Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Jumat, 19 Juni 2026

RBUC Soroti Melemahnya Kontrak Sosial, Kelas Produktif Dinilai Belum Menjadi Prioritas Negara

KabarCiepat.com || CIANJUR – Tim Sorotan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) merilis sebuah kajian berjudul "Menggugat Kontrak Sosial: Ketika Kelas Produktif Membiayai Negara, tetapi Tidak Menjadi Prioritas Negara". Kajian tersebut mengulas hubungan antara masyarakat sebagai penyumbang utama pembiayaan negara dan pemerintah sebagai pengelola mandat publik. 

Dalam kajian yang ditulis oleh Ridwan Marcell, Analis RBUC sekaligus pengurus LBH Cianjur, dijelaskan bahwa negara modern berdiri di atas prinsip kontrak sosial, yakni kesepakatan antara rakyat dan pemerintah untuk mewujudkan keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan bersama. Salah satu bentuk nyata kontrak sosial tersebut adalah kewajiban masyarakat membayar pajak yang kemudian digunakan negara untuk menyediakan pelayanan publik dan perlindungan hukum. 

Menurut kajian tersebut, kelompok yang disebut sebagai kelas produktif, seperti petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, pekerja swasta, profesional, hingga pelaku usaha, merupakan fondasi utama perekonomian nasional. Dari aktivitas ekonomi kelompok inilah negara memperoleh sebagian besar sumber pendapatannya melalui pajak dan berbagai instrumen penerimaan lainnya. 

Namun demikian, RBUC menilai terdapat gejala pelemahan kontrak sosial yang ditandai dengan masih tingginya praktik korupsi, rendahnya akuntabilitas publik, birokrasi yang belum sepenuhnya responsif, serta ketimpangan distribusi manfaat pembangunan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan jarak antara masyarakat yang membiayai negara dan institusi yang mengelola negara. 

Kajian tersebut juga menyoroti fenomena principal-agent problem dalam tata kelola pemerintahan, di mana pejabat publik yang seharusnya menjalankan mandat rakyat berpotensi memiliki agenda yang berbeda ketika sistem pengawasan tidak berjalan efektif. Akibatnya, kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi dapat menggeser kepentingan publik. 

Sebagai solusi, RBUC mendorong rekonstruksi kontrak sosial melalui empat agenda utama, yakni memperluas transparansi anggaran dan kebijakan publik, mempercepat digitalisasi pelayanan publik, memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap korupsi, serta memastikan kebijakan pembangunan berpihak pada penguatan kelas produktif sebagai fondasi ekonomi nasional. 

Ridwan Marcell menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak diukur dari besarnya kekuasaan yang dimiliki negara, melainkan dari seberapa konsisten negara menjalankan mandat yang diberikan rakyat. Menurutnya, reformasi yang paling mendesak saat ini bukan sekadar memperbesar kapasitas negara, tetapi memperkuat akuntabilitas negara kepada masyarakat sebagai sumber legitimasi, kedaulatan, dan pembiayaan negara. 

Kajian ini dipublikasikan oleh Tim Sorotan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) sebagai bahan refleksi publik mengenai pentingnya membangun hubungan yang lebih adil, transparan, dan akuntabel antara negara dan masyarakat di tengah tantangan demokrasi dan pembangunan saat ini. ***Jhd
Share:

Kamis, 18 Juni 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Naringgul Bantu Kelompok Tani dengan Alsintan

KabarCiepat.com || CIANJUR – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Naringgul, IPTU Ayi Supriatna, S.E., menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Binangkit, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Pertanian Kecamatan Naringgul dan disaksikan oleh Ketua Balai Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian (BLPP) Kecamatan Naringgul, Ugan. Bantuan alsintan tersebut diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Binangkit, Iyep Rusandi.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Ayi Supriatna berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani serta dirawat dengan baik agar memiliki manfaat jangka panjang.

“Semoga alsintan ini dapat membantu meringankan pekerjaan para petani, meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan, serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Kecamatan Naringgul,” ujar IPTU Ayi Supriatna.

Ia menegaskan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan para petani dapat semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Naringgul.

Kegiatan penyerahan bantuan alsintan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari kelompok tani penerima manfaat.
Share:

BUMDes Girimukti Sejahtera Klarifikasi Isu Mangkraknya Program Ketahanan Pangan, Dana Rp200 Juta Lebih Masih Tersimpan di Rekening

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan mangkraknya program ketahanan pangan Desa Girimukti yang dikelola oleh BUMDes Girimukti Sejahtera, pihak pengurus memberikan klarifikasi bahwa keterlambatan realisasi program terjadi akibat kendala teknis di lapangan dan bukan karena permasalahan anggaran. Kamis, 18/6/2026

Salah seorang pengurus BUMDes Girimukti Sejahtera menjelaskan bahwa program pengadaan domba belum dapat dilaksanakan karena lokasi kandang yang telah dibangun berada di lahan yang juga akan digunakan untuk pembangunan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih). Kondisi tersebut mengharuskan dilakukan penataan ulang lahan, termasuk pemindahan gudang pakan dan kamar penjaga kandang sebelum program dapat direalisasikan.

“Program ini bukan mangkrak, tetapi tertunda karena adanya penyesuaian lahan. Lokasi kandang yang sudah dibangun berada di tanah carik desa yang sama dengan area pembangunan KDMP, sehingga kami harus melakukan pembenahan kembali, termasuk memindahkan gudang dan kamar penjaga kandang agar program dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan masih tersimpan di rekening BUMDes dan dapat dipertanggungjawabkan. Dana tersebut mencakup anggaran pengadaan domba, kebutuhan vitamin dan kesehatan ternak, serta upah kerja.

“Anggaran yang tersisa untuk pengadaan domba, vitamin dan kesehatan ternak, serta upah kerja masih ada di rekening. Jumlahnya lebih dari Rp200 juta dan seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan program semata-mata disebabkan oleh penyesuaian lokasi dan kesiapan sarana pendukung, bukan karena adanya penyimpangan atau hilangnya anggaran sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.

Pihak BUMDes berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa program ketahanan pangan mengalami kegagalan. Mereka memastikan program tersebut tetap menjadi prioritas dan akan segera direalisasikan setelah proses penataan lahan, pemindahan fasilitas pendukung, serta persiapan lokasi selesai dilakukan.

Dengan adanya klarifikasi ini, BUMDes Girimukti Sejahtera menegaskan komitmennya untuk menjalankan program ketahanan pangan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan demi mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat. ***Red 
Share:

Rabu, 17 Juni 2026

DLH Jabar Larang Truk Sampah ODOL Masuk Sarimukti, KPLHI Soroti Masih Maraknya Pelanggaran di Lapangan

KabarCiepat.com || BANDUNG BARAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi melarang truk pengangkut sampah dengan kondisi Over Dimension Over Loading (ODOL) membuang sampah ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Sarimukti. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat bernomor 8685/PBLS.04/DLH tertanggal 21 November 2024 yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Larangan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat evaluasi ritasi sampah dan pengendalian muatan truk sampah yang digelar pada 10 Oktober 2024 di Taman Hutan Raya, Bandung. Dalam rapat tersebut terungkap bahwa kapasitas penerimaan sampah di TPPAS Sarimukti telah mengalami kondisi overload sehingga diperlukan langkah-langkah pengendalian yang lebih ketat.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menyampaikan bahwa sejak surat diterbitkan, seluruh truk sampah yang tidak memenuhi ketentuan muatan dan dimensi kendaraan tidak lagi diperbolehkan memasuki kawasan TPPAS Sarimukti.

Selain larangan terhadap kendaraan ODOL, pemerintah daerah penerima layanan Sarimukti juga diminta melakukan berbagai upaya pengurangan sampah dari hulu. Kabupaten dan kota diwajibkan memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, meningkatkan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS), serta menekan volume sampah yang dikirim ke Sarimukti.

Dalam notulensi rapat disebutkan bahwa Kota Bandung telah mengurangi sekitar 33 ritase sampah yang dikirim ke Sarimukti. Sementara Kabupaten Bandung Barat meminta adanya toleransi terhadap pembatasan volume sampah yang masuk ke lokasi tersebut.

Rapat juga menyepakati batas maksimal ketinggian muatan sampah pada kendaraan angkut sebesar 20 sentimeter dari bibir bak kendaraan. Truk yang melanggar ketentuan muatan maupun membuang sampah secara liar akan dikenakan tindakan penegakan hukum oleh pihak kepolisian.

Namun demikian, di tengah adanya aturan yang telah diterbitkan, pelanggaran di lapangan masih menjadi sorotan berbagai pihak. Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) Kabupaten Bandung Barat, Yadi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya karena masih banyak ditemukan kendaraan pengangkut sampah yang diduga beroperasi dengan muatan melebihi ketentuan.

"Faktanya hingga saat ini masih banyak kendaraan pengangkut sampah yang bermuatan melebihi kapasitas atau ODOL yang beroperasi dan menuju Sarimukti. Ini menunjukkan bahwa aturan yang sudah dibuat belum dijalankan secara maksimal," ujar Yadi Mulyadi dengan nada geram.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia meminta pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar aturan.

"Jangan sampai aturan hanya menjadi dokumen di atas kertas. Jika memang sudah ada larangan, maka harus ada tindakan nyata di lapangan. Keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas," tegasnya.

Yadi juga menilai bahwa pembatasan kendaraan ODOL harus dibarengi dengan peningkatan pengelolaan sampah dari sumbernya. Menurutnya, seluruh pemerintah daerah yang memanfaatkan layanan TPPAS Sarimukti harus berkomitmen mengurangi volume sampah yang dikirim ke lokasi tersebut agar persoalan kelebihan kapasitas tidak semakin memburuk.

Bagi Kabupaten Bandung Barat, kebijakan ini menjadi tantangan sekaligus momentum untuk mempercepat penguatan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa, RT/RW, hingga fasilitas pengolahan sampah lokal. Dengan pembatasan yang semakin ketat di TPPAS Sarimukti, pemerintah daerah dituntut lebih serius mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan akhir dan meningkatkan pengolahan sampah di sumbernya. ***(Red/KabarCiepat.com)
Share:

Selasa, 16 Juni 2026

Upayakan Tepat Sasaran, Kecamatan Karangtengah Gelar Rapat Sinkronisasi Pemerataan Penerima Manfaat SPPG

KABARciepat.com || Karangtengah, CIANJUR – Pemerintah Kecamatan Karangtengah terus berupaya memastikan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran, adil, dan transparan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Sinkronisasi Pemerataan Penerima Manfaat SPPG se-Kecamatan Karangtengah yang digelar pada Rabu (17/6/2026) di Aula Desa Ciherang.

Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Kecamatan (Korcam) Karangtengah, Wahyu Nurjaman, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa akurasi dan validasi data menjadi faktor penting dalam menentukan penerima manfaat program agar tidak terjadi tumpang tindih maupun ketidaktepatan sasaran.

“Sinkronisasi data ini adalah kunci utama. Kita harus memastikan setiap warga yang benar-benar berhak dan memenuhi kriteria dapat menerima manfaat program secara merata tanpa ada yang terlewat,” ujar Wahyu Nurjaman.

Rapat tersebut dihadiri para kepala desa, perangkat desa, fasilitator lapangan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di wilayah Kecamatan Karangtengah. Forum ini menjadi sarana koordinasi dan penyamaan persepsi dalam upaya pemerataan penerima manfaat program SPPG.

Hasil dan Fokus Pembahasan Rapat
Validasi Data Terpadu melalui peninjauan ulang serta pembaruan data penerima manfaat di seluruh desa.

Pemerataan Berkeadilan dengan menyusun strategi distribusi program yang menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Penguatan Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pendamping lapangan guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan akuntabel.

Melalui rapat sinkronisasi ini, Pemerintah Kecamatan Karangtengah berharap tercipta kesepahaman dan komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan program SPPG sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Dengan data yang lebih akurat dan koordinasi yang semakin kuat, program SPPG diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. ***JHD | KabarCiepat.com
Share:

Senin, 15 Juni 2026

Polsek Agrabinta Bersama Kelompok Tani Jayasari Panen 5 Ton Jagung Hibrida, Dukung Program Ketahanan Pangan

KabarCiepat.com || CIANJUR – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian. Salah satunya melalui pendampingan sektor pertanian yang dilakukan Polsek Agrabinta Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Jayasari dengan melaksanakan panen jagung hibrida di lahan Non Lahan Baku Sawah (Non-LBS) di Kampung Tamela, Desa Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Senin (15/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Agrabinta, Aiptu Yayan Royana. Panen dilakukan di lahan seluas satu hektare milik Poktan Jayasari yang diketuai Kiman dengan melibatkan lima orang petani setempat.

Dari hasil panen tersebut, produksi jagung hibrida diperkirakan mencapai sekitar 5 ton. Seluruh hasil panen selanjutnya akan disalurkan kepada distributor yang telah menjalin kerja sama dengan kelompok tani.

Aiptu Yayan Royana mengatakan, keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar lahan Non-LBS untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung hibrida.

Meski demikian, menurutnya para petani masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama terkait sarana dan prasarana pertanian.

“Hambatan utama yang dihadapi petani saat ini adalah keterbatasan alat pertanian untuk pengolahan lahan serta mesin pipil jagung pasca panen,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Kapolsek Agrabinta, Iptu Wikatmono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemanfaatan lahan Non-LBS menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengganggu lahan baku sawah yang sudah ada.

“Lahan Non-LBS di wilayah Agrabinta memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai area budidaya jagung hibrida. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan panen tersebut, Polsek Agrabinta berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani dapat terus terjalin guna mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur. ***Red/YF
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa