Kabarciepat.com || Cianjur – Penyebab keracunan Massal yang menimpa 143 Balita di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur,menemui titik terang.berdasarkan hasil uji laboratorium,menu Makanan Bergizi Gratis(MBG) di wilayah itu dinyatakan positif mengandung cemaran bakteri serta zat kimia nitrat dan nitrit yang melampaui ambang batas.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur pada 16 April 2026.
Hasil investigasi menemukan adanya cemaran zat kimia nitrit pada menu tumis pakcoy di SPPG Leles 2, Sukasirna, dengan kadar mencapai 169 kali di atas batas aman JECFA.
"Jika merujuk batas maksimum JECFA untuk nitrit, yakni 0,07 mg/kg berat badan per hari. Tumis pakcoy tersebut mengandung 11,85 mg/kg, maka temuan di SPPG Leles 2 Cianjur mencapai 169 kali lipat di atas batas aman," ujar Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Arie Karimah Muhammad.
Meski demikian, mayoritas sampel makanan lain dinyatakan aman dari kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E.Coli, hingga B.cereus berdasarkan hasil uji Labkesda Jawa Barat.
"Temuan nitrit dinilai sangat serius dan berpotensi berdampak luas pada keamanan pangan," ucap Arie.
BGN kini meminta evaluasi menyeluruh bersama Kementerian Pertanian terkait dugaan sumber cemaran nitrit pada bahan pangan tersebut. ***YF/RT






0 comments:
Posting Komentar