CIANJUR, KabarCiepat.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber daya air melalui gerakan penghijauan di berbagai wilayah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon yang digelar di kawasan Cirumput, salah satu daerah penting sebagai sumber mata air bagi masyarakat Cianjur.
Dalam kegiatan tersebut, Kang Maman menegaskan bahwa menjaga pohon dan kawasan hijau merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Menurutnya, keberadaan pepohonan memiliki peran besar dalam menjaga struktur tanah dan mempertahankan cadangan air.
“Pohon ini adalah sumber kehidupan kita, sumber air kita. Sumber air itu akan hilang kalau kita tidak menjaga pohon-pohon yang menjadi sumbernya, yang menjaga tanah dan menahan air. Ini adalah masa depan Kabupaten Cianjur agar air tetap terus berlimpah saat anak-anak kita besar kelak,” ujar Kang Maman.
Ia menjelaskan, wilayah Cirumput selama ini dikenal sebagai salah satu sumber air terbesar yang menyuplai kebutuhan masyarakat perkotaan maupun sejumlah wilayah lain di Kabupaten Cianjur. Karena itu, penghijauan tidak boleh dianggap sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan.
Selain menyoroti pentingnya menjaga alam, Kang Maman juga membagikan pengalaman dan pelajaran yang diperolehnya saat melakukan kunjungan kerja bersama Komite Damai Mandiri (KDM) ke Papua. Ia mengaku kagum terhadap kehidupan masyarakat Papua yang masih sangat dekat dengan alam dan menjunjung tinggi nilai-nilai sosial.
Menurutnya, ada sejumlah nilai luhur yang patut dijadikan teladan dan dihidupkan kembali di tengah masyarakat Cianjur. Nilai pertama adalah keikhlasan dan ketulusan hati, di mana masyarakat Papua dinilai hidup penuh rasa syukur tanpa keserakahan.
Nilai kedua yakni tingginya kepedulian sosial. Kang Maman menceritakan pengalamannya ketika melihat anak-anak di Papua menolak menerima uang dua kali dan meminta agar diberikan kepada teman lain yang belum mendapat bagian.
Sementara nilai ketiga adalah sikap tertib dan saling menghormati. Ia menilai masyarakat Papua mampu menjaga ketenangan dan tidak berebut saat berbelanja, meskipun warung-warung warga sedang diborong.
Kang Maman menyayangkan mulai lunturnya nilai kesopanan, akhlak, dan keikhlasan di tengah masyarakat modern saat ini. Padahal, menurutnya, nilai-nilai tersebut dahulu juga menjadi bagian dari warisan budaya leluhur masyarakat Cianjur.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum penghijauan sebagai langkah bersama untuk menjaga alam sekaligus memperbaiki kehidupan sosial masyarakat.
“Ayo kita kembalikan lagi kesopanan, akhlak, dan keikhlasan yang dulu pernah diberikan oleh leluhur kita. Insyaallah, dengan menjaga alam ditambah dengan menjaga nilai-nilai kebaikan tersebut, Cianjur akan menemukan kejayaannya kembali,” pungkasnya. ***Red/YF






0 comments:
Posting Komentar