KabarCiepat.com || Bandung Barat — Di usia yang nyaris seabad, saat tubuh renta seharusnya mendapat perhatian dan perlindungan negara, kehidupan pilu justru dialami Ibu Amih Rukmini yang sering di sapa Amih Lansia berusia sekitar 95 tahun asal Kampung Lio, RT 01/RW 05, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat itu hingga kini dikabarkan belum pernah merasakan bantuan sosial dari pemerintah. Selasa, 26/5/2026
Di balik dinding rumah reyot yang nyaris lapuk dimakan usia, Amih menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Tubuhnya yang sudah lemah membuatnya sulit beraktivitas. Namun ironisnya, di tengah gencarnya program bantuan sosial seperti BLT dan PKH, nama dirinya justru seolah tak pernah tercatat.
Dengan suara lirih dan tatapan kosong, Ibu Amih mengaku heran mengapa dirinya yang hidup serba kekurangan tidak pernah mendapat bantuan, sementara sejumlah warga lain yang masih kuat bekerja justru rutin menerima bantuan sosial.
“Yang muda dan masih sehat dapat bantuan, saya mah teu acan kantos,” ucapnya pelan saat ditemui di kediamannya.
Pemandangan di rumah Ibu Amih begitu menyayat hati. Rumah sederhana yang ditempatinya merupakan hasil swadaya keluarga agar dirinya sekadar memiliki tempat berteduh. Di dalam rumah itu, tak ada kemewahan sedikit pun.
Di ruang tidur sempit, hanya terdapat kasur tipis yang digelar langsung di lantai dengan kelambu lusuh yang diikat seadanya. Sementara di bagian dapur, asap hitam pekat membekas di langit-langit rumah akibat aktivitas memasak menggunakan tungku batu dan kayu bakar.
Sebagian besar bangunan rumah masih menggunakan kayu dan bambu tua yang mulai rapuh. Debu dan aroma lembab menyelimuti setiap sudut rumah, menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani lansia tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait validitas pendataan penerima bantuan sosial di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar, Kartu Keluarga milik Ibu Amih bahkan disebut pernah dibawa oleh pihak yang biasa mengurus pembagian bantuan. Namun hingga kini, bantuan yang dijanjikan tak pernah datang.
Fakta ini memantik keprihatinan mendalam dari masyarakat. Warga berharap pemerintah desa, aparat setempat, hingga Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Jangan sampai lansia seusia beliau terus terabaikan. Ini soal kemanusiaan,” ujar salah seorang warga.
Kini, di sisa usianya yang semakin senja, Ibu Emmih hanya berharap ada perhatian nyata dari pemerintah. Sebab di balik tubuh renta dan rumah sederhana itu, masih ada harapan kecil agar dirinya bisa merasakan kehadiran negara sebelum waktu benar-benar habis.***Asol






0 comments:
Posting Komentar