"Kan kita harus gitu ya, ciri khas Kota Cimahi tidak dimiliki oleh daerah lain karena di sini adalah dulu tangsi-tangsi militer, sekarang menjadi pusat pendidikan-pendidikan (militer)," pungkasnya.***Ghani
Jumat, 23 Januari 2026
Bundaran Jati Kota Cimahi Di Pasang Tiga Rudal Rapier
Rabu, 21 Januari 2026
Diduga Praktik Ilegal, “Dokter Z” Lulusan SD Layani Warga Tanpa Izin
Bandung Barat, KABARCIEPAT.COM — Seorang pria yang dikenal masyarakat dengan sebutan Dokter Z diduga menjalankan praktik pengobatan ilegal di wilayah Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Pria berinisial Z tersebut diketahui hanya lulusan sekolah dasar (SD) dan tidak mengantongi izin praktik medis resmi, namun tetap memberikan layanan pengobatan kepada warga. Kamis, 22/1/2026
Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik pengobatan tersebut telah berlangsung cukup lama dan diketahui oleh warga setempat serta aparatur pemerintah desa. Aktivitas itu tetap berjalan dengan dalih membantu masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan formal.
Saat dikonfirmasi awak mediapada 19 Januari 2026, Z secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak memiliki izin praktik medis.
“Iyah, saya tidak punya izin. Saya belajar secara otodidak. Dulu lingkungan saya adalah dokter, perawat, dan tenaga medis, jadi saya belajar dari situ,” ujar Z.
Meski mengaku menolong warga, Z juga membenarkan bahwa dirinya memungut biaya dalam praktik pengobatan yang dilakukan. Untuk tindakan infus, ia menyebut biaya yang dikenakan mencapai ratusan ribu rupiah.
“Untuk infus itu biayanya sekitar Rp400 ribu, sudah termasuk obat,” katanya.
Lebih lanjut, Z mengklaim bahwa aktivitas pengobatan tersebut telah diketahui oleh sejumlah pihak. Ia menyebut memiliki komunikasi dengan aparat setempat.
“Pihak kepolisian mengetahui, saya juga kenal dan sering ngobrol bareng dengan binmas di wilayah itu,” ungkapnya.
Selain itu, Z menyatakan bahwa pemerintah desa mengetahui praktik yang dilakukannya. Ia juga mengklaim mendapat dukungan dari masyarakat.
“Pihak desa tahu, dan banyak warga yang mendukung kegiatan saya ini. Banyak warga yang menandatangani surat dukungan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kertamukti, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon seluler, membenarkan bahwa mengetahui adanya aktivitas pengobatan yang dilakukan oleh Z. Namun, ia menegaskan bahwa tidak terlalalu mengtahui tentang perizinannya.
“Kami memang mengetahui adanya kegiatan itu" kata Sekdes Kertamukti.
Hal serupa disampaikan oleh salah satu perangkat desa lainnya yang mengakui bahwa praktik tersebut sempat dipandang sebagai bentuk bantuan sosial.
“Awalnya dilihat sebagai bentuk menolong warga, namun tetap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Dari sisi tenaga kesehatan, seorang petugas kesehatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang enggan disebutkan namanya mengaku geram atas praktik tersebut. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan resmi pun wajib menjalani prosedur ketat sebelum membuka praktik mandiri.
“Jangankan lulusan SD, saya saja lulusan S1 Keperawatan harus melalui prosedur yang benar, mulai dari STR, SIP, hingga izin praktik mandiri. Tidak bisa seenaknya membuka praktik, karena ini menyangkut keselamatan nyawa manusia,” ujarnya dengan nada kesal.
Ia menilai pembiaran terhadap praktik pengobatan ilegal dapat mencederai profesi tenaga medis serta membahayakan masyarakat, terutama jika dilakukan tanpa kompetensi dan pengawasan yang jelas.
Dinas Kesehatan setempat menegaskan bahwa praktik pengobatan tanpa izin dan tanpa latar belakang pendidikan medis resmi merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pasien, terlepas dari adanya dukungan masyarakat.
Sebagai informasi, praktik kedokteran di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Dalam Pasal 73, setiap orang dilarang menggunakan identitas atau cara yang menimbulkan kesan seolah-olah ia adalah dokter atau tenaga medis yang memiliki izin praktik. Sementara itu, Pasal 75 mengatur sanksi pidana bagi pelaku praktik kedokteran tanpa izin berupa ancaman pidana penjara dan/atau denda.
Hingga berita ini diturunkan, aparat berwenang dikabarkan masih melakukan pendalaman untuk menilai unsur pelanggaran hukum serta peran pihak-pihak yang mengetahui dan membiarkan praktik tersebut berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan resmi yang telah disediakan oleh pemerintah. ***Bend
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita Kunjungi Kecamatan Haurwangi
Haurwangi, Cianjur KABARCIEPAT.COM – Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, dengan menggunakan helikopter yang mendarat di Lapangan Desa Kertamukti. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Bupati Cianjur dr. H. Iwan, M.Si., Dandim, Kapolres, serta masyarakat Desa Kertamukti yang antusias menyambut kedatangan rombongan.
Kunjungan ini bertujuan untuk menyaksikan komprasi Merah Putih, sebuah kegiatan kebangsaan yang meneguhkan semangat persatuan dan cinta tanah air. Kehadiran Wakil Panglima TNI menjadi simbol dukungan terhadap nilai-nilai nasionalisme yang terus digelorakan di tengah masyarakat.
Kepala Desa Kertamukti, Cepi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena lapangan desa yang dipimpinnya menjadi lokasi pendaratan helikopter yang ditumpangi Wakil Panglima TNI. Hal ini menjadi catatan bersejarah sekaligus kebanggaan bagi masyarakat setempat.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selain menyaksikan komprasi Merah Putih, rombongan juga berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta meninjau kesiapan aparat dalam mendukung program kebangsaan di wilayah Cianjur.
Kunjungan Wakil Panglima TNI ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap Merah Putih sebagai lambang persatuan bangsa Indonesia. ***Red
Keributan Antar Ormas terjadi di Cafe Dylan Lembang
Bandung Barat, KABARCIEPAT.COM — Keributan antar-organisasi kemasyarakatan (ormas) terjadi di Cafe Dylan, RT 02/04 Kampung Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa 20 Januari 2026 petang. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda mengatakan, keributan melibatkan Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Ormas Gibas. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB.
“Telah terjadi keributan antara Ormas PP dan Ormas Gibas yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dari Ormas Gibas,” kata Dana dalam keterangan tertulisnya, Rabu 21 Januari 2026.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Agus B I (45), warga Kampung Cihiedung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, satu orang lainnya mengalami luka berat, yakni Iwan Setiawan (50), warga Kampung Pamecelan, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
Sementara tiga korban lainnya mengalami luka ringan, masing-masing bernama Agung, Deni Gibas, dan Nanang Gibas.
AKP Dana menjelaskan, keributan bermula saat delapan orang dari Ormas PP tengah melakukan karaoke di Cafe Dylan. Setelah waktu karaoke berakhir, datang empat orang dari Ormas Gibas yang meminta bergantian menggunakan fasilitas tersebut.
Permintaan itu tidak diterima oleh pihak Ormas PP. Perbedaan pendapat kemudian memicu adu mulut yang berujung pada keributan antar kedua kelompok.
“Keributan berlangsung sekitar 30 menit,” ujarnya.
Dalam rentang waktu tersebut, sekitar 20 orang dari Ormas PP kembali datang ke lokasi untuk membantu rekan-rekannya yang terlibat cekcok. Situasi pun semakin tidak terkendali hingga menyebabkan adanya korban jiwa dan korban luka-luka.
Usai kejadian, kelompok Ormas PP disebutkan langsung meninggalkan lokasi Cafe Dylan. Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan pascakejadian.***red
Senin, 19 Januari 2026
APBD Kabupaten Cianjur 2025: Realisasi Masih Rendah, Gaji PPPK Paruh Waktu Belum Jelas
Jawa Barat, KABARCIEPAT.COM — Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 19 Januari 2026, postur APBD Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2025 menunjukkan realisasi yang masih rendah. Dari total Pendapatan Daerah sebesar Rp 4,822 triliun, baru terealisasi Rp 517,45 miliar atau 10,73%. Sementara itu, Belanja Daerah sebesar Rp 4,867 triliun baru terealisasi Rp 151,49 miliar atau 3,11%.
Komposisi pendapatan masih didominasi oleh Transfer dari Pemerintah Pusat (TKDD) sebesar Rp 3,448 triliun dengan realisasi Rp 445,59 miliar (12,92%). Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp 1,150 triliun baru terealisasi Rp 71,86 miliar (6,24%).
Di sisi belanja, pos terbesar adalah Belanja Pegawai dengan pagu Rp 1,896 triliun, namun baru terealisasi Rp 88,51 miliar (4,67%). Belanja modal dan bantuan sosial hampir belum berjalan, dengan realisasi di bawah 1%. Selasa, 20/01/2026
Ketua Umum Forum Guru Tenaga Kependidikan, Riki Triyadi, menyoroti bahwa rendahnya realisasi belanja pegawai dan belum jelasnya alokasi gaji PPPK paruh waktu menjadi perhatian serius.
Riki Triyadi, menegaskan bahwa ruang fiskal sebenarnya tersedia untuk memastikan kesejahteraan tenaga PPPK paruh waktu. Hal ini terlihat dari besarnya komposisi pendapatan dan belanja daerah dalam APBD 2025.
> “Ruang fiskal itu nyata. Pendapatan daerah ditargetkan Rp 4,822 triliun, dengan realisasi awal Rp 517,45 miliar. Belanja pegawai sendiri mencapai Rp 1,896 triliun, sementara realisasi baru Rp 88,51 miliar. Artinya, masih ada ruang lebih dari Rp 1,800 triliun yang bisa diarahkan untuk kepastian gaji PPPK paruh waktu,” ujar Riki Triyadi.
> “Jika kita melihat komposisi pendapatan dan belanja daerah, sebenarnya ruang fiskal tersedia. Namun, hingga kini belum ada kejelasan berapa besaran gaji PPPK paruh waktu, baik pendidik maupun tenaga kependidikan. Ini harus segera dipastikan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Riki Triyadi.
Forum Guru Tenaga Kependidikan menekankan bahwa pemerintah daerah perlu segera menuntaskan regulasi dan teknis pembayaran gaji PPPK paruh waktu Di kabupaten Cianjur, mengingat belanja pegawai merupakan salah satu pos terbesar dalam APBD.
Dengan realisasi belanja yang masih rendah di awal tahun, diharapkan pemerintah daerah dapat mempercepat penyerapan anggaran, khususnya pada sektor pendidikan dan kesejahteraan tenaga kependidikan.
> “Kita bicara bukan soal ketiadaan anggaran, melainkan soal komitmen dan kecepatan eksekusi. Guru dan tenaga kependidikan PPPK paruh waktu menunggu kepastian, dan APBD sudah menyediakan ruangnya,” tambah Riki. ***Red
Minggu, 18 Januari 2026
Apresiasi Mengharukan untuk Guru Paruh Waktu yang Akan Pensiun, Disaksikan Eksekutif dan Legislatif dalam Syukuran PPPK paruh waktu KBB
Batujajar, KABARCIEPAT.COM — Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Bapak Dudi Sihabudin, Asisten I Bupati Kabupaten Bandung Barat, memberikan apresiasi secara langsung kepada salah satu guru paruh waktu yang akan segera memasuki masa pensiun. Momen berharga ini berlangsung dalam acara Syukuran PPPK Paruh Waktu yang diselenggarakan oleh Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) KBB di Gedung Pusdikpassus Batujajar. Sabtu, 171/01/2026
Acara tersebut turut dihadiri jajaran eksekutif dan legislatif Kabupaten Bandung Barat, camat Batujajar, kepala desa gelanggang, dinas pendidikan, BKPSDM, PGRI dan K3S menandakan sinergi serta dukungan nyata pemerintah daerah terhadap para tenaga pendidik yang telah mengabdi dengan sepenuh hati. Dalam sambutannya, Bapak Dudi Sihabudin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas dedikasi sang guru yang telah menjadi bagian penting dalam membangun generasi bangsa.
> “Pengabdian beliau bukan hanya mencerdaskan anak-anak bangsa, tetapi juga menjadi teladan dalam ketekunan dan keikhlasan. Semoga masa pensiun menjadi awal baru yang penuh berkah,” ujar Dudi dengan penuh empati.
Syukuran PPPK paruh waktu ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus refleksi perjuangan para guru honorer yang kini telah diangkat sebagai PPPK. Selain pemberian apresiasi, acara juga diisi dengan doa bersama, hiburan, dan ramah tamah yang mempererat solidaritas antar tenaga pendidik.
Penyampaian Emosional dari Dede Desih Sagitarinah (Emak Binar). Salah satu penerima apresiasi, Dede Desih Sagitarinah, yang akrab disapa Emak Binar, menyampaikan ungkapan penuh syukur dan haru di hadapan para hadirin.
> “Emak genap 56 tahun pada 20 Desember 2025 lalu. Aamiin yaa Alloh yaa Robbal ‘Alamin… Hatur nuhun Gusti, gaduh keluarga MUTIARA yang sangat berharga buat Emak. Terima kasih semua pengurus FGTK. Penghargaan yang sangat diakui… Kalian hebat… Jangan lupakan Emak,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Ungkapan tersebut menjadi simbol penghormatan atas dedikasi panjang seorang guru paruh waktu yang telah berjuang dalam senyap, namun memberikan cahaya bagi masa depan pendidikan. Tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin menutup momen penuh makna itu, menjadikan acara syukuran PPPK KBB sebagai momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.***red
Sabtu, 17 Januari 2026
Syukuran PPPK Paruh Waktu FGTK: Shara Grup Travel Sponsori Doorprize Umroh Gratis
Bandung Barat, KABARCIEPAT.COM – Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) menggelar acara syukuran PPPK paruh waktu sekaligus memperingati Aniversari ke-1 dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Pada momentum bersejarah ini, FGTK menyampaikan apresiasi mendalam kepada Shara Grup Travel yang telah menjadi sponsor utama dalam program Umroh Gratis bagi peserta PPPK paruh waktu. acara yang di gelar di Gedung Sudirman Kopasus Batujajar. Sabtu, 17/1/2026
Partisipasi Shara Grup Travel menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar FGTK. Dukungan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga simbol penghargaan atas perjuangan mereka dalam dunia pendidikan.
Dalam acara tersebut, dilakukan pengundian doorprize secara acak, dan Alhamdulillah, kesempatan istimewa untuk berangkat Umroh gratis jatuh kepada Ibu Siti Sadiah, S.Pd, seorang guru dari SDN Cibodas 3 Kec.Batujajar. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika nama beliau diumumkan sebagai penerima hadiah. Dengan mata berkaca-kaca, Ibu Siti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas anugerah yang tak terduga ini.
"Kami atas nama pribadi dan keluarga besar FGTK mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Shara Grup Travel. Sponsorship ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat menghadirkan kebahagiaan serta kebanggaan bagi kami semua," ungkap Riki Triyadi, S.Pd.I, S.H, selaku ketua FGTK.
Acara syukuran dan Aniversari ke-1 FGTK ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat solidaritas, menumbuhkan semangat baru, dan meneguhkan komitmen dalam memajukan pendidikan. Kehadiran sponsor yang peduli seperti Shara Grup Travel semakin menegaskan bahwa perjuangan guru dan tenaga kependidikan layak mendapat apresiasi yang istimewa. ***Redhi











