegasnya.

KDS menegaskan, apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya ASN Pemkab Bandung yang terbukti bermain judi online, maka yang bersangkutan harus diproses sesuai ketentuan disiplin ASN dan peraturan perundang-undangan.

“Kalau terbukti ada ASN Pemkab Bandung yang melakukan judi online, saya minta diproses dan diberikan tindakan tegas,” katanya.

Ia menilai keterlibatan ASN dalam judi online bukan persoalan sepele karena menyangkut integritas aparatur pemerintah. ASN, kata KDS, seharusnya menjadi teladan dalam disiplin, etika, tanggung jawab dan ketaatan terhadap hukum.

Karena itu, KDS meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat dan pimpinan unit kerja memperkuat pengawasan terhadap pegawai. Sosialisasi mengenai bahaya judi online juga diminta ditingkatkan.

“Berhenti kalau masih ada yang bermain judi online. Berhenti sekarang juga. Jangan menunggu dipanggil atau diperiksa,” ujarnya.

KDS juga membuka peluang Pemkab Bandung berkoordinasi dengan PPATK, aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk memperkuat langkah pencegahan.

Menurutnya, persoalan judi online sudah berkembang menjadi masalah sosial dan ekonomi yang lebih luas. Ia mengutip data PPATK yang menyebut nilai perputaran dana judi online secara nasional mencapai sekitar Rp86,82 triliun pada semester I 2026, dengan deposit sekitar Rp22,05 triliun.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan individu. Judi online sudah menjadi ancaman sosial dan ekonomi,” katanya.

KDS mengingatkan, kecanduan judi online juga dapat memicu persoalan ekonomi pribadi, utang, gangguan konsentrasi kerja hingga berpotensi menimbulkan persoalan integritas.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak langsung menghakimi seluruh ASN Kabupaten Bandung karena proses verifikasi masih berlangsung.

“Kita tetap harus berpegang pada fakta. Tetapi satu hal tidak boleh ditawar. Kalau nanti terbukti ada ASN Pemkab Bandung yang terlibat judi online, kami tidak akan menutup mata,” tegas KDS.

Ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga integritas aparatur sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Bandung. ***Fendy
Share:

Sabtu, 22 Agustus 2026

Desa Jambudipa Meriahkan HUT RI ke-81 Sekaligus Peringatan Maulid Nabi SAW 1448 H dengan Penuh Khidmat

Cisarua, KabarCiepat.com — Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan tampak terasa di halaman Kantor Desa Jambudipa pada Sabtu malam. Pemerintah Desa Jambudipa menggelar acara peringatan ganda yang sangat meriah, yakni perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 serta Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi.

Acara yang dipusatkan di halaman kantor desa ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, unsur muspika, serta ratusan warga setempat yang memadati lokasi sejak malam mulai beranjak.

Kehadiran Tokoh Penting dan Aparat Setempat
Kemeriahan acara ini semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah tokoh penting di wilayah Kecamatan Cisarua. Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak hadir Kepala Desa Jambudipa bersama jajaran, perwakilan Camat Cisarua, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Jambudipa, serta para tokoh agama setempat.

Sinergi antar-lembaga juga terlihat jelas dengan hadirnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut mengawal kelancaran jalannya kegiatan. 
Tak ketinggalan, para ketua RT, RW, serta lembaga kemasyarakatan desa turut berpartisipasi aktif menyukseskan malam puncak peringatan tersebut.

Masyarakat Desa Jambudipa menyambut rangkaian acara ini dengan antusiasme yang luar biasa. Warga dari berbagai kalangan umur tampak memadati area halaman desa untuk mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Kepala Desa Jambudipa Cece Suryadi dalam Sambutan nya assalamualaikum wr Wb Alhamdulillah hari ini kita Bisa Berkumpul 
dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid Nabi menciptakan suasana yang sarat makna. Saya juga Berterimakasih kepada panitia yang Yang sudah Membantu Acara ini sampe sukses Di gelar* tuturnya

Acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, bersholawat bersama, serta tausiah keagamaan yang mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemerintah Desa Jambudipa berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat Desa Jambudipa.*pungaksnya

RED : AJI
Share:

Jelang HUT ke-25, Partai Demokrat Kabupaten Cianjur Gelar Lomba Rakyat dan Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat


KabarCiepat.com || CIANJUR — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cianjur menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Lomba Rakyat Partai Demokrat Kabupaten Cianjur”, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Perum Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, tersebut diwarnai berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat, mulai dari jalan sehat, senam sehat, hingga perlombaan tradisional dan kegiatan pelaku UMKM.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Hj. Lilis Roy, tampak hadir dan berbaur bersama jajaran pengurus, kader serta masyarakat. Sejumlah kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dominasi warna biru yang menjadi identitas Partai Demokrat.

Selain menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi partai untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Beragam perlombaan rakyat seperti balap karung, memasukkan paku ke botol, estafet terigu, tarik tambang, hingga kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM turut memeriahkan acara.

Kehadiran UMKM dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian. Ruang promosi bagi pelaku usaha lokal dinilai penting agar kegiatan politik dan sosial tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hj. Lilis Roy bersama jajaran Demokrat Kabupaten Cianjur terlihat mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan sekaligus menyapa masyarakat yang hadir. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara kader partai dengan masyarakat di tingkat bawah.

Di tengah persiapan menuju usia seperempat abad, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk menegaskan kembali pentingnya keberadaan partai di tengah masyarakat.

“Lomba Rakyat” yang dikemas dengan olahraga, hiburan, perlombaan tradisional dan pemberdayaan UMKM menunjukkan bahwa peringatan HUT partai tidak semata-mata dilakukan melalui kegiatan internal, tetapi juga diarahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perayaan menjelang HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus mempererat kebersamaan antara pengurus, kader dan masyarakat Kabupaten Cianjur.

KabarCiepat.com — Mengabarkan dari Cianjur, untuk masyarakat. ***Dani
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa