Cisokan, KBB kabarciepat.com – Pengelolaan anggaran dana fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) di kawasan Cisokan kab. Bandung Barat provinsi Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Melalui unggahan akun Facebook Bubun Bryan Justice, sejumlah pertanyaan kritis disampaikan terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa dana fasos/fasum Cisokan diduga mencapai angka sekitar Rp11 miliar. Namun, penggunaan anggaran tersebut kini menuai tanda tanya besar dari masyarakat.
“Siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah pengelolaan anggaran ini sudah sesuai aturan? Atau justru ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan?” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Sorotan juga mengarah pada sejumlah proyek infrastruktur yang disebut memiliki nilai fantastis, di antaranya pembangunan ruas jalan Kampung Cangkuang, Desa Bojongsalam, yang bernilai sekitar Rp2,8 miliar, serta proyek jalan Cicalengka–Cikawung yang disebut mencapai Rp1,8 miliar.
Selain itu, muncul dugaan bahwa pengelolaan proyek-proyek tersebut melibatkan pihak-pihak tertentu yang berada di lingkaran perusahaan besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran adanya praktik yang tidak transparan.
Masyarakat pun menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan hal yang wajib dalam pengelolaan anggaran publik.
“Masyarakat berhak tahu. Transparansi dan akuntabilitas bukan pilihan, tapi kewajiban,” lanjut pernyataan dalam unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan tersebut. Publik berharap adanya klarifikasi serta audit terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan. ***Riki






0 comments:
Posting Komentar