Bandung Barat, kabarciepat.com — pukul 20.00 WIB, kondisi terkini bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Pasirlanggu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih menunjukkan situasi darurat. Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban hilang yang kini memasuki hari ke-10. Selasa, 3/02/2026
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual, bantuan anjing pelacak, serta penggunaan alat berat. Hingga kini, jumlah korban hilang masih berpotensi bertambah. Posko kesehatan di lokasi menyediakan vaksin tetanus bagi Tim SAR, sementara kebutuhan dasar pengungsi terus dipenuhi. Sebagian warga yang tidak berada di zona merah dan kuning sudah kembali ke rumah masing-masing.
Dampak Bencana
- Rumah rusak berat: ± 48 unit
- Jalan desa terdampak: 1 jalur sepanjang 1.000 m dengan lebar 2 m
- Sekolah terdampak: 1 unit
- Tempat ibadah terdampak: 1 mushola
- Pengungsi: 51 KK / 167 jiwa
- Warga tidak mengungsi: 51 KK / 158 jiwa
- Korban selamat: 78 orang
- Bodypack ditemukan: 83 (61 teridentifikasi, 20 belum teridentifikasi)
Kebutuhan Mendesak selimut, matras, sarung tangan karet, air bersih, dan terpal masih menjadi kebutuhan utama di lokasi pengungsian.
Posko Utama Kantor Desa Pasirlanggu, Jl. Pasirlanggu – Jl. Sukaraja No.38, menjadi pusat koordinasi penanggulangan bencana. Rapat evaluasi dilakukan setiap hari oleh Incident Commander yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat.
Pengungsian Warga terdampak sementara ditampung di Gor Desa Pasirlanggu.
Kepala Desa Pasirlanggu menyampaikan, “Kami bersama seluruh jajaran terus berupaya maksimal dalam mendukung pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar proses tanggap darurat ini berjalan lancar dan seluruh korban dapat segera ditemukan.”
Perwakilan BPBD Kabupaten Bandung Barat menegaskan, “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tim SAR gabungan, dan relawan untuk memastikan seluruh proses pencarian berjalan efektif. Selain itu, kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta verifikasi data rumah terdampak agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.” ***Red







0 comments:
Posting Komentar