Di Trevel Sahara Grup Dengan 25 Juta Bisa Ketanah Suci

✨ UMRAH HEMAT KE TANAH SUCI ✨ Ingin berangkat ke Tanah Suci tapi khawatir dengan biaya? Sekarang bersama Travel Sahara Grup, Anda bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya mulai dari 25 Juta saja. 🕋 Fasilitas yang didapat: ✔ Tiket pesawat pulang–pergi ✔ Hotel nyaman di Makkah & Madinah ✔ Transportasi selama di Arab Saudi ✔ Makan sesuai program ✔ Pembimbing ibadah berpengalaman ✔ Ziarah tempat bersejarah 💫 Kesempatan beribadah ke Makkah & Madinah kini semakin mudah dan terjangkau. 📅 Kuota terbatas – Segera daftarkan diri Anda dan keluarga! 📞 Info & pendaftaran: 0821-2619-5038 Dewi Yulia Hubungi admin Travel Sahara Grup sekarang juga. “Panggilan Allah jangan ditunda jika sudah dimudahkan jalannya.”

Kamis, 12 Februari 2026

‎Diduga Terpeleset Saat Memulung, Seorang Pria Ditemukan Tewas di TPA Sarimukti‎

Cipatat KBB, kabarciepat.com — Warga digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang pria di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada siang hari. Korban diduga terpeleset saat sedang bekerja memulung di sekitar lokasi tersebut.12/2/2026
Menurut keterangan salah satu rekan kerja korban, sebelum kejadian sekitar pukul 11.30 WIB korban sempat pulang ke rumah untuk meminta uang dengan alasan akan membeli lem. Sekitar pukul 13.00 WIB, korban yang diketahui berinisial AS, berusia sekitar 45 tahun, kembali menuju area pembuangan sampah TPA Sarimukti untuk bekerja seperti biasa.
“Pas ditemukan masih sempat gerak-gerak. Awalnya dikira kayak anak kecil lagi berenang, tapi pas diangkat ke atas sudah tidak bergerak,” ungkap rekan korban kepada awak media.12/2/2026
Korban diketahui terjatuh ke dalam kolam penampungan yang berfungsi sebagai penyaring limbah sampah. Kedalaman kolam tersebut diperkirakan mencapai sekitar dua meter. Diduga korban terpeleset dan tenggelam hingga akhirnya meninggal dunia.
Petugas dari Polsek Cipatat yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Polres Cimahi. Proses penanganan selanjutnya dilakukan oleh Tim Inafis Polres Cimahi untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.12/2/2026
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Cipatat maupun Polres Cimahi belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban, karena kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.***Nugroho
Share:

Rabu, 11 Februari 2026

Ribuan Guru Honorer swasta Tumpah Ruah di Jakarta : tuntut pengangkatan PPPK sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian

Jakarta, kabarciepat.com — Sejarah baru tercatat dalam gerakan profesi guru Indonesia. Empat organisasi profesi guru tingkat nasional, yakni PB PGMM di bawah kepemimpinan Kang Tedi Malik, PB PGSI yang dipimpin Pak Muhammad Zain, PB PGIN dengan ketua umum Haji Hadi Sutikno, serta PB PGMNI yang diketuai Haji Heri Purnama, berhasil mengerahkan massa dalam jumlah luar biasa untuk menyuarakan aspirasi guru madrasah swasta.  Rabu, 11/02/2026

Gerakan ini bukan sekadar aksi, melainkan simbol persatuan. Jarang sekali ditemukan empat organisasi profesi guru yang mampu bergerak bersama dengan visi dan misi yang sama. Kehadiran puluhan ribu guru dari berbagai daerah menjadi bukti nyata bahwa isu keadilan dan hak yang sama bagi guru madrasah swasta adalah suara bersama yang tak bisa diabaikan.  

Meski sejumlah media hanya menuliskan angka ribuan, bahkan ada yang menyebut ratusan, fakta di lapangan menunjukkan lautan manusia yang tumpah ruah di Jakarta. Rekaman video dari media elektronik, media sosial, dan liputan langsung memperlihatkan jelas bahwa massa yang hadir mencapai puluhan ribu orang.  

Aksi damai ini menegaskan bahwa guru madrasah swasta Indonesia memiliki kekuatan kolektif yang besar, serta tekad bulat untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Persatuan empat organisasi profesi guru menjadi momentum penting dalam sejarah perjuangan pendidikan di Indonesia, membuktikan bahwa solidaritas mampu menggerakkan perubahan.  

Kang Tedi Malik, Ketum PB PGMM:  

"Guru madrasah swasta telah lama mengabdi tanpa kepastian status. Saatnya pemerintah memberikan keadilan dengan mengangkat mereka menjadi PPPK, agar pengabdian sejalan dengan kepastian hak."

Pak Muhammad Zain, Ketum PB PGSI:  

"Kami menuntut pengakuan yang setara. Guru madrasah swasta bukan tenaga pinggiran, mereka adalah pilar pendidikan bangsa. PPPK adalah jalan keadilan."

Haji Hadi Sutikno, Ketum PB PGIN:  

"Puluhan ribu guru madrasah telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi. Negara wajib hadir dengan solusi nyata: pengangkatan PPPK sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian."

Haji Heri Purnama, Ketum PB PGMNI:  

"Kami bersatu menyuarakan satu tuntutan: keadilan bagi guru madrasah swasta. PPPK bukan sekadar status, melainkan hak yang harus segera di wujudkan."

Dengan semangat kebersamaan, aksi ini menjadi tonggak perjuangan guru madrasah swasta Indonesia. Empat organisasi profesi guru telah menunjukkan bahwa ketika bersatu, suara guru akan bergema lebih kuat dan lebih berpengaruh dalam memperjuangkan keadilan. ***Red

Share:

Jumat, 06 Februari 2026

PPPK Paruh Waktu Memohon Kepastian Nasib: Jeritan Nurani Guru untuk Presiden Republik Indonesia

Subang, kabarciepat.com –  Dengan penuh kerendahan hati, para guru PPPK paruh waktu di seluruh Indonesia menyampaikan suara hati mereka kepada Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Surat terbuka ini lahir dari ruang kelas sederhana, dari papan tulis yang mulai pudar, dan dari hati yang terluka namun tetap setia pada pendidikan bangsa. Sabtu, 7/02/2026

Jeritan Nurani Guru

Dalam surat yang ditujukan langsung kepada Presiden, para guru PPPK paruh waktu menggambarkan realitas pahit yang mereka hadapi:  

- Mengajar tanpa kepastian upah, bahkan ada yang tanpa upah sama sekali.  

- Pulang dengan perut kosong setelah seharian mengajar.  

- Menyembunyikan air mata dari murid-murid, sambil tetap menanamkan semangat cinta tanah air.  

- Bertahan dengan sepatu robek dan pakaian yang sama dari tahun ke tahun. 

“Bagaimana mungkin kami mendidik generasi emas Indonesia jika nasib kami sendiri dibiarkan gelap?” tulis mereka dalam surat tersebut

Permohonan Kepada Presiden

Para guru PPPK paruh waktu menegaskan bahwa mereka tidak meminta kemewahan, melainkan hanya kepastian hidup yang manusiawi. Mereka memohon agar pemerintah:  

- Melihat dan mendengar jeritan mereka.  

- Memberikan kepastian pengangkatan penuh waktu sesuai regulasi.  

- Menyelamatkan masa depan guru, agar pendidikan tidak mati perlahan. 

Kutipan Regulasi

Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya menegaskan:  

“Dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, khususnya Diktum ke-13, jelas disebutkan bahwa PPPK paruh waktu dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu setelah melalui evaluasi kinerja. Kami hanya meminta agar amanat regulasi ini benar-benar dijalankan, sehingga pengabdian kami tidak lagi dipandang sebelah mata.” 

Harapan yang Rapuh

Meski cinta pada pendidikan tetap menjadi alasan mereka mengajar, para guru menegaskan bahwa cinta tidak bisa menggantikan beras, pengabdian tidak bisa membayar listrik, dan kesetiaan tidak bisa mengobati anak yang sakit. Harapan mereka kini rapuh, namun masih ada keyakinan bahwa negara tidak akan menutup mata terhadap penderitaan guru

Penutup

Surat ini ditutup dengan doa dan harapan agar Presiden Republik Indonesia mendengar suara hati para guru PPPK paruh waktu. Dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, suara ini mewakili ribuan guru yang masih setia mengajar meski hidup dalam ketidakpastian.***red

Share:

Raker Pengurus Cabang Cipatat Program Kerja dan SIGAP

Cipatat, Bandung Barat. kabarciepat.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Cipatat menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dengan mengusung tema “Sigap Solidaritas Guru Tanggap Bencana”. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran guru dalam menghadapi tantangan kebencanaan di wilayah Bandung Barat.

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Cipatat, Bapak Endin Mahpudin, M.M.Pd, menegaskan pentingnya solidaritas dan kesiapsiagaan guru sebagai garda terdepan dalam mendidik sekaligus melindungi generasi muda. “Guru tidak hanya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga harus sigap dan tanggap ketika bencana melanda. Solidaritas menjadi kunci agar kita mampu saling menguatkan,” ujarnya.

Rakercab ini dihadiri oleh para pengurus, PGRI Cabang Cipatat, . Agenda utama meliputi:

- Evaluasi program kerja tahun sebelumnya.  

- Penyusunan rencana kerja strategis untuk tahun mendatang.  

- Penguatan kapasitas guru dalam mitigasi dan respon kebencanaan.  

Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh menghadapi bencana. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para guru diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas

Dengan tema yang relevan terhadap kondisi geografis dan sosial Cipatat, Rakercab PGRI ini menegaskan komitmen guru sebagai agen perubahan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menjaga keselamatan dan solidaritas komunitas.***Redi R

Share:

Kamis, 05 Februari 2026

akibat info hoaxs gaji cair, ini kata ketua FGTK KBB

Cipatat, KBB. kabarciepat.com – Forum Guru Tenaga Kependidikan Kabupaten Bandung Barat menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami para guru PPPK paruh waktu terkait keterlambatan pencairan gaji.  

Ketua Umum FGTK KBB, Riki Triyadi, menegaskan bahwa keresahan ini nyata dan harus segera ditangani. “Meni kieu nya jadi guru dipermainkan terus. Padahal arurang nu nungguan ges siga lauk ka saatan,” ungkapnya dengan nada getir, menggambarkan betapa beratnya penantian para guru yang menggantungkan hidup dari hak gaji mereka.  

Informasi yang beredar di grup WhatsApp internal PPPK paruh waktu, sempat menimbulkan kebingungan, karena sebagian guru mendapati saldo rekening belum bertambah "meski ada kabar gaji sudah bisa dicek". Situasi ini menimbulkan rasa kecewa dan kelelahan emosional di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan.  

FGTK KBB menekankan bahwa pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera memberikan kepastian, transparansi, dan solusi agar hak guru tidak tertunda. “Kami bukan sekadar menuntut uang, tetapi menuntut penghargaan atas kerja keras dan pengabdian,” tambah Riki.***ghani

Share:

GTKN dan FGTK Kabupaten Cianjur Gelar Aksi Damai: Menuntut Keadilan Gaji PPPK Paruh Waktu

Cianjur, kabarciepat.com — Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional (GTKN) Kabupaten Cianjur bersama Forum Guru Tenaga Kependidikan (FGTK) Kabupaten Cianjur resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur. Permohonan ini dilayangkan menyusul adanya ketidaksesuaian dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPKK) bagi PPPK Paruh Waktu Guru dan Tenaga Kependidikan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian PANRB melalui KEPMENPANRB Nomor 16 Tahun 2025, khususnya pada poin ke-19. Kamis, 4/02/2026

Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua GTKN Kabupaten Cianjur, Edwin Solehudin, dan Ketua FGTK Kabupaten Cianjur, Alam Purnama Ayom, pihak forum menegaskan perlunya klarifikasi mengenai besaran gaji PPPK Paruh Waktu yang tercantum dalam kontrak kerja.  

Audiensi sekaligus aksi damai ini dijadwalkan berlangsung pada:  

- Hari/Tanggal: Jumat , 13 Februari 2026  

- Waktu: Pukul 09.00 WIB  

- Tempat: Gedung DPRD Kabupaten Cianjur  

GTKN Kabupaten Cianjur menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan bentuk perjuangan moral demi keadilan dan kepastian bagi ribuan guru serta tenaga kependidikan yang menggantungkan hidup pada kontrak PPPK Paruh Waktu.  

“Kami berharap DPRD Kabupaten Cianjur dapat memberikan ruang dialog yang konstruktif, sehingga kejelasan mengenai hak-hak guru dan tenaga kependidikan dapat segera terwujud,” ujar Edwin Solehudin, Ketua GTKN Kabupaten Cianjur.  

Sementara itu, Ketua FGTK Kabupaten Cianjur, Alam Purnama Ayom, menyoroti ketidakadilan yang tercantum dalam kontrak kerja. Menurutnya, gaji