Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Kamis, 06 Agustus 2026

Babak Baru Sengketa Kios Alun-Alun Cibeber: Gugatan PMH Resmi Teregister di PN Cianjur, Sidang Perdana Digelar 18 Agustus


KabarCiepat.com || CIANJUR – Sengketa rencana pengosongan Kios Alun-Alun Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, memasuki fase baru. Setelah dilakukan penyempurnaan materi gugatan sesuai arahan Majelis Hakim, Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) selaku kuasa hukum para pedagang kembali mendaftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang kini resmi diregistrasi oleh Pengadilan Negeri Cianjur dengan Nomor Perkara 47/Pdt.G/2026/PN Cjr.

Berdasarkan penetapan majelis hakim, sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB, di Pengadilan Negeri Cianjur.

Dengan teregistrasinya perkara tersebut, sengketa mengenai rencana pengosongan kios yang dikaitkan dengan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi memasuki tahap pemeriksaan di persidangan.

LBHC menyatakan gugatan diajukan sebagai upaya konstitusional untuk memperjuangkan hak-hak para pedagang yang telah puluhan tahun menjalankan usaha di kawasan tersebut. Menurut kuasa hukum, penyempurnaan gugatan dilakukan bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan memperkuat konstruksi hukum agar sesuai dengan ketentuan hukum acara perdata sebelum pokok perkara diperiksa.

Dalam gugatan yang telah direvisi, terdapat perubahan penting pada pihak yang digugat. Tim kuasa hukum memutuskan tidak lagi mencantumkan PT. Agrinas Pangan Nusantara sebagai pihak tergugat setelah melakukan kajian hukum dan belum menemukan dokumen resmi yang menunjukkan keterlibatan langsung perusahaan tersebut dalam rencana pembangunan di lokasi sengketa, seperti surat keputusan, perjanjian kerja sama (PKS), surat perintah kerja (SPK), nota kesepahaman (MoU), maupun dokumen hukum lain yang relevan.

Sebagai gantinya, Gubernur Jawa Barat dimasukkan sebagai Tergugat III dengan pertimbangan kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pemerintahan desa, termasuk pengelolaan aset desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun pihak yang menjadi tergugat dalam perkara tersebut adalah:

- Tergugat I: Bupati Kabupaten Cianjur.
- Tergugat II: Kepala Desa Cihaur.
- Tergugat III: Gubernur Jawa Barat.

LBHC menegaskan para pedagang tidak menolak pembangunan yang benar-benar bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Namun, mereka menilai setiap kebijakan pemerintah harus tetap menghormati hak-hak keperdataan warga yang selama bertahun-tahun telah menempati dan membangun kios secara mandiri sebagai sumber mata pencaharian.

Melalui gugatan tersebut, para penggugat meminta agar setiap langkah pembangunan dilaksanakan berdasarkan prinsip negara hukum, dengan mengedepankan kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, serta penyelesaian yang manusiawi melalui mekanisme kompensasi ataupun relokasi yang layak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di sisi lain, perkara ini juga dinilai menjadi momentum untuk menguji tata kelola pemerintahan, khususnya terkait pengelolaan aset desa, kepastian hukum dalam pengambilan kebijakan publik, perlindungan terhadap hak masyarakat, serta pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengawasan oleh pemerintah sesuai kewenangannya.

Seluruh dalil hukum, alat bukti, serta argumentasi dari masing-masing pihak nantinya akan diuji secara terbuka di hadapan Majelis Hakim.

Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) menilai penyelesaian melalui jalur pengadilan merupakan mekanisme konstitusional yang patut dihormati. Diregistrasinya perkara ini tidak dapat dimaknai sebagai pembenaran terhadap salah satu pihak, melainkan menjadi awal proses pencarian kepastian hukum melalui peradilan yang independen, objektif, dan berkeadilan.

RBUC juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses persidangan, menjaga kondusivitas, serta menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

"Negara hukum tidak hanya diukur dari putusan akhirnya, tetapi juga dari sejauh mana seluruh proses peradilannya berlangsung secara adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," demikian catatan RBUC. ***Jhd
Share:

Sekjen GKTN Ratna Kritik Rencana Penggunaan DAU untuk Gaji PPPK: "Jangan Pindahkan Beban Negara ke Daerah"

KabarCiepat.com || JAKARTA – Sekretaris Jenderal GKTN, Ratna, menyayangkan wacana penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai sumber pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan guru paruh waktu. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan solusi, melainkan hanya memindahkan beban anggaran dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Ratna menegaskan bahwa DAU pada dasarnya diperuntukkan bagi kebutuhan pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas layanan pendidikan seperti pembangunan sekolah, pengadaan buku, hingga rehabilitasi ruang kelas. Apabila sebagian besar DAU dialihkan untuk membayar gaji, maka program pembangunan pendidikan di daerah dikhawatirkan akan terhambat.

"Saya sangat menyayangkan. Menambah dana DAU untuk membayar gaji PPPK dan guru paruh waktu itu sama saja memindahkan beban negara ke pundak daerah. DAU adalah uang untuk membangun sekolah, membeli buku, dan memperbaiki ruang kelas. Kalau habis untuk gaji, lalu anak-anak kita mau belajar dengan fasilitas apa?" tegas Ratna.

Ia meminta pemerintah pusat tidak melepaskan tanggung jawab terhadap pembiayaan aparatur sipil negara. Menurutnya, apabila pemerintah berkomitmen mengangkat PPPK, maka pembiayaan gajinya harus menjadi tanggung jawab penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan dibebankan kepada keuangan daerah.

"Pemerintah pusat jangan cuci tangan. Kalau mau mengangkat PPPK, tanggung jawab penuh harus dari APBN, bukan mengorbankan dana daerah," ujarnya.

Ratna menegaskan bahwa GKTN tidak menolak peningkatan kesejahteraan guru PPPK maupun tenaga honorer. Namun, mekanisme pembiayaan harus disusun secara adil dan tidak mengganggu kemampuan fiskal pemerintah daerah.

"Kami di daerah tentu mendukung kesejahteraan guru PPPK dan honorer. Itu wajib. Tetapi skemanya harus jelas. Menaruh beban gaji ke DAU akan membuat fiskal daerah jebol. Jadi ini bukan solusi, ini hanya memindahkan masalah dari pusat ke daerah," katanya.

Ia bahkan menilai rencana penggunaan DAU untuk membayar gaji PPPK merupakan kebijakan yang tidak tepat karena berpotensi mengorbankan pembangunan sektor pendidikan.

"Rencana memakai DAU untuk gaji PPPK itu zalim. DAU adalah untuk pembangunan daerah. Gaji ASN merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Jangan sampai demi membayar gaji, sekolah tidak bisa dibangun. Jangan sampai demi guru, murid yang dikorbankan," tegasnya.

Sebagai solusi, Ratna mengusulkan agar pemerintah terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan skala prioritas, memastikan pembiayaan gaji PPPK bersumber dari APBN, serta memberikan kepastian status kepegawaian agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan tenaga pendidik.

"Kami tidak menolak guru sejahtera, tetapi caranya harus benar. Pertama, lakukan pemetaan kebutuhan guru berdasarkan skala prioritas. Kedua, anggarannya harus berasal dari APBN, bukan membebani DAU. Ketiga, berikan kepastian status yang jelas, jangan setengah-setengah. Jika dipaksakan melalui DAU, daerah akan semakin tercekik dan kualitas pendidikan justru berpotensi menurun," pungkas Ratna. ***Red

Share:

Diduga Jual Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Kios Prima Tani Cijeruk Terancam Dicabut Izinnya, LSM Anti Korupsi Jabar Tempuh Jalur Hukum


KabarCiepat.com || BOGOR – Dugaan pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Bogor. Oknum pemilik Toko Prima Tani berinisial J, yang merupakan kios mitra penyalur pupuk bersubsidi, diduga menjual pupuk Urea subsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah kepada kelompok tani di Kecamatan Cijeruk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Toko Prima Tani menyalurkan pupuk bersubsidi untuk lima desa, yakni Desa Cipelang, Cijeruk, Warung Menteng, Cibalung, dan Cipicung. Namun, dalam praktiknya pupuk Urea subsidi diduga dijual seharga Rp95.000 per karung (50 kilogram), sementara HET yang berlaku hanya Rp90.000 per karung atau Rp1.800 per kilogram.

Dengan demikian terdapat selisih Rp5.000 pada setiap karung yang dijual. Jika dikaitkan dengan alokasi pupuk yang disebut mencapai 17 ton untuk lima desa tersebut, dugaan kelebihan pungutan itu dinilai berpotensi menimbulkan keuntungan yang tidak semestinya sekaligus merugikan para petani penerima subsidi.

Pemerintah sendiri telah menetapkan HET pupuk bersubsidi, yakni:

Urea: Rp1.800/kg atau Rp90.000/karung 50 kg;
NPK Phonska: Rp1.840/kg;
ZA: Rp1.360/kg;
NPK Khusus: Rp2.640/kg; dan
Organik (Petroganik): Rp640/kg.

Pelanggaran terhadap ketentuan HET dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menegaskan bahwa kios maupun distributor yang terbukti menjual pupuk bersubsidi di atas HET akan dikenai tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha, pemutusan kerja sama sebagai kios resmi PT Pupuk Indonesia, hingga proses hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi dugaan tersebut, LSM Anti Korupsi Jawa Barat menyatakan akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Perwakilan LSM Anti Korupsi Jawa Barat, M. Pahmi Abdul Wahab, S.H., M.H., didampingi Dalimunte, S.H., menegaskan pihaknya akan melayangkan laporan resmi kepada Dinas Pertanian, Unit Tipidkor Polres, Polda Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi, hingga Menteri Pertanian.

"Kami mendesak agar izin usaha Toko Prima Tani dicabut apabila terbukti melakukan penjualan pupuk bersubsidi di atas HET. Kami juga meminta Aparat Penegak Hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar persoalan ini terang-benderang," tegas Pahmi.

Menurutnya, apabila praktik tersebut telah berlangsung dalam waktu lama, potensi keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dapat mencapai nilai yang sangat besar dan berdampak langsung terhadap hak petani memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami akan mengawal perkara ini sampai memperoleh kepastian hukum. Jangan sampai subsidi yang diperuntukkan bagi kesejahteraan petani justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Toko Prima Tani maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan tersebut. Demi memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Share:

DPW NasDem Jabar Pasang Target Tinggi di Cianjur, Instruksikan Penguatan Mesin Partai hingga TPS untuk Rebut Kursi Lebih Banyak pada Pemilu 2029

KabarCiepat.com || CIANJUR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Dalam rapat konsolidasi di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026), DPW secara tegas menginstruksikan penguatan struktur partai hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Cianjur.

Konsolidasi tersebut dihadiri Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat H. Mamat Rahmat, Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Teritorial Jawa Barat Idris Sanbiya, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur H. Onnie S. Sandi, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, Ketua Fraksi Partai NasDem Rustam Efendi, Bendahara DPD H. Ridwan A., jajaran pengurus, serta kader Partai NasDem Kabupaten Cianjur.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat H. Mamat Rahmat menegaskan, konsolidasi bukan sekadar agenda internal, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh mesin partai bergerak serentak hingga akar rumput.

"Struktur partai harus benar-benar siap sampai ke tingkat TPS. Suara yang sudah diraih harus terus dirawat oleh mesin partai. DPD juga harus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap Partai NasDem semakin meningkat," tegas Mamat.

Ia menegaskan, DPW Jawa Barat tidak ingin Partai NasDem di Cianjur hanya mempertahankan capaian politik saat ini. Sebaliknya, seluruh kader didorong untuk meningkatkan elektabilitas dan menambah jumlah kursi legislatif pada Pemilu 2029.

"Kami akan memberikan dukungan secara maksimal terhadap seluruh program dan strategi yang disiapkan DPD Cianjur. Target kami bukan hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga meningkatkan perolehan kursi hingga mampu menjadi kekuatan utama di DPRD Kabupaten Cianjur," ujarnya.

Selain penguatan struktur organisasi, DPW juga menyoroti pentingnya merebut suara generasi muda yang diperkirakan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029. Karena itu, kader diminta lebih adaptif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang efektif.

"Ke depan sekitar 60 persen pemilih merupakan generasi muda. Media sosial harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjangkau pemilih pemula dan membangun kedekatan dengan mereka," katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur H. Onnie S. Sandi menyatakan kesiapan seluruh jajaran untuk memperkuat organisasi hingga tingkat desa dan TPS. Menurutnya, konsolidasi akan dibarengi dengan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat sebagai upaya memperluas dukungan publik.

"Kami siap memperkuat mesin partai melalui konsolidasi yang berkesinambungan. Dengan dukungan penuh dari DPW Jawa Barat, kami optimistis Partai NasDem Kabupaten Cianjur mampu meningkatkan perolehan kursi dan mencapai target politik pada Pemilu 2029," kata Onnie.

Rapat konsolidasi ini menandai dimulainya langkah serius Partai NasDem dalam mempersiapkan kontestasi politik 2029 di Kabupaten Cianjur. Fokus utama diarahkan pada penguatan struktur organisasi, peningkatan kerja politik di tengah masyarakat, serta penguasaan basis pemilih muda yang diprediksi menjadi penentu hasil pemilu mendatang. ***(Dani/KabarCiepat.com)
Share:

Ani Komalasari, S.H., M.I.P., Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia


KabarCiepat.com || CIANJUR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur, Ani Komalasari, S.H., M.I.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia seraya mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun negeri.

Menurut Ani Komalasari, peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan tersebut, katanya, harus terus diwariskan melalui dedikasi, kerja keras, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari terus kobarkan semangat persatuan, bekerja dengan penuh dedikasi, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ujar Ani Komalasari.

Ia menegaskan bahwa sebagai Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur irigasi guna mendukung ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan sektor pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ani juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk menjadikan nilai-nilai kemerdekaan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, diharapkan seluruh komponen bangsa semakin memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, serta terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
"Bersatu, Berkarya, Maju untuk Indonesia." *** Dani
Share:

Rabu, 05 Agustus 2026

Kades Mekarjaya H. Misbah SE (H. Ibeh) Sulap Kebun Durian Jadi Destinasi Wisata Keluarga di Cianjur Utara

KabarCiepat.com || CIANJUR – Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, H. Misbah SE yang akrab disapa H. Ibeh, berhasil menghadirkan inovasi dengan menyulap kebun durian miliknya menjadi destinasi wisata keluarga di Kabupaten Cianjur Utara. Perpaduan wisata alam, kolam renang, dan perkebunan durian menjadikan lokasi ini sebagai pilihan baru bagi masyarakat yang ingin berlibur dengan suasana sejuk dan alami.

Berlokasi di Jalan Tegal Panjang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, kawasan wisata ini berada di kaki Gunung Mananggel yang menawarkan panorama pegunungan yang eksotis. Didukung kondisi geografis dengan ketinggian sekitar 300 hingga 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini memiliki udara sejuk yang sangat cocok untuk budidaya durian sekaligus menjadi tempat rekreasi keluarga.

Dengan tiket masuk hanya Rp10.000 per orang, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia, baik untuk berenang maupun sekadar bersantai menikmati keindahan alam.

Fasilitas yang tersedia antara lain kolam renang lengkap dengan seluncuran dan ember tumpah, kolam pemancingan dengan tarif Rp40.000 per kilogram, gazebo bambu untuk bersantai bersama keluarga, serta kios makanan dan minuman.

Menurut H. Misbah SE (H. Ibeh), pengembangan kawasan wisata ini merupakan upaya memanfaatkan potensi alam Desa Mekarjaya agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pariwisata.

"Kami ingin menghadirkan destinasi wisata keluarga yang nyaman, terjangkau, dan bernuansa alam. Selain menikmati kolam renang dan suasana pegunungan, pada musim durian pengunjung juga bisa menikmati durian segar langsung dari kebun dengan harga yang terjangkau. Mudah-mudahan wisata ini dapat menjadi kebanggaan Desa Mekarjaya dan Cianjur Utara, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar H. Misbah.

Desa Mekarjaya sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian di wilayah Cianjur Utara. Setiap musim durian tiba, kebun milik H. Ibeh dipenuhi berbagai varietas durian lokal yang dapat dipetik dan dinikmati langsung oleh pengunjung, sehingga menghadirkan pengalaman agrowisata yang berbeda.

Kebun Durian H. Ibeh buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB. Selain menikmati wisata air dan panorama alam pegunungan, pengunjung juga dapat merasakan suasana pedesaan yang asri serta berburu durian segar langsung dari kebunnya pada setiap musim durian.

Informasi Wisata:

Lokasi: Jl. Tegal Panjang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur
Tiket Masuk: Rp10.000/orang
Jam Operasional: Setiap hari, pukul 08.00–16.00 WIB
Pemancingan: Rp40.000/kg
Reservasi: 0813-6288-1993
Instagram: @kebundurian.h.ibeh
Facebook: Kebun Durian H. Ibeh
Share:

Ani Kolamasari, S.H., M.I.P., Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur, Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

KabarCiepat.com || Cianjur – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur, Ani Kolamasari, S.H., M.I.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Momentum peringatan kemerdekaan ini diharapkan menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

Ani Kolamasari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai landasan dalam memperkuat persatuan, menjaga gotong royong, serta mendukung pembangunan, khususnya di Kabupaten Cianjur.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari terus kobarkan semangat persatuan, bekerja dengan penuh dedikasi, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan." ujar Ani Kolamasari.

Sebagai Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah I Cianjur, Ani Kolamasari menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan infrastruktur irigasi demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
"Bersatu, Berkarya, Maju untuk Indonesia."
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa