Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Rabu, 30 September 2026

Kampung Cileley Krisis Air Bersih, Ke Mana Perhatian Pemerintah?


Warga Desa Wargasari, Kadupandak, Cianjur, berharap pemerintah tidak sekadar mengetahui, tetapi hadir membawa solusi.

Kabarciepat.com || CIANJUR — Persoalan kebutuhan air bersih kembali menjadi perhatian warga di Kabupaten Cianjur. Kali ini, masyarakat Kampung Cileley, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air diperlukan untuk memasak, mandi, mencuci serta berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.

Namun, kondisi yang dialami warga Kampung Cileley membuat kebutuhan dasar tersebut menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Warga berharap Pemerintah Desa Wargasari, Pemerintah Kecamatan Kadupandak, hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat turun langsung melihat kondisi masyarakat dan memastikan seperti apa persoalan ketersediaan air bersih yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Bukan Sekadar Bantuan Air, Warga Butuh Solusi Berkelanjutan

Masyarakat berharap penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air bersih ketika kondisi semakin sulit.

Menurut warga, diperlukan solusi jangka panjang melalui pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasarana penyediaan air bersih agar masyarakat memiliki akses yang lebih aman dan berkelanjutan.

Salah seorang warga menyampaikan harapannya agar pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat.

«“Kami berharap pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi warga di Kampung Cileley dan memberikan solusi terkait kebutuhan air bersih,” ujar warga.»

Pernyataan tersebut menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun instansi teknis terkait.

Pertanyaan yang Perlu Dijawab

Persoalan ini juga menyisakan sejumlah pertanyaan publik yang penting untuk diklarifikasi.

Apa penyebab warga Kampung Cileley kesulitan memperoleh air bersih?

Apakah kondisi tersebut sudah dilaporkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Wargasari dan Pemerintah Kabupaten Cianjur?

Apakah sebelumnya sudah pernah ada bantuan distribusi air bersih ke wilayah tersebut?

Bagaimana kondisi sarana sumber air dan jaringan penyediaan air bersih di Kampung Cileley?

Dan yang tidak kalah penting, langkah apa yang akan dilakukan pemerintah untuk memastikan persoalan tersebut tidak terus berulang?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban dari pihak berwenang agar persoalan air bersih di Kampung Cileley dapat dilihat secara utuh berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Warga Menunggu Kehadiran Pemerintah

Masyarakat berharap koordinasi antara Pemerintah Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak dan Pemerintah Kabupaten Cianjur segera dilakukan.

Penanganan dapat dimulai dengan memastikan kondisi faktual di lapangan, kebutuhan masyarakat, sumber air yang tersedia, serta kemungkinan solusi darurat dan jangka panjang.

Bagi warga Kampung Cileley, persoalan air bersih bukan hanya mengenai ketersediaan air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang digunakan setiap hari.

Kini, warga menunggu apakah keluhan tersebut akan segera mendapat respons konkret dari pemerintah.

Kabarciepat.com akan terus menelusuri informasi mengenai kondisi kebutuhan air bersih di Kampung Cileley dan membuka ruang konfirmasi bagi Pemerintah Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Pewarta: KabarCiepat.com/Basir
Share:

Selasa, 29 September 2026

Implementasi Perpres 82/2026 Belum Menyentuh KDMP Mekarwangi, Pengurus Menunggu Kepastian SDM Manager

KabarCiepat.com || CIANJUR — Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menjadi perhatian pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

KDMP Desa Mekarwangi merupakan salah satu koperasi yang telah mengikuti proses launching/peluncuran kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional pada 21 Juli 2025.

Kegiatan tersebut diikuti secara nasional melalui jaringan daring yang terhubung dengan peluncuran KDKMP oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Di tingkat Kabupaten Cianjur, kegiatan berlangsung di Aula Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, dan dihadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, serta pengurus dan pengawas koperasi.

Program KDKMP sendiri diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa melalui penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Namun, setelah lahirnya regulasi baru mengenai tata kelola penyelenggaraan KDKMP, pengurus KDMP Desa Mekarwangi mengaku masih menunggu kejelasan mengenai implementasi teknis di lapangan, khususnya terkait dukungan sumber daya manusia dan penugasan manager koperasi.

Ketua Pengawas KDMP Desa Mekarwangi yang juga Kepala Desa Mekarwangi secara ex officio, Cecep Surahman, mengapresiasi hadirnya regulasi tersebut karena dinilai memberikan dasar tata kelola yang lebih jelas bagi penyelenggaraan koperasi.

«“Kami sangat mengapresiasi hadirnya regulasi yang mengatur tata kelola penyelenggaraan KDKMP. Harapannya, koperasi dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan yang telah ditetapkan,” ujar Cecep.»

Namun, menurut Cecep, hingga saat ini pihaknya masih mempertanyakan kepastian mengenai kesiapan SDM pengelola, khususnya manager yang disebut akan mendapat penugasan dari Agrinas.

Ia mengaku belum mendapatkan kepastian apakah KDMP Desa Mekarwangi yang telah diluncurkan dan mulai menjalankan kegiatan operasional akan memperoleh dukungan manager atau SDM yang ditugaskan.

“Kami sampai saat ini masih menunggu. Manager dari Agrinas belum datang dan belum ada konfirmasi yang kami terima terkait apakah KDMP Desa Mekarwangi akan mendapatkan bantuan SDM manager atau tidak,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut penting segera mendapatkan kejelasan karena keberadaan SDM pengelola menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan sesuai tata kelola.

Cecep berharap pejabat pembina koperasi, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Kementerian, bersama pihak terkait termasuk Agrinas, segera memberikan penjelasan mengenai tahapan dan mekanisme implementasi kebijakan tersebut.

“Kami sangat menunggu tindak lanjut dari pejabat pembina koperasi, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun kementerian, termasuk dari Agrinas. Kami berharap ada kejelasan sehingga kami bisa mengetahui langkah selanjutnya dalam pengelolaan KDMP Desa Mekarwangi,” katanya.

Menunggu Implementasi, Bukan Sekadar Regulasi

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan regulasi perlu diikuti dengan kejelasan implementasi di tingkat desa.

Bagi KDMP Desa Mekarwangi, kepastian mengenai pola pengelolaan, dukungan SDM, kewenangan pengurus, serta mekanisme pendampingan menjadi hal yang dinilai penting agar koperasi tidak berhenti sebatas kelembagaan dan seremoni peluncuran.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola KDMP Desa Mekarwangi masih menunggu informasi resmi mengenai kepastian penugasan manager dan bentuk dukungan SDM yang akan diberikan kepada koperasi tersebut.

Pewarta: —
KabarCiepat.com /KH.E
Share:

Senin, 28 September 2026

KDMP Kertamukti dan Haurwangi Rampungkan Verifikasi Faktual, Menunggu Status Layak Dioperasionalkan

Kabarcirpat.com || CIANJUR — Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Kertamukti dan KDMP Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, telah menjalani Verifikasi Faktual (Verval) oleh Tim Gabungan IV Pemerintah Kabupaten Cianjur. Kini, kedua KDMP tersebut masih menunggu hasil evaluasi untuk memperoleh kepastian status “Layak Dioperasionalkan”.

Verifikasi faktual dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan dilakukan oleh Tim Gabungan IV Pemkab Cianjur yang dipimpin Asep Saepudin, SE.

Verifikasi Cocokkan Data dengan Kondisi Lapangan

Secara faktual, verifikasi dilakukan untuk mencocokkan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil fasilitas gerai KDMP.

Pemeriksaan tim mencakup lebih dari 70 item kelaikan dan kelengkapan fasilitas usaha, antara lain konstruksi bangunan gudang atau gerai, ketersediaan mebelair, etalase, pendingin ruangan atau AC, kamera pengawas (CCTV), hingga kesiapan armada transportasi.

Dengan selesainya proses verifikasi faktual, tahapan berikutnya adalah pelaporan hasil pemeriksaan kepada koordinator tim Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk dilakukan evaluasi.

Asep Saepudin: Hasil Verval Masih Dievaluasi

Ketua Tim Gabungan IV Pemkab Cianjur, Asep Saepudin, SE., mengatakan kedua KDMP di Kecamatan Haurwangi telah menjalani verifikasi faktual berdasarkan data dan kondisi yang diperiksa di lapangan.

Namun, menurut Asep, hasil akhir mengenai status Layak Dioperasionalkan belum ditetapkan pada saat verifikasi berlangsung.

“Hasilnya nanti setelah tim pemeriksa lapangan melaporkan kepada koordinator tim Pemkab untuk dievaluasi kelaikannya,” ujar Asep saat dikonfirmasi di lapangan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses Verval telah dilakukan, sedangkan kepastian status operasional masih menunggu tahapan evaluasi.

KDMP Kertamukti Bersiap Soft Launching

Sementara itu, Ketua KDMP Kertamukti, Dodo Mulyana, menyampaikan bahwa pihaknya kini menunggu hasil Verval dan keputusan mengenai status operasional koperasi.

Menurut Dodo, apabila KDMP Kertamukti telah mendapatkan Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan status “Layak Dioperasionalkan”, pihaknya siap segera melanjutkan ke tahap soft launching dan memulai kegiatan operasional.

Dodo juga menyampaikan bahwa SDM Manager KDMP telah tersedia dan ditempatkan di lapangan, sehingga pihaknya tinggal menunggu kepastian hasil evaluasi.

“Kami sangat menanti hasil Verval tersebut. Apabila sudah mendapat Berita Acara Serah Terima dengan status Layak Dioperasionalkan, terlebih SDM Manager sudah ada penempatan di lapangan, kami akan segera melaksanakan soft launching dan mulai beroperasi,” kata Dodo.

Menunggu Kepastian Status

Dengan telah dilaksanakannya Verifikasi Faktual, KDMP Kertamukti dan KDMP Haurwangi kini berada pada tahapan menunggu hasil evaluasi Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Fakta yang telah terjadi adalah proses Verval sudah dilaksanakan. Sementara status “Layak Dioperasionalkan” masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan resmi.

Kepastian status tersebut akan menjadi dasar bagi pengelola KDMP untuk melanjutkan ke tahap operasional secara resmi.

Bagi KDMP Kertamukti, harapan untuk segera beroperasi semakin terbuka setelah seluruh persiapan fasilitas dan sumber daya manusia dilakukan. Namun, pengelola tetap menunggu hasil evaluasi resmi sebelum memastikan dimulainya kegiatan operasional. ***Red / KH.E

Share:

Minggu, 27 September 2026

Sekda Garut Geram Dugaan Oknum Guru Jual Janji Jadi ASN, Nurdin Yana: Jangan Menghisap Darah Teman


KabarCiepat.com || GARUT — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyoroti dugaan penipuan yang melibatkan seorang oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Cibatu. Oknum berinisial EA, yang mengajar di salah satu SD Negeri di Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, diduga menjanjikan seseorang dapat menjadi ASN dengan imbalan uang.

Nilai uang yang disebut-sebut dalam dugaan kasus tersebut mencapai lebih dari Rp160 juta.

Nurdin Yana menegaskan, praktik menjanjikan kelulusan atau pengangkatan seseorang menjadi ASN dengan imbalan uang merupakan persoalan serius dan tidak dibenarkan dalam ketentuan yang berlaku. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jalan pintas untuk mendapatkan status ASN.

“Ya, nggak boleh lah, jangan seperti itu. Yang bersangkutan harus menghargai teman-teman kita, jangan menghisap darah teman sendiri,” tegas Nurdin Yana seusai apel gabungan di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Senin (28/9/2026).

Menurut Nurdin, aparatur pemerintah harus menjaga integritas serta tidak menjadikan urusan kedinasan maupun proses kepegawaian sebagai komoditas untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut agar senantiasa bekerja sesuai regulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Artinya pengurusan sesuatu janganlah dijadikan, maaf ya, komoditas. Enggak boleh seperti itu, karena kan sesama,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, dirinya selama ini terus memberikan arahan kepada ASN agar meningkatkan kinerja melalui langkah-langkah perbaikan yang berkesinambungan. Hal tersebut, kata dia, penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan bersih dari pelanggaran.

Disdik dan BKD Diminta Koordinasi
Menanggapi dugaan kasus tersebut, Nurdin Yana meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bersama Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Garut melakukan koordinasi aktif agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ia juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan atau menjanjikan kelulusan menjadi ASN dengan cara membayar sejumlah uang.

Nurdin menekankan bahwa proses pengangkatan ASN memiliki mekanisme dan ketentuan resmi sehingga masyarakat tidak seharusnya tergiur oleh janji kelulusan instan.

“Pengurusan sesuatu jangan dijadikan komoditas,” tegasnya.

Lebih jauh, Nurdin mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Garut untuk membangun komitmen pribadi dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Kita kalau keluar rumah niatkan bekerja dengan sebaik-baiknya, ada komitmen dalam diri. Tekadkan saya akan bekerja dengan baik dalam rangka ibadah,” tandasnya.

Catatan: Dugaan terhadap EA merupakan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan dan belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan bersalah tanpa proses pemeriksaan atau putusan hukum yang berkekuatan tetap. ***Rrd
Share:

Pasca Pelantikan, Pelayanan dan Pengajuan di Baznas Cianjur Disebut Sementara Terkendala

CIANJUR, KabarCiepat.com — Pelayanan masyarakat serta proses pengajuan di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur disebut belum dapat berjalan normal setelah pimpinan Baznas periode 2026–2031 resmi dilantik.

Informasi tersebut disampaikan sumber yang mengetahui kondisi internal Baznas Cianjur. Menurut sumber tersebut, sejumlah pelayanan dan pengajuan disebut belum dapat diproses karena jajaran pimpinan yang baru dilantik masih akan melakukan rapat internal.

“Untuk sementara pelayanan masyarakat juga belum bisa dibuka. Katanya mulai Senin, tetapi belum tahu sampai berapa hari,” ujar sumber tersebut, Jumat (26/9/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan proses penyesuaian internal setelah pelantikan pimpinan Baznas yang baru.

“Karena baru dilantik, mulai hari Senin akan ada rapat internal,” katanya.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa pengajuan dari masyarakat maupun pihak lain ke Baznas disebut belum dapat diproses untuk sementara waktu.

“Orang Baznas, pengajuan apa pun belum bisa. Mulai Senin katanya mau rapat internal,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian mengingat Baznas memiliki fungsi dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah serta pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi dari pimpinan Baznas Kabupaten Cianjur mengenai mekanisme pelayanan selama masa transisi tersebut, termasuk berapa lama pelayanan dan pengajuan akan mengalami penyesuaian.

KabarCiepat.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Baznas Kabupaten Cianjur agar informasi mengenai kondisi pelayanan dan pengajuan tersebut dapat disampaikan secara berimbang kepada masyarakat. ***Dani
Share:

Sabtu, 26 September 2026

Guruh Soekarnoputra Dimakamkan di Karet Bivak, Megawati Tabur Bunga di Pusara Sang Adik


Tangis dan duka keluarga mengiringi kepergian seniman sekaligus kader PDIP yang wafat di usia 73 tahun

JAKARTA, KabarCiepat.com — Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Budayawan sekaligus seniman yang juga dikenal sebagai kader PDI Perjuangan (PDIP) itu dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Prosesi pemakaman ditutup dengan pembacaan talqin mayit. Setelah liang lahat ditutup dan nisan terpasang, suasana haru kembali terasa ketika Megawati Soekarnoputri, kakak kandung almarhum sekaligus Presiden ke-5 RI, mengawali tabur bunga di atas pusara Guruh.

Megawati datang bersama putra-putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Puan kemudian ikut menaburkan bunga di atas makam sang paman, sebelum prosesi dilanjutkan oleh kerabat keluarga lainnya.

Guruh meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan, pada pukul 04.16 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis.

Hasto menyebut kepergian Guruh bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar PDIP. Guruh dikenang sebagai seniman besar yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia kebudayaan sekaligus sebagai sosok Marhaenis dan pejuang partai.

“Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis dan pejuang partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi almarhum dengan protokol partai,” ujar Hasto.

Pusara Karet Bivak menjadi tempat perhentian terakhir Guruh. Di bawah taburan bunga keluarga dan kerabat, perjalanan panjang sosok yang selama hidupnya dikenal melalui karya seni dan kiprahnya di dunia kebudayaan itu resmi berakhir.

Kepergian Guruh meninggalkan catatan panjang tentang seorang seniman yang tidak hanya berkarya melalui seni, tetapi juga mengambil bagian dalam perjalanan politik dan kebudayaan Indonesia. ***Red
Share:

Baznas Cianjur Bidik Zakat Rp21 Miliar pada 2027, Kepercayaan Publik Jadi Tantangan Awal

CIANJUR, KabarCiepat.com — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur periode 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Pancaniti Kabupaten Cianjur, Jumat (25/9/2026). Di balik pelantikan tersebut, kepengurusan baru Baznas Cianjur langsung dihadapkan pada target penghimpunan zakat sekitar Rp21 miliar per tahun mulai 2027.

Ketua Baznas Kabupaten Cianjur periode 2026-2031, KH. Ir. Deny Saepul Rohman, menyebut target tersebut bukan sekadar angka, tetapi membutuhkan pembenahan tata kelola, konsolidasi internal, serta penguatan kepercayaan masyarakat.

Menurut Deny, trust publik menjadi modal utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Yang harus diutamakan adalah trust atau kepercayaan publik. Setelah itu kita menyusun konsolidasi internal dengan baik,” ujar Deny.

Ia menegaskan, Baznas Cianjur akan menjalankan pengelolaan zakat dengan empat prinsip utama, yakni aman syar’i, aman regulasi, aman administrasi, dan aman NKRI.

“Aman syar’i artinya kita dibatasi oleh pagar syariat agama Islam. Kemudian aman regulasi, karena ada undang-undang, peraturan Menteri Agama, peraturan bupati dan aturan lainnya yang harus kita taati,” katanya.

Target Rp21 Miliar, Jaringan Pengumpulan Diperkuat

Untuk mengejar target Rp21 miliar pada 2027, Baznas Cianjur berencana memperkuat jaringan pengumpulan zakat hingga tingkat kecamatan dan desa.

Pengelolaan tersebut akan melibatkan Baznas Kabupaten bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan desa. Baznas juga membuka peluang memperluas sinergi dengan DKM serta lingkungan masyarakat.

“Target pencapaian seperti yang disampaikan Baznas Pusat, untuk Cianjur insya Allah Rp21 miliar. Kita usahakan sekuat tenaga,” ungkap Deny.

Potensi zakat dari aparatur sipil negara (ASN) dan perusahaan yang berada di Kabupaten Cianjur juga menjadi salah satu sektor yang akan diperhatikan dalam upaya meningkatkan penghimpunan.

Namun, Deny menyadari target tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan struktur organisasi. Menurutnya, masyarakat harus memiliki keyakinan bahwa dana yang dihimpun dikelola secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Administrasi dan Pertanggungjawaban Jadi Sorotan

Selain penghimpunan, Deny menekankan pentingnya pembenahan administrasi, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, pelaporan hingga pertanggungjawaban kepada publik.

“Pengelolaan zakat di Cianjur ini harus dimulai dari pendistribusian sampai pelaporan dan pertanggungjawaban kepada publik, terutama kepada Allah SWT,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah adanya persoalan administrasi penghimpunan infak dan sedekah ASN pada periode sebelumnya.

Ketika ditanya mengenai persoalan tersebut, Deny mengaku belum mempelajarinya secara menyeluruh karena kepengurusan baru masih berada pada tahap awal konsolidasi.

“Saya belum pelajari, belum ke situ. Langkah awal saya adalah konsolidasi untuk membangun trust publik. Sebab zakat ini kalau tidak ada trust publik akan sulit,” katanya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kepengurusan baru Baznas Cianjur belum mengambil kesimpulan terkait persoalan administrasi periode sebelumnya dan masih akan melakukan penelaahan lebih lanjut.

Media Diminta Ikut Mengawal Transparansi

Deny juga menempatkan insan pers dan media sebagai bagian dari ekosistem pengawasan publik. Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar pengelolaan zakat tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga memperoleh kepercayaan masyarakat.

Dengan target penghimpunan mencapai Rp21 miliar per tahun, tantangan Baznas Cianjur ke depan bukan hanya bagaimana mengumpulkan dana, tetapi juga memastikan proses penghimpunan, pendistribusian dan pelaporannya dapat diketahui serta dipertanggungjawabkan kepada publik.

Kepengurusan Baznas Cianjur periode 2026-2031 kini memiliki pekerjaan awal: membangun kepercayaan, membenahi konsolidasi internal, memperkuat jaringan UPZ hingga desa, serta memetakan potensi zakat dari ASN, perusahaan dan masyarakat.

Target Rp21 miliar pada 2027 pun menjadi tolok ukur awal bagi kepengurusan baru dalam membuktikan efektivitas strategi pengelolaan zakat di Kabupaten Cianjur. ***Dani
Share:

Hampir Setahun Mangkrak, Gerai Kopdes Ketiau Baru 60 Persen: Ada Apa?

Pembangunan Berhenti Berbulan-bulan, Kades Dedi Nopiansya: “Paku Sebatang Pun Kami Tidak Dilibatkan”

KabarCiepat.com || OGAN ILIR — Proyek pembangunan Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, kini menyisakan tanda tanya besar.

Hampir satu tahun sejak pembangunan dimulai, bangunan yang diproyeksikan menjadi fasilitas penunjang ekonomi masyarakat itu disebut baru mencapai sekitar 60 persen. Ironisnya, pengerjaan di lokasi dilaporkan telah terhenti selama berbulan-bulan.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Desa Ketiau mempertanyakan kejelasan proyek, mulai dari siapa pelaksana pembangunan, bagaimana mekanisme pengerjaannya, hingga kapan bangunan tersebut benar-benar dapat diselesaikan.

Kepala Desa Ketiau, Dedi Nopiansya, bahkan mengaku pihak desa tidak dilibatkan dalam proses pengerjaan maupun pengadaan material.

«“Proyek ini dari titik nol sampai sekarang sudah kurang lebih satu tahun mangkrak. Pembangunan gerai baru selesai sekitar 60 persen, dan dalam beberapa bulan terakhir ini tidak ada aktivitas pengerjaan sama sekali,” ujar Dedi.»

Bukan Sekadar Mangkrak, Pemdes Pertanyakan Transparansi Pengerjaan

Persoalan yang mencuat bukan hanya soal pembangunan yang berhenti.

Dedi mempertanyakan posisi Pemerintah Desa Ketiau dalam proyek tersebut. Menurutnya, desa hanya menyediakan lahan, sementara proses pembangunan berjalan tanpa keterlibatan Pemdes.

«“Keterlibatan kami dari pihak desa hanya sebatas menghibahkan lahan. Tanah seluas 30 x 30 meter yang digunakan adalah tanah hibah murni dari kakek saya untuk desa, lengkap dengan surat-suratnya. Namun dalam proses pembangunannya, paku sebatang pun kami tidak dilibatkan,” tegasnya.»

Pernyataan tersebut tentu membutuhkan jawaban dari pihak yang memiliki kewenangan atas proyek.

Jika Pemdes mengaku hanya menyediakan lahan, siapa sebenarnya yang menjadi pelaksana pembangunan?

Bagaimana mekanisme pengadaan material?

Siapa yang mengawasi pekerjaan?

Berapa nilai anggarannya?

Mengapa pekerjaan berhenti?

Dan yang paling penting, kapan masyarakat Desa Ketiau bisa melihat bangunan tersebut benar-benar selesai dan dimanfaatkan?

Desa Lain Sudah Rampung, Mengapa Ketiau Justru Terhenti?

Kondisi pembangunan di Ketiau juga menjadi sorotan karena sejumlah desa di sekitarnya disebut telah menyelesaikan pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih.

Dedi menyebut Kasirajab, Talang-Talang Laut, dan Rengas 2 sebagai beberapa desa yang pembangunan gerainya telah rampung.

Padahal, menurut Dedi, pembangunan di Desa Ketiau pada awalnya bahkan sempat berjalan lebih dahulu dibandingkan beberapa desa tersebut.

Kini kondisinya berbalik.

Ketika gerai di desa lain telah selesai dan memasuki tahap pemanfaatan, bangunan di Ketiau justru masih berdiri dalam kondisi belum tuntas.

Bangunan Belum Selesai, Pemdes Belum Mau Terima

Pemerintah Desa Ketiau juga menegaskan belum dapat menerima bangunan tersebut karena pekerjaan belum selesai.

Bagi Pemdes, persoalannya bukan sekadar menerima atau tidak menerima bangunan.

Ada sejumlah hal mendasar yang perlu diperjelas, terutama menyangkut status proyek, pelaksana pekerjaan, sumber pembiayaan, mekanisme pengadaan, pengawasan, serta kepastian penyelesaian pembangunan.

Tanpa kejelasan tersebut, bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas ekonomi masyarakat dikhawatirkan justru berakhir sebagai bangunan setengah jadi.

Publik Berhak Mendapat Kejelasan

Dedi berharap pemerintah dan instansi terkait tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

«“Kami berharap ada kejelasan dari pemerintah maupun instansi terkait. Kalau memang ini program untuk kepentingan masyarakat, tentunya kami berharap pembangunan bisa segera dilanjutkan dan diselesaikan,” ujarnya.»

Kini publik menunggu penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih Desa Ketiau.

Sebab, hampir satu tahun bukan waktu yang singkat.

Bangunan baru 60 persen. Pengerjaan berhenti berbulan-bulan. Pemdes mengaku tidak dilibatkan.

Pertanyaannya sederhana: sebenarnya apa yang terjadi dengan proyek Gerai Kopdes Merah Putih di Desa Ketiau?

KabarCiepat.com akan terus mengawal informasi ini dan membuka ruang konfirmasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait agar persoalan pembangunan tersebut dapat dijelaskan secara terang dan berimbang. ***Bakri
Share:

Jumat, 25 September 2026

HUT IBI ke-75 di Cianjur, Momentum Perkuat Peran Bidan Wujudkan Generasi Sehat


Ketua IBI Kabupaten Cianjur Galuh Sifa Pamila Dorong Penguatan Pengabdian dan Pelayanan Ibu-Anak

CIANJUR, KabarCiepat.com — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Cianjur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 dengan penuh semangat kebersamaan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua IBI Kabupaten Cianjur Galuh Sifa Pamila, A.Md.SKM, jajaran pengurus dan anggota IBI, serta unsur Pemerintah Kabupaten Cianjur, di antaranya Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Peringatan HUT ke-75 IBI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen profesi bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi perempuan, ibu, bayi, anak dan keluarga.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh keakraban. Salah satu rangkaian acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang IBI sekaligus simbol semangat untuk terus melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

Perkuat Pengabdian Bidan
Ketua IBI Kabupaten Cianjur, Galuh Sifa Pamila, A.Md.SKM, bersama jajaran organisasi terus mendorong penguatan peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas.

Peran bidan tidak hanya berkaitan dengan pendampingan kehamilan dan persalinan, tetapi juga mencakup pelayanan pascapersalinan, kesehatan reproduksi, kesehatan bayi dan anak, serta edukasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat.

Karena itu, momentum HUT IBI ke-75 diharapkan menjadi refleksi sekaligus penguat semangat bagi para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kualitas pelayanan.

IBI Kabupaten Cianjur juga diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Bupati Cianjur Apresiasi Dedikasi Bidan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah dan pengabdian para bidan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Bupati Wahyu, keberadaan bidan memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak serta mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Cianjur.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga kesehatan dan masyarakat untuk memperkuat pelayanan kesehatan.

“Kami mengapresiasi seluruh bidan yang telah memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Momentum HUT IBI ke-75 ini hendaknya menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan masyarakat Cianjur yang semakin sehat,” demikian substansi pesan Bupati Cianjur dalam kegiatan tersebut.

Menuju Generasi Sehat

Peringatan HUT ke-75 IBI tahun 2026 menjadi bagian dari semangat memperkuat peran bidan dalam pelayanan kebidanan yang berpusat pada perempuan dan anak serta mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Generasi Emas 2045.

Bagi IBI Kabupaten Cianjur, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat soliditas organisasi sekaligus memperkuat komitmen pengabdian.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Kesehatan, para bidan diharapkan terus hadir memberikan pelayanan yang berkualitas, humanis dan mudah dijangkau masyarakat.

Peringatan HUT IBI ke-75 pun ditutup dengan suasana kebersamaan antara jajaran pengurus, anggota IBI, pemerintah daerah dan para tamu undangan.

Reporter: Dani Pers
Editor: KabarCiepat.com
Share:

Kamis, 24 September 2026

Perkuat Sinergitas, Perhutani KPH Cianjur dan Polres Cianjur Bahas Antisipasi Karhutla hingga Penyaluran Air Bersih

KabarCiepat.com || CIANJUR –  Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Cianjur pada Rabu (23/09/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat sinergitas dalam mengantisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut), khususnya bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di musim kemarau, serta program sosial bagi masyarakat desa hutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur Perhutani KPH Cianjur Herdy Indriawan yang didampingi oleh Wakil Administratur KPH Cianjur Yaya Sunarya, Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan (KSS HKAKP) Vicky Yuldan M, serta Komandan Regu Polisi Kehutanan (Danru Polhut) Supriadi. Kehadiran jajaran Perhutani ini disambut langsung secara hangat oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi beserta jajaran Polres.

Administratur Perhutani KPH Cianjur Herdy Indriawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Pihaknya menegaskan pentingnya kolaborasi intensif di tingkat tapak demi menjaga kelestarian kawasan hutan.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penerimaan kunjungan pada hari ini. Kami beserta jajaran di lapangan senantiasa berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, terutama dalam rangka pencegahan gukamhut dan mengantisipasi karhutla di musim kemarau ini," ujarnya 
Merespons hal tersebut, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menyambut baik inisiatif Perhutani dan menyatakan kesiapan penuh kepolisian untuk mendukung penuh tugas-tugas pengamanan hutan di wilayah hukum Kabupaten Cianjur.

"Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya buat Administratur dan jajaran yang telah mengunjungi Kami di Mapolres Cianjur. Kami siap membantu Perhutani KPH Cianjur apabila di lapangan terdapat permasalahan yang berpotensi terjadinya gangguan keamanan hutan. Jajaran kami di tingkat Polsek hingga Bhabinkamtibmas siap mendampingi petugas Perhutani kapan pun dibutuhkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa pendekatan preventif kepada masyarakat sekitar hutan menjadi kunci utama. Pihak kepolisian mendorong adanya sosialisasi edukatif mengenai pentingnya fungsi kawasan hutan bagi kehidupan, serta siap mengawal penguatan kelembagaan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Selain membahas aspek keamanan, pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan humanis untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. 
"Kami pun siap membantu masyarakat di sekitar kawasan hutan dalam rangka program aksi kemanusiaan penyaluran air bersih. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dengan baik dan terus bersinergi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Cianjur," pungkas Kapolres.

Pertemuan koordinasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyusun langkah taktis bersama di lapangan dalam waktu dekat guna mengantisipasi titik-titik rawan kebakaran. ***Dani
Share:

Tati Supriatri Irwan Ajak Masyarakat Aktif Kawal Pemerintahan melalui Fungsi Pengawasan

Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 digelar di Aula Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bandung Barat, Tati Supriatri Irwan, S.Sos., mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kantor Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya fungsi pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mendorong masyarakat turut mengawal jalannya pemerintahan di daerah.

Dalam penyampaiannya, Tati menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting dari fungsi DPRD. Pengawasan dilakukan sebagai bentuk kontrol agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai dengan aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.

“Pengawasan itu adalah kontrol. Jadi, pengawasan dilakukan supaya kontrolnya ada. Masing-masing memiliki tugas dan teknis sendiri-sendiri,” ujar Tati.

Tiga Fungsi Utama DPRD

Tati menjelaskan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.
Fungsi legislasi berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah bersama pemerintah daerah. Peraturan daerah tersebut menjadi salah satu payung hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Sementara fungsi anggaran berkaitan dengan pembahasan dan persetujuan anggaran daerah untuk mendukung berbagai program pemerintahan dan pembangunan.

Adapun fungsi pengawasan dilakukan untuk memastikan berbagai kebijakan, program, serta penggunaan anggaran dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pengawasan bukan berarti masuk ke dalam teknis masing-masing. Tetapi bagaimana memastikan pelaksanaannya sesuai dengan aturan dan tujuan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Masyarakat Didorong Turut Mengawal Pemerintahan

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan memahami peran mereka dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan.

Partisipasi masyarakat dinilai penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Masyarakat dapat ikut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program pemerintah sehingga berbagai kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Desa Rajamandala Kulon tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan informasi serta pemahaman mengenai fungsi pengawasan pemerintahan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif dalam mengawal pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Bandung Barat. ***Red
Share:

Rabu, 23 September 2026

Camat Tanantovea Hadiri Pelayanan Medis Gratis DR Lie Darmawan Bayan Peduli

KabarCiepat.com || DONGGALA, SULAWESI TENGAH — Camat Tanantovea, Anwar, S.Kom, menghadiri kegiatan pelayanan medis gratis dalam program DR Lie Darmawan Bayan Peduli yang berlangsung di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Kegiatan sosial tersebut merupakan kolaborasi doctorSHARE bersama Bayan Group melalui program Bayan Peduli RSK dr. Lie Darmawan Bayan Peduli, dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Dari pantauan di lokasi, kegiatan mendapat antusiasme masyarakat. Warga tampak mengikuti rangkaian kegiatan dan menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Kehadiran Camat Tanantovea, Anwar, S.Kom, menjadi bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan sosial yang memberikan akses pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga terlihat unsur pemerintahan, kepolisian, serta sejumlah pihak terkait turut hadir dan mendukung pelaksanaan pelayanan medis gratis.

Program seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu warga memperoleh pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Kegiatan DR Lie Darmawan Bayan Peduli sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. ***Ron
Share:

1.028 KPM Desa Sukajadi Terima Bantuan Beras Tiga Bulan Sekaligus


KabarCiepat.com || CIANJUR — Sebanyak 1.028 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, menerima penyaluran bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung tertib dan aman. Proses pendistribusian dilaksanakan langsung oleh operator Desa Sukajadi dengan pengawalan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sukajadi.

Pengawalan dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar, tertib, serta bantuan diterima oleh masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Dalam penyaluran untuk tiga bulan sekaligus tersebut, setiap KPM memperoleh 30 kilogram beras, yang terdiri dari tiga karung dengan berat masing-masing 10 kilogram.

Pemerintah Desa Sukajadi memastikan proses distribusi dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku. Masyarakat penerima juga ditegaskan tidak dikenakan biaya apapun atau gratis.

Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat, sekaligus memberikan dukungan terhadap ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa.

Sejumlah warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penyaluran tersebut. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, serta Pemerintah Desa Sukajadi beserta jajaran yang telah memfasilitasi dan mengawal proses pendistribusian bantuan.

Dengan adanya pengawalan dari unsur kewilayahan dan keterlibatan pemerintah desa, penyaluran bantuan diharapkan tetap berjalan transparan, tertib, dan tepat sasaran. ***(jhd)

Share:

Sepakat Damai, Konflik Lahan Kios Desa Cihaur Berakhir Lewat Mediasi PN Cianjur

KabarCiepat.com || CIANJUR, JAWA BARAT — Perselisihan terkait pemanfaatan lahan tanah desa di area pasar Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, yang telah berlangsung selama puluhan tahun, akhirnya menemui titik terang.

Penyelesaian sengketa tersebut dicapai melalui proses mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur. Para pihak sepakat mengedepankan musyawarah mufakat sebagai jalan keluar untuk mengakhiri perselisihan sekaligus menjaga kondusivitas dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Persoalan kembali mencuat setelah para pedagang menerima Surat Pemberitahuan Nomor 005.04/pem-1/2026 tertanggal 30 Januari 2026. Dalam surat tersebut, para pedagang diminta mengosongkan area kios karena lahan desa tersebut direncanakan untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Merespons rencana pengosongan tersebut, para pedagang kemudian mengambil langkah hukum dengan memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC).

Selama proses penyelesaian, LBHC mendampingi para pedagang dan menyampaikan sejumlah surat resmi kepada pihak terkait, mulai dari Kepala Desa Cihaur, Bupati Cianjur hingga Gubernur Jawa Barat. Langkah tersebut ditempuh untuk menyampaikan aspirasi serta memperjuangkan kepentingan keperdataan para warga pedagang.

Perkara kemudian diarahkan pada penyelesaian secara dialogis melalui proses mediasi di PN Cianjur. Dalam proses tersebut, pihak pemerintah desa dan para pedagang yang didampingi LBHC akhirnya mencapai kesepakatan perdamaian.

Kesepakatan Dicapai Secara Musyawarah

Kesepakatan perdamaian tersebut menjadi langkah penting dalam mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung lama. Para pihak menyatakan sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan mengedepankan kepentingan bersama.

Beberapa poin utama dalam penyelesaian tersebut antara lain:

- Musyawarah mufakat: Para pihak menyepakati penyelesaian perselisihan melalui kesepakatan perdamaian yang dicapai dalam proses mediasi di PN Cianjur.
- Pendampingan hukum: LBHC mendampingi para pedagang dalam proses penyelesaian untuk memastikan aspirasi dan kepentingan keperdataan warga dapat disampaikan dalam koridor hukum.
- Menjaga kondusivitas: Kesepakatan diharapkan mampu mengakhiri ketegangan serta menjaga aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat di kawasan pasar Desa Cihaur.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, konflik pemanfaatan lahan kios yang selama ini menjadi persoalan antara para pedagang dan pihak desa memasuki babak baru melalui jalur perdamaian.

Penyelesaian melalui mediasi ini sekaligus menunjukkan bahwa sengketa di tengah masyarakat dapat ditempuh melalui dialog, musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku, tanpa harus berujung pada konflik berkepanjangan. Jhd
Share:

Selasa, 22 September 2026

LMP MAC Haurwangi Kawal Pendistribusian Beras Bantuan

KabarCiepat.com || CIANJUR — Sebanyak 876 warga Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, menerima bantuan sosial beras dari pemerintah pada Senin (21/9). Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima beras seberat 30 kg.

Kepala Desa Cipeuyeum, Drs. Entis Sutisna, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan dipusatkan di Aula Desa Cipeuyeum agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

"Bantuan beras BLT sosial ini diserahkan langsung kepada warga yang memang berhak mendapatkannya," ujar Entis di Aula Desa Cipeuyeum.

Penyaluran di Desa Cipeuyeum ini merupakan rangkaian hari kedua dari total 10 desa di wilayah Kecamatan Haurwangi.
Proses pendistribusian turut dikawal oleh organisasi kemasyarakatan Laskar Merah Putih (LMP) MAC Haurwangi. Ketua LMP MAC Haurwangi, Sandi Solihin (40), menjelaskan bahwa pengawalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk mendukung kelancaran program pemerintah desa.

"Meski ada kesibukan internal organisasi, kami memprioritaskan kegiatan ini karena merupakan salah satu kewajiban kami dalam membantu pemerintah desa," jelas Sandi.

Ia berharap keterlibatan LMP dapat menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung, sehingga pembagian pangan berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.***jhd
Share:

Tiga Desa di Cianjur Gelar Penetapan Calon Kepala Desa Hari Ini

KabarCiepat.com || CIANJUR – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Cianjur terus bergulir. Hari ini, sebanyak tiga desa menggelar agenda penting berupa penetapan Bakal Calon (Balon) menjadi Calon Kepala Desa resmi. 

Ketiga desa tersebut meliputi Desa Ciranjang dan Desa Sindangjaya di Kecamatan Ciranjang, serta Desa Sukajaya di Kecamatan Bojongpicung.  

Kepastian jadwal penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Panitia Pilkades Desa Sindangjaya, Firdaus M.S., saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin malam (21/9).

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Sindangjaya, Apit Sulaeman, menjelaskan melalui pesan singkat WhatsApp bahwa prosesi penetapan para calon di masing-masing desa khususnya desa sukajaya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

"Dari tiga desa akan menetapkan para balon menjadi calon kepala desa yang dimulai pada jam 10.00 WIB," ujar Apit.
Apit pun menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hari ini dapat berjalan aman, tertib, dan tanpa hambatan.

"Kami berharap agenda hari ini dilancarkan dan tidak ada gangguan saat menjalankan tahapan Pilkades," pungkasnya.
Share:

Senin, 21 September 2026

Waka Mada Jabar LMP Ajak Seluruh Jajaran Jaga Lingkungan dan Perkuat Soliditas

KabarCiepat.com || CIANJUR – Wakil Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Markas Daerah (Mada) Jawa Barat Laskar Merah Putih (LMP), Asep Saepudin (55), mengajak seluruh jajaran dan anggota LMP di wilayah Jawa Barat untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kebersihan laut dan ekosistem di dalamnya.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” ujar Asep saat ditemui media posbidikberita.id, Minggu (20/9/2026).

Menurut Asep, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Karena itu, anggota LMP di berbagai tingkatan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Ia menegaskan, peran anggota LMP tidak sebatas menjaga dan memelihara wilayah laut beserta ekosistemnya. Lebih dari itu, kebersamaan serta soliditas antaranggota harus terus dibangun dan dipelihara.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun semangat bahu-membahu dan menjaga soliditas antaranggota,” tegasnya.

Asep menilai, semangat “Loyalitas Tanpa Batas” yang menjadi bagian dari identitas organisasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, loyalitas tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus tercermin dalam kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ajakan tersebut mendapat dukungan dari jajaran pengurus Markas Cabang (Marcab) maupun Markas Anak Cabang (MAC) LMP di wilayah Kabupaten Cianjur.

Ketua MAC LMP Bojongpicung, H. Didin Hasanudin (55), mengatakan bahwa prinsip “Loyalitas Tanpa Batas” harus diwujudkan melalui kegiatan dan karya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Loyalitas jangan hanya menjadi slogan. Harus ada karya nyata dan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Senada, Ketua MAC LMP Haurwangi, Sandi Solihin (40), menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kebersamaan dan soliditas organisasi.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Sandi menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan arahan pengurus Mada Jabar, termasuk mendorong kegiatan yang mengedepankan kepedulian lingkungan dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara jajaran Mada, Marcab, hingga MAC, semangat kebersamaan diharapkan semakin kuat sehingga keberadaan LMP dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di Jawa Barat. ***Jhd
Share:

Minggu, 20 September 2026

Rakor Korcam SPPG Se-Kabupaten Cianjur Digelar, Perkuat Sinergitas Pengawalan Program Makan Bergizi Gratis

KabarCiepat.com || CIANJUR — Rapat Koordinasi (Rakor) Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Korcam SPPG) se-Kabupaten Cianjur digelar di Gedung Peraja Pemda Cianjur, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola & Sinergitas Serta Peran Strategis Koordinator Kecamatan SPPG Se-Kabupaten Cianjur Dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis.”

