Kabarciepat.com || Cianjur – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur memberi peringatan tegas kepada operator madrasah: jangan sampai ada kesalahan dalam pendataan peserta Ujian Madrasah Aliyah (MA) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan konfirmasi dan validasi data peserta ujian yang digelar di Aula Kemenag Cianjur, dengan melibatkan puluhan operator dan perwakilan madrasah se-Cianjur.
Suasana kegiatan berlangsung serius. Para peserta terlihat fokus melakukan pengecekan detail hingga sinkronisasi data. Pasalnya, kesalahan sekecil apa pun dinilai bisa berdampak besar terhadap nasib peserta didik saat ujian berlangsung.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Cianjur, H. Budi Lukman, menegaskan bahwa akurasi data bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut hak siswa.
“Jangan anggap ini hal sepele. Data harus benar-benar valid. Kalau sampai ada yang keliru, dampaknya langsung ke siswa. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Tak hanya pemaparan, Kemenag juga membuka sesi konsultasi untuk mengurai berbagai kendala teknis di lapangan, terutama dalam proses input dan sinkronisasi data yang kerap menjadi titik rawan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kemenag Cianjur tidak ingin ada celah kesalahan dalam pelaksanaan Ujian Madrasah Aliyah 2025/2026. Targetnya jelas: ujian berjalan lancar tanpa hambatan administratif. ***Red






0 comments:
Posting Komentar