Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Minggu, 09 Agustus 2026

Turnamen Sepak Bola Wanita di Lahan Sawah Kering: Semangat HUT RI ke-81 Sekaligus Menyoroti Krisis Irigasi di Kampung Bungur

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Lapangan sepak bola sementara yang digunakan dalam Turnamen Sepak Bola Wanita Kampung Bungur, RW 09, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/8/2026), menyimpan cerita yang lebih dalam dari sekadar pertandingan olahraga.

Area pesawahan yang biasanya menjadi sumber penghidupan petani kini dimanfaatkan sebagai arena pertandingan. Bukan tanpa alasan. Lahan tersebut mengalami kekeringan karena saat musim kemarau tiba, aliran irigasi disebut tidak mampu menyuplai air ke wilayah Kampung Bungur.

Kondisi itu membuat lahan persawahan tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya sebagai areal pertanian padi. Di balik semaraknya turnamen dan antusiasme masyarakat, terselip persoalan serius mengenai keberlangsungan mata pencaharian petani yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Dari Sawah Kering Menjadi Arena Olahraga

Turnamen sepak bola wanita ini digagas tokoh masyarakat RW 09 Kampung Bungur, Aang Sujono, berkolaborasi dengan Karang Taruna setempat. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Mandalasari, Ahmad Subehi.

Menariknya, pemanfaatan lahan sawah yang sedang tidak produktif menjadi arena olahraga memperlihatkan dua sisi kondisi Kampung Bungur.

Di satu sisi, masyarakat mampu mengubah keterbatasan menjadi ruang kegiatan positif. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan irigasi bukan sekadar masalah teknis pertanian, melainkan menyangkut keberlangsungan ekonomi warga.

Jika kondisi kekeringan berlangsung setiap musim kemarau tanpa solusi permanen, petani berpotensi kehilangan kesempatan mengolah sawah dan memperoleh penghasilan dari sektor pertanian.

Tujuh Tim Sudah Ambil Bagian

Pada pembukaan turnamen, sedikitnya tujuh tim telah mendaftarkan diri untuk mewakili sejumlah RW dari total 15 RW di Desa Mandalasari.

Peserta sementara terdiri dari:

- RW 01: 1 tim
- RW 02: 1 tim
- RW 07: 1 tim
- RW 08: 1 tim
- RW 09: 2 tim
- RW 12: 1 tim

Konsep pertandingan lintas usia tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Turnamen bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang interaksi antarmasyarakat dan memperkuat semangat gotong royong.

Ketua Panitia Tekankan Sportivitas

Ketua Panitia, Aang Sujono, dalam sambutannya menegaskan bahwa turnamen harus berjalan dengan mengedepankan kondusivitas, keamanan, kenyamanan, serta sportivitas.

Ia mengingatkan seluruh pemain, official, pendukung dan pihak yang terlibat agar menjaga sikap selama pertandingan.

Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Panitia juga memberikan peringatan tegas terhadap potensi provokasi yang dapat memicu keributan. Tim yang terbukti terlibat dalam tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban pertandingan dapat dikenai sanksi hingga diskualifikasi.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui sambutan Kepala Desa Mandalasari, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Tokoh Masyarakat

Pembukaan turnamen dihadiri Kepala Desa Mandalasari Ahmad Subehi, Babinsa Desa Mandalasari Serda Dadan Gumilar, BPD Desa Mandalasari, Bhabinkamtibmas Desa Mandalasari Aiptu Rudayat, serta tokoh masyarakat, para ketua RW dan RT, Karang Taruna, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran unsur pemerintahan dan keamanan menjadi penting karena turnamen melibatkan banyak kelompok masyarakat dari berbagai RW.

Jangan Sampai Semarak Turnamen Menutupi Masalah Irigasi

Di balik pertandingan sepak bola wanita yang berlangsung meriah, terdapat persoalan yang layak mendapat perhatian lebih serius.

Sawah yang berubah menjadi lapangan sepak bola bukan semata-mata cerita tentang kreativitas warga memanfaatkan lahan kosong. Kondisi itu juga menjadi sinyal bahwa sebagian lahan pertanian tidak dapat berfungsi optimal ketika musim kemarau datang.

Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang akan memastikan petani Kampung Bungur tetap memiliki akses air ketika musim tanam tiba?

Persoalan irigasi membutuhkan solusi yang lebih permanen, bukan hanya penanganan ketika kekeringan sudah terjadi. Pemerintah desa, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait perlu melihat kondisi tersebut sebagai persoalan ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat.

Sebab, ketika air tidak mengalir ke sawah, yang terhenti bukan hanya aktivitas pertanian. Pendapatan keluarga petani pun ikut terancam.

Sementara itu, masyarakat Kampung Bungur memilih tetap bergerak. Kekeringan tidak menghalangi mereka membangun kebersamaan melalui olahraga.

Semangat HUT RI ke-81 pun dihidupkan melalui pesan sederhana namun penting:

JAGA FAIR PLAY.
JUNJUNG TINGGI SPORTIVITAS.
RAWAT KEAMANAN DAN KEBERSAMAAN.

Turnamen boleh menjadi ajang mencari juara. Tetapi lebih dari itu, masyarakat berharap kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membuka mata terhadap persoalan irigasi yang selama ini membayangi lahan pertanian Kampung Bungur. ***Red/kie
Share:

Sabtu, 08 Agustus 2026

Harga Pangan Terjangkau Jadi Magnet Warga, Dede Yusuf Tinjau GPM di Cipatat


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Sukarame, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/8/2026), langsung mendapat sambutan antusias warga.

Program yang difasilitasi melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan bekerja sama dengan mitra dari Partai Demokrat itu menghadirkan berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Warga tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli sejumlah kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur hingga buah-buahan.

Pelaksanaan program tersebut mendapat perhatian langsung dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Barat II, Dr. H. Dede Yusuf, M.E., ST., M.I.Pol. Ia turun langsung meninjau pelaksanaan GPM sekaligus melihat respons masyarakat terhadap program pangan murah tersebut.

Salah seorang warga, Ibu Eem, warga Kampung Sukamaju RT 04/RW 03, Desa Ciptaharja, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.

Bagi masyarakat, harga pangan yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan utama GPM mendapat respons positif. Program semacam ini dinilai dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Cipatat, Kepala Desa Ciptaharja beserta jajaran aparatur desa, serta kader Partai Demokrat.

Lebih dari sekadar kegiatan penjualan bahan pangan murah, GPM diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan, membantu menekan gejolak harga, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.

Dede Yusuf berharap pelaksanaan program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilakukan secara berkesinambungan dan menjangkau masyarakat lebih luas.

Menurutnya, akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau harus terus diperkuat. Dengan demikian, program pangan murah diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada warga, tetapi juga ikut menjaga stabilitas harga pangan dan membantu pengendalian inflasi, khususnya di Kabupaten Bandung Barat. ***Red/KabarCiepat.com
Share:

Anggota DPRD KBB Meti Melani Hadiri CFD Tagog-Kiara, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Warga Cipatat

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Aktivitas Car Free Day (CFD) Tagog-Kiara, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, memasuki minggu ketiga dan terus menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus wadah bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.

Pada kegiatan CFD tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Fraksi NasDem, Meti Melani, turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta pelaku usaha yang mengikuti kegiatan.

Meti Melani yang merupakan anggota Komisi II DPRD KBB bidang Perekonomian dan Pendapatan terlihat berdialog dengan salah seorang warga dalam suasana CFD yang berlangsung di kawasan Tagog-Kiara.

Kehadiran anggota legislatif tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat, khususnya dalam melihat secara langsung aktivitas ekonomi warga di tingkat bawah.

CFD tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas pada akhir pekan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Bagi pelaku usaha kecil, keberadaan ruang publik seperti CFD dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Dengan memasuki minggu ke-3, CFD Tagog-Kiara diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Cipatat, terutama dalam mendukung aktivitas UMKM dan perekonomian warga.

Kehadiran Meti Melani di tengah kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah, dan legislatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Share:

CFD Tagog–Kiara Makin Bergeliat, Geliat UMKM Cipatat Tembus 500 Pedagang

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui ruang publik terus berkembang di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) atau Pasar Minggu Pagi Tagog–Kiara yang kini mulai menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk beraktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan.

Memasuki minggu ketiga, kegiatan yang berlangsung di Jalan Lama Rajamandala, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Minggu (9/8/2026), menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Jumlah pedagang yang ikut berjualan terus bertambah dari pekan ke pekan dan pada pelaksanaan kali ini disebut telah mencapai lebih dari 500 pedagang.

Perkembangan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan CFD Tagog–Kiara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan berkumpulnya warga pada Minggu pagi, tetapi juga berkembang sebagai ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat sekitar.

CFD Tagog–Kiara digelar setiap Minggu pagi mulai pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dengan memanfaatkan kawasan Jalan Lama Rajamandala sebagai ruang aktivitas masyarakat dan perdagangan.

Dari 300, 400 hingga Lebih dari 500 Pedagang

Pertumbuhan jumlah pedagang terlihat sejak pelaksanaan perdana. Pada minggu pertama, kegiatan diikuti sekitar 300 pedagang lebih.

Jumlah tersebut kemudian meningkat pada minggu kedua menjadi lebih dari 400 pedagang. Memasuki minggu ketiga, jumlahnya kembali bertambah hingga mencapai lebih dari 500 pedagang.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa CFD Tagog–Kiara mendapat respons positif dari masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah Cipatat maupun sekitarnya.

Wadah Pengembangan UMKM Lokal
Ketua Forum RW Desa Mandalawangi sekaligus penanggung jawab CFD, Syafrizal, S.Pd., M.M., merupakan salah satu penggagas terbentuknya kelompok Pedagang Keliling Kecamatan Cipatat (UMKM) Bersatu.

Menurutnya, kegiatan Pasar Minggu Pagi/CFD lahir dari gagasan untuk memberikan ruang kepada para pedagang agar dapat mengembangkan potensi usaha mereka secara bersama-sama.

UMKM masyarakat, khususnya di Desa Mandalawangi dan Kecamatan Cipatat, dinilai perlu mendapatkan perhatian, wadah, fasilitasi, koordinasi serta pengembangan secara berkelanjutan.

Dengan adanya CFD, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pendapatan bagi warga lokal.

Pelayanan dan Keamanan Disiapkan
Humas CFD Mandalawangi sekaligus Ketua RW 02, Asep Khaerudin, mengatakan perkembangan kegiatan sejak minggu pertama hingga minggu ketiga menunjukkan hasil yang menggembirakan.

“Alhamdulillah, dari mulai awal CFD ini sampai ke minggu ke-3, perkembangannya sangat bagus. Kami dari pihak Humas dan Ketua Forum berharap kegiatan CFD ini terus meningkat untuk memberdayakan UMKM di wilayah Mandalawangi dan Kecamatan Cipatat, guna mengangkat perekonomian warga masyarakat.”

Selain menyediakan ruang bagi pedagang, pihak penyelenggara juga berupaya menyiapkan fasilitas pendukung agar kegiatan berlangsung aman dan nyaman.

“Selain area CFD, kami juga telah menyiapkan tim kesehatan, ambulans, hingga pengamanan secara menyeluruh agar kegiatan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Didorong Menjadi Kegiatan Berkelanjutan
Syafrizal menegaskan, penyelenggara akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan agar CFD Tagog–Kiara semakin tertata.

Ia juga mengajak masyarakat Kecamatan Cipatat dan Kabupaten Bandung Barat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan pelayanan kita semakin maksimal. Kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Cipatat dan masyarakat Bandung Barat pada umumnya, marilah bersama-sama meramaikan CFD ini untuk mendukung dan meningkatkan UMKM di Desa Mandalawangi dan sekitarnya.”

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut juga dibarengi dengan kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sehari sebelum pelaksanaan CFD minggu ketiga, jajaran Forum RW Desa Mandalawangi bersama para Ketua RW dan RT serta Panit Intel Polsek Cipatat IPTU Dadan Rustandi beserta personel membagikan bendera Merah Putih kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.

Pembagian bendera tersebut dilakukan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk turut menyemarakkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mendapat Perhatian Anggota DPRD KBB
Geliat CFD Tagog–Kiara pada minggu ketiga juga mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya melalui kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi II bidang perekonomian dan pendapatan dari Fraksi NasDem, Meti Melani.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan perkembangan UMKM yang mulai tumbuh melalui kegiatan CFD di Desa Mandalawangi.

Penyelenggara berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir sehingga CFD Tagog–Kiara tidak berhenti sebagai kegiatan mingguan semata, tetapi dapat berkembang menjadi ruang ekonomi kerakyatan yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dengan pertumbuhan jumlah pedagang yang terus meningkat, CFD Tagog–Kiara kini menjadi salah satu gambaran geliat ekonomi masyarakat di wilayah Cipatat. **Red/Kie
Share:

KWARRAN CIPATAT PUNYA NAHKODA BARU, DEDI BAMBANG SUJANA RESMI TERPILIH


KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT — Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Cipatat Tahun 2026 tidak sekadar menutup agenda organisasi. Forum yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Cipatat, Sabtu (8/8/2026), melahirkan kepemimpinan baru dengan menetapkan Dedi Bambang Sujana sebagai Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Cipatat.

Mandat tersebut sekaligus membuka babak baru bagi Gerakan Pramuka di Kecamatan Cipatat. Setelah proses pemilihan selesai, pekerjaan besar justru dimulai. Ketua terpilih dituntut mampu mengubah mandat organisasi menjadi program nyata, pembinaan yang kuat, serta gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Kwarran Cipatat kini membutuhkan kepemimpinan yang tidak berhenti pada urusan administratif dan seremoni. Konsolidasi pembina, pelatih, gugus depan dan seluruh anggota harus diperkuat agar organisasi bergerak dalam satu arah dan memiliki target yang jelas.

Dedi Bambang Sujana kini berada di titik tersebut. Mandat Musran menjadi amanah sekaligus tanggung jawab untuk membangun Kwarran Cipatat yang lebih solid, aktif, disiplin, berkarakter, dan produktif.

Ucapan selamat disampaikan Acep Agus Z, S.Pd.I., mantan Ketua Kwarran Pramuka Cipatat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Musran yang berjalan lancar sekaligus mengingatkan bahwa kepemimpinan baru harus mampu menjawab tantangan organisasi ke depan.

«“Alhamdulillah, Musran Cipatat berjalan lancar. Selamat buat Kak Dedi Bambang Sujana yang telah terpilih sebagai Ketua Kwarran yang baru. Semoga amanah dan mampu membawa Pramuka Cipatat semakin maju, solid, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Acep Agus Z.»

Menurut Acep, pergantian ketua tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian jabatan. Justru setelah Musran berakhir, kepemimpinan baru harus segera menunjukkan arah dan kerja organisasi.

Ia menilai kualitas seorang ketua bukan hanya terlihat dari kemampuannya memimpin forum, tetapi dari sejauh mana program dapat dijalankan dan pembinaan anggota benar-benar bergerak.

«“Setelah Musran selesai, tidak boleh berhenti pada seremoni. Sekarang waktunya bekerja, menyusun program, memperkuat pembinaan dan menunjukkan hasil nyata,” tegasnya.»

Pesan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru. Seluruh unsur Pramuka di Kecamatan Cipatat diharapkan dapat memperkuat persatuan dan memberikan dukungan agar program Kwarran berjalan efektif.

Acep juga berharap pembina, pelatih, gugus depan dan anggota Pramuka tidak berjalan sendiri-sendiri. Soliditas organisasi harus menjadi modal utama untuk membangun Gerakan Pramuka Cipatat yang lebih kuat.

Dengan berakhirnya Musran, tidak ada lagi ruang untuk sekadar menunggu. Mandat sudah diberikan, kepemimpinan sudah ditetapkan, dan kini publik menunggu kerja nyata Dedi Bambang Sujana bersama jajaran Kwarran Cipatat.

Musran selesai. Nahkoda baru sudah ditetapkan. Kini saatnya membuktikan bahwa mandat tersebut mampu melahirkan perubahan dan kemajuan bagi Pramuka Cipatat. ***Red/kie
Share:

Jumat, 07 Agustus 2026

DPRD Jabar Dorong Pengawasan Pemerintahan Transparan dan Akuntabel, Oden Haryadi: Aspirasi Masyarakat Harus Dikawal


kabarCiepat.com | Cianjur — Pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan, program pembangunan, serta penggunaan anggaran benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan H. Oden Haryadi, S.H., M.H., Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur IV, saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan bersama masyarakat di Aula Desa Sukamantri, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Dalam kegiatan tersebut, Oden menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari kebutuhan pembangunan, pelayanan publik hingga pelaksanaan program pemerintah yang dinilai masih membutuhkan perhatian.

Menurut Oden, fungsi pengawasan DPRD tidak boleh dimaknai sebatas mencari kesalahan pemerintah. Pengawasan justru harus menjadi instrumen untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

«“Pengawasan harus dilakukan secara objektif dan konstruktif. Yang paling utama adalah bagaimana program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Oden, Sabtu (8/8/2026).»
Ia menegaskan, keterbukaan informasi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Masyarakat, kata dia, memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana program pembangunan yang telah direncanakan direalisasikan dan memberikan dampak terhadap kehidupan mereka.

Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak boleh berhenti pada forum pertemuan. Aspirasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus diperjuangkan melalui fungsi DPRD sesuai kewenangan yang dimiliki.

«“Setiap aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan kami di lembaga legislatif. Pemerintahan yang baik harus hadir melalui pelayanan yang baik dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.»

Oden berharap sinergitas antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa dan masyarakat terus diperkuat. Dengan komunikasi serta pengawasan yang berjalan secara berkelanjutan, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat lebih cepat diidentifikasi dan dicarikan solusi.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamantri, Kusnandar, menyatakan bahwa pengawasan terhadap kinerja pemerintahan sangat dibutuhkan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat berjalan sesuai ketentuan dan dipertanggungjawabkan secara transparan serta akuntabel.

“Pengawasan sangat dibutuhkan agar setiap program pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel,” kata Kusnandar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan sekaligus membuka ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Pengawasan yang dilakukan secara konsisten diharapkan mampu mendorong penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Barat, khususnya wilayah Dapil Cianjur IV, semakin transparan, efektif, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat. ***Dani
Share:

Pemdes Ciptaharja Salurkan Insentif kepada 125 Guru Ngaji, Kepala Desa Idham Martadinata Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Keagamaan


KabarCiepat.com || Bandung Barat – Pemerintah Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan keagamaan dengan menyalurkan insentif kepada 125 guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri membina generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an. Penyaluran insentif berlangsung di Aula Kantor Desa Ciptaharja, Jumat (7/8/2026).

Program yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2026 tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah desa atas dedikasi para guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun akhlak, serta memperkuat karakter generasi penerus di tengah masyarakat.

Kepala Desa Ciptaharja, Idham Martadinata, menegaskan bahwa keberadaan guru ngaji memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang religius dan berkarakter. Karena itu, pemerintah desa berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka.

«"Guru ngaji adalah pilar penting dalam pembentukan akhlak generasi muda. Pengabdian mereka tidak dapat dinilai hanya dengan materi. Insentif ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian Pemerintah Desa Ciptaharja agar para guru ngaji tetap bersemangat dan istiqamah menjalankan tugas mulianya," tegas Idham Martadinata.»

Penyaluran insentif dilakukan secara tertib kepada seluruh penerima yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi motivasi bagi para guru ngaji untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di lingkungan masing-masing.

Para penerima menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Desa Ciptaharja. Menurut mereka, program ini tidak hanya memberikan dukungan secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian para guru ngaji dalam membangun kehidupan beragama di masyarakat.

Melalui program ini, Pemerintah Desa Ciptaharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor keagamaan, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Ciptaharja yang religius, berkarakter, dan harmonis. ***Red/kie
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa