F Sekjen GKTN Ratna Kritik Rencana Penggunaan DAU untuk Gaji PPPK: "Jangan Pindahkan Beban Negara ke Daerah" ~ kabarciepat.com

Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Kamis, 06 Agustus 2026

Sekjen GKTN Ratna Kritik Rencana Penggunaan DAU untuk Gaji PPPK: "Jangan Pindahkan Beban Negara ke Daerah"

KabarCiepat.com || JAKARTA – Sekretaris Jenderal GKTN, Ratna, menyayangkan wacana penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai sumber pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan guru paruh waktu. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan solusi, melainkan hanya memindahkan beban anggaran dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Ratna menegaskan bahwa DAU pada dasarnya diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas layanan pendidikan seperti pembangunan sekolah, pengadaan buku, hingga rehabilitasi ruang kelas. Apabila sebagian besar DAU dialihkan untuk membayar gaji, maka program pembangunan pendidikan di daerah dikhawatirkan akan terhambat.

"Saya sangat menyayangkan. Menambah dana DAU untuk membayar gaji PPPK dan guru paruh waktu itu sama saja memindahkan beban negara ke pundak daerah. DAU adalah uang untuk membangun sekolah, membeli buku, dan memperbaiki ruang kelas. Kalau habis untuk gaji, lalu anak-anak kita mau belajar dengan fasilitas apa?" tegas Ratna.

Ia meminta pemerintah pusat tidak melepaskan tanggung jawab terhadap pembiayaan aparatur sipil negara. Menurutnya, apabila pemerintah berkomitmen mengangkat PPPK, maka pembiayaan gajinya harus menjadi tanggung jawab penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan dibebankan kepada keuangan daerah.

"Pemerintah pusat jangan cuci tangan. Kalau mau mengangkat PPPK, tanggung jawab penuh harus dari APBN, bukan mengorbankan dana daerah," ujarnya.

Ratna menegaskan bahwa GKTN tidak menolak peningkatan kesejahteraan guru PPPK maupun tenaga honorer. Namun, mekanisme pembiayaan harus disusun secara adil dan tidak mengganggu kemampuan fiskal pemerintah daerah.

"Kami di daerah tentu mendukung kesejahteraan guru PPPK dan honorer. Itu wajib. Tetapi skemanya harus jelas. Menaruh beban gaji ke DAU akan membuat fiskal daerah jebol. Jadi ini bukan solusi, ini hanya memindahkan masalah dari pusat ke daerah," katanya.

Ia bahkan menilai rencana penggunaan DAU untuk membayar gaji PPPK merupakan kebijakan yang tidak tepat karena berpotensi mengorbankan pembangunan sektor pendidikan.

"Rencana memakai DAU untuk gaji PPPK itu zalim. DAU adalah untuk pembangunan daerah. Gaji ASN merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Jangan sampai demi membayar gaji, sekolah tidak bisa dibangun. Jangan sampai demi guru, murid yang dikorbankan," tegasnya.

Sebagai solusi, Ratna mengusulkan agar pemerintah terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan skala prioritas, memastikan pembiayaan gaji PPPK bersumber dari APBN, serta memberikan kepastian status kepegawaian agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan tenaga pendidik.

"Kami tidak menolak guru sejahtera, tetapi caranya harus benar. Pertama, lakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan skala prioritas. Kedua, anggarannya harus berasal dari APBN, bukan membebani DAU. Ketiga, berikan kepastian status yang jelas, jangan setengah-setengah. Jika dipaksakan melalui DAU, daerah akan semakin tercekik dan kualitas pendidikan justru berpotensi menurun," pungkas Ratna. ***Red

Share:

0 comments:

Posting Komentar

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa