F JELANG DICOPOT, PURBAYA BONGKAR PERNYATAAN KONTROVERSIAL PERUSAHAAN ASING: “DIBAYAR, SELESAI” ~ kabarciepat.com

Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Selasa, 15 September 2026

JELANG DICOPOT, PURBAYA BONGKAR PERNYATAAN KONTROVERSIAL PERUSAHAAN ASING: “DIBAYAR, SELESAI”

KabarCiepat.com || JAKARTA — Ada pernyataan keras yang terlontar dari Purbaya Yudhi Sadewa hanya beberapa jam sebelum kursi Menteri Keuangan berpindah tangan.

Dalam rapat bersama Komite IV DPD RI, Senin (14/9/2026), Purbaya mengungkapkan kemarahannya terhadap sejumlah perusahaan asing yang menurut pengakuannya meremehkan aturan hukum di Indonesia.

Yang menjadi sorotan bukan sekadar soal kepatuhan pajak. Purbaya mengungkap adanya anggapan dari pihak perusahaan bahwa aturan Indonesia dapat diabaikan dan persoalan dapat diselesaikan dengan membayar pihak tertentu.

Purbaya bahkan mengaku merasa dihina.

“Orang perusahaan-perusahaan sana tuh menghina saya,” ujar Purbaya dalam forum tersebut, sebagaimana diberitakan media. Ia kemudian menyampaikan adanya anggapan bahwa tidak ada gunanya mengikuti peraturan Indonesia karena persoalan dapat diselesaikan dengan bayaran.

Pernyataan itu kemudian ditutup dengan kalimat yang jauh lebih keras:

“Kita akan hantam yang gitu-gitu.”

BUKAN SEKADAR SOAL PAJAK

Purbaya mengaitkan persoalan tersebut dengan agenda pembenahan sistem perpajakan dan tata kelola penerimaan negara.

Ia menyatakan sedang memperbaiki cara kerja jajaran perpajakan dalam mengumpulkan penerimaan negara. Menurutnya, proses pembenahan itu memang dapat menimbulkan gesekan, tetapi tetap harus dilakukan.

Di titik inilah pernyataan Purbaya menjadi penting untuk ditelusuri lebih jauh.

Siapa perusahaan yang dimaksud?

Aturan apa yang disebut telah diremehkan?

Siapa pihak yang disebut dapat “dibayar” untuk menyelesaikan persoalan?

Dan yang paling penting:

Apakah terdapat bukti atau laporan resmi yang dapat menguatkan dugaan tersebut?

Hingga pemberitaan ini disusun, pernyataan Purbaya tersebut belum dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran oleh perusahaan tertentu. Identitas perusahaan dan detail kasus yang dimaksud juga perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

PERNYATAAN KERAS, LALU PERGANTIAN MENDADAK

Momentum pernyataan tersebut menjadi semakin menarik karena pada hari yang sama Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, 14 September 2026.

Kementerian Keuangan kemudian mencatat serah terima jabatan berlangsung pada 15 September 2026. Dalam prosesi tersebut, Suahasil menyampaikan apresiasi atas pengabdian Purbaya selama memimpin Kementerian Keuangan.

Pergantian itu sendiri merupakan fakta terpisah dari pernyataan Purbaya mengenai perusahaan asing. Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa keduanya memiliki hubungan sebab-akibat.

Namun, dari perspektif tata kelola negara, pernyataan Purbaya tetap menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab secara terbuka.

Jika memang ada perusahaan yang menganggap aturan Indonesia bisa “diselesaikan” dengan membayar pihak tertentu, maka publik berhak mengetahui sejauh mana persoalan tersebut telah ditindaklanjuti oleh aparat dan institusi terkait.

Sebab persoalannya bukan semata-mata tentang satu perusahaan atau satu pejabat.

Ini menyangkut kredibilitas hukum, integritas sistem perpajakan, dan wibawa negara di hadapan pelaku usaha.

Kini Purbaya telah meninggalkan kursi Menteri Keuangan. Suahasil Nazara mengambil alih tanggung jawab menjaga keuangan negara dan kredibilitas Kementerian Keuangan.

Pertanyaannya tinggal satu:

AKANKAH PERNYATAAN “DIBAYAR, SELESAI” BERHENTI SEBAGAI UCAPAN DI RUANG RAPAT, ATAU AKAN DIBUKA TERANG SIAPA DAN APA YANG DIMAKSUD?

Publik menunggu jawaban.

#PurbayaYudhiSadewa #SuahasilNazara #KementerianKeuangan #Pajak #PerusahaanAsing #PenerimaanNegara #DPDRI #TataKelolaNegara #Investigasi #BeritaNasional
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa