Sabtu, 04 April 2026
Peredaran Obat Golongan G Diduga Terus Berjalan di Batujajar, APH Diminta Jangan Tutup Mata
Jumat, 03 April 2026
Pastikan Lindungi Kesehatan Warga, Komisi IV Rapat Kerja Bersama SKPD, RS, BPJS, Camat, dan Lurah
Polres Bogor Ungkap Kasus Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi Rp13,2 Miliar per Bulan
HUJAN DERAS PICU LONGSOR DAN GANGGU AKSES JALAN DI CIWARUGA PARONGPONG
Bandung Barat, kabarciepat.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan bencana longsor di sejumlah titik. Salah satu lokasi terdampak berada di kawasan Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, yang mengalami gangguan akses jalan akibat material longsoran. Jumat, 3/4/2026
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Akibatnya, struktur tanah di sekitar jalan menjadi labil dan memicu longsor yang menutup sebagian badan jalan.
Dalam dokumentasi di lapangan, terlihat material tanah dan puing menghalangi jalur, sementara pengendara sepeda motor tetap berusaha melintas dengan hati-hati di tengah kondisi jalan yang licin dan sempit. Selain itu, kabel Telkom Speedy dan jaringan listrik juga dilaporkan ikut ambruk terdampak longsor, sehingga menambah potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Kondisi ini tentu sangat membahayakan, terutama saat hujan masih turun dan jarak pandang terbatas. Warga yang melintas diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintasi lokasi kejadian.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, warga sekitar berharap adanya penanganan cepat dari pihak terkait untuk membersihkan material longsor, memperbaiki jaringan kabel, serta memastikan keamanan jalur tersebut.
Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan langkah tanggap darurat guna mencegah risiko longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Bandung Barat.***Gheni
Kamis, 02 April 2026
Dua Ruang Kelas SDN 1 Cijenuk Ambruk, Dugaan Kelalaian Perawatan Bangunan Menguat
UPT Kebersihan KBB Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Semangat Kerja
Plt. Kepala SMKN 1 Banyusari Intensifkan Evaluasi Pembelajaran Bersama Mahasiswi Unsika
Karawang, kabarciepat.com - Dalam upaya terus meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi kurikulum dengan perkembangan zaman, SMKN 1 Banyusari melakukan langkah strategis melalui pengembangan intensif dengan akademisi muda. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Banyusari menggelar forum diskusi dan evaluasi pembelajaran yang melibatkan mahasiswi dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Jumat, 2/4/2026
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam mengimplementasikan manajemen sekolah yang transparan dan adaptif, sekaligus memberikan ruang bagi para calon pendidik untuk memberikan perspektif baru terhadap metode pengajaran di tingkat SMK.
Inovasi Berbasis Evaluasi
Kegiatan yang berlangsung secara berkala di lingkungan sekolah ini memfokuskan pada analisis efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM). Plt. Kepala SMKN 1 Banyusari menekankan bahwa kehadiran mahasiswa praktikan dari Unsika bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan mitra kritis dalam meninjau sejauh mana materi tersampaikan kepada siswa.
"Evaluasi bukan berarti mencari kesalahan, melainkan memetakan apa yang sudah baik dan apa yang perlu kita akselerasi. Dengan melibatkan mahasiswi Unsika, kami mendapatkan data lapangan yang segar mengenai dinamika kelas," ujar beliau dalam salah satu sesi diskusi.
Fokus Utama Dalam rangkaian evaluasi tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama
Digitalisasi Modul Ajar Memastikan materi pembelajaran dapat diakses secara interaktif oleh siswa.
Manajemen Kelas Efektif Mahasiswi Unsika berbagi temuan mengenai respons psikologis siswa terhadap metode pengajaran tertentu.
Sinkronisasi Kurikulum Menyelaraskan antara teori pedagogi terbaru yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di bengkel dan laboratorium SMK.
Dampak Bagi Mahasiswi dan Sekolah
Bagi para mahasiswi Unsika, keterlibatan aktif ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami birokrasi dan manajerial sekolah secara langsung di bawah bimbingan pimpinan sekolah. Di sisi lain, SMKN 1 Banyusari diuntungkan dengan adanya bantuan pemikiran dalam menyusun instrumen penilaian yang lebih objektif.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada evaluasi rutin, tetapi berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang mampu melahirkan inovasi-inovasi pendidikan di wilayah Karawang, khususnya dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja.
Harapan ke Depannya, Pihak sekolah berharap pola komunikasi dua arah antara praktisi senior dan akademisi muda ini dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain. Dengan keterbukaan terhadap evaluasi, SMKN 1 Banyusari optimis dapat mempertahankan standar kualitas pendidikan yang unggul dan responsif terhadap tantangan industri di masa depan. ***(Salman Faris)







