Kabarciepat.com || CIANJUR – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur, TNI, Pandawara Group, relawan, dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi pembersihan eceng gondok serta sampah di kawasan Danau Jangari (Waduk Cirata), Kabupaten Cianjur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan bertajuk “Aksi Pembersihan Eceng Gondok dan Sampah” ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., serta dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG. Turut hadir anggota Pandawara Group, Muhamad Agung dan Rafly Pasya, yang ikut terjun langsung membersihkan kawasan perairan Danau Jangari bersama masyarakat.
Aksi lingkungan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus mendukung program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Hari Bhayangkara ke-80, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
"Hari ini kami bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cianjur yang dipimpin oleh Bapak Bupati menunjukkan bahwa kita mencintai kebersihan. Tempat yang awalnya mungkin tidak banyak orang mau turun membersihkannya, justru anak-anak muda dari Pandawara Group hadir dan memberikan contoh nyata kepada masyarakat," ujar AKBP Alexander Yurikho.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan pembersihan sampah domestik dan plastik yang mencemari area perairan serta mengangkat eceng gondok yang pertumbuhannya semakin masif. Keberadaan eceng gondok yang tidak terkendali dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, kualitas air, hingga aktivitas masyarakat yang memanfaatkan waduk sebagai sumber penghidupan.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Jangari secara berkelanjutan. Menurutnya, waduk tersebut merupakan ruang hidup sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kami ingin membangun kepedulian lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Danau Jangari, terutama mereka yang menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya dari waduk ini. Ini adalah tempat hidup kita, ruang hidup kita, dan tempat mencari rezeki kita. Mari kita jaga bersama untuk masa depan anak-anak kita," kata Bupati.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait sampah yang ditinggalkan para pemancing di kawasan waduk, Bupati menyebut pemerintah daerah berencana menyediakan tempat sampah terapung sebagai salah satu solusi. Namun demikian, ia menekankan bahwa faktor terpenting tetap terletak pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Selain fokus pada pembersihan, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga berencana memanfaatkan eceng gondok yang berhasil diangkat agar memiliki nilai ekonomis dan tidak menjadi limbah baru. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan dengan pendampingan para ahli.
"Eceng gondok ini tidak dibuang begitu saja. Akan dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman dan pakan ternak. Kami juga akan melibatkan para ahli agar tanaman ini dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," jelasnya.
Sementara itu, Muhamad Agung mewakili Pandawara Group menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan kesadaran bersama.
"Ini menjadi tanda komitmen kita untuk berkolaborasi. Bukan saling mengandalkan atau saling menyalahkan. Masalah lingkungan dan sampah adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan kolaborasi dari semua pihak," ungkapnya.
Pandawara Group juga menyoroti persoalan pertumbuhan eceng gondok yang terjadi di sejumlah waduk besar di Jawa Barat, seperti Waduk Cirata, Waduk Saguling, dan Waduk Jatiluhur. Jika tidak ditangani secara serius, keberadaan tanaman invasif tersebut berpotensi mengganggu fungsi waduk, transportasi air, serta kualitas lingkungan perairan.
Meski demikian, mereka menilai kondisi sungai-sungai di Kabupaten Cianjur masih relatif baik dan belum ditemukan penumpukan sampah domestik dalam skala besar. Hal tersebut didukung oleh posisi geografis Cianjur yang berada di wilayah hulu.
Melalui aksi gotong royong ini, diharapkan kebersihan Danau Jangari dapat terus terjaga, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat, komunitas, dan masyarakat dapat menjadi contoh dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Reporter: KabarCiepat.com/ Yudi
Editor: Redaksi






0 comments:
Posting Komentar