F Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V SKB dan PKBM Tingkat Jawa Barat, Sarongge Jadi Ruang Pembentukan Karakter Warga Belajar ~ kabarciepat.com

Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Jumat, 18 September 2026

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V SKB dan PKBM Tingkat Jawa Barat, Sarongge Jadi Ruang Pembentukan Karakter Warga Belajar

KabarCiepat.com || CIANJUR — Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung 18–20 September 2026 tersebut dipusatkan di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru”, kegiatan ini membawa slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli.”

Gema Tunas V mempertemukan warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat melalui kegiatan kepramukaan, perlombaan, pembinaan, hingga aktivitas kebersamaan.

Namun, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perkemahan dan kompetisi. Gema Tunas V dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kelas, khususnya dalam membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Di antaranya Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur Suci Wijayanti, S.H., M.Kn.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si. beserta jajaran, Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., dan Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, M.Pd.

Dari unsur Forum PKBM hadir Ketua DPW Forum PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, M.Pd. serta Ketua DPD Forum PKBM Kabupaten Cianjur Deni Abdul Kholik, S.Pd.I., M.AP. Turut hadir para kepala FK PKBM kabupaten/kota, kepala SKB, pengelola PKBM, tutor, pendidik, peserta, panitia dan tamu undangan lainnya.

Deni: Bukan Sekadar Perkemahan

Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V merupakan program Forum Komunikasi PKBM Provinsi Jawa Barat yang tahun ini dipercayakan untuk dilaksanakan di Kabupaten Cianjur.

Menurut Deni, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi warga belajar pendidikan nonformal, khususnya peserta Paket B dan Paket C.

«“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga belajar Paket B dan Paket C untuk mengembangkan potensi melalui kepramukaan dan aktivitas kebersamaan,” ujar Deni, yang juga mantan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur.»

Sarongge Menjadi Ruang Belajar di Luar Kelas

Gema Tunas V diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap daerah mengirimkan kontingen resmi yang terdiri atas peserta, pembina pendamping dan official.

Sebanyak 12 jenis perlombaan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Konsep tersebut sejalan dengan karakter pendidikan nonformal yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Warga belajar juga membutuhkan pengalaman, keterampilan sosial dan kemampuan menghadapi situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan kepramukaan, peserta berinteraksi dengan warga belajar dari daerah lain, membangun persahabatan, bekerja dalam kelompok serta belajar menghargai perbedaan.

Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari pemerintah daerah masing-masing kontingen. Sejumlah daerah menempatkan Gema Tunas sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemandirian, keterampilan, kedisiplinan dan karakter warga belajar pendidikan kesetaraan.

Belajar Disiplin dari Kehidupan Perkemahan

Lingkungan perkemahan Sarongge Valley menjadi bagian dari proses pembelajaran. Selama mengikuti kegiatan, peserta dituntut mampu mengatur diri, mematuhi jadwal, menjaga kebersihan, bekerja sama dengan anggota regu serta bertanggung jawab terhadap perlengkapan dan lingkungan sekitar.

Peserta juga diwajibkan menjaga kebersihan area tenda dan lokasi kegiatan. Pembiasaan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat diterapkan ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

«“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, menjaga lingkungan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” kata Deni.»

Administrasi dan Kesehatan Jadi Persyaratan

Untuk mengikuti kegiatan, setiap kontingen diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan.

Persyaratan tersebut antara lain surat tugas resmi dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, NISN warga belajar Paket B dan Paket C, bukti status sebagai warga belajar berupa kartu tanda warga belajar atau surat keterangan aktif dari kepala PKBM atau SKB, serta surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas.

Peserta juga diwajibkan membawa seragam Pramuka, pakaian olahraga, perlengkapan pribadi dan berbagai kebutuhan selama berada di lokasi perkemahan.

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memastikan seluruh peserta tercatat secara resmi serta dapat mengikuti kegiatan secara aman dan tertib.

Beradaptasi dengan Kondisi Alam Sarongge

Kondisi alam Sarongge Valley turut memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Udara yang relatif dingin, terutama pada malam hari, membuat setiap kontingen harus mempersiapkan perlengkapan secara matang.

Peserta diminta membawa jaket tebal, jas hujan, sepatu lapangan, pakaian olahraga, pakaian ganti, perlengkapan ibadah dan obat-obatan pribadi.

Untuk kebutuhan perkemahan, kontingen juga membawa lampu tenda berbasis baterai atau LED, tongkat Pramuka, tali, peralatan kebersihan serta kantong sampah.

Peserta juga membawa pakaian adat atau pakaian kreasi daerah masing-masing untuk mengikuti kegiatan karnaval dengan konsep ecoprint.

Pembimbing Bertanggung Jawab terhadap Peserta

Pembimbing pendamping memiliki peran penting selama kegiatan berlangsung. Selain mendampingi peserta dalam perlombaan, mereka bertanggung jawab terhadap kedisiplinan, kesehatan dan keamanan peserta.

Pembimbing diwajibkan memantau keberadaan dan kondisi peserta secara berkala. Apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan, pembimbing harus memberikan penanganan awal atau membawa peserta ke pos kesehatan.

Panitia juga menerapkan ketentuan jam malam. Peserta diwajibkan berada di dalam tenda dan beristirahat paling lambat pukul 22.00 WIB.

Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga seluruh rangkaian kegiatan tetap aman, tertib dan nyaman bagi semua kontingen.

Pelanggaran Ada Sanksinya

Untuk menjaga ketertiban, panitia menerapkan aturan beserta sanksi terhadap peserta yang melakukan pelanggaran.

Pelanggaran dikategorikan menjadi ringan, sedang dan berat.

Pelanggaran ringan, seperti persoalan kebersihan, keterlambatan ringan atau lupa mengenakan atribut, dapat diberikan teguran secara lisan.

Pelanggaran sedang, seperti melanggar jam malam, merokok sembarangan atau memasuki zona lawan jenis tanpa tindakan asusila, dapat dikenai peringatan tertulis dan berdampak terhadap penilaian kontingen.

Sementara itu, pelanggaran berat seperti pencurian, perampasan, penyalahgunaan narkoba atau minuman keras, perkelahian fisik, tindakan asusila dan perusakan fasilitas secara sengaja dapat berujung pada pengeluaran peserta dari lokasi kegiatan hingga diskualifikasi kontingen.

Untuk perkara yang mengandung unsur pidana, penanganannya diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Dari Sarongge, Pendidikan Nonformal Didorong Semakin Berkarakter

Gema Tunas V menjadi momentum bagi pendidikan nonformal untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.

Melalui kepramukaan, warga belajar memperoleh pengalaman langsung mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini juga memberikan ruang kepada warga belajar Paket B dan Paket C untuk memperoleh pengalaman sosial dan keterampilan yang tidak selalu didapatkan dalam pembelajaran rutin.

Karena itu, Gema Tunas V diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perkemahan selama tiga hari. Ada nilai pendidikan yang hendak dibawa pulang oleh setiap peserta: kesempatan untuk berkembang, berprestasi, membangun kepercayaan diri dan mengambil peran di tengah masyarakat.

«“Harapannya, setelah mengikuti Gema Tunas ini, anak-anak bukan hanya membawa pengalaman tentang Pramuka. Mereka juga membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Deni.»

Gema Tunas V sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara PKBM, SKB, pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka dalam memberikan ruang tumbuh bagi warga belajar pendidikan nonformal.

Dari Sarongge, Cianjur, pendidikan nonformal tidak hanya berbicara tentang kesempatan belajar. Lebih dari itu, pendidikan menjadi proses untuk membentuk warga belajar yang mampu berkarya, berbakti dan peduli. ***Dani
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa