Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Sabtu, 02 Mei 2026

PEMULUNG TEWAS TERJATUH DARI JEMBATAN REL, DIDUGA TERTEMPER KERETA API

 

kabarciepat.com || Bandung Barat – Seorang pria yang diduga berprofesi sebagai pemulung rongsok ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan rel kereta api di wilayah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (02/05/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di jembatan rel kawasan Jalan Cikampek–Padalarang, Kampung Sumurbandung. Korban diduga tertemper (tersenggol) kereta api saat melintas ketika sedang berjalan atau menyeberangi jembatan.

Dari hasil penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan sudah berada di bagian bawah jembatan dengan kedalaman sekitar 50 meter dari rel kereta api.

Petugas dari Polres Cimahi melalui tim INAFIS langsung melakukan olah TKP dan proses identifikasi.

Suherman, petugas dari Polres Cimahi, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban.

“Kami dari Polres Cimahi menindaklanjuti kejadian diduga tertemper kereta api. Saat ditemukan di TKP, korban sudah berada di bawah jembatan dengan kedalaman kurang lebih 50 meter. Saat ini kami masih melakukan proses identifikasi,” ujar Suherman di lokasi.

Ia menambahkan, hingga saat ini identitas korban belum diketahui karena tidak ditemukan tanda pengenal. Pihak kepolisian tengah melakukan upaya identifikasi melalui pemeriksaan sidik jari.

“Apabila identitas korban berhasil diketahui, kami akan segera menghubungi pihak keluarga. Namun jika belum, jenazah akan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Sementara itu, proses evakuasi sempat mengalami kendala karena medan yang curam serta vegetasi lebat di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur rel kereta api, khususnya di area berbahaya seperti jembatan, karena berisiko tinggi dan dapat berakibat fatal.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi pasti kejadian. ***Red

Share:

Jumat, 01 Mei 2026

Peduli Akses Warga, SPPG Cibanteng Salurkan Bantuan Pengecoran Jalan Gang di Sukamulya

kabarciepat.com || Bandung Barat – Bentuk kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur desa terus ditunjukkan oleh SPPG Cibanteng. Melalui program tanggung jawab sosial, SPPG Cibanteng menyalurkan bantuan material untuk pengecoran jalan gang di Desa Sukamulya, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan yang diberikan berupa semen dan pasir ini disambut antusias oleh warga setempat. Terlihat masyarakat bergotong royong melakukan pengecoran jalan yang sebelumnya masih berupa tanah dan berbatu, sehingga kerap menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan.

Di lokasi kegiatan, suasana kebersamaan warga tampak jelas. Proses pengerjaan dilakukan secara swadaya dengan penuh semangat, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan normal, termasuk anak-anak yang bermain di sekitar area.

Perwakilan SPPG Cibanteng menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Selain berfokus pada program gizi anak melalui MBG (Makanan Bergizi Gratis), pihaknya juga memperhatikan akses infrastruktur yang menunjang distribusi dan mobilitas warga.

“Selain fokus ke gizi anak lewat program MBG, kami juga ingin memastikan akses jalan ke rumah warga dan sekolah dalam kondisi baik. Jika jalan mulus, distribusi MBG dari dapur ke penerima manfaat akan lebih lancar dan aman,” ujarnya.

Warga Desa Sukamulya mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Salah seorang warga menyampaikan rasa syukurnya atas perbaikan jalan yang selama ini menjadi kendala.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kalau hujan, jalan ini biasanya becek dan licin. Sekarang sudah dicor, jadi anak-anak sekolah tidak takut terpeleset, dan kendaraan juga lebih mudah melintas,” ungkapnya.

Dengan adanya perbaikan jalan ini, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi di lingkungan tersebut. ***Red

Share:

POLDA JABAR BERIKAN LAYANAN KESEHATAN KEPADA PENDEMO SAAT MAY DAY FIESTA DI MONAS

kabarciepat.com || Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Fiesta yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026), Polda Jawa Barat melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jabar memberikan layanan kesehatan kepada para peserta aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Layanan kesehatan tersebut disiagakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan para buruh yang menyampaikan aspirasi. Tim medis dari Biddokkes Polda Jabar tampak sigap memberikan pertolongan pertama kepada peserta aksi yang mengalami pingsan, kelelahan, dehidrasi, maupun keluhan kesehatan lainnya selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran personel kesehatan ini menjadi bagian dari upaya humanis Polri dalam mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Selain memberikan penanganan langsung di lapangan, petugas juga melakukan pemantauan kondisi kesehatan massa.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat, termasuk para buruh yang tengah memperingati May Day.
“Polda Jawa Barat melalui Biddokkes Polda Jabar hadir untuk memastikan seluruh peserta aksi tetap dalam kondisi sehat dan aman. Ini merupakan wujud pelayanan Polri yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga aspek kemanusiaan,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pengamanan dan pelayanan kesehatan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta menciptakan suasana yang kondusif selama peringatan Hari Buruh.

Dengan adanya dukungan layanan kesehatan tersebut, diharapkan para peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan nyaman dan tetap menjaga ketertiban umum. Situasi di lokasi kegiatan terpantau aman dan terkendali. ***Yudi Farell 
Share:

Cianjur Darurat Sampah BEM PTNU Gelar Aksi dan Tuntut Evaluasi Total DLH

kabarciepat.com || CIANJUR – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Cianjur (BEM PTNU Cianjur) telah melaksanakan aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur sebagai bentuk protes keras terhadap krisis sampah, pencemaran lingkungan, dan buruknya kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur. Kamis 30/4/2026
‎Dalam aksi tersebut, massa aksi menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur yang dinilai gagal menangani persoalan sampah dan pencemaran secara serius dan menyeluruh. 
‎BEM PTNU Cianjur menilai kondisi lingkungan di Cianjur semakin darurat, sementara langkah konkret dari pemerintah daerah dan DLH belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
‎Sebagai bentuk simbol perlawanan dan kritik terhadap buruknya pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur, massa aksi membawa tumpukan sampah dari jalanan dan meletakkannya di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur. 
‎Aksi simbolik tersebut dilakukan sebagai pesan bahwa persoalan sampah yang selama ini menumpuk di tengah masyarakat merupakan bukti nyata lemahnya pengelolaan lingkungan oleh pemerintah daerah.
‎Dalam aksi tersebut, BEM PTNU Cianjur menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
‎1. Mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam menangani krisis sampah serta pencemaran lingkungan di Kabupaten Cianjur.
‎2. Mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur untuk membuka data penggunaan anggaran dan realisasi program penanganan sampah secara transparan kepada publik.
‎3. Mendesak Bupati Cianjur untuk melakukan evaluasi total terhadap struktur dan kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur.
‎4. Mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan dan penggunaan anggaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur guna mengusut dugaan penyimpangan dan pemborosan anggaran.
‎Koordinator Daerah BEM PTNU Cianjur, Fauzi Rohmat, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kemarahan sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Cianjur yang semakin memprihatinkan.
‎“Persoalan sampah di Cianjur hari ini bukan lagi persoalan kecil, tetapi sudah menjadi kondisi darurat yang mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kami menilai Dinas Lingkungan Hidup gagal menghadirkan langkah yang serius dan efektif dalam menyelesaikan persoalan ini. Karena itu kami hadir membawa suara rakyat dan menuntut tanggung jawab pemerintah,” tegas Fauzi Rohmat.
‎Ia juga menambahkan bahwa aksi simbolik membawa tumpukan sampah ke depan kantor DLH merupakan bentuk kritik keras terhadap pemerintah daerah agar tidak menormalisasi krisis sampah yang terjadi di tengah masyarakat.
‎“Jika sampah dibiarkan menumpuk di jalanan dan lingkungan warga, maka pejabat juga harus melihat langsung wajah kegagalan pengelolaan tersebut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban dari buruknya tata kelola lingkungan,” tambahnya.
‎BEM PTNU Cianjur menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan komitmen mahasiswa dalam mengawal kebijakan lingkungan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat dan keselamatan lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur.
‎Satu Suara, Satu Gerakan: Selamatkan Cianjur!
‎Lawan Kerusakan Kawal Anggaran Selamatkan Lingkungan
‎Hormat kami,
‎BEM PTNU CIANJUR
Share:

Petisi Wali Murid Menggema, Transparansi BOS di SDN Babakan Caringin 1 Cianjur Dipertanyakan

Kabarciepat.com || CIANJUR – Riak persoalan pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Cianjur. SDN Babakan Caringin 1 mendadak menjadi episentrum kegelisahan publik setelah sejumlah orang tua murid melayangkan protes terbuka terhadap kepemimpinan kepala sekolah.

Apa yang semula hanya menjadi perbincangan terbatas antar wali murid, kini berubah menjadi gelombang protes yang terformalisasi dalam bentuk petisi resmi yang ditujukan kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan Karangtengah. Peristiwa ini disebut sebagai akumulasi panjang dari keresahan yang selama ini dipendam, lalu disuarakan secara kolektif.
Dalam dokumen petisi tersebut, para wali murid menyampaikan empat poin keberatan utama terhadap kepemimpinan Kepala Sekolah, Irma Rismayanti.

Poin pertama berkaitan dengan relasi yang dinilai mulai retak antara pihak sekolah dan orang tua. Wali murid menyoroti keputusan penggunaan dana kas wali murid untuk kebutuhan infrastruktur berupa pembelian kabel dan lampu yang disebut dilakukan tanpa musyawarah.
Poin kedua menyangkut dugaan praktik pemaksaan pembelian seragam melalui pihak tertentu yang ditentukan sekolah. Menurut wali murid, kebutuhan siswa tidak semestinya dijadikan komoditas yang mengikat secara sepihak.

Poin ketiga adalah persoalan transparansi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tertutup selama bertahun-tahun. Minimnya keterbukaan informasi ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.

Poin keempat, para wali murid menilai komite sekolah tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya sebagai mitra sekolah dalam menjaga akuntabilitas kebijakan.
Salah satu wali murid, Tias, mengungkapkan kejanggalan yang ia temui saat rapat klarifikasi yang digelar pihak sekolah. Ia menyebut, selama bertahun-tahun tidak pernah ada forum resmi untuk membahas pengelolaan dana BOS secara terbuka. Alasan yang disampaikan pihak sekolah bahwa terdapat regulasi yang melarang rapat justru memunculkan tanda tanya besar.

Lebih jauh, permintaan wali murid untuk melihat dokumen perencanaan dan laporan pertanggungjawaban dana BOS disebut ditolak dengan alasan “rahasia negara”.

Menurut Tias, pernyataan tersebut menunjukkan pemahaman yang keliru terhadap prinsip transparansi dalam pengelolaan dana publik. Dana BOS, katanya, merupakan instrumen negara yang semestinya dapat diakses dan diawasi masyarakat.

“Kekecewaan ini mulai berubah menjadi desakan. Kami bahkan membuka kemungkinan untuk membawa persoalan ini langsung ke Dinas Pendidikan apabila tidak ada kejelasan dari pihak sekolah. Kepercayaan sudah berada di titik kritis,” tegas Tias.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, di sela-sela kegiatan HUT Damkar, Kamis (30/4/2026), menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang masuk secara serius.

Ia menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur serta tetap berlandaskan pada regulasi yang berlaku.

Lebih dari sekadar persoalan di tingkat sekolah, peristiwa ini mencerminkan problem yang lebih luas terkait budaya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan. Padahal, dua prinsip tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun institusi pendidikan yang kredibel dan berintegritas.

Kini publik menanti bukan sekadar klarifikasi, melainkan langkah nyata. Sebab ketika dunia pendidikan mulai kehilangan kepercayaan, yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik sekolah, tetapi juga masa depan generasi yang tengah dibentuk di dalamnya. ***Yudi Farell
Share:

Geger, Warga Bingung Lihat IPM Terendah dan Jalan Rusak di Cianjur: “Ada Apa?”

kabarciepat.com || CIANJUR – Warga dibuat geleng kepala. Di tengah berbagai slogan dan janji pembangunan, fakta di lapangan justru memunculkan tanda tanya besar. Kondisi jalan di sejumlah wilayah tampak rusak parah, aktivitas ekonomi warga melambat, sementara data menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini berada di posisi paling buncit di Jawa Barat.

Ungkapan warga di media sosial pun ramai: “Geger lieur meureun ningal IPM panghandapna sa-Jabar, jalan barutut keneh, ekonomi karasa nyirorot. Aya naon sabenerna?”

IPM sendiri merupakan indikator penting yang mengukur kualitas hidup masyarakat dari sisi pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Ketika IPM rendah, itu menandakan persoalan mendasar yang belum tertangani secara menyeluruh.

Di sisi lain, keluhan infrastruktur jalan rusak bukan lagi cerita baru. Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga mobilitas warga sehari-hari. Biaya angkut naik, waktu tempuh bertambah, dan daya saing ekonomi lokal pun ikut terpukul.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah tidak sekadar menyampaikan narasi optimisme, tetapi menghadirkan langkah nyata yang terukur dan transparan.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan slogan, tapi perbaikan yang terlihat dan terasa,” tulis seorang netizen FB RBUC.

Warga kini menanti penjelasan resmi: apa strategi konkret untuk mendongkrak IPM? Kapan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama? Dan bagaimana upaya pemulihan ekonomi warga kecil di tingkat desa dan kecamatan?

Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi suara kolektif masyarakat yang menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar wacana.***Red

Share:

Pemkab Bandung Barat Cairkan ADD dan SILTAP untuk 164 Desa, Total Rp3,695 Miliar

kabarciepat.com || Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) memastikan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Siltap Perangkat Desa untuk 164 desa dengan total anggaran mencapai Rp3,695 miliar.

Kepastian ini disampaikan Kepala BKAD Bandung Barat, Heru Budi Purnomo, yang menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan sebelumnya bukan disebabkan faktor kesengajaan, melainkan adanya proses penyesuaian anggaran dalam sistem.

“Keterlambatan pencairan anggaran karena sedang pembahasan parsial. Perubahan anggaran di SIPD dilakukan secara otomatis sehingga proses penatausahaan ikut terhenti sementara,” jelasnya.

Menurutnya, setelah proses administrasi dan penyesuaian sistem di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bandung Barat rampung, pencairan kini dapat direalisasikan kepada seluruh desa penerima.

Sebelumnya, keterlambatan ini sempat menjadi sorotan para perangkat desa dan memunculkan rencana aksi penyampaian aspirasi. Namun dengan adanya pencairan ini, diharapkan situasi kembali kondusif dan roda pemerintahan desa dapat berjalan normal.

Pemkab Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan koordinasi dan percepatan layanan administrasi keuangan daerah, khususnya yang menyangkut hak perangkat desa dan operasional pemerintahan desa.

Pencairan ADD dan Siltap ini menjadi langkah nyata dalam memastikan stabilitas pelayanan publik di tingkat desa tetap terjaga. ***(sumber akun FB : kang Bubun Bunyamin)
Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa