kabarciepat.com || Bandung Barat – Insiden mengkhawatirkan terjadi di kawasan proyek PLTA Upper Cisokan yang berlokasi di Kampung Cimarel, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (1/5/2026). Tebing di area proyek dilaporkan mengalami pergerakan drastis yang diduga kuat sebagai longsor, memicu kepanikan warga sekitar.
Peristiwa ini langsung menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek strategis berskala besar seperti PLTA seharusnya memiliki standar keamanan tinggi, termasuk mitigasi risiko bencana di area rawan seperti tebing dan lereng.
Dalam video yang beredar luas, terlihat warga berlarian panik menjauh dari lokasi. Kepulan debu dan kondisi tanah yang labil memperlihatkan indikasi adanya pergeseran struktur tanah yang signifikan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah sistem pengamanan dan pengawasan proyek sudah dijalankan secara optimal?
Sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi memadai terkait potensi bahaya dari aktivitas proyek tersebut.
“Kami tidak tahu kalau ada risiko seperti ini. Tiba-tiba saja kejadian, semua panik,” ungkap seorang warga yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Ketiadaan peringatan dini maupun sistem evakuasi yang jelas menjadi sorotan. Dalam proyek sebesar PLTA Upper Cisokan, aspek keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas administratif.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek maupun instansi pemerintah terkait penyebab insiden. Minimnya transparansi ini justru memperkuat dugaan adanya kelalaian atau lemahnya pengawasan di lapangan.
Pengamat lingkungan dan kebencanaan menilai, proyek di kawasan dengan kontur tanah labil seperti Cisokan harus diawasi ketat, termasuk kajian geologi berkala dan sistem mitigasi longsor yang aktif.
Jika terbukti ada unsur kelalaian, maka pihak terkait harus bertanggung jawab penuh, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proyek.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan lingkungan dan masyarakat. Tanpa pengawasan ketat, proyek strategis justru berpotensi menjadi sumber bencana baru.
Warga kini berharap ada langkah cepat dari aparat dan pemerintah daerah untuk:
mengamankan lokasi,
melakukan investigasi terbuka,
serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area proyek hingga ada kepastian kondisi benar-benar aman. ***(Tim Investigasi kabarciepat.com)






0 comments:
Posting Komentar