Jumat, 06 Maret 2026
Bupati Cianjur Kunjungi Keluarga Korban Kekerasan di Cugenang, Tekankan Kepedulian terhadap Warga Rentan
Polisi Ungkap Pembunuhan Anak di Cipatat, Pelaku Ternyata Kakak Tiri Korban
Cimahi, kabarciepat.com – Aparat kepolisian dari Polsek Cipatat bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang anak berinisial AS (12) yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa (3/3/2026).
Pelaku diketahui berinisial MZ (28), yang merupakan kakak tiri korban. Ia berhasil diamankan oleh tim gabungan kepolisian hanya beberapa jam setelah kejadian.
Kapolres Cimahi, Niko N Adiputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku melakukan aksi tersebut dengan cara mengambil satu buah golok dari rumahnya sebelum mendatangi korban.
“Tersangka terlebih dahulu mengambil satu buah golok dari rumahnya, kemudian mendatangi korban dan melakukan penganiayaan berat dengan menggorok leher korban, menusuk bagian punggung sebanyak dua kali, serta menyayat tangan korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolres.
Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke wilayah Cianjur. Namun berkat gerak cepat aparat kepolisian, pelaku berhasil ditangkap tidak lama setelah kejadian oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi bersama anggota Polsek Cipatat.
Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Cimahi guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami motif di balik tindakan tragis yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang anak tersebut.
Pihak kepolisian memastikan kasus ini akan diproses secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. ***Red
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Purwadadi Diduga Sulit Ditemui, Awak Media Mengeluh Minim Akses Informasi
Purwadadi, Subang. kabarciepat.com – Sejumlah awak media yang berupaya melakukan konfirmasi terkait isu internal di SMA Negeri 1 Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan pihak kepala sekolah. Upaya untuk memperoleh keterangan resmi kerap berujung pada jawaban bahwa kepala sekolah “tidak ada di tempat” atau “tidak bisa ditemui.”
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan jurnalis maupun masyarakat sekitar, mengingat peran kepala sekolah sebagai figur sentral dalam memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang. Ketertutupan informasi dinilai dapat memperburuk persepsi publik dan menghambat transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga pendidikan.
Beberapa wartawan menyampaikan bahwa meski telah berulang kali mendatangi sekolah, akses untuk melakukan wawancara tetap terbatas. “Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan resmi, namun selalu diarahkan untuk menunggu tanpa kepastian,” ujar salah satu jurnalis lokal.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa komunikasi antara pihak sekolah dan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas publik, terlebih bagi institusi pendidikan yang menjadi pusat pembinaan generasi muda.
Masyarakat berharap pihak sekolah segera memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh. Transparansi dan komunikasi yang baik diyakini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.***salman
SMK Negeri 1 Banyusari Gelar Pesantren Ekologi, Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Nilai Keagamaan di Bulan Ramadan
Karawang, kabarciepat.com – SMK Negeri 1 Banyusari menggelar kegiatan Pesantren Ekologi selama tiga pekan sebagai bagian dari program pembinaan karakter siswa di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini memadukan pendidikan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kepala SMK Negeri 1 Banyusari, Kardiyah, S.Pd., mengatakan bahwa Pesantren Ekologi merupakan upaya sekolah untuk menanamkan nilai religius sekaligus membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membentuk karakter siswa yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujar Abdul Haris.
Kegiatan Pesantren Ekologi dilaksanakan dalam tiga pekan dengan tema yang berbeda setiap pekannya. Pada pekan pertama, kegiatan difokuskan pada kebersihan lingkungan, di mana para siswa diajak untuk menjaga kebersihan area sekolah dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari praktik nyata menjaga alam.
Memasuki pekan kedua, para siswa diberikan edukasi mengenai hemat energi, mulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari hingga pentingnya penggunaan energi secara bijak demi keberlanjutan lingkungan.
Sementara pada pekan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan aksi menanam pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam serta upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat.
Selain kegiatan utama tersebut, Pesantren Ekologi juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti perlombaan Ramadan, program Poe Ibu, Rantang Kanyaah, Waqaf Al-Qur’an, serta santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi SMK Negeri 1 Banyusari akan ditutup pada Jumat, 13 Maret 2026, yang juga akan dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim serta penyerahan Waqaf Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memperkuat nilai keagamaan selama bulan Ramadan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.**Red
Menjelang Idul Fitri, Kasat Lantas Polres Sukabumi Sampaikan Himbauan Terkait Penerapan SKB Tiga Menteri
Bupati Bandung Ajak Masyarakat Budayakan Belanja di Pasar Rakyat
Kabupaten Bandung, kabarciepat.com — Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengajak masyarakat untuk kembali membudayakan berbelanja di pasar rakyat sebagai bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat keberadaan para pelaku usaha kecil dan menengah.
Menurutnya, pasar rakyat bukan sekadar tempat transaksi jual beli kebutuhan pokok sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang penting bagi para pedagang lokal untuk bertahan dan berkembang. Dengan berbelanja di pasar rakyat, masyarakat secara langsung turut membantu menjaga perputaran ekonomi di tingkat daerah.
“Mari kita budayakan berbelanja di pasar rakyat untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan biarkan denyut nadi ekonomi kita berhenti. Mari ramaikan lagi pasar rakyat kebanggaan kita,” ujar Dadang Supriatna.
Ia menegaskan bahwa keberadaan pasar rakyat memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat. Selain harga yang relatif terjangkau, produk yang dijual di pasar rakyat juga banyak berasal dari hasil produksi lokal yang mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, diharapkan roda perekonomian lokal semakin bergerak dan para pedagang kecil dapat terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Bandung pun mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai produk lokal serta menjadikan aktivitas berbelanja di pasar rakyat sebagai budaya yang terus dijaga.
“Ayo Wargi, cintai produk lokal, ramaikan pasar rakyat, dan jadikan belanja sebagai langkah kecil yang berdampak besar bagi UMKM Kabupaten Bandung,” pungkasnya.**Red