Rakor ini menjadi forum koordinasi bagi para Koordinator Kecamatan SPPG dalam memperkuat komunikasi, sinergitas, serta tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Cianjur.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membahas pentingnya koordinasi lintas pihak agar pelaksanaan program dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan tujuan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya penerima manfaat.

Ketua Korwil Kabupaten Cianjur, Yusup, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Korwil diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi antara jajaran SPPG di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Rakor juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai peran strategis Koordinator Kecamatan SPPG dalam mengawal pelaksanaan program di masing-masing wilayah.

Dengan adanya koordinasi secara berkala, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Cianjur diharapkan dapat terus diperkuat melalui tata kelola yang baik, komunikasi yang efektif, serta sinergitas antarunsur yang terlibat.
Reporter: DAni Pers Cianjur
Share:

Mabigus SDN 2 Citatah Sampaikan Ucapan Selamat untuk Regu Lavender Utama

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Gugus Depan 07072 SDN 2 Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terus mendorong semangat dan prestasi para peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.

Dukungan tersebut disampaikan Mabigus SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd., melalui ucapan selamat dan apresiasi kepada Regu Lavender Utama, regu Pramuka putri SDN 2 Citatah.

Dalam pesannya, Elis Ernawati berharap Regu Lavender Utama dapat terus menjaga kekompakan, semangat kebersamaan serta menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan kepramukaan.

“Semoga Regu Lavender Utama terus berprestasi, kompak, dan menjadi teladan bagi regu lainnya. Teruslah semangat, tingkatkan prestasi dan jadilah Pramuka putri yang berkarakter serta mandiri,” pesan Elis Ernawati, M.Pd.

Menurutnya, kegiatan Pramuka bukan hanya berkaitan dengan keterampilan dan kegiatan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Nilai kedisiplinan, keberanian, kepedulian, kerja sama dan kemandirian diharapkan terus tertanam dalam diri setiap anggota Pramuka.

Elis juga berharap keberadaan Regu Lavender Utama Gugus Depan 07072 SDN 2 Citatah dapat membawa nama baik sekolah sekaligus memberikan motivasi bagi peserta didik lainnya untuk aktif dan berprestasi dalam kegiatan kepramukaan.

“Terus berjuang, terus berkarya dan terus mengukir prestasi. Jaya Pramuka, Jaya Indonesia,” ungkapnya.
Share:

LBH BAKKIN Soroti Integritas Jurnalistik: Pers Harus Berpijak pada Fakta, Korupsi Tak Boleh Dilindungi

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BAKKIN menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya pemberitaan yang dinilai menunjukkan adanya oknum wartawan yang tidak menjalankan tugas jurnalistik secara jujur dan bertanggung jawab.

LBH BAKKIN menilai, perilaku oknum yang menyalahgunakan profesi jurnalistik tidak hanya berpotensi mencoreng nama baik pers, tetapi juga dapat merugikan pihak lain serta mengganggu ketertiban di tengah masyarakat.

Ade Nasihin dari LBH BAKKIN menegaskan bahwa profesi jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menurutnya, kebebasan pers bukan berarti memberikan ruang bagi seseorang untuk membuat atau menyebarkan informasi tanpa berlandaskan fakta.

«“Menjadi jurnalis bukan berarti bebas menciptakan berita. UU Pers melindungi pekerjaan jurnalistik yang jujur, bukan yang menyebarkan ketidakbenaran untuk merugikan orang lain,” tegas Ade Nasihin.»

Ia menekankan bahwa fakta harus menjadi dasar utama dalam setiap pemberitaan. Ketika fakta diubah atau informasi disampaikan tanpa dasar yang jelas, maka dampaknya dapat merugikan pihak yang diberitakan.

LBH BAKKIN juga mengingatkan pentingnya ketepatan informasi dalam setiap produk jurnalistik karena pemberitaan yang tidak akurat dapat berdampak terhadap nama baik seseorang maupun lembaga.

“Perlindungan berdasarkan UU Pers diberikan kepada jurnalis yang menjalankan tugasnya secara jujur dan bertanggung jawab, bukan untuk melindungi pemberitaan yang tidak berdasar fakta,” ujarnya.

Korupsi Tidak Boleh Mendapat Perlindungan

Selain persoalan integritas jurnalistik, LBH BAKKIN turut menyoroti persoalan korupsi. Menurut lembaga tersebut, korupsi merupakan persoalan serius karena dampaknya dapat merugikan masyarakat secara luas.

LBH BAKKIN menegaskan bahwa siapa pun yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa perlakuan khusus.

“Tidak boleh ada perlindungan atas nama apa pun — bukan demi ketenangan, bukan demi nama baik, bukan demi persatuan. Kejahatan tetap kejahatan,” kata Ade.

LBH BAKKIN juga menyatakan bahwa masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk melaporkan dugaan penyimpangan maupun pelanggaran hukum yang ditemukan, dengan laporan yang didukung fakta, data, dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum merupakan bagian penting dalam menjaga kepentingan masyarakat.

Pers Bukan Alat untuk Kepentingan Tertentu

LBH BAKKIN selanjutnya menegaskan bahwa pers dan jurnalis tidak seharusnya dijadikan alat untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Pers, menurut LBH BAKKIN, tidak boleh digunakan untuk menutupi kesalahan ataupun menjatuhkan pihak lain melalui pemberitaan yang tidak memiliki dasar fakta.

“Biarkan fakta yang berbicara. Biarkan kebenaran yang terungkap — tanpa rekayasa, tanpa arahan, tanpa kepentingan tersembunyi,” tegas Ade Nasihin.

LBH BAKKIN berharap seluruh insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, akurasi, serta tanggung jawab kepada publik.

Pernyataan tersebut disampaikan LBH BAKKIN sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ajakan agar kebebasan pers tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab profesional dan penghormatan terhadap hukum. Pungkas Ade Nasihin ***Red 
Share:

Sabtu, 19 September 2026

PGRI Cipatat Menang Telak 8-2, Manajer, Pelatih dan Ketua PGRI Sumringah

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Kegembiraan dan kebahagiaan terpancar dari wajah Manajer, Pelatih dan Ketua PGRI Cabang Kecamatan Cipatat setelah tim sepak bola PGRI Cipatat berhasil meraih kemenangan telak dalam ajang Pekan Olahraga (POR) PGRI Kabupaten Bandung Barat dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI.

Pertandingan berlangsung di Lapangan Mabes, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (20/9/2026). Tim sepak bola PGRI Cabang Cipatat tampil penuh percaya diri dan berhasil mengalahkan PGRI Cabang Khusus dengan skor 8-2.

Sejak pertandingan dimulai, para pemain Cipatat menunjukkan permainan penuh semangat. Kekompakan antarpemain serta koordinasi yang baik membuat tim PGRI Cipatat mampu mengendalikan permainan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Usai pertandingan berakhir, suasana penuh kegembiraan langsung terlihat. Para pemain, manajer, pelatih dan pengurus PGRI Cabang Cipatat saling memberikan apresiasi atas perjuangan yang telah dilakukan.

Manajer Tim PGRI Cipatat, Syarifuddin Sonjaya, mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh pemain.

Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat seluruh tim. Ia berharap para pemain tidak cepat berpuas diri dan tetap fokus menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Pelatih PGRI Cipatat, Ujang Juhana, memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang dinilai telah menjalankan permainan dengan penuh disiplin dan semangat.

“Kami bersyukur atas hasil pertandingan hari ini. Anak-anak bermain dengan semangat dan mampu menjalankan instruksi dengan baik. Namun, perjuangan belum selesai. Kami akan terus melakukan evaluasi dan mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya,” ujar Ujang Juhana.

Kebahagiaan juga dirasakan Ketua PGRI Cabang Cipatat, Endin Mahpudin. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemain, manajer dan pelatih yang telah membawa nama PGRI Kecamatan Cipatat dalam ajang olahraga tersebut.

“Ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang kebersamaan, silaturahmi dan sportivitas keluarga besar PGRI. Kami bangga melihat semangat teman-teman PGRI Cipatat. Mudah-mudahan kemenangan ini menjadi motivasi untuk pertandingan selanjutnya,” ungkap Endin Mahpudin.

Kemenangan dengan skor 8-2 tersebut menjadi modal positif bagi tim PGRI Cipatat untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dalam rangkaian POR PGRI Kabupaten Bandung Barat.

Ajang yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI ini tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, solidaritas dan kebersamaan para guru serta tenaga kependidikan di Kabupaten Bandung Barat. ***Red
Share:

Tim Sepak Bola PGRI Cipatat Jalani Laga Perdana POR PGRI KBB

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Tim sepak bola PGRI Cabang Cipatat menjalani laga perdana dalam ajang Pekan Olahraga (POR) PGRI Kabupaten Bandung Barat, yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Bandung Barat dalam rangka menyambut HUT ke-66 PGRI.

Laga perdana tersebut mempertemukan Tim PGRI Cabang Cipatat dengan PGRI Khusus dan berlangsung di Lapang Mabes Kecamatan Cikalong, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam pertandingan tersebut, Tim PGRI Cabang Cipatat berada di bawah arahan Manajer Syarifuddin Sonjaya dan Pelatih Ujang Juhana. Keduanya mendampingi tim dalam mempersiapkan strategi serta menjaga semangat para pemain sepanjang pertandingan.

Dukungan langsung juga diberikan Ketua PGRI Cabang Cipatat, Endin Mahpudin, yang turut hadir menyaksikan pertandingan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan penuh kepada para pemain sekaligus memberikan motivasi agar tim tampil dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Bagi PGRI Cabang Cipatat, keikutsertaan dalam POR PGRI Kabupaten Bandung Barat bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan kekeluargaan antaranggota PGRI.

Para pemain PGRI Cabang Cipatat tampil membawa semangat kebersamaan serta nama baik organisasi. Pertandingan pun menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-66 PGRI yang diikuti oleh berbagai cabang PGRI di Kabupaten Bandung Barat.

Melalui POR PGRI ini, semangat olahraga diharapkan dapat terus tumbuh di kalangan anggota PGRI, sekaligus memperkuat solidaritas dan kekompakan keluarga besar PGRI Kabupaten Bandung Barat. ***Red

Share:

Jumat, 18 September 2026

20 Kepala TK dan SMP PGRI di Kabupaten Cianjur Resmi Dilantik, Perkuat Kepemimpinan Pendidikan

KabarCiepat.com || CIANJUR — Penguatan kepemimpinan di lingkungan pendidikan PGRI Kabupaten Cianjur terus dilakukan. Sebanyak 20 kepala sekolah TK dan SMP PGRI di lingkungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten Cianjur resmi dilantik, Di gedung  PGRI Cabang Cianjur. Sabtu  (19/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran sekolah PGRI untuk memperkuat tata kelola satuan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Para kepala sekolah yang dilantik kini memikul tanggung jawab tidak hanya dalam mengelola kegiatan pembelajaran, tetapi juga memastikan sekolah mampu berkembang sesuai kebutuhan peserta didik dan tuntutan pendidikan yang terus berubah.

Kegiatan pelantikan dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Cianjur, Yusup Riyadi, S.Pd., M.M., dan Ketua YPLP Kabupaten Cianjur, Wawan Sutiawan, S.Pd., M.Pd.

Kehadiran jajaran PGRI dan YPLP tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan yayasan dalam membangun pengelolaan sekolah yang lebih terarah.

Pelantikan 20 kepala sekolah ini sekaligus menjadi awal bagi para pemimpin satuan pendidikan untuk menunjukkan komitmen, integritas, dan kemampuan manajerial dalam menjalankan amanah.

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama di lingkungan sekolah. Karena itu, kepemimpinan yang kuat diharapkan mampu mendorong guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah bergerak bersama meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan dilantiknya 20 kepala TK dan SMP PGRI tersebut, YPLP Kabupaten Cianjur berharap pengelolaan satuan pendidikan di bawah naungannya semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

***Red/Dani pewarta KabarCiepat.com 
Share:

Gugus Depan 07072 SDN 2 Citatah Berangkatkan Regu Lavender Utama ke Lomba Tingkat II Kwarran Cipatat


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Gugus Depan (Gudep) 07072 SDN 2 Citatah memberangkatkan peserta Pramuka Penggalang Regu Lavender Utama untuk mengikuti Lomba Tingkat II (LT-II) yang diselenggarakan Kwartir Ranting (Kwarran) Cipatat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan diikuti peserta Pramuka Penggalang dari sejumlah gugus depan di wilayah Kecamatan Cipatat.

Keikutsertaan Regu Lavender Utama menjadi bagian dari pembinaan kepramukaan di SDN 2 Citatah, sekaligus memberikan ruang bagi para peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan perlombaan.

Kepala SDN 2 Citatah, Elis Ernawati, M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan peserta didik dalam LT-II bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Regu Lavender Utama untuk mengikuti Lomba Tingkat II. Kegiatan Pramuka merupakan bagian penting dalam membentuk kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.”

Menurut Elis, para peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik SDN 2 Citatah.

“Yang terpenting anak-anak mendapatkan pengalaman dan mampu menerapkan nilai-nilai Dasa Darma serta Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi adalah bonus dari proses dan kerja keras mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Regu Lavender Utama tampak mempersiapkan berbagai perlengkapan sebelum mengikuti kegiatan. Semangat dan kekompakan peserta terlihat sejak keberangkatan hingga berada di lokasi perlombaan.

Melalui kegiatan LT-II, Gudep 07072 SDN 2 Citatah berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus memperkuat karakter generasi muda. ***Red 
Share:

Dua Desa di Cianjur Timur Ikuti Seleksi Akademis Pilkades Digital di UNSUR

KabarCiepat.com || CIANJUR — Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak berbasis Digital Kabupaten Cianjur Tahun 2026 memasuki tahapan penting. Dari 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan, sebanyak 163 bakal calon kepala desa telah tercatat mengikuti proses seleksi.

Mayoritas desa telah memenuhi ketentuan jumlah pendaftar, yakni minimal dua dan maksimal lima bakal calon. Namun, masih terdapat lima desa dari lima kecamatan dengan jumlah pendaftar lebih dari lima orang. Kondisi tersebut membuat sebanyak 32 bakal calon harus mengikuti tahapan Seleksi Akademis untuk menentukan maksimal lima calon kepala desa.

Seleksi Akademis tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, bekerja sama dengan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur.

Dari lima desa yang mengikuti tahapan tersebut, dua di antaranya berada di wilayah Cianjur Timur, yakni:

- Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, dengan 6 bakal calon.
- Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, dengan 8 bakal calon.

Sesuai ketentuan yang berlaku, desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon harus melalui Seleksi Akademis untuk mendapatkan maksimal lima calon yang selanjutnya mengikuti tahapan Pilkades.

Tahapan berikutnya meliputi Verifikasi dan Uji Publik/Tanggapan Masyarakat, yang akan menjadi bagian dari proses menuju penetapan bakal calon menjadi calon kepala desa. Penetapan calon dijadwalkan pada 22 September 2026 sesuai tahapan penyelenggaraan.

Antusiasme Masyarakat Dinilai Masih Tinggi

Dari hasil pemantauan Anton Johari, Posko Pengaduan Pilkades Digital Kabupaten Cianjur pada Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC), tingginya jumlah pendaftar di sejumlah desa menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk mengikuti kontestasi kepala desa masih cukup tinggi.

Menurut Anton, keberadaan desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon justru memperlihatkan adanya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi di tingkat desa.

Namun demikian, menurutnya, Pilkades berbasis digital juga menghadirkan sejumlah hal yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama karena tahapan penyelenggaraannya berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Sosialisasi untuk Pemilih Lansia dan Pemula Jadi Perhatian

Anton menyoroti kesiapan masyarakat dalam menghadapi penggunaan sistem digital, khususnya pemilih dari kelompok lanjut usia (lansia) dan pemilih pemula.

Sosialisasi dinilai menjadi faktor penting agar seluruh pemilih memahami mekanisme penggunaan perangkat digital sebelum pelaksanaan pemungutan suara pada 18 Oktober 2026.

Pertanyaannya, apakah sosialisasi yang dilakukan nantinya benar-benar mampu membuat pemilih memahami, mengerti dan dapat menggunakan perangkat pemilihan digital secara mandiri?

Menurut pemantauan Posko Pengaduan Pilkades Digital LBHC, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar penggunaan teknologi tidak justru menjadi hambatan bagi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya.

Transparansi Sistem Digital Perlu Diawasi

Selain kesiapan pemilih, aspek teknis juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pilkades Digital.

Sejumlah hal yang perlu dipastikan antara lain transparansi keberadaan dan pengelolaan pusat server, kapasitas penyimpanan data, keamanan sistem, kemungkinan gangguan jaringan, pasokan listrik, daya baterai perangkat, serta kesiapan perangkat pemungutan suara seperti tablet atau perangkat digital lainnya.

Aspek keamanan siber juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, termasuk bagaimana sistem mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap perangkat maupun jaringan selama proses pemungutan suara berlangsung.

Persoalan tersebut menjadi penting karena teknologi seharusnya menjadi alat untuk mempermudah proses demokrasi, bukan menjadi faktor yang membuat masyarakat kesulitan memahami atau mengawasi proses pemilihan.

Jangan Sampai Teknologi Mengalahkan Prinsip Demokrasi

Pilkades Serentak berbasis Digital Kabupaten Cianjur pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan prinsip demokrasi tetap berjalan.

Pelaksanaan pada 18 Oktober 2026 diharapkan mampu berlangsung secara proporsional dan profesional, baik dari sisi panitia penyelenggara maupun partisipasi masyarakat.

Prinsip Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER JURDIL) tetap menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan Pilkades.

Karena itu, proses digitalisasi perlu berjalan beriringan dengan transparansi, pengawasan dan kemudahan akses bagi seluruh pemilih.

Teknologi adalah sarana. Keputusan tetap berada di tangan masyarakat sebagai pemegang hak suara.

Dengan demikian, tahapan Seleksi Akademis pada 20 September 2026 di UNSUR menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian Pilkades Digital Cianjur, khususnya bagi lima desa yang memiliki lebih dari lima bakal calon kepala desa. ***Red/kh.E
Share:

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V SKB dan PKBM Tingkat Jawa Barat, Sarongge Jadi Ruang Pembentukan Karakter Warga Belajar

KabarCiepat.com || CIANJUR — Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung 18–20 September 2026 tersebut dipusatkan di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru”, kegiatan ini membawa slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli.”

Gema Tunas V mempertemukan warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat melalui kegiatan kepramukaan, perlombaan, pembinaan, hingga aktivitas kebersamaan.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perkemahan dan kompetisi. Gema Tunas V dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kelas, khususnya dalam membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Di antaranya Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur Suci Wijayanti, S.H., M.Kn.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si. beserta jajaran, Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., dan Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, M.Pd.

Dari unsur Forum PKBM hadir Ketua DPW Forum PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, M.Pd. serta Ketua DPD Forum PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik, S.Pd.I., M.AP. Turut hadir para kepala FK PKBM kabupaten/kota, kepala SKB, pengelola PKBM, tutor, pendidik, peserta, panitia dan tamu undangan lainnya.

Deni: Bukan Sekadar Perkemahan

Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V merupakan program Forum Komunikasi PKBM Provinsi Jawa Barat yang tahun ini dipercayakan untuk dilaksanakan di Kabupaten Cianjur.

Menurut Deni, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi warga belajar pendidikan nonformal, khususnya peserta Paket B dan Paket C.

«“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi melalui kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” ujar Deni, yang juga mantan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur.»

Sarongge Menjadi Ruang Belajar di Luar Kelas

Gema Tunas V diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap daerah mengirimkan kontingen resmi yang terdiri atas peserta, pembina pendamping dan official.

Sebanyak 12 jenis perlombaan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Konsep tersebut sejalan dengan karakter pendidikan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Warga belajar juga membutuhkan pengalaman, keterampilan sosial dan kemampuan menghadapi situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan kepramukaan, peserta berinteraksi dengan warga belajar dari daerah lain, membangun persahabatan, bekerja dalam kelompok serta belajar menghargai perbedaan.

Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari pemerintah daerah masing-masing kontingen. Sejumlah daerah menempatkan Gema Tunas sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemandirian, keterampilan, kedisiplinan dan karakter warga belajar pendidikan kesetaraan.

Belajar Disiplin dari Kehidupan Perkemahan

Lingkungan perkemahan Sarongge Valley menjadi bagian dari proses pembelajaran. Selama mengikuti kegiatan, peserta dituntut mampu mengatur diri, mematuhi jadwal, menjaga kebersihan, bekerja sama dengan anggota regu serta bertanggung jawab terhadap perlengkapan dan lingkungan sekitar.

Peserta juga diwajibkan menjaga kebersihan area tenda dan lokasi kegiatan. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

«“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, menjaga lingkungan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” kata Deni.»

Administrasi dan Kesehatan Jadi Persyaratan

Untuk mengikuti kegiatan, setiap kontingen diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan.

Persyaratan tersebut antara lain surat tugas resmi dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, NISN warga belajar Paket B dan Paket C, bukti status sebagai warga belajar berupa kartu tanda warga belajar atau surat keterangan aktif dari kepala PKBM atau SKB, serta surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas.

Peserta juga diwajibkan membawa seragam Pramuka, pakaian olahraga, perlengkapan pribadi dan berbagai kebutuhan selama berada di lokasi perkemahan.

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memastikan seluruh peserta tercatat secara resmi serta dapat mengikuti kegiatan secara aman dan tertib.

Beradaptasi dengan Kondisi Alam Sarongge

Kondisi alam Sarongge Valley turut memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Udara yang relatif dingin, terutama pada malam hari, membuat setiap kontingen harus mempersiapkan perlengkapan secara matang.

Peserta diminta membawa jaket tebal, jas hujan, sepatu lapangan, pakaian olahraga, pakaian ganti, perlengkapan ibadah dan obat-obatan pribadi.

Untuk kebutuhan perkemahan, kontingen juga membawa lampu tenda berbasis baterai atau LED, tongkat Pramuka, tali, peralatan kebersihan serta kantong sampah.

Peserta juga membawa pakaian adat atau pakaian kreasi daerah masing-masing untuk mengikuti kegiatan karnaval dengan konsep ecoprint.

Pembimbing Bertanggung Jawab terhadap Peserta

Pembimbing pendamping memiliki peran penting selama kegiatan berlangsung. Selain mendampingi peserta dalam perlombaan, mereka bertanggung jawab terhadap kedisiplinan, kesehatan dan keamanan peserta.

Pembimbing diwajibkan memantau keberadaan dan kondisi peserta secara berkala. Apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan, pembimbing harus memberikan penanganan awal atau membawa peserta ke pos kesehatan.

Panitia juga menerapkan ketentuan jam malam. Peserta diwajibkan berada di dalam tenda dan beristirahat paling lambat pukul 22.00 WIB.

Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga seluruh rangkaian kegiatan tetap aman, tertib dan nyaman bagi semua kontingen.

Pelanggaran Ada Sanksinya

Untuk menjaga ketertiban, panitia menerapkan aturan beserta sanksi terhadap peserta yang melakukan pelanggaran.

Pelanggaran dikategorikan menjadi ringan, sedang dan berat.

Pelanggaran ringan, seperti persoalan kebersihan, keterlambatan ringan atau lupa mengenakan atribut, dapat diberikan teguran secara lisan.

Pelanggaran sedang, seperti melanggar jam malam, merokok sembarangan atau memasuki zona lawan jenis tanpa tindakan asusila, dapat dikenai peringatan tertulis dan berdampak terhadap penilaian kontingen.

Sementara itu, pelanggaran berat seperti pencurian, perampasan, penyalahgunaan narkoba atau minuman keras, perkelahian fisik, tindakan asusila dan perusakan fasilitas secara sengaja dapat berujung pada pengeluaran peserta dari lokasi kegiatan hingga diskualifikasi kontingen.

Untuk perkara yang mengandung unsur pidana, penanganannya diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Dari Sarongge, Pendidikan Nonformal Didorong Semakin Berkarakter

Gema Tunas V menjadi momentum bagi pendidikan nonformal untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.

Melalui kepramukaan, warga belajar memperoleh pengalaman langsung mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini juga memberikan ruang kepada warga belajar Paket B dan Paket C untuk memperoleh pengalaman sosial dan keterampilan yang tidak selalu didapatkan dalam pembelajaran rutin.

Karena itu, Gema Tunas V diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perkemahan selama tiga hari. Ada nilai pendidikan yang hendak dibawa pulang oleh setiap peserta: kesempatan untuk berkembang, berprestasi, membangun kepercayaan diri dan mengambil peran di tengah masyarakat.

«“Harapannya, setelah mengikuti Gema Tunas ini, anak-anak bukan hanya membawa pengalaman tentang Pramuka. Mereka juga membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Deni.»

Gema Tunas V sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara PKBM, SKB, pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam memberikan ruang tumbuh bagi warga belajar pendidikan nonformal.

Dari Sarongge, Cianjur, pendidikan nonformal tidak hanya berbicara tentang kesempatan belajar. Lebih dari itu, pendidikan menjadi proses untuk membentuk warga belajar yang mampu berkarya, berbakti dan peduli. ***Dani
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa