KabarCiepat.com || CIANJUR — Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Kecamatan Cianjur terus mematangkan berbagai program dalam rangka menyambut Hari PGRI, HUT PGRI, serta Hari Guru Nasional. Salah satu fokus yang didorong adalah peningkatan kualitas pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.
PC PGRI Kecamatan Cianjur menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperkuat karakter, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai Gapura Panca Waluya, yang meliputi Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu landasan dalam membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
Khusus di Cianjur, PC PGRI Kecamatan Cianjur juga mendorong penguatan Tiga Pilar Budaya Cianjur, yakni Ngaos, Mamaos, dan Maenpo, agar dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Dalam rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional, kami berkomitmen tidak hanya melaksanakan kegiatan olahraga, seni, dan keagamaan, tetapi juga menyisipkan kegiatan karya tulis ilmiah bagi para guru, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal,” demikian semangat yang disampaikan PC PGRI Kecamatan Cianjur.
Karya tulis yang nantinya dihasilkan oleh para guru di Kecamatan Cianjur tersebut direncanakan dihimpun menjadi sebuah antologi atau bunga rampai pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal.
Program tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi para pendidik untuk menuangkan gagasan, pengalaman, serta pemikiran mengenai model pendidikan yang tetap berakar pada budaya lokal.
PC PGRI Kecamatan Cianjur berharap kumpulan karya para guru tersebut nantinya tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga dapat menjadi referensi dan landasan pemikiran dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal di Cianjur.
Secara historis, gagasan tersebut juga tidak terlepas dari kekayaan peradaban Sunda yang memiliki sejarah panjang. Keberadaan berbagai peninggalan sejarah dan budaya, termasuk kawasan Gunung Padang, menjadi salah satu pengingat bahwa Jawa Barat memiliki warisan peradaban yang kuat.
Karena itu, nilai spiritualitas dan akar budaya Sunda dinilai penting untuk kembali dihadirkan dalam dunia pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap identitas dan budaya daerahnya.
Melalui rangkaian kegiatan menyambut Hari PGRI dan Hari Guru Nasional, PC PGRI Kecamatan Cianjur berkomitmen menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat peran guru, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun pendidikan yang tidak tercerabut dari budaya dan kearifan lokal.
Dengan semangat Ngaos, Mamaos, Maenpo dan Panca Waluya, pendidikan di Cianjur diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, baik, benar, pintar, serta terampil dalam menghadapi perkembangan zaman. ***Red/Dani






0 comments:
Posting Komentar