Senin, 04 Mei 2026
Milangkala Tatar Sunda di Cianjur Diundur, Kirab Budaya Digelar Rabu
Minggu, 03 Mei 2026
GELOMBANG PROTES MELEDAK DI LINGGAWANGI, WARGA DESAK KADES MUNDUR
kabarciepat.com || Tasikmalaya – Kesabaran warga Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya tampaknya telah habis. Ratusan warga turun ke jalan, mendatangi dan mengepung Balai kantor desa, menuntut Kepala Desa Budi segera mundur dari jabatannya.
Aksi berlangsung dengan tensi tinggi. Massa memadati halaman kantor desa, menyuarakan tuntutan keras atas dugaan krisis etika dan minimnya transparansi dalam pengelolaan pemerintahan desa. Aparat kepolisian disiagakan di lokasi, sementara orator dari atas kendaraan komando terus menggema, menegaskan satu tuntutan: mundur. Senin, 4/5/2026
Kekecewaan warga mengalir deras. Dukungan yang dulu diberikan, kini berubah menjadi tekanan terbuka.
“Kami tidak mau dipimpin oleh orang yang tidak beretika. Dulu kami mendukung, sekarang kami kecewa,” tegas Rini, salah satu warga.
Sorotan warga mengarah pada dugaan serius: penyalahgunaan wewenang dan pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan. Isu yang paling menyulut kemarahan adalah dugaan pengambilan uang tetap (siltap) milik perangkat desa.
CCTV Disebut Jadi Titik Balik
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut peristiwa tersebut diduga terjadi di lingkungan kantor desa dan terekam kamera pengawas (CCTV). Rekaman inilah yang menjadi titik balik—memicu keresahan, mempercepat penyebaran isu, hingga akhirnya meledakkan kemarahan warga.
Meski belum terkonfirmasi secara resmi, keberadaan rekaman tersebut telah menjadi pembicaraan luas dan dianggap sebagai kunci dalam polemik yang terus membesar.
Tekanan Moral Menguat
Gelombang protes tidak hanya datang dari warga. Sejumlah tokoh masyarakat dan alim ulama turut angkat suara. Mereka menilai persoalan ini telah melampaui ranah administratif dan menyentuh integritas moral seorang pemimpin.
Desakan mundur pun kian menguat.
“Sekali tercoreng dengan arang, sulit kembali bersih,” ungkap salah satu tokoh agama, mencerminkan sikap kolektif para ulama setempat.
Belum Ada Klarifikasi
Di tengah tekanan yang terus meningkat, Kepala Desa Budi belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai tudingan yang beredar, termasuk dugaan pengambilan siltap dan rekaman CCTV yang menjadi sorotan publik.
Ketiadaan klarifikasi dinilai memperkeruh situasi dan memperbesar gelombang ketidakpercayaan.
Warga menegaskan, aksi ini bukan yang terakhir. Jika tidak ada kejelasan dan langkah konkret, gelombang protes dipastikan akan terus berlanjut. ***Red
Upacara Hardiknas 2026 di SMKN 1 Bojongpicung: Kepala Sekolah Tekankan Sinergi Nyata dengan Pemerintah untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
“Sinergi antara sekolah dan pemerintah harus diwujudkan dalam program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh siswa, seperti peningkatan fasilitas belajar, penguatan kompetensi guru, serta dukungan terhadap kesiapan kerja lulusan,” ujarnya.
Upacara diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan penuh kedisiplinan. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, dimulai dari pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, hingga penyampaian amanat.
Selain itu, dalam peringatan Hardiknas tahun ini, pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Bojongpicung berharap dapat terus menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di Kabupaten Cianjur, sekaligus mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. ***Red
KLARIFIKASI BERSAMA: INSIDEN DI SPPG RAJAMANDALA DISEBUT TELAH DISELESAIKAN SECARA KEKELUARGAAN
kabarciepat.com || Bandung Barat – Menyikapi pemberitaan yang dimuat oleh kabarciepat.com terkait beredarnya video dugaan penganiayaan Kepala SPPG Rajamandala, para pihak yang terlibat kini mengedepankan semangat penyelesaian secara damai. Minggu, 3/5/2026
Perwakilan keluarga dari terduga pelaku, berinisial A, menyampaikan bahwa insiden yang sempat menjadi perhatian publik tersebut telah diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah antara kedua belah pihak.
“Kami menyampaikan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak telah saling memahami dan sepakat untuk mengakhiri persoalan ini dengan baik,” ujar A.
Insiden yang terjadi di area dapur Rajamandala sebelumnya sempat viral melalui video berdurasi 1 menit 35 detik dan menimbulkan berbagai tanggapan di masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua belah pihak memilih menempuh jalur dialog sebagai bentuk penyelesaian yang mengedepankan kebersamaan.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, tanpa harus memperpanjang konflik.
Hingga saat ini, situasi di lingkungan SPPG Rajamandala dilaporkan telah kembali kondusif. Semua pihak pun diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan serta tetap menjaga suasana yang harmonis. ***Red







