kabarciepat.com || Bandung Barat – Polemik dugaan kerugian konsumen dalam proyek perumahan Emerald Resort Padalarang kembali mencuat. Sejumlah konsumen mengaku mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah, dengan kejelasan proyek yang dinilai belum transparan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Hajah Nur Julaeha, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait proyek yang dikelola oleh PT Yan Proland.
“Komisi IV DPRD KBB memandang persoalan ini serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Kami meminta pihak pengembang segera memberikan kejelasan kepada konsumen, baik terkait progres pembangunan maupun penggunaan dana yang telah disetorkan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan mendorong adanya mediasi terbuka antara konsumen dan pihak pengembang guna mencari solusi yang adil.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD KBB, Piter, menyoroti aspek pengawasan dan kemungkinan pelanggaran yang terjadi dalam proyek tersebut.
“Jika memang ditemukan indikasi pelanggaran, baik administratif maupun pidana, maka harus ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan tanpa kepastian,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi lintas komisi dan dengan instansi terkait akan dilakukan untuk mendalami persoalan ini secara menyeluruh, termasuk memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, perwakilan konsumen telah berupaya melakukan pertemuan dengan pihak pengembang, termasuk mengundang pimpinan perusahaan. Namun, hingga kini, konsumen menilai belum ada respons yang memadai dan solutif.
DPRD KBB menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang berpihak pada masyarakat. ***Red






0 comments:
Posting Komentar