KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui ruang publik terus berkembang di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) atau Pasar Minggu Pagi Tagog–Kiara yang kini mulai menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk beraktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan.
Memasuki minggu ketiga, kegiatan yang berlangsung di Jalan Lama Rajamandala, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Minggu (9/8/2026), menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Jumlah pedagang yang ikut berjualan terus bertambah dari pekan ke pekan dan pada pelaksanaan kali ini disebut telah mencapai lebih dari 500 pedagang.
Perkembangan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan CFD Tagog–Kiara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan berkumpulnya warga pada Minggu pagi, tetapi juga berkembang sebagai ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat sekitar.
CFD Tagog–Kiara digelar setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dengan memanfaatkan kawasan Jalan Lama Rajamandala sebagai ruang aktivitas masyarakat dan perdagangan.
Dari 300, 400 hingga Lebih dari 500 Pedagang
Pertumbuhan jumlah pedagang terlihat sejak pelaksanaan perdana. Pada minggu pertama, kegiatan diikuti sekitar 300 pedagang lebih.
Jumlah tersebut kemudian meningkat pada minggu kedua menjadi lebih dari 400 pedagang. Memasuki minggu ketiga, jumlahnya kembali bertambah hingga mencapai lebih dari 500 pedagang.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa CFD Tagog–Kiara mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah Cipatat maupun sekitarnya.
Wadah Pengembangan UMKM Lokal
Ketua Forum RW Desa Mandalawangi sekaligus penanggung jawab CFD, Syafrizal, S.Pd., M.M., merupakan salah satu penggagas terbentuknya kelompok Pedagang Keliling Kecamatan Cipatat (UMKM) Bersatu.
Menurutnya, kegiatan Pasar Minggu Pagi/CFD lahir dari gagasan untuk memberikan ruang kepada para pedagang agar dapat mengembangkan potensi usaha mereka secara bersama-sama.
UMKM masyarakat, khususnya di Desa Mandalawangi dan Kecamatan Cipatat, dinilai perlu mendapatkan perhatian, wadah, fasilitasi, koordinasi serta pengembangan secara berkelanjutan.
Dengan adanya CFD, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga lokal.
Pelayanan dan Keamanan Disiapkan
Humas CFD Mandalawangi sekaligus Ketua RW 02, Asep Khaerudin, mengatakan perkembangan kegiatan sejak minggu pertama hingga minggu ketiga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, dari mulai awal CFD ini sampai ke minggu ke-3, perkembangannya sangat bagus. Kami dari pihak Humas dan Ketua Forum berharap kegiatan CFD ini terus meningkat untuk memberdayakan UMKM di wilayah Mandalawangi dan Kecamatan Cipatat, guna mengangkat perekonomian warga masyarakat.”
Selain menyediakan ruang bagi pedagang, pihak penyelenggara juga berupaya menyiapkan fasilitas pendukung agar kegiatan berlangsung aman dan nyaman.
“Selain area CFD, kami juga telah menyiapkan tim kesehatan, ambulans, hingga pengamanan secara menyeluruh agar kegiatan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.
Didorong Menjadi Kegiatan Berkelanjutan
Syafrizal menegaskan, penyelenggara akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan agar CFD Tagog–Kiara semakin tertata.
Ia juga mengajak masyarakat Kecamatan Cipatat dan Kabupaten Bandung Barat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut.
“Mudah-mudahan pelayanan kita semakin maksimal. Kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Cipatat dan masyarakat Bandung Barat pada umumnya, marilah bersama-sama meramaikan CFD ini untuk mendukung dan meningkatkan UMKM di Desa Mandalawangi dan sekitarnya.”
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut juga dibarengi dengan kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sehari sebelum pelaksanaan CFD minggu ketiga, jajaran Forum RW Desa Mandalawangi bersama para Ketua RW dan RT serta Panit Intel Polsek Cipatat IPTU Dadan Rustandi beserta personel membagikan bendera Merah Putih kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.
Pembagian bendera tersebut dilakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk turut menyemarakkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mendapat Perhatian Anggota DPRD KBB
Geliat CFD Tagog–Kiara pada minggu ketiga juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya melalui kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi II bidang perekonomian dan pendapatan dari Fraksi NasDem, Meti Melani.
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan perkembangan UMKM yang mulai tumbuh melalui kegiatan CFD di Desa Mandalawangi.
Penyelenggara berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir sehingga CFD Tagog–Kiara tidak berhenti sebagai kegiatan mingguan semata, tetapi dapat berkembang menjadi ruang ekonomi kerakyatan yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dengan pertumbuhan jumlah pedagang yang terus meningkat, CFD Tagog–Kiara kini menjadi salah satu gambaran geliat ekonomi masyarakat di wilayah Cipatat. **Red/Kie






0 comments:
Posting Komentar