Pantura, kabarciepat.com – Aktivitas masyarakat yang meminta koin di sepanjang Jembatan Sewo, jalur Pantura perbatasan Indramayu–Subang, masih terus berlangsung meskipun pemerintah telah mengeluarkan larangan dan memberikan kompensasi kepada warga agar tidak lagi melakukan praktik tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan warga dari berbagai usia tampak berjejer di pinggir jalan hingga ke badan jalan, terutama pada malam hari. Mereka berharap mendapatkan uang koin dari para pengendara yang melintas. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Tradisi yang dikenal sebagai “saweran” ini diyakini sebagian masyarakat sebagai bagian dari kebiasaan turun-temurun yang sulit ditinggalkan. Meski berbagai upaya sosialisasi dan bantuan telah diberikan pemerintah, kepercayaan terhadap tradisi lokal masih menjadi alasan utama warga tetap bertahan.
Sejumlah pengendara mengaku merasa terganggu dengan aktivitas tersebut. Selain memperlambat perjalanan, mereka juga khawatir akan keselamatan karena banyak warga yang turun langsung ke jalan untuk mengambil uang.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengambil langkah tegas dengan melarang praktik tersebut serta memberikan kompensasi sebagai bentuk solusi. Namun, implementasi di lapangan dinilai belum maksimal karena minimnya pengawasan dan kesadaran masyarakat.
Situasi di Jembatan Sewo ini menjadi perhatian serius, mengingat jalur Pantura merupakan salah satu jalur utama dengan volume kendaraan tinggi. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi yang tidak hanya menghormati tradisi, tetapi juga menjamin keselamatan bersama.***C.Hamdan






0 comments:
Posting Komentar