F Kostum “Tikus-Tikus Kantor” KOPIMU Gegerkan Jalan Santai Ciranjang, Kritik Korupsi Disuarakan Terbuka ~ kabarciepat.com

Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Jumat, 14 Agustus 2026

Kostum “Tikus-Tikus Kantor” KOPIMU Gegerkan Jalan Santai Ciranjang, Kritik Korupsi Disuarakan Terbuka


KabarCiepat.com || CIRANJANG — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (15/8/2026), tidak hanya diwarnai kemeriahan jalan santai. Di tengah suasana perayaan, Komunitas KOPIMU justru membawa pesan kritik sosial yang menyengat.

Mengikuti jalan santai yang digelar Pemerintah Kecamatan Ciranjang di Desa Kertajaya, sejumlah anggota KOPIMU tampil mengenakan kostum bertema “Tikus-Tikus Kantor”. Kostum tersebut menggambarkan simbol pejabat korup hingga kelompok berkekuatan ekonomi dan politik yang kerap diasosiasikan dengan praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Aksi teatrikal itu sontak menjadi perhatian peserta dan warga. Di balik kemeriahan HUT RI, KOPIMU ingin mengingatkan bahwa persoalan korupsi masih menjadi pekerjaan besar yang tidak boleh ditutup-tutupi.

Ketua KOPIMU, Agus Setiawan, mengatakan pemilihan tema “Tikus-Tikus Kantor” sengaja dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang menurutnya masih terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan.

«“Kami sengaja memilih kostum ini karena masyarakat sudah sangat muak dengan ulah para oknum pejabat korup, mulai dari tingkat pusat hingga pemerintahan desa,” ujar Agus di sela kegiatan.»

Menurut Agus, kritik tersebut tidak diarahkan kepada institusi tertentu secara keseluruhan, melainkan kepada oknum yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.

Ia menilai pejabat publik, aparat penegak hukum maupun pimpinan lembaga yang diberi amanah seharusnya menjadi contoh dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Jangan sampai mereka yang seharusnya memberikan teladan justru terseret persoalan korupsi. Masyarakat sekarang semakin kritis dan berhak mempertanyakan bagaimana kekuasaan digunakan,” tegasnya.

Kemerdekaan Bukan Alasan Menutup Mata

Bagi KOPIMU, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, lomba, ataupun jalan santai. Momentum 17 Agustus dinilai harus menjadi ruang untuk kembali mengingat pengorbanan para pahlawan sekaligus mengkritisi berbagai persoalan bangsa.

Agus mengingatkan, kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang yang mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa.

“Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan. Jangan sampai kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan darah dan air mata justru dikhianati oleh orang-orang yang menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri,” katanya.

Karena itu, KOPIMU mendorong pemberantasan korupsi dilakukan secara serius, transparan, dan tidak tebang pilih.

Dorong Hukuman Berat dan Penyitaan Aset

KOPIMU juga menyuarakan tuntutan keras terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

Mereka mendukung pemberian sanksi maksimal sesuai ketentuan hukum bagi pelaku korupsi yang terbukti merugikan negara. KOPIMU juga mendorong pengembalian kerugian negara melalui penyitaan dan perampasan aset hasil tindak pidana korupsi sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Agus menilai hukuman terhadap koruptor harus mampu memberikan efek jera sekaligus memastikan keuntungan yang diperoleh dari kejahatan tersebut tidak tetap dinikmati pelaku maupun pihak yang terkait.

“Yang kami inginkan sederhana: hukum harus tajam kepada siapa pun yang terbukti melakukan korupsi. Jangan ada tebang pilih,” ujarnya.

Kritik dari Jalanan, Pesan untuk Penguasa

Aksi KOPIMU berlangsung dalam suasana damai dan menjadi bagian dari ekspresi kritik masyarakat dalam ruang publik.

Kostum “Tikus-Tikus Kantor” akhirnya bukan sekadar tontonan di tengah jalan santai. Simbol tersebut menjadi pesan bahwa perayaan kemerdekaan seharusnya juga menjadi momentum untuk melawan praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengkhianatan terhadap amanah publik.

Di tengah tepuk tangan dan kemeriahan warga Desa Kertajaya, KOPIMU menyampaikan satu pesan: kemerdekaan tidak boleh hanya dirayakan, tetapi juga harus dijaga dari praktik korupsi yang menggerogoti kepercayaan masyarakat. ***Jhd 
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa