Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Rabu, 22 April 2026

O2SN Cipatat Digelar Meriah, Ujang Juhana dan Ahmad Aridha Siapkan Atlet Tembus Kabupaten

kabarciepat.com, BANDUNG BARAT – Kecamatan Cipatat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan prestasi siswa melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan. Kamis, 23/4/2026

Kegiatan ini digagas oleh Ketua Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Cipatat, Ujang Juhana, serta mendapat dukungan penuh dari Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cipatat, Ahmad Aridha, M.Pd.

Pembukaan kegiatan O2SN digelar di Lapangan Sepak Bola Nyomplong, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan dihadiri para peserta didik, guru, serta jajaran pendidikan setempat.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi sepak bola mini, senam, pencak silat, renang, bulutangkis, dan atletik kids. Untuk menunjang kelancaran kegiatan, lokasi pertandingan masing-masing cabang olahraga telah dibagi di beberapa titik.

Ketua K3S Kecamatan Cipatat, Ahmad Aridha, M.Pd, menjelaskan bahwa cabang atletik kids dan sepak bola mini dilaksanakan di Lapangan Nyomplong. Sementara itu, cabang renang digelar di Kolam Renang Pusdikkif, bulutangkis di GOR Kandaga Cipatat, serta senam dan pencak silat dilaksanakan di SDN Sukasari.

“Pembagian lokasi ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal dan tertib,” ujarnya.

Ia juga berharap para peserta yang meraih prestasi terbaik dapat terus berkembang dan membawa nama baik daerah.

“Semoga para atlet yang mendapatkan juara 1 bisa membawa nama baik sekolah dan menjadi perwakilan Kecamatan Cipatat ke tingkat kabupaten,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KKGO Kecamatan Cipatat, Ujang Juhana, menegaskan bahwa O2SN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan potensi siswa di bidang olahraga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mencetak atlet-atlet muda yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya O2SN ini, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang olahraga. ***Red

Share:

Diskusi Publik Dan Edukasi KOPDES Merah Putih Di Gelar Di Mako Kodim 0608 Cianjur

kabarciepat.com, CIANJUR –Bertempat di Mako Kodim 0608 Jl. Siliwangi No. 47, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu 21 April 2026 DANDIM 0608 CIANJUR / Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.Sneya menyampaikan tanggapan tarkait acara ini berikut penjelasannya.

"hari ini kita melaksanakan diskusi publik dan edukasi tentunya terkait dengan propram pembangunan koperasi desa merah putih yang ada di cianjur dan kami mencoba untuk menangkap setiap isu isu persoalan apapun yang menjadi kendala dilapangan sehingga kita diskusikan kami memediasi dengan pihak pihak stakeholder yang terkait baik itu pemerintah daerah baik itu BPN baik itu koperasi dinas itu sendiri sehingga terjadi musyawarah, diskusi yang mungkin dapat konsuntrif memberikan solusi kepada masyarakat.

dari masyarakat tentunya beberapa saran masukan termasuk kendala tadi salahsatu nya ada yang menyampaikan kami terkendala lahan bagaimana kira kira solusi dan langsung dijawab dari BPN.
ada juga tadi menyarankan terkait kolaborasi dinas perkumdagin dengan bulog dan itu juga di respon oleh dinas terkait sehingga ini dialog yang sangat korsuktif yah jadi dari masyarakat bisa langsung bersuara dan langsung ditanggapi dan saya berterimakasih sama rekan rekan baik dari kepolisian, baik dari dinas terkait memberikan solusi solusi tadi dari masalah yang di sampaikan oleh masyarakat.

untuk target sendiri di kabupaten cianjur ada 360 desa dan kelurahan sampai akhir bulan juli kita di targetkan paling tidak mencapai 208 koperasi sampai bertahap nanti mungkin pada saatnya kita mencapai 100 persen tapi minimal sampai akhir bulan juli mencapai sekitar di angka 208 koperasi.

Untuk kedepannya buat masyarakat ya tentunya kita tetap mendukung kita mensupport apapun itu tentunya ada kendala kita cari solusinya adapun yang mungkin kekurangan lahan adapun yang mungkin status pengurusan peminjaman seperti ke BUMN kita masih dorong terus dan kita pantau terus.

yang belum tentunya pasti ada kendala disitu nah kita cari solusinya seperti apa yang diharapkan bapak presiden tentunya setiap desa 1 desa 1 koperasi tapi yang masih belum lahannya masih sempit mungkin lahanya masih jauh kita cari solusinya, kalo saya liat sudah diangka 50 persen yah dari masing masing kecamatan disetiap kecamatan sudah lebih 50 persen,"kata dia.


Dr.A .Alexander yurikho hadi/ kapolres cianjur juga memberikan tanggapan sebagai berikut:

"Koperasi desa merah putih adalah program pemerintah, polri merupakan bagian dari pemerintah maka tidak akan ada kata tidak yang adalah kata iya.
biimillahirahmanirrahim kita jalan kan bersama,"tutur Kapolres.

Sementara itu Pria Yang akrab di sapa Bang Midi/ Ketua Panitia dari helatan acara tersebut juga menjelaskan,

"sesuai dari arahan dandim dan kapolres cianjur kita benar benar boleh dikatakan luar biasa tapi mohon kepada rekan rekan media semuanya tema nya, judulnya sudah jelas, Dari desa, untuk indonesia, koperasi desa, kelurahan.
diskusi publik dan edukasi.koperasi desa merah putih sebagai pilar kemandirian ekonomi rakyat,"Pungkasnya.***Yudi Farell
Share:

Penutupan Diklatsar Relawan Kebencanaan Nurfa Peduli 2026, Paguyuban Kolaborasi Hijau, Tanam Pohon di Lereng Cikuray

kabarciepat.com, Garut – Semangat kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana menyatu dalam penutupan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Relawan Divisi Kebencanaan Nurfa Peduli 2026 yang digelar di kawasan sumber mata air Cikahuripan, Gunung Cikuray, tepatnya di Kampung Olan, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Nurfa Peduli, dan Yayasan Ikhwatul Hasanah. Hadir langsung Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, bersama jajaran pengurus sebagai bentuk komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kapasitas relawan kebencanaan.

Aksi penghijauan yang dilakukan menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi 2026, dengan fokus pada pelestarian sumber mata air sebagai langkah strategis mitigasi bencana di wilayah rawan seperti Cigedug.

Ketua Yayasan Ikhwatul Hasanah, Arif yang akrab di sapa Abah Cakra, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut membawa energi baru dalam gerakan sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi ini memberikan warna baru bagi kami. Tidak hanya memperkuat jejaring, tetapi juga menghadirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat. Ini menjadi contoh bahwa kerja bersama mampu melahirkan solusi berkelanjutan,” ujarnya kepada media.

Sementara itu, Camat Cigedug, Ma'mun Gunawan, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Ia mengawali dengan apresiasi atas kehadiran seluruh elemen, juga kepada Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir. Kehadiran Kolaborasi Hijau bersama rekan-rekan lainnya adalah bukti nyata kepedulian. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini membawa maslahat besar dan berdampak bagi keberlangsungan ekosistem di Cigedug, khususnya Desa Barusuda,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi geografis Cigedug yang rentan terhadap bencana, mulai dari banjir dan longsor saat musim hujan hingga ancaman kekeringan saat kemarau panjang.
“Kita dihadapkan pada siklus yang tidak mudah. Saat hujan, kita rawan banjir dan longsor, sementara saat kemarau kita kekurangan air. Bahkan air sungai pun menyusut. Ini membutuhkan langkah preventif yang berkelanjutan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum langsung terasa manfaatnya, tetapi ini adalah investasi untuk masa depan,” jelasnya.

Ma'mun menekankan bahwa anomali cuaca yang terjadi saat ini tidak lepas dari perilaku manusia terhadap alam. Namun, ia optimistis masih banyak pihak yang memilih menjadi bagian dari solusi.

“Kehadiran kita hari ini membuktikan bahwa tidak semua manusia menjadi perusak. Masih ada yang memilih menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi. Jalan ini memang tidak mudah, penuh tantangan, bahkan tidak selalu mendapat dukungan. Tapi justru di situlah letak perjuangan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh relawan dan masyarakat untuk tetap konsisten dalam upaya menjaga lingkungan.

“Menjadi relawan bukan hanya sekadar ucapan, tetapi bagaimana kita mewujudkannya dalam tindakan nyata. Tantangan dan hambatan pasti ada, namun itu harus menjadi semangat untuk terus bergerak,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan seluruh pihak terhadap gerakan kolaboratif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Ikhwatul Hasanah, Nurfa Peduli, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Kecamatan Cigedug yang telah menyambut baik langkah ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penghijauan di kawasan sumber mata air merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta menjamin ketersediaan air di masa mendatang.

“Menanam hari ini adalah investasi kehidupan. Dampaknya mungkin tidak langsung kita rasakan, tetapi akan sangat berarti bagi generasi mendatang. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi penutup Diklatsar, tetapi juga simbol komitmen para relawan untuk terus hadir dalam upaya pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan.

Dengan semangat gotong royong, kolaborasi lintas elemen ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam menjaga bumi, dimulai dari desa, untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. ***Yudi farell
Share:

Tabrak Lari Tewaskan Advokat di Ungkap Polisi: Kami Jemput Di Bogor

kabarciepat.com, Cianjur - Kasus tabrak lari depan pengadilan Agama Cianjur Pada Kamis 16 April 2026 yang merenggut nyawa seorang advokat di Jalan Raya Bandung, Kampung Ciburial, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, akhirnya terungkap setelah penelusuran Selama Satu minggu. Polres Cianjur resmi menetapkan sopir pick up berinisial TZ (41) sebagai tersangka, Rabu 22 April 2026.

Korban bernama DN (40) yang merupakan seorang Advokat meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya ditabrak dari belakang pada Kamis (16/4/2026) dini hari. Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 04.38 WIB saat korban hendak memasuki kantor Pengadilan Agama Cianjur.

"Pengemudi kendaraan roda empat jenis pick up atas nama saudara TZ, 41 tahun, telah kami tetapkan sebagai tersangka," Jelas Kapolres Cianjur, AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi, dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur.

Kapolres menjelaskan bahwa tersangka yang keseharianya mengangkut sayur dari Cipanas menuju Bandung diduga mengalami kurang konsentrasi saat mengemudi. Dugaan sementara mengantuk menjadi pemicu utama kecelakaan .

"Di dalam mobil pick up terdapat dua orang, yaitu seorang penumpang dan seorang kernet. Saat kejadian, mereka tengah tertidur dan baru terbangun setelah mendengar suara benturan keras," ungkap AKBP Alexander.

Kedua penumpang sempat mengingatkan sang pengemudi TZ untuk berhenti setelah mengetahui telah menabrak korban. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan oleh TZ.

Tersangka mengaku tidak berhenti bukan karena tidak menyadari telah menabrak sepeda motor, melainkan karena ketakutan yang luar biasa akan amukan masa. Ia khawatir menjadi sasaran amukan warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kala itu.

"Alasannya pengemudi cuma satu, takut menjadi korban aksi massa karena tabrakan," jelas Kapolres menirukan pengakuan tersangka.

Akibat keputusannya melarikan diri, korban DN yang mengalami luka serius di bagian kepala tidak mendapat pertolongan pertama dan di nyatakan meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Cianjur.

Peristiwa ini sempat menyulitkan penyidik karena kualitas rekaman CCTV di lokasi kejadian sangat buruk. Kamera pengawas yang terpasang hanya memiliki durasi singkat yaitu 22 detik dengan gambar yang tidak spesifik.

Namun, kegigihan tim Satlantas Polres Cianjur yang di komandoi wakapolres membuahkan hasil. Polisi menelusuri rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur hingga radius 27 kilometer dari TKP menjangkau daerah Cipatat Bandung barat.

"Kami mendapatkan rekaman CCTV di salah satu SPBU di daerah Cipatat. Di situ terlihat jelas kendaraan roda empat dengan ciri-ciri bagian depan remuk," imbuh Kapolres.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tersangka pengemudi tidak berada di bawah pengaruh alkohol ataupun narkoba. Polisi melakukan tes urine, narkotes, hingga uji sampel rambut untuk memastikan.

"Kami tes narkotes, termasuk sampel rambut, dan tidak ada indikasi penggunaan obat-obatan keras maupun minuman keras," tegas AKBP Alexander.

Dugaan sementara, penyebab tunggal kecelakaan adalah kelalaian dan kurangnya konsentrasi saat mengemudi memngingat kejadian sekitar pukul 4.30 WIB.

Tersangka TZ kini ditahan di Unit Gakkum Satlantas Polres Cianjur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa mobil pick up dan memeriksa sejumlah saksi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 dan ayat 2 serta Pasal 12 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman pidana minimal 6 tahun penjara.

"Tersangka tidak menghentikan kendaraan dan tidak memberikan pertolongan setelah kejadian. Ini menjadi unsur pemberat," tutup Kapolres Cianjur. ***Yudi Farell
Share:

Rembuk Warga di Desa Kertamukti, Bupati Cianjur Serap Aspirasi Infrastruktur

Kabarciepat.com, Cianjur — Aspirasi perbaikan infrastruktur jalan mendominasi dialog antara warga dan pemerintah dalam kegiatan Rembuk Warga yang dihadiri Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian, di Desa Kertamukti kecamatan Haurwangi, Rabu (22/4/2026).

Dalam forum yang berlangsung di Komplek Pemerintahan Desa Kertamukti tersebut, masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan prioritas desa, khususnya akses jalan yang dinilai penting untuk menunjang mobilitas dan perekonomian warga. Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan pelayanan sekaligus mempererat sinergi birokrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi birokrasi antara pemerintah kabupaten, desa, hingga ke akar rumput,” tegasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini dibuka oleh Kepala Desa Kertamukti, Cepy Agustina, dan dihadiri Camat Haurwangi bersama jajaran Forkopincam, perangkat desa, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Cianjur. Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat menyambut kedatangan Bupati di lokasi acara.

Rembuk Warga tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik terpadu. Warga dapat mengakses layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP dan KK, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga bazar produk UMKM dan hasil kreativitas Tim Penggerak PKK.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan santunan/bantuan sosial, pembagian hadiah, serta penyerahan seragam ARWT kepada para Ketua RT dan RW sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. ***Red
Share:

RBUC Gelar Diskusi Publik “Dari Desa untuk Indonesia”, Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pilar Ekonomi Rakyat

kabarciepat.com,  CIANJUR – Rumah Bersama Umat Cianjur (RBUC) menyelenggarakan Diskusi Publik & Edukasi bertema “Dari Desa untuk Indonesia: Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat” pada Rabu, 22 April 2026 di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran koperasi desa/kelurahan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Acara dihadiri unsur Muspida dan para undangan dari berbagai instansi, di antaranya Bupati Cianjur, Dandim Cianjur, Kapolres Cianjur, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Ketua Pengadilan Negeri Cianjur, Sekda Kabupaten Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, Kepala ATR/BPN, Dekopinda Cianjur, perwakilan LBH, Ketua Apdesi, Kepala Baznas, Kabid UMKM Kabupaten Cianjur, Kadiskuperdagin, perwakilan Cianjur Independent Society, serta unsur masyarakat dan pelaku perdagangan.
Kegiatan yang digagas RBUC ini mendapat dukungan dari Kodim 0608/Cianjur serta dihadiri jajaran Polres Cianjur dan unsur pemerintah daerah.

Ketua panitia dari RBUC menyampaikan bahwa diskusi publik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal yang langsung menyentuh kesejahteraan warga desa.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0608/Cianjur menegaskan bahwa desa adalah titik awal kekuatan bangsa. Ia menilai koperasi yang dikelola profesional, transparan, dan akuntabel akan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dandim juga mengajak seluruh elemen menjaga semangat gotong royong dalam membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi.

Sementara itu, Kapolres dari Polres Cianjur menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi turut berkontribusi pada stabilitas kamtibmas. Ia mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang bersih dan sesuai regulasi agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, sesi foto bersama, lalu dilanjutkan diskusi publik yang dipandu moderator. Para narasumber memaparkan penguatan kelembagaan koperasi, tata kelola, serta strategi pemberdayaan ekonomi desa. Di akhir sesi, dibacakan rekomendasi hasil diskusi sebagai bahan tindak lanjut bersama.

Melalui forum ini, RBUC berharap terbangun kesepahaman bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan kolektif masyarakat desa untuk mewujudkan kemandirian ekonomi — dari desa untuk Indonesia. ***Riki
Share:

Bocah di Cianjur, Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Tetangga Lansia

kabarciepat.com, CIANJUR – Warga Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, dihebohkan dengan mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak perempuan berusia 7 tahun. Terduga pelaku diketahui merupakan seorang pria lanjut usia berinisial K (80), yang merupakan tetangga dekat dari korban.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredar video pengakuan korban yang menceritakan peristiwa memilukan tersebut beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, korban mengungkapkan adanya tindakan kekerasan fisik yang dialaminya hingga mengakibatkan luka serius.

Dilema Keluarga di Tengah Stigma

Ibu korban, berinisial I (35), menceritakan perubahan kondisi kesehatan dan perilaku putrinya yang sangat memprihatinkan. Selain mengalami trauma psikis, korban juga mengeluhkan rasa sakit fisik yang hebat pada area kemaluannya.

Meski sangat ingin memperjuangkan keadilan, I mengaku sempat merasa bimbang karena tekanan sosial.

"Sebenarnya saya ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, tetapi sempat merasa ini adalah aib yang berat untuk diceritakan," jelasnya kepada awak media.

Kepolisian Proaktif Dampingi Korban

Merespons situasi tersebut, jajaran Polsek Cikalongkulon segera mengambil langkah cepat. Kanit Reskrim Polsek Cikalongkulon, Sugeng, menyatakan pihaknya telah memantau kasus ini dan berkomitmen memberikan perlindungan hukum bagi keluarga korban.

"Kami terus memantau dan hari ini kami mendorong serta mendampingi keluarga untuk segera membuat laporan resmi ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur pada Selasa (21/04/2026). Ini adalah tanggung jawab kami untuk memastikan penegakan hukum berjalan," papar Sugeng.

Sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Susilawati. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan eksploitasi dan kekerasan yang menimpa anak di bawah umur tersebut.

"Ini persoalan serius mengenai anatomi tubuh yang harus dilindungi. Jika unsur pidana sudah terpenuhi, maka harus segera diproses secara hukum tanpa penundaan," ujar Susilawati.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi dini sebagai langkah preventif.

"Kita sebagai orang tua jangan pernah lelah memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka berani bersuara dan melindungi diri sejak dini," tambah Susi.

Sementara itu
Camat Cikalongkulon, Iyus, mengaku baru mengetahui adanya dugaan kasus tersebut hari ini. Informasi ini ia terima saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon seluler. ***Yudi Farell
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa