Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Senin, 08 Juni 2026

FGTK KBB: Ruang Fiskal APBD Harus Diprioritaskan untuk Percepatan PPPK Penuh Waktu

KabarCiepat.com ||| Bandung Barat – Menyikapi hasil Kesimpulan Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan, serta asosiasi pemerintah daerah yang digelar pada 8 Juni 2026, Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Bandung Barat (FGTK KBB), Riki Triyadi, menilai terdapat peluang strategis bagi pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian status tenaga teknis yang masih berstatus PPPK Paruh Waktu. Selasa, 9/6/2026

Menurut Riki Triyadi, salah satu poin penting dalam kesimpulan rapat tersebut adalah dorongan agar sumber pembiayaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu daerah, khususnya tenaga kesehatan, guru, dan tenaga kependidikan, dapat dibiayai melalui APBN.

"Justru di sinilah letak peluang strategis kita. Ketika tenaga kesehatan, guru, dan tenaga kependidikan mulai dialihkan pembiayaannya ke APBN, maka beban belanja pegawai pada APBD masing-masing daerah akan menjadi lebih longgar," ujar Riki dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat transisi tenaga teknis dari PPPK Paruh Waktu (PPPK-PW) menjadi PPPK Penuh Waktu.

"Inilah momentum yang harus kita kawal. Ruang fiskal yang terbuka di APBD harus dialokasikan secara penuh untuk percepatan transisi tenaga teknis dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu. Dengan berkurangnya beban belanja pegawai untuk tiga profesi yang mulai dibiayai pusat, pemerintah daerah memiliki kemampuan finansial yang lebih baik untuk menuntaskan status kepegawaian tenaga teknis di daerahnya masing-masing," tegasnya.

FGTK KBB menilai kebijakan tersebut dapat menjadi solusi yang adil bagi seluruh kategori tenaga non-ASN yang telah mengikuti proses penataan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera menyusun strategi penganggaran yang berpihak pada penyelesaian status tenaga teknis agar tidak terjadi ketimpangan dalam implementasi kebijakan ASN nasional.

Lebih lanjut, Riki menekankan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya memastikan keberlanjutan pendanaan bagi guru, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan bahwa anggaran daerah yang nantinya menjadi lebih longgar benar-benar diprioritaskan untuk stabilitas kerja, kesejahteraan, dan kepastian status tenaga teknis.

"Jangan sampai ruang fiskal yang tercipta justru dialihkan ke program lain. Prioritasnya harus jelas, yaitu menuntaskan persoalan tenaga teknis yang masih berstatus PPPK Paruh Waktu agar mereka memperoleh kepastian karier dan kesejahteraan yang lebih baik," pungkasnya.

FGTK KBB menyatakan akan terus mengawal implementasi hasil rapat Komisi II DPR RI tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi seluruh tenaga non-ASN, khususnya tenaga teknis yang masih menunggu pengangkatan sebagai PPPK Penuh Waktu. ***Red
Share:

DPR RI Dorong Solusi Pendanaan PPPK dan Masa Transisi Belanja Pegawai Daerah

KabarCiepat.com || Jakarta, 8 Juni 2026 – Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Keuangan, serta asosiasi pemerintah daerah se-Indonesia menyepakati sejumlah langkah strategis terkait pengelolaan belanja pegawai daerah dan keberlanjutan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kesepakatan tersebut tertuang dalam hasil Rapat Kerja, Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar pada Senin, 8 Juni 2026.

Dalam kesimpulannya, Komisi II DPR RI mendukung kesepakatan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, dan Kementerian Keuangan untuk menerapkan masa transisi pelaksanaan ketentuan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Komisi II juga mendorong Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB segera berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan terkait perubahan besaran persentase belanja pegawai di APBD sesuai amanat Pasal 146 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD.
Salah satu poin penting dalam rapat tersebut adalah penegasan bahwa PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang telah diangkat melalui kebijakan penataan tenaga non-ASN tidak boleh diberhentikan akibat keterbatasan fiskal daerah maupun penerapan batas maksimal 30 persen belanja pegawai daerah.

Selain itu, Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB mempercepat koordinasi penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN guna memberikan kepastian terkait masa kerja, jenjang karier, kesejahteraan, serta perlindungan sosial bagi ASN.

Dalam upaya memperkuat kemampuan keuangan daerah, Komisi II DPR RI juga meminta Kementerian Dalam Negeri berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun-tahun mendatang.
Lebih lanjut, DPR RI mendorong Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PANRB berkoordinasi dengan kementerian terkait agar sumber pembiayaan PPPK dan PPPK Paruh Waktu daerah, khususnya tenaga kesehatan, guru, dan tenaga kependidikan, dapat didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kesimpulan rapat tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PANRB Rini Widyantini, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Rudy Mas'ud, Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Munafri Arifuddin, serta Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia Bursah Zarnubi.

Hasil rapat ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memberikan kepastian bagi PPPK dan pemerintah daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan publik di seluruh Indonesia. ***Red
Share:

Berjuang di Rumah Nyaris Roboh, Seorang Mualaf di Sukaluyu Cianjur Luput dari Bantuan Pemerintah

​CIANJUR, KabarCiepat.com l – Kondisi memprihatinkan menimpa Muhammad Daniel (35), seorang mualaf yang tinggal di Kampung Bungbulang RT 03/RW 07, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Ia bersama 7 anggota keluarganya terpaksa harus bertahan hidup di dalam rumah yang sempit dan kondisinya kini sudah nyaris roboh. Selasa, 9/6/2026

​Rumah yang menjadi tempat berlindung delapan jiwa tersebut sudah mengalami kerusakan parah di berbagai sisi. Struktur bangunan yang rapuh membuat kediaman mereka sangat rentan ambruk, terutama saat cuaca buruk melanda. Selain faktor keselamatan yang mengkhawatirkan, luas rumah yang sangat terbatas juga membuat kondisi tempat tinggal mereka jauh dari kata layak.
​Menurut pengakuan Daniel, dirinya tidak tinggal diam melihat kondisi rumahnya yang kian hari kian membahayakan keselamatan keluarganya. Ia mengaku sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada pihak pemerintah desa setempat. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata maupun tanggapan dari pihak berwenang.

​"Sudah beberapa kali saya mengajukan permohonan ke pihak desa agar bisa dibantu memperbaiki rumah ini, tapi sampai sekarang sama sekali belum ada tanggapan," ujar Daniel dengan nada kecewa.
​Mirisnya lagi, keluhan Daniel tidak hanya terbatas pada masalah renovasi rumah. Sebagai warga yang membutuhkan, ia mengaku selama ini luput dari berbagai program jaring pengaman sosial. Bentuk bantuan sosial apa pun dari pemerintah pusat maupun daerah belum pernah menyentuh tangannya.

​Keluarga Muhammad Daniel kini hanya bisa pasrah sambil terus berharap ketukan pintu hati dari para dermawan, pihak swasta, maupun instansi pemerintah terkait (seperti Dinas Sosial atau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Cianjur) untuk segera turun tangan memberikan bantuan sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.***jahid
Share:

Syarat Masuk Sekolah Di Cianjur Kini Wajibkan Siswa Memiliki Sertifikat Ngaji

Cianjur, KabarCiepat.com – Tahunajaran baru Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai berlakukan sertifikat pendidikan Al-Qur’an atau ijazah diniyah sebagai syarat pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP dan MTs, SMA, SMk serta jenjang kuliah. Aturan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi peraturan bupati ( Perbup) yang di tujukan surat edaran kepada para camat.

Ketua Tim Teknis P3DTPQ Muhammad Toha,  mengatakan kebijakan ini mengacu dari perbup yang tujuannya agar budaya mengaji di cianjur terus berjenjang.

Hari ini kita membahas implementasi pemberlakuan ijazah Al-Qur’an sebagai syarat masuk SMP, MTs.SMU, SMK dan kuliah. Ajuan ini mengacu instruksi bupati yang di edarkqn kepada para camat yang di tindaklanjuti lembaga pendidikan disdikpora dan kemenag cianjur kepada masyarakat,” ujarnya senin 08 06.2026 .

Menurutnya, ini sudah dilakukan sosialisasi ke tiap sekolah dan masyarakat. Penerapannya berlakukan mulai SPMB tahun ajarann sekarang. Untuk format dan kebijakannya sudah disampaikan ke sekolah dan disampaikan kepada masyarakat saat ini,katanya.
" 32 kecamatan di Cianjur saat ini sudah menjalankan aturan ini. Adapaun para camat sudah mengeluarkan edaran pemberlakuannya. Komisi IV DPRD juga merespons positif. Tujuannya agar Cianjur kembali jadi Tatar Santri, keluarganya terus mengaji,” tegasnya.

Menurut anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Rian. Pihaknya telah menggelar audiensi bersama P3DTPQ Kabupaten Cianjur guna membahas Perbup tersebut.

“Aturan ini akan diberlakukan untuk PPDB tahun ini. Jadi kedepannya mereka wajib mempunyai sertifikat mengaji Diniyyah” kata Rian.

Banyaknya aduan dari kepala sekolah dan warga soal siswa yang belum memiliki sertifikat menjadi pertanyaan. Programnya baik, tujuannya untuk mendorong siswa untuk mau mengaji semoga dengan program tersebut diharapkan bisa mengembalikan marwah Cianjur sebagai Kota Santri,” jelasnya.

Rian menegaskan, siswa yang tidak punya ijazah diniyah tetap bisa daftar dengan surat keterangan. P3DTPQ yang di dampingi tim teknis nanti akan bantu. Cukup dengan memakai surat pengantar dari guru ngaji atau madrasah setempat yang direkomendasi oleh guru ngaji berlaku untuk semua sekolah di Kabupaten Cianjur, baik negeri maupun swasta,” pungkasnya.

Tambahnya, adapun dalam persyaratan nanti mereka tidak diwajibkan membayar sepeser pun ucapnya. ***YF
Share:

Pelaksanaan Operasi Patuh 2026 Ditunda, Polri Fokus Tingkatkan Pelayanan Simpatik kepada Masyarakat

KabarCiepat.com || Jakarta – Pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Juni 2026 resmi ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum, kepada jajaran kepolisian sebagai bentuk respons terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini.

Dalam pertimbangannya, Kakorlantas Polri menyampaikan bahwa situasi sosial ekonomi masyarakat tengah menghadapi tantangan akibat krisis ekonomi dan energi. Oleh karena itu, pelaksanaan operasi yang mengedepankan penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang dinilai perlu ditinjau kembali.

Selain itu, penegakan hukum lalu lintas saat ini diperkirakan akan mendapat perhatian luas dari masyarakat, baik melalui media elektronik, media cetak, maupun media sosial. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi Polri, terlebih menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026 serta dalam momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sedianya dimulai pada Senin, 8 Juni 2026, diputuskan untuk ditunda sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai langkah pengganti, jajaran lalu lintas di seluruh wilayah diminta untuk tetap meningkatkan kegiatan rutin operasional yang berorientasi pada pelayanan dan bantuan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali), pelayanan simpatik kepada pengguna jalan, Program Polantas Menyapa, serta berbagai kegiatan lain yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan citra positif Polri melalui pendekatan humanis dan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Kegiatan rutin operasional lalu lintas yang membantu dan melayani masyarakat tetap harus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," demikian arahan yang disampaikan Kakorlantas Polri.

Hingga saat ini, Polri masih menunggu keputusan dan pemberitahuan lebih lanjut terkait jadwal pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Red/YF
Share:

Minggu, 07 Juni 2026

SMPN 2 Cilaku Gelar Acara Pelepasan dan Perpisahan 363 Siswa Tahun Ajaran 2025–2026

Cianjur, KabarCiepat.com – SMP Negeri 2 Cilaku menggelar kegiatan Pelepasan dan Perpisahan siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025–2026 dengan penuh khidmat dan suasana haru. Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh jajaran guru, orang tua siswa, komite sekolah, serta seluruh peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebanyak 363 siswa secara resmi dilepas dalam kegiatan yang menjadi momen bersejarah bagi para lulusan. Acara diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan, penampilan seni siswa, hingga prosesi pelepasan sebagai simbol berakhirnya masa belajar di tingkat SMP.

Ketua Panitia Pelaksana, Ibu Tati, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh kebersamaan. Menurutnya, acara pelepasan bukan hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum untuk memberikan motivasi kepada para siswa agar terus berprestasi di jenjang pendidikan berikutnya.

"Alhamdulillah kegiatan Pelepasan dan Perpisahan siswa SMPN 2 Cilaku Tahun Ajaran 2025–2026 dapat terlaksana dengan baik. Sebanyak 363 siswa hari ini resmi kami lepas. Semoga mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan semangat, meraih cita-cita, dan menjadi generasi yang membanggakan keluarga, sekolah, bangsa, dan negara," ujar Ibu Tati.

Dalam suasana penuh haru, para siswa dan guru saling memberikan ucapan perpisahan serta kenangan selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Cilaku. Momen tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang telah terjalin selama proses belajar mengajar.

Pihak sekolah berharap seluruh lulusan dapat menjaga nama baik almamater serta terus mengembangkan potensi diri di masa depan. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai kenang-kenangan bagi seluruh peserta yang hadir. ***Dani
Share:

BEM PTNU Se Nusantara Desak Evaluasi Total Program MBG

Jakarta, KabarCiepat.com – Presidium Nasional BEM PTNU Se Nusantara, Achmad Baha'ur Rifqi, mendesak pemerintah melakukan pengusutan menyeluruh terhadap berbagai polemik yang muncul dalam pelaksanaan program Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus membuka evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai relevansi dan efektivitasnya mulai dipertanyakan publik.

Menurut Rifqi, pergantian Kepala BGN tidak boleh dijadikan panggung politik untuk menutupi berbagai persoalan yang selama ini berkembang di lapangan. Publik berhak mengetahui fakta secara transparan mengenai pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar dan menyangkut kepentingan masyarakat luas.

"Jangan sampai pergantian pejabat hanya menjadi instrumen pencitraan untuk membangun elektabilitas, sementara akar persoalan yang sesungguhnya tidak pernah disentuh. Rakyat membutuhkan transparansi dan penyelesaian masalah secara nyata, bukan sekadar pergantian figur," ujar Rifqi dalam keterangannya.

BEM PTNU Se Nusantara menilai berbagai dugaan persoalan yang melibatkan jaringan SS dan DD beserta dapur-dapur yang terafiliasi harus diusut secara menyeluruh. Pengusutan tersebut tidak cukup berhenti pada pergantian pejabat atau pernyataan normatif, melainkan harus mencakup proses penunjukan mitra, pola kemitraan, distribusi anggaran, mekanisme pengawasan, hingga berbagai dugaan praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Rifqi, program yang lahir dengan semangat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak boleh berubah menjadi ruang bagi kepentingan kelompok tertentu. Program publik harus dikelola secara profesional, terbuka, dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat sebagai penerima manfaat.

Selain menyoroti persoalan tata kelola, BEM PTNU Se Nusantara juga menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk pelaksanaannya saat ini perlu dievaluasi secara menyeluruh karena efektivitas dan relevansinya mulai dipertanyakan.
Rifqi menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program nasional tidak dapat diukur hanya dari besarnya anggaran yang dialokasikan atau luasnya cakupan pelaksanaan. Yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut tepat sasaran, memberikan dampak nyata, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

"Ketika sebuah program terus-menerus diwarnai polemik, persoalan tata kelola, dugaan penyimpangan, hingga keluhan di lapangan, maka pemerintah wajib melakukan evaluasi secara jujur dan terbuka. Negara tidak boleh mempertahankan sebuah program hanya karena alasan politis, sementara efektivitasnya mulai dipertanyakan oleh masyarakat," tegasnya.

Menurut BEM PTNU Se Nusantara, persoalan gizi nasional merupakan isu yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan distribusi makanan secara terpusat. Akar persoalan gizi juga berkaitan erat dengan kemiskinan, ketahanan pangan keluarga, akses layanan kesehatan, sanitasi, pendidikan gizi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Karena itu, organisasi mahasiswa tersebut memandang pemerintah perlu melakukan kajian ulang terhadap skala prioritas penggunaan anggaran negara. Di tengah berbagai tantangan nasional seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru dan tenaga honorer, penguatan layanan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, setiap program strategis harus mampu menunjukkan manfaat yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Lebih lanjut, BEM PTNU Se Nusantara menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam pengawasan kebijakan publik. Dalam situasi ketika kepercayaan masyarakat mulai terkikis akibat berbagai persoalan yang muncul di lapangan, diperlukan mekanisme pengawasan independen yang melibatkan unsur mahasiswa, akademisi, masyarakat sipil, dan kalangan profesional.

"Lembaga independen diperlukan untuk melakukan investigasi, menerima laporan masyarakat, melakukan verifikasi lapangan, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum terkait berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan oleh pihak yang berada di dalam sistem itu sendiri," kata Rifqi.

BEM PTNU Se Nusantara juga mengingatkan agar pemerintah tidak membangun narasi keberhasilan yang bertumpu pada pencitraan semata sementara berbagai persoalan substansial masih menjadi keluhan masyarakat.

"Jangan bohongi publik dengan narasi keberhasilan yang dibangun di atas panggung pencitraan. Jangan menjual optimisme sementara persoalan di lapangan masih menumpuk. Program negara harus kembali kepada tujuan utamanya, yaitu melayani rakyat, bukan melayani kepentingan kelompok tertentu," ujarnya.

Menurut Rifqi, setiap upaya yang menghalangi pengungkapan fakta, melindungi pihak yang diduga terlibat penyimpangan, atau menggunakan kekuasaan demi mengamankan kepentingan kelompok tertentu merupakan bentuk pengingkaran terhadap semangat reformasi yang selama ini diperjuangkan.

Atas dasar itu, BEM PTNU Se Nusantara menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

1. Mengusut secara menyeluruh jaringan SS dan DD beserta seluruh dapur yang terafiliasi dan diduga bermasalah.
2. Melaksanakan audit independen terhadap tata kelola program dan seluruh mitra yang terlibat.
3. Membentuk mekanisme pengawasan independen yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat sipil.
4. Membuka hasil evaluasi dan investigasi kepada publik secara transparan.
5. Menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan dan merugikan kepentingan rakyat.
6. Melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan unsur independen dan masyarakat sipil.
7. Menghentikan segala bentuk pencitraan politik yang berpotensi mengaburkan substansi persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

Menutup pernyataannya, Rifqi menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berada di garis terdepan dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat dan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta semangat reformasi.

"Yang dibutuhkan hari ini bukan sekadar narasi keberhasilan, tetapi keberanian untuk mengevaluasi. Sebab program negara harus dibangun atas dasar kebutuhan rakyat, bukan atas dasar kepentingan mempertahankan citra kekuasaan. Ketika pengawasan dilemahkan dan kritik dibungkam, saat itulah reformasi kehilangan maknanya," pungkasnya. ***Yudi Farell 
Share:

Selamat tahun baru Islam

https://www.kabarciepat.com/2026/06/dinass-kepemudaan-dan-olahraga.html?m=1

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa