kabarciepat.com || CIANJUR — Kirab Budaya “Binokasih Mulang Salaka” berlangsung meriah dan dipadati ribuan masyarakat di Kabupaten Cianjur. Kegiatan budaya akbar tersebut dihadiri langsung oleh Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Cianjur, serta sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Rabu, 6/5/2026
Turut hadir pula Bupati Cianjur Dr. Wahyu, Wakil Bupati Cianjur Ramzi, Ketua DPRD Cianjur Hj. Mety Triantika, serta Wakil Ketua DPRD Cianjur Susilawati yang ikut menyaksikan semarak kirab budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Sunda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Acara berlangsung penuh antusias dengan suguhan berbagai seni tradisional, parade budaya, hingga pertunjukan khas daerah yang memukau masyarakat. Ribuan warga tampak memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan budaya yang sarat nilai kearifan lokal dan warisan leluhur Tatar Pasundan.
Suasana semakin hidup dengan penampilan sejumlah musisi dan seniman ternama seperti Charly ST12, Ohang, dan Oni S.O.S yang sukses menghibur masyarakat sepanjang kegiatan berlangsung.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Kabupaten Subang melalui atraksi budaya Sisingaan. Penampilan tersebut tampil megah dengan tata audio menggelegar, koreografi kompak, serta aksi para pemain yang memukau penonton.
Selain itu, kemunculan Ni Hyang Putri dalam rombongan KDM turut menjadi pusat perhatian dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.
Tak kalah menarik, kesenian Jajangkungan dari Kabupaten Karawang sukses mengundang tawa dan antusias penonton. Atraksi unik penuh hiburan tersebut menjadi salah satu penampilan favorit dalam kirab budaya tahun ini.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk kembali peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya menjaga pohon dan sumber mata air.
“Kita harus mulai menanam pohon dan menjaga sumber mata air. Jangan sampai mata air hilang karena alih fungsi lahan,” ujar KDM di hadapan ribuan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan normalisasi terhadap sejumlah kawasan mata air yang kini telah berubah fungsi menjadi lahan hunian maupun pertanian.
Kirab Budaya “Binokasih Mulang Salaka” bukan hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya Sunda, tetapi juga momentum penting dalam menguatkan pesan menjaga alam serta merawat warisan leluhur Jawa Barat. ***Yudi Farell






0 comments:
Posting Komentar