KabarCiepat.com || CIANJUR – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, ke wilayah Perum Perhutani KPH Cianjur. Dalam agenda tersebut, Sekjen Kementerian Kehutanan berdialog langsung dengan para mitra penyadap getah pinus di kawasan BKPH Cianjur.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja BKPH Cianjur ini dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Cianjur Ade Sugiharto beserta jajaran, Sekjen Kementerian Kehutanan Mahfudz dan rombongan, serta sejumlah perwakilan penyadap getah pinus yang sehari-hari menggantungkan penghidupannya dari hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Dalam dialog tersebut, para penyadap menyampaikan berbagai kondisi yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari dampak perubahan cuaca terhadap produktivitas penyadapan, kebutuhan sarana pendukung kerja, hingga harapan terhadap peningkatan perlindungan sosial dan keselamatan kerja.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menegaskan bahwa para penyadap getah pinus memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan industri hijau nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan setiap kebijakan kehutanan tidak hanya berfokus pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bergantung pada kawasan hutan.
"Kehadiran kami untuk berdialog langsung dengan para penyadap bertujuan memastikan bahwa kebijakan yang disusun pemerintah benar-benar berpihak pada kesejahteraan mereka. Para penyadap merupakan garda terdepan dalam mendukung industri hijau nasional. Karena itu, aspek keselamatan kerja, keberlanjutan kemitraan, dan perlindungan sosial harus terus diperkuat melalui kolaborasi yang baik bersama Perhutani," ujar Mahfudz.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Cianjur Ade Sugiharto menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan kerja para mitra penyadap melalui berbagai program pembinaan. Program tersebut antara lain penyaluran bantuan secara berkala, penyediaan alat pelindung diri (APD), hingga jaminan perlindungan keselamatan kerja.
Menurut Ade, dialog bersama Sekjen Kementerian Kehutanan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program yang telah berjalan sekaligus menyerap masukan langsung dari para penyadap agar kebijakan yang diterapkan semakin tepat sasaran.
"Perhutani menyambut baik adanya dialog ini sebagai ruang untuk mendengar langsung aspirasi para penyadap. Kenyamanan dan keamanan para mitra di lapangan merupakan faktor penting dalam mendukung optimalisasi produksi getah pinus. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sarana kerja maupun program perlindungan sosial di seluruh BKPH," jelas Ade.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis. Pertemuan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Kementerian Kehutanan, Perhutani, dan para mitra penyadap dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Dengan adanya komunikasi langsung seperti ini, diharapkan berbagai program pemberdayaan dan perlindungan bagi penyadap getah pinus dapat terus ditingkatkan demi mendukung kesejahteraan mereka di masa mendatang. ***Dani






0 comments:
Posting Komentar