KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Dekranasda Kabupaten Bandung Barat didorong untuk meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada kegiatan dan pameran. Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, keberadaan Dekranasda harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi perajin dan pelaku usaha lokal, terutama dalam membawa produk mereka naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Pesan tersebut menjadi sorotan di tengah tuntutan agar potensi kerajinan dan produk lokal Bandung Barat tidak berhenti sebagai komoditas yang dipamerkan dalam berbagai agenda seremonial.
Bersama Syahnaz Sadiqah, Bupati Jeje mendorong Dekranasda memperkuat perannya sebagai penggerak pengembangan usaha, bukan sekadar penyelenggara kegiatan.
Menurut Jeje, ukuran keberhasilan Dekranasda semestinya tidak berhenti pada berapa banyak kegiatan yang terlaksana. Lebih jauh, harus terlihat dari berapa banyak perajin dan pelaku usaha yang mengalami peningkatan kualitas, omzet, jaringan pemasaran, serta daya saing produknya.
“Keberhasilan Dekranasda harus terlihat dari semakin banyaknya pelaku usaha dan perajin lokal yang berkembang dan memiliki daya saing,” tegas Jeje.
Untuk mencapai target tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian. Mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan inovasi dan kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, perluasan akses pemasaran hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Transformasi digital juga dinilai menjadi kebutuhan penting. Produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan penjualan secara konvensional, tetapi harus mampu memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan konsumen.
Di sisi lain, akses pasar menjadi pekerjaan penting yang tidak bisa diabaikan. Produk yang memiliki kualitas dan kreativitas tinggi akan sulit berkembang apabila tidak dibarengi dengan jaringan pemasaran yang kuat.
Karena itu, Dekranasda Bandung Barat dituntut mampu menjembatani perajin dengan berbagai peluang, termasuk pelaku usaha, dunia industri, komunitas, sektor swasta, hingga pasar yang lebih luas.
Tantangannya kini bukan lagi seberapa sering produk lokal dipamerkan, tetapi seberapa jauh produk tersebut mampu terjual, berkembang, dan bersaing.
Dorongan Bupati Jeje tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Dekranasda Bandung Barat. Pameran diharapkan tidak berhenti sebagai etalase sesaat, melainkan menjadi pintu masuk bagi perajin lokal untuk mendapatkan pasar, jejaring, pembinaan dan peluang usaha yang berkelanjutan.
Jika arah tersebut benar-benar dijalankan, keberadaan Dekranasda tidak hanya terlihat dalam kalender kegiatan pemerintah daerah, tetapi dapat diukur melalui perubahan nyata pada kehidupan ekonomi para perajin dan pelaku usaha lokal Bandung Barat. ***Red/kie






0 comments:
Posting Komentar