Kabarciepat.com || Bandung Barat — Kawasan Citatah selama ini dikenal masyarakat sebagai jalur padat kendaraan penghubung Bandung–Cianjur. Namun di balik tebing-tebing kapur yang menjulang, tersimpan sejarah geologi dan peradaban purba yang memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan maupun pariwisata alam. Selasa, 12/5/2026
Para peneliti menyebut kawasan Citatah merupakan bagian dari bentang alam karst purba yang terbentuk jutaan tahun lalu. Tebing batu kapur di wilayah tersebut dipercaya berasal dari endapan organisme laut kecil dan cangkang biota laut ketika kawasan itu masih berada di dasar laut purba.
Karakter batuannya yang unik membuat tebing Citatah memiliki pola alami menyerupai karang raksasa. Kondisi itu menjadikan kawasan ini berbeda dibanding wilayah lain di Kabupaten Bandung Barat.
Di kawasan tersebut juga terdapat Gua Pawon, situs prasejarah yang terkenal karena penemuan rangka manusia purba, alat batu, serta berbagai artefak kehidupan manusia ribuan tahun silam. Temuan itu menjadi bukti bahwa kawasan Citatah pernah menjadi tempat hunian manusia prasejarah.
Selain nilai sejarah dan geologi, Citatah juga dikenal sebagai salah satu lokasi panjat tebing alam terbaik di Jawa Barat. Tebing-tebing curamnya kerap digunakan komunitas pecinta alam dan atlet panjat tebing untuk latihan maupun kegiatan wisata ekstrem.
Popularitas kawasan ini semakin meningkat setelah sempat menjadi lokasi pengambilan gambar yang melibatkan Lisa, sehingga menarik perhatian publik terhadap keindahan alam Citatah.
Namun di tengah potensi tersebut, keberadaan kawasan karst Citatah kini menghadapi tantangan serius. Aktivitas penambangan batu kapur disebut terus menggerus sebagian area perbukitan karst yang memiliki nilai sejarah dan lingkungan.
Sejumlah pemerhati lingkungan menilai perlu adanya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan upaya pelestarian kawasan karst agar warisan geologi serta sejarah purba Citatah tidak hilang akibat eksploitasi yang berlebihan.
Dengan kekayaan sejarah, alam, dan budaya yang dimiliki, Citatah dinilai bukan sekadar jalur lintasan kendaraan, melainkan kawasan penting yang menyimpan jejak perjalanan bumi dan peradaban manusia di Bandung Barat. ***Red





