Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Selasa, 28 April 2026

Warga Keluhkan Bau Tak Sedap Dari SPPG 3 Cilaku Sukasari,Kepala SPPG:Itu Hanya Bau Masakan


kabarciepat.com, Cianjur – Warga Masyarakat Berhampiran SPPG 3 Sukasari,Cilaku mengeluhkan bau tidak sedap dan aroma busuk datang dari dapur sppg tersebut belakangan ini di duga pengelolaan limbah dapur kurang maksimal dan terkesan jorok.

Seorang Warga MN (47) mengaku merasa terganggu dari aroma tidak sedap yang datang dari dapur tersebut.

MN mengeluhkan dampak lingkungan yang diduga ditimbulkan dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilaku Sukasari 3 atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berada berdempetan dengan rumahnya di Jl. KH Sujai no. 75 RT 01/ RW 07 
Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Pemilik rumah,MN(47), mengatakan persoalan mulai dirasakan pada awal April 2026, saat muncul bau menyengat dan air sumur di sekitar rumah berubah kualitas.

Menurutnya, kondisi tersebut baru diketahui setelah dirinya pulang dari rumah sakit pada malam Jumat, 9 April 2026. Saat itu, lingkungan sekitar rumah sudah dipenuhi bau tidak sedap.

“Saya pulang dari rumah sakit malam Jumat itu sudah bau sekali. Air juga bau, lingkungan semua bau,” katanya saat ditemui wartawan, pada Minggu, 26 April 2026.

MN menyebut, berdasarkan informasi dari tetangga juga, ikan di kolam miliknya mulai mati pada tanggal 8 April 2026. Sementara dapur MBG disebut mulai beroperasi pada 7 April 2026.
“Menurut tetangga, ikan mati itu tanggal 8. Sementara dari informasi, dapur mulai produksi tanggal 7,” kata MN.

Dia juga menuturkan, rembesan air limbah diduga masuk ke area rumahnya dan berdampak pada tiga kolam ikan miliknya. Dia mengaku seluruh ikan di kolam tersebut mati.

“Ada tiga kolam, semuanya mati. Ikan nila, lele, bahkan ikan sapu-sapu juga mati,” katanya.

Selain itu, MN juga mengaku mengalami gangguan kesehatan akibat bau menyengat yang muncul siang dan malam. Dirinya yang memiliki riwayat asma mengaku kondisinya kambuh setelah persoalan itu muncul.

“Saya punya asma. Batuk terus, susah tidur, kepala pusing, tekanan darah juga naik,” katanya.

Menurutnya, air sumur bor yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pun kini tidak layak dipakai.

“Air jadi bikin gatal dan tidak layak diminum. Padahal itu sumur bor yang biasa dipakai sehari-hari,” katanya.

MN mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada pengurus lingkungan setempat, hingga membawa sampel air ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur pada 13 April 2026.

“Saya sudah lapor ke RT, RW, dan ke DLH sambil bawa sampel air. Katanya dari DLH mau disurvei, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut ke rumah saya,” katanya.

Dia juga menyebut sempat ada pertemuan antara pihak dapur MBG, pengurus lingkungan, dan warga. Namun, menurutnya belum ada solusi konkret yang diberikan.

“Mereka datang, tapi tidak ada keputusan apa-apa. Saya maunya dihentikan dulu sementara, bereskan izin, perbaiki sistem pembuangan, baru beroperasi lagi,” imbuhnya.

Dia menilai lokasi dapur yang berdempetan langsung dengan rumah warga menjadi persoalan utama, terlebih sistem pembuangan limbah disebut belum memadai.

“Dapur itu nempel ke rumah warga. Harusnya tempat seperti ini jangan dekat rumah orang, apalagi kalau pembuangannya belum siap,” katanya.

Selain persoalan limbah, dia juga mengaku sempat mendapati dua orang masuk ke area rumahnya tanpa izin untuk memasang saluran paralon.

“Tiba-tiba ada dua orang masuk ke area rumah, katanya disuruh pihak dapur. Mereka pasang paralon dan merusak tembok tanpa izin,” katanya.

MN berharap pemerintah daerah turun tangan mengecek legalitas dan kelayakan operasional dapur tersebut, termasuk perizinan lingkungan.

“Harapan saya sederhana, jalankan sesuai aturan. Kalau memang belum lengkap izinnya, jangan dulu beroperasi. Pemerintah harus adil dan menindaklanjuti keluhan warga,” Kata dia.

Sementara itu Kepala SPPG Aulia Herman membantah terkait perihal itu saat di konfirmasi melalui sambungan telfon Selasa 28/04/26.

"Bau itu datang dari masakan,dan asap juga sama dari masakan karena saat itu kami sedang memasak untuk MBG",Kata Aulia.
 Saat di tanyakan mengenai Intalasai pengolahan alir limbah(IPAL) Aulia pun menuturkan bahwa untuk ijin nya semua sudah selesai di urus walaupun sebelum nya kami pake ipal Konvensional.

"Untuk ipal sudah di urus dan sudah selesai,sebelum nya memang pakai ijin konvensional,"pungkas nya. ***Yudi Farrell
Share:

CKS Bandung Barat “Digantung” Tanpa Kepastian, Peserta Vilo­ting Sudah Dilantik Lebih Dulu

kabarciepat.com, Bandung Barat – Kekecewaan mendalam dirasakan para Calon Kepala Sekolah (CKS) di Kabupaten Bandung Barat. Hingga kini, mereka belum juga dilantik, meski telah melalui seluruh tahapan seleksi. Ironisnya, sejumlah rekan mereka yang mengikuti program viloting justru sudah lebih dulu resmi menduduki jabatan kepala sekolah.

Situasi ini memicu tanda tanya besar terkait transparansi dan keadilan dalam proses pengangkatan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang CKS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku telah menunggu dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan, tanpa kejelasan waktu pelantikan.

“Kami ini sudah dinyatakan lulus, sudah mengikuti semua proses. Tapi sampai sekarang hanya disuruh menunggu, tanpa kepastian. Sementara yang ikut viloting sudah dilantik duluan. Ini sangat tidak adil,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya berdampak pada karier para CKS, tetapi juga mengganggu stabilitas dan kualitas manajemen sekolah. Banyak sekolah yang hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga kebijakan yang diambil menjadi kurang maksimal.

Para CKS berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Mereka menuntut adanya kepastian jadwal pelantikan serta kejelasan mekanisme yang digunakan, agar tidak menimbulkan kesan diskriminatif.

“Kalau memang ada kendala, sampaikan. Jangan kami dibiarkan seperti ini. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pelantikan tersebut.

Kondisi ini menjadi sorotan serius, mengingat peran kepala sekolah sangat vital dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Jika polemik ini terus berlarut, dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan pendidikan di daerah tersebut. ***Asol

Share:

Senin, 27 April 2026

Kematian Misterius di Rongga, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Kabupaten Bandung Barat — Peristiwa tragis mengguncang warga Kampung Ci Ceri, Kecamatan Rongga, setelah seorang perempuan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di dalam kamar rumahnya, pada Senin malam, seusai waktu Magrib. 27/4/2026

Korban ditemukan tanpa mengenakan pakaian, dengan wajah tertutup bantal. Kondisi tersebut memicu dugaan adanya unsur kekerasan dalam kematian korban dan kini tengah menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian.

Petugas langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti serta mengungkap kronologi kejadian.

Kapolsek Gununghalu, AKP M. Yusuf, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

“Benar, kami menerima laporan terkait penemuan seorang perempuan meninggal dunia di wilayah Rongga. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi keluar,” ujar AKP M. Yusuf.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka, termasuk dugaan tindak pidana.

Rencananya, jenazah korban akan diautopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian, termasuk ada atau tidaknya unsur kekerasan. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.

Hingga kini, identitas lengkap korban belum diumumkan secara resmi. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Kasus ini menyita perhatian masyarakat luas dan diharapkan dapat segera terungkap secara terang benderang. ***Red
Share:

Sidang Ke-3 Kasus Amir Hadirkan Saksi Ahli, Soroti Keabsahan OTT dan Prosedur Penangkapan

Kabarciepat.com,  Mojokerto — Sidang ketiga perkara Amir yang digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto pada Kamis (23/4/2026) berlangsung dengan menghadirkan saksi ahli, yakni Prof. Dr. Sadjijono, S.H., M.Hum., dari Universitas Bhayangkara (UBARA) Surabaya.

Dalam persidangan tersebut, tim kuasa hukum Amir yang dipimpin oleh pengacara Rika bersama rekan-rekannya menyoroti sejumlah poin krusial terkait proses penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya.

Adapun poin-poin yang menjadi perhatian di antaranya:

Ketidaksesuaian waktu penangkapan dan pelaporan, di mana penangkapan dilakukan pada 14 Maret 2026, sementara laporan polisi baru dibuat pada 15 Maret 2026.

Perbedaan pemahaman antara Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan tertangkap tangan.

Penilaian terhadap dugaan pelanggaran, apakah masuk dalam ranah kode etik jurnalistik atau tindak pidana.
Hak kuasa hukum dalam meminta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kepentingan pembelaan.

Menurut Rika, proses OTT yang dilakukan terhadap Amir dinilai tidak sah secara hukum. Ia menegaskan bahwa prosedur OTT seharusnya diawali dengan adanya laporan dan bukti yang cukup, bukan sebaliknya. Dalam kasus ini, penangkapan dilakukan terlebih dahulu, kemudian disusul dengan pembuatan laporan polisi keesokan harinya.

Lebih lanjut, Rika menjelaskan bahwa OTT pada umumnya ditujukan kepada aparat penegak hukum atau pejabat negara yang menerima gaji dari APBN. Sementara itu, Amir berprofesi sebagai wartawan yang bersifat independen dan tidak menerima gaji dari negara. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan kategori hukum yang tepat untuk menjerat kliennya.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Yayu Muliana, S.H., memberikan kesempatan kepada saksi ahli untuk menyampaikan pendapat secara mendalam terkait poin-poin yang diajukan oleh tim kuasa hukum.
Persidangan berlangsung dalam suasana tegang dan sempat terjadi interupsi dari pihak termohon yang mengajukan keberatan. Mereka beralasan bahwa pembahasan yang disampaikan bukan merupakan materi gugatan yang sedang disidangkan.

Menjelang akhir persidangan, Kasat Reskrim bersama Kanit Resmob terlihat meninggalkan ruang sidang. Upaya awak media untuk melakukan konfirmasi tidak membuahkan hasil, karena pihak kepolisian enggan memberikan keterangan dan menyarankan agar seluruh informasi disampaikan melalui satu pintu, yakni kepada Kapolres.

Sidang lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar dengan agenda berikutnya yang akan ditentukan oleh majelis hakim. ***Red 
Share:

Video Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Beredar, KRL Diduga Ditabrak dari Belakang Saat Berhenti Tunggu Sinyal


kabarciepat.com, BEKASI — Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan insiden kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/04/2026). Dalam video tersebut, seorang pria yang merekam kejadian mengaku bahwa kereta yang ditumpanginya ditabrak dari belakang oleh kereta lain saat sedang berhenti.

Berdasarkan keterangan yang beredar serta informasi pada tangkapan layar percakapan, peristiwa tersebut diduga melibatkan rangkaian KRL Commuterline tujuan Bekasi yang saat itu tengah berhenti menunggu sinyal keberangkatan. Kereta tersebut disebut berada di jalur rel dekat Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu persilangan dengan rangkaian kereta dari arah Tambun.

Dalam narasi yang beredar, rangkaian KRL tersebut diduga ditabrak dari belakang oleh kereta cepat jarak jauh Argo Bromo. Insiden mendadak itu sempat memicu kepanikan di dalam gerbong penumpang, sebagaimana terekam dalam video amatir yang kini beredar luas di berbagai platform media sosial.

Hingga berita ini disusun, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti kejadian, jumlah korban, maupun dampak operasional perjalanan kereta di lintas tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab pasti kecelakaan sebelum ada penjelasan resmi. ***Asol
Share:

Sabtu, 25 April 2026

POLSEK CIPATAT DAN DAMKAR BERHASIL EVAKUASI PRIA NAIK TOWER SETINGGI 52 METER DI CIPTAHARJA

kabarciepat.com, Cipatat, Bandung Barat – Aparat dari Polsek Cipatat bersama Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cipatat berhasil melakukan evakuasi terhadap seorang pria yang nekat memanjat tower Telkom setinggi kurang lebih 52 meter di Kampung Pasir Borondong, RT 03 RW 23, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu malam (25/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh Ketua RW 21 Cilok kepada pihak berwenang, setelah diketahui seorang warga berinisial H (32) berada di puncak tower dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Hingga awak mediapun konfirmasi via chat WhatsApp, kepada ketua RW 23 pasirborondong A Suparman Ure untuk memastikan kebenaranya, A Suparman Ure menyampaikan benar bahwa ada warga saya yang naik tower. Ucapnya

Berdasarkan keterangan dari sang istri, kejadian ini berawal dari kondisi psikologis korban yang terguncang. Sekitar satu minggu sebelumnya, H mengalami kecelakaan kerja di Bandung. Setelah sempat dijemput dan dirawat oleh keluarga hingga pulih, H berniat kembali bekerja. Namun, saat menghubungi rekannya melalui pesan singkat, diduga ia tidak diperkenankan kembali bekerja.

Hal tersebut memicu emosi korban hingga meluapkannya dengan melempar asbak di depan rumah. Teguran dari sang ibu semakin memperkeruh suasana, membuat H pergi ke belakang rumah dalam keadaan emosi. Meski sang istri berusaha membujuk, korban tetap melangkah menuju tower yang berada tepat di belakang rumah dan dengan cepat memanjatnya tanpa mengindahkan larangan.

Keluarga yang panik terus berupaya membujuk korban agar turun, namun tidak mendapat respons. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

Di lokasi, Danpos Damkar Cipatat, Ibu Lia, mengakui adanya keterbatasan peralatan dalam proses evakuasi. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Kanit Lantas Polsek Cipatat, IPDA Yusup Gustiana, SH, untuk menentukan langkah terbaik.

Berbagai upaya dilakukan, termasuk membujuk korban menggunakan pengeras suara, bahkan melibatkan sang anak untuk memohon agar ayahnya turun. Namun, korban tetap tidak merespons. Untuk memastikan keberadaan korban di atas tower, petugas melakukan pemantauan menggunakan drone, yang kemudian mengonfirmasi bahwa H memang berada di atas.

Setelah hampir dua jam upaya dilakukan tanpa hasil, titik terang muncul ketika adik korban tiba di lokasi usai mendapat kabar kejadian tersebut. Dengan didampingi petugas teknis tower Telkom dan dilengkapi tali pengaman, sang adik memberanikan diri naik ke atas untuk membujuk korban secara langsung.

Pendekatan emosional tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban bersedia turun dengan aman, dibantu oleh petugas.

Proses evakuasi pun berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian, Damkar, pihak teknis, serta peran penting keluarga, khususnya sang adik yang melakukan pendekatan langsung di atas tower. ***Red
Share:

KDM Dorong Penataan PKL dan UMKM Ciwidey, Prioritaskan Produk Lokal Bernilai Tinggi

kabarciepat.com Ciwidey, Bandung — Upaya penataan kawasan wisata terus dilakukan guna meningkatkan daya tarik dan nilai ekonomi daerah. Salah satu langkah terbaru datang dari KDM yang kembali membuat gebrakan dalam penataan wilayah Ciwidey dengan mendorong perubahan pola usaha bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM.

Dalam pernyataannya, KDM mengajak para pelaku usaha di kawasan tersebut untuk tidak lagi menjual produk instan, termasuk kopi sachet. Sebagai gantinya, ia mendorong agar masyarakat lebih mengedepankan penjualan produk lokal khas Ciwidey yang memiliki nilai tambah dan ciri khas daerah.

Menurut KDM, langkah ini bukan sekadar penataan visual kawasan, tetapi juga strategi untuk memperkuat identitas Ciwidey sebagai destinasi wisata yang unik dan berkarakter. “Warga Ciwidey harus jualan produk lokal khas Ciwidey, hindari makanan dan minuman yang bersifat instan,” ujarnya.

Ia menilai, dominasi produk instan justru mengurangi keunikan daerah dan membuat kawasan wisata kehilangan daya saing. Dengan menghadirkan produk lokal, wisatawan diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih autentik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas UMKM, baik dari segi kreativitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan begitu, produk lokal Ciwidey dapat bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga lebih luas.

Langkah yang diinisiasi KDM ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, terutama karena dinilai sebagai upaya konkret dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat branding kawasan Ciwidey sebagai destinasi wisata unggulan. ***Red 
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa