Senin, 15 Juni 2026
Polsek Agrabinta Bersama Kelompok Tani Jayasari Panen 5 Ton Jagung Hibrida, Dukung Program Ketahanan Pangan
KabarCiepat.com || CIANJUR – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian. Salah satunya melalui pendampingan sektor pertanian yang dilakukan Polsek Agrabinta Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Jayasari dengan melaksanakan panen jagung hibrida di lahan Non Lahan Baku Sawah (Non-LBS) di Kampung Tamela, Desa Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Senin (15/6/2026).
Kegiatan panen yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Agrabinta, Aiptu Yayan Royana. Panen dilakukan di lahan seluas satu hektare milik Poktan Jayasari yang diketuai Kiman dengan melibatkan lima orang petani setempat.
Dari hasil panen tersebut, produksi jagung hibrida diperkirakan mencapai sekitar 5 ton. Seluruh hasil panen selanjutnya akan disalurkan kepada distributor yang telah menjalin kerja sama dengan kelompok tani.
Aiptu Yayan Royana mengatakan, keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar lahan Non-LBS untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung hibrida.
Meski demikian, menurutnya para petani masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama terkait sarana dan prasarana pertanian.
“Hambatan utama yang dihadapi petani saat ini adalah keterbatasan alat pertanian untuk pengolahan lahan serta mesin pipil jagung pasca panen,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Kapolsek Agrabinta, Iptu Wikatmono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemanfaatan lahan Non-LBS menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengganggu lahan baku sawah yang sudah ada.
“Lahan Non-LBS di wilayah Agrabinta memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai area budidaya jagung hibrida. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan panen tersebut, Polsek Agrabinta berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani dapat terus terjalin guna mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur. ***Red/YF
RBUC × REKANAN INDONESIA Turun Gunung, Kawal Hak Kesehatan Warga hingga Terealisasi
KabarCiepat.com || CIANJUR – Komitmen untuk memastikan terpenuhinya hak kesehatan masyarakat kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Relawan Bersama Umat Cerdas (RBUC) dan Rekanan Indonesia. Melalui gerakan bersama bertajuk RBUC × REKANAN INDONESIA, kedua organisasi tersebut hadir untuk memberikan pendampingan, advokasi, serta edukasi kepada masyarakat agar memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan manusiawi.
Langkah ini lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya ketimpangan akses layanan kesehatan, proses administrasi yang dinilai rumit, hingga rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak mereka sebagai pasien. Kondisi tersebut kerap menjadi hambatan bagi warga, terutama kelompok rentan, dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang semestinya.
Sebagai bentuk aksi nyata, kolaborasi RBUC dan Rekanan Indonesia mengusung tiga program utama. Pertama, pendampingan lapangan bagi warga yang mengalami kendala administrasi, persoalan BPJS, maupun hambatan saat mengakses layanan rumah sakit. Kedua, edukasi hak pasien guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hak-hak kesehatan yang dijamin oleh negara. Ketiga, posko pengaduan cepat tanggap yang disiapkan untuk menerima laporan dan membantu penyelesaian berbagai persoalan pelayanan kesehatan.
Perwakilan gerakan tersebut menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dapat diakses tanpa diskriminasi. Menurutnya, tidak boleh ada lagi masyarakat yang enggan berobat karena keterbatasan ekonomi ataupun terhambat oleh persoalan administrasi yang berbelit.
"Kesehatan adalah hak konstitusional yang wajib dijamin negara. Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang merasa sendirian saat menghadapi kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Kehadiran RBUC dan Rekanan Indonesia adalah untuk mendampingi masyarakat agar hak-haknya benar-benar terpenuhi," ujarnya.
Melalui gerakan ini, RBUC dan Rekanan Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, relawan sosial, hingga praktisi hukum untuk bersama-sama mengawal pelayanan kesehatan yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan fasilitas kesehatan, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga Indonesia. ***Jhd
DPK BKPRMI KEC.Cikalong kulon Sukses Gelar Kegiatan pawai muharam 1448 H.
Cianjur, kabarCiepat.com – Ribuan warga mulai anak-anak, remaja, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, tumpah ruah memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti pawai ta’aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di kawasan Taman Alun alun Desa Sikagalihi Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur Selasa (16/06/2026).
Kegiatan secara resmi dilepas langsung oleh Camat Cikalongkulon,Iyus Yusuf S.STP,.M.Si didampingi Kapolsek Cikalongkulon AKP Arif Titim Firmanto SH, Danramil 0608- 07 Cikalongkulon,Kepala KUA Kecamatan Cikalongkuon,Kordik Cikalongkulon, Ketua PGRI, Ketua DKM masjid besar Baiturrahman Cikalongkulon.
Dengan mengenakan pakaian beragam nuansa Islami dan atribut khas bulan Muharam, barisan peserta berjalan tertib dan meriah diiringi irama hadroh, alunan shalawat, Pawai yang menempuh rute 3 kilometer seputar wilayah Desa Sukagalihi ,ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan tradisi positif yang terus dijaga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan persatuan antar warga.
Dalam sambutannya sebelum melepas peserta, Camat Cikalongkulon mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan kepanitiaan yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan ini. Menurutnya, pawai ta’aruf memiliki makna yang sangat dalam, bukan hanya sebagai sarana perkenalan, tetapi sebagai kekuatan pemersatu seluruh elemen masyarakat di wilayahnya.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat warga Cikalongkulon. Pawai ta’aruf dalam rangka menyambut 1 Muharam ini bukan sekadar arak-arakan, melainkan momen istimewa untuk menyatukan hati, menghapus sekat perbedaan, dan memperkokoh persaudaraan. Inilah bukti nyata bahwa masyarakat Cikalongkulon hidup rukun, damai, dan saling menyayangi satu sama lain,” ujar Camat Cikalongkulon
Ia menambahkan, bulan Muharam yang dikenal sebagai bulan yang mulia dan penuh berkah, harus disambut dengan kebaikan dan kebersamaan. Kegiatan seperti ini, kata dia, menjadi wadah paling efektif menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan warga di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Pawai ta’aruf ini kami harapkan menjadi pemersatu kita semua. Di sini tidak ada perbedaan golongan, usia, maupun latar belakang, kita semua berkumpul dengan tujuan yang sama: menyambut kemuliaan bulan Muharam dan menjaga kerukunan. Semoga semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di jalanan, tetapi terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Deden Dulyaden menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan seluruh warga. Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kedekatan dan menjadikan momen pergantian tahun Islam sebagai langkah awal menuju perbaikan diri dan kemajuan bersama.
“Pawai ta’aruf ini kami rancang khusus agar menjadi sarana pemersatu. Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, kegiatan berjalan lancar dan meriah. Harapan kami, tradisi positif ini terus berlanjut dan semakin memperkokoh persaudaraan kita di Kecamatan Cikalong,” ungkapnya.
Rangkaian acara 1 Muharam 1448 H di isi dengan , Pawai ta’aruf, penampilan seni dan penilaian , Acara berakhir dengan aman dan tertib , pelaksana kegiatan atas keberhasilan dan berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahun sebagai wujud nyata pelestarian budaya Islami dan pemelihara kerukunan warga. ***Red/YF
Singgah di Cianjur, Pegowes Garut Minta Doa untuk Misi Bersepeda ke Mekah
KabarCiepat.com || CIANJUR – Semangat dan tekad luar biasa ditunjukkan Asep Akung, pegiat sepeda dari Komunitas Sancang Jaya SGM Garut, yang memulai perjalanan lintas negara menuju Kota Suci Mekah dengan mengayuh sepeda. Dalam perjalanannya, Asep singgah di Kabupaten Cianjur dan mendapat sambutan hangat dari komunitas pesepeda setempat.
Perjalanan yang dimulai dari Garut pada Minggu (14/6/2026) itu mengusung misi silaturahmi sekaligus menjelajahi sejumlah negara di Asia sebelum mencapai tujuan akhir di Mekah, Arab Saudi. Asep menargetkan perjalanan tersebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
"Saya mohon doa dari masyarakat Cianjur dan Indonesia agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran hingga sampai ke Mekah dan kembali lagi ke Tanah Air," ujar Asep saat beristirahat di Cianjur, Selasa (16/6/2026).
Asep mengungkapkan, keberangkatannya dari Garut mendapat dukungan besar dari berbagai pihak. Pelepasan dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut bersama Bupati Garut.
Selain itu, puluhan anggota komunitas sepeda turut mengantar hingga wilayah Bandung sebagai bentuk dukungan moral.
Menurutnya, perjalanan tersebut didanai secara mandiri dengan bantuan dari sejumlah sahabat dan komunitas yang mendukung cita-citanya menjelajahi Asia menggunakan sepeda.
Rute yang direncanakan melintasi sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, China, Nepal, India, Qatar hingga Arab Saudi. Kota Madinah dan Masjidil Haram di Mekah menjadi tujuan akhir dari perjalanan spiritual sekaligus persahabatan tersebut.
Meski usianya akan menginjak 64 tahun, Asep tetap optimistis mampu menyelesaikan perjalanan panjang tersebut. Baginya, sepeda hanyalah sarana untuk mempererat persaudaraan dan membangun silaturahmi lintas daerah maupun negara.
"Saya tidak membatasi diri hanya dengan komunitas sepeda tertentu. Yang terpenting adalah nilai silaturahminya. Sepeda hanya alat untuk mempertemukan banyak saudara baru," katanya.
Di Cianjur, Asep disambut oleh Tedi dan Haji Adi bersama komunitas Federal Cianjur. Selain Asep, beberapa pesepeda lain dengan tujuan serupa menuju Mekah juga sempat singgah dan beristirahat di lokasi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan.
Kehadiran Asep menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa usia bukanlah penghalang untuk mewujudkan mimpi dan menjalin persahabatan tanpa batas.
Perjalanan ini juga menjadi simbol semangat persaudaraan yang menghubungkan berbagai komunitas dari Indonesia hingga mancanegara. ***Red/YF
SPPG Peuteuy Condong Diminta Ditutup,Ormas Pemuda Pancasila Geruduk Dapur
KabarCiepat.com || CIANJUR – Ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas dan kuantitas penyajian makanan di Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) PeuteuyCondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, memuncak.
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila (PP) PAC Cibeber menggelar aksi dan mengeluarkan ultimatum tegas: mereka menuntut penutupan dapur yang dinilai tidak layak beroperasi.
Ketua PP PAC Kecamatan Cibeber, Ucu Sukandar, menyatakan bahwa keluhan terkait mutu pelayanan gizi tersebut telah disampaikan berulang kali, namun tidak mendapatkan tanggapan.
“Kalau melihat dari menu yang disajikan, sangat tidak layak baik secara kuantitas maupun kualitas. Masyarakat sudah jenuh, dan hari ini puncaknya karena keluhan yang disampaikan selama ini selalu tidak didengar,” ujar Ucu Kepada wartawan Senin 15 Juni 2026.
Merespons pernyataan kesediaan untuk melakukan perbaikan yang disampaikan pihak pengelola, Ucu menegaskan pihaknya tidak ingin lagi menerima janji semata.
“Setelah aksi hari ini, mereka menyatakan siap memperbaiki kuantitas dan kualitas. Namun bagi kami dan warga, keputusannya tetap: tidak ada toleransi, kami tidak mau menerima janji-janji palsu, Intinya, tuntutan kami tetap satu, yaitu penutupan dapur SPPG PeuteuyCondong ini,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Cibeber, Adrian Athoilah, mengakui bahwa dalam pengawasan yang dilakukan, terdapat ketidaksesuaian antara operasional SPPG dengan standar prosedur yang berlaku.
“Memang benar, SPPG PeuteuyCondong 1 belum berjalan sesuai prosedur yang semestinya. Kami memahami tuntutan yang disampaikan Pemuda Pancasila. Untuk itu, pihak pengelola telah berkomitmen melakukan perbaikan serta menjamin masalah serupa tidak terulang kembali,” jelas Adrian.
Ia menambahkanjika perbaikan tidak memberikan hasil nyata, langkah tegas akan diambil.
“Apabila pelanggaran terulang kembali, maka kemungkinan dapur tersebut dapat dibekukan atau ditutup sepenuhnya,” tandasnya.
Di sisi lain, Kepala SPPG PeuteuyCondong 1, Yoga Eriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya mendengarkan aspirasi warga namun menegaskan bahwa keputusan penutupan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Hasil pertemuan tadi, kami mendengar tuntutan perbaikan menu dan juga penutupan dapur. Namun terkait penutupan, kami harus menempuh jalur prosedur yang berlaku,” ujar Yoga.
Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan operasional dapur bergantung pada keputusan dari instansi di tingkat pusat.
“Selama belum ada surat keputusan resmi untuk pembekuan atau penutupan, maka dapur masih harus tetap beroperasi guna menjamin keberlangsungan layanan yang menjadi tugas pokok kami,” pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi di lokasi dipantau tetap kondusif. Masyarakat terus memantau perkembangan proses perbaikan sekaligus menunggu keputusan resmi yang akan ditetapkan oleh pihak berwenang. ***Red/YF
Ungkap Peredaran Sabu 270,03 Gram,Polres Cianjur Dan BNN Masih Buru 1 Pelaku
KabarCiepat.com || CIANJUR – Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan berat total 270,03 gram. Hasil pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers di kantor Satres Narkoba Polres Cianjur, Pada Senin (15/6/2026).
Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menyatakan keberhasilan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar. Penanganan dilakukan secara terukur sebagai bentuk upaya hukum terakhir dalam memberantas peredaran barang terlarang.
“Kami menggagalkan peredaran sabu seberat 270,03 gram. Berkat informasi warga, kami dapat melacak dan mengamankan jaringan ini,” ujarnya Kapolres didampingi Kepala BNN Cianjur Muchamat Affan Eko Budi Santoso.
Dari pengungkapan tersebut, aparat menetapkan tiga orang tersangka berinisial AS, PP, dan AM serta langsung menahan ketiganya. Satu orang lagi masuk dalam daftar pencarian orang ( DPO) dan terus dikejar. Kapolres meyakini kasus ini melibatkan jaringan yang lebih luas.
“Dengan jumlah barang bukti seberat itu, kami memperkirakan sekitar 2.700 orang terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Dampak kerusakannya sangat besar jika sampai beredar bebas di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kapolres menyatakan Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP Baru, dengan ancaman penjara antara 5 hingga 12 tahun.
Kapolres juga mengatakan Penyelidikan masih dikembangkan. Diduga jaringan ini memiliki jangkauan hingga ke Sumatera dan bahkan luar negeri seperti Malaysia. Aliran barangnya diprediksi masuk dari Kamboja, melintasi Thailand dan Malaysia sebelum sampai ke Jawa Barat.
Semetara itu Kepala BNN Cianjur, Muchamat Affan Eko Budi Santoso, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Polres Cianjur.
"Kerja sama yang luar biasa ini akan terus kita gelorakan. Kami para penegak hukum tidak anti untuk bekerja sama dalam pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika yang lebih luas. Narkotika saat ini banyak berasal dari luar negeri, terutama dari Kamboja, melalui jalur Thailand dan Malaysia, masuk ke Sumatera, lalu ke Jawa Barat dan khususnya Cianjur," jelasnya.
Affan juga mengingatkan bahwa tanggal 26 Juni 2026 mendatang merupakan Hari Anti Narkotika Internasional.
"Ini momentum luar biasa bagi aparat penegak hukum di Kabupaten Cianjur untuk bersama-sama berdiri tegak menyelamatkan anak bangsa," pungkasnya. ***Red/YF






