F Fenomena Baru RM Padang,Benarkah Imbas Dari Ekonomi RI Sekarang? ~ kabarciepat.com

Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Rabu, 10 Juni 2026

Fenomena Baru RM Padang,Benarkah Imbas Dari Ekonomi RI Sekarang?

Jakarta, KabarCiepat.com – Para pelaku usaha Rumah Makan Padang tengah dihadapkan sejumlah tantangan baik dari kenaikan harga bahan baku hingga penurunan daya beli masyarakat. Mereka pun berharap ada upaya-upaya perbaikan kondisi ekonomi yang mampu memulihkan penjualannya. Rabu, 10/6/2016

Beberapa pengelola Rumah Makan Padang di kawasan Tebet, Jakarta Selatan menyatakan bahwa kondisi penjualan Nasi Padang mengalami penurunan dibandingkan pada saat pandemi Covid-19.

Ridwan contohnya, ia mengaku omzet yang didapatkan berkurang sekitar 20% pada tahun 2026. Pasalnya, beberapa pengunjung cenderung memilih menu yang irit ketika pertengahan hingga akhir bulan. Pada periode tersebut, biasanya para pembeli Nasi Padang lebih memilih menu seperti nasi telur, nasi perkedel, dan nasi terong seharga Rp 18.000

Saking iritnya, lanjut Ridwan, kerap kali ia mendapatkan pengunjung yang hanya membeli sayur dan sambal tanpa nasi untuk dibawa pulang. Di sisi lain, ada juga pembeli yang hanya ingin membeli lauknya saja untuk dibagi-bagi dengan keluarganya di rumah.
Sebaliknya, pada awal bulan atau periode gajian, para pengunjung Rumah Makan Padang banyak yang membeli paket nasi ikan, daging cincang, rendang hingga tunjang. Menu-menu premium tersebut biasanya dibanderol sekitar Rp 20.000-an ke atas.

Sebagian pengunjung juga membeli menu paket lengkap seharga Rp 27.000 yang berisi nasi, satu jenis lauk, sayur dan sambal. Sayangnya, penjualan menu-menu paket tersebut mulai berkurang saat pertengahan hingga akhir bulan.

Di samping itu, Ridwan juga mengeluhkan harga sejumlah bahan baku yang melonjak tinggi di pasar seperti daging sapi, ayam, telur, cabai, dan lainnya. Kenaikan harga tersebut menjadi tantangan sendiri bagi pelaku usaha untuk bisa mempertahankan eksistensi rumah makannya.

Pengelola Rumah Makan Padang lainnya di Tebet, Aldi juga mengaku masakan Padang yang dijualnya sepanjang 2026 cenderung menurun. Bahkan, tren penjualannya diklaim tidak lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu. Padahal, ketika pandemi berlangsung, mobilitas masyarakat di luar rumah cukup terbatas.

Saat pandemi, Rumah Makan Padang yang dikelola Aldi kerap mendapat pesanan dalam jumlah besar. Namun, capaian tersebut justru tidak berlanjut akhir-akhir ini.

Pelemahan daya beli seiring kondisi ekonomi yang kurang stabil dipandang Aldi sebagai penyebab penurunan penjualan Rumah Makan Padang yang dikelolanya. Dia juga melihat masalah serupa juga dialami oleh berbagai pelaku usaha lainnya di bidang Rumah Makan Padang.

Selain lesunya permintaan dari konsumen, tantangan juga muncul seiring ketersediaan bahan baku yang cenderung terbatas. Aldi memberi contoh, pihak supplier seperti daging ayam belakangan ini turut mengalami penurunan penjualan yang kemudian berdampak pada kemampuan mereka untuk memasok produk tersebut ke Rumah Makan Padang.

Tantangan lain juga muncul dari kenaikan harga sejumlah bahan baku dalam beberapa waktu terakhir, seperti daging, cabai, hingga sayuran. Padahal, bahan baku tersebut cukup penting untuk berbagai menu masakan Padang.

Kondisi tersebut membuat Aldi mesti mengerek harga jual masakan Padang secara bertahap yakni Rp 1.000 di tiap tahun. Lantas, Aldi berharap ada upaya konkret dari pemerintah untuk mengendalikan harga bahan baku masakan Padang, misalnya melalui operasi pasar.

Sementara itu, Ijan, pelaku usaha Rumah Makan Padang lainnya di kawasan Tebet juga mengaku kondisi daya beli masyarakat tampak bermasalah. Hal ini tercermin dari adanya penurunan penjualan nasi Padang lebih dari 10% dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Taufik juga menyadari harga bahan baku untuk masakan Padang melonjak tinggi setelah lebaran 2026. Mulai dari harga daging hingga cabai. Bahkan, plastik penunjang membungkus makanan pun ikutan naik. ***Red/YF

Source:CNBC
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa