CIANJUR, KabarCiepat.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat menggelar Panen Raya Padi Organik di Kampung Celanjang, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 dan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengusung tema “Sinergi Pangan untuk Negeri.”
Panen raya ini menjadi bukti keberhasilan program demplot padi organik yang mampu menghasilkan produktivitas hingga 8 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen padi nonorganik. Selain panen bersama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan lansia serta bantuan sarana pertanian sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap sektor pertanian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cianjur ****, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Junanto Herdiawan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Cianjur Wahyu Ginanjar, S.O.P., M.M., Camat Warungkondang, unsur Forkopimcam, Babinsa, perwakilan Dinas Pertanian, Kepala Desa Sukamulya Imam Nurjaman, kader PKK, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program pertanian organik tersebut. Menurutnya, capaian produktivitas hingga 8 ton per hektare menunjukkan bahwa pertanian organik memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Cianjur.
"Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Mudah-mudahan ke depan demplot seperti ini bukan hanya ada di sini saja, tetapi bisa tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur," ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan pertanian organik tidak hanya difokuskan pada komoditas padi, tetapi juga diharapkan dapat diterapkan pada berbagai komoditas pertanian lainnya agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menegaskan komitmen BI dalam mendukung pengembangan pertanian organik melalui pendampingan yang berkelanjutan.
"Program kali ini lebih komprehensif karena dikawal langsung oleh Bank Indonesia. Hasilnya di luar ekspektasi, bahkan melebihi dari yang kami harapkan," katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala DTPHP Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, menjelaskan bahwa program demplot padi organik saat ini dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Bojongpicung, Ciranjang, Warungkondang, Karangtengah, dan Kecamatan Cianjur. Masing-masing lokasi memiliki luas demplot sekitar 5.000 meter persegi yang dikelola oleh kelompok tani.
Menurutnya, produktivitas mencapai 8 ton per hektare jauh melampaui rata-rata hasil pertanian nonorganik yang berkisar antara 5 hingga 6 ton per hektare. Ke depan, hasil tersebut akan menjadi bahan kajian untuk memperluas penerapan pertanian organik di wilayah lain.
Kepala Desa Sukamulya, Imam Nurjaman, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bank Indonesia terhadap petani di wilayahnya. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain panen raya, kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan lansia sebagai bentuk kepedulian sosial. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani sebagai upaya memperkuat produktivitas pertanian organik di Kabupaten Cianjur. ***Dani
(Redaksi KabarCiepat.com)






0 comments:
Posting Komentar