kabarciepat.com || Bandung Barat – Sebuah video berdurasi 1 menit 35 detik yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap Kepala SPPG Rajamandala, Muhammad Khatami Maulana, viral di berbagai grup WhatsApp, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 20.47 WIB.
Insiden tersebut terjadi di area dapur SPPG Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat, dan memicu keprihatinan publik atas dugaan aksi premanisme yang berkaitan dengan proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua pria tak dikenal datang ke lokasi dengan tujuan menemui PIC (Person in Charge) SPPG. Namun situasi berubah tegang saat PIC yang dicari justru masuk ke dalam ruangan dan mengunci diri, menghindari pertemuan.
Di saat yang sama, korban, Muhammad Khatami Maulana, berada di luar ruangan. Tanpa dialog yang jelas, kedua pelaku diduga langsung meluapkan emosi dan menjadikan korban sebagai sasaran kekerasan.
Diduga Salah Sasaran, Dipicu Proyek Bermasalah
Sumber di lapangan menyebutkan, kedatangan pelaku berkaitan dengan persoalan proyek yang diduga mengalami keterlambatan pembayaran. Ironisnya, pelampiasan justru diarahkan kepada korban yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan tersebut.
Fakta lain yang mengemuka, pembayaran proyek disebut-sebut telah dilakukan sekitar 30 menit sebelum kejadian. Namun hal tersebut tidak meredam emosi pelaku.
Bahkan, kuat dugaan kedua pelaku berada dalam kondisi terpengaruh minuman keras saat melakukan aksi kekerasan.
Korban Luka, Pelaku Misterius
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk pemeriksaan rontgen guna memastikan kondisi cedera.
Sementara itu, identitas kedua pelaku hingga kini masih belum diketahui. Video yang beredar luas justru semakin menguatkan dugaan adanya tindakan brutal yang terorganisir atau setidaknya terpicu oleh konflik proyek.
Desakan Penegakan Hukum
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan proyek serta potensi praktik premanisme dalam pelaksanaannya. Publik mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan, mengusut tuntas kasus ini, dan menangkap pelaku.
Jika tidak ditindak tegas, kejadian serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. ***(Tim Redaksi)






0 comments:
Posting Komentar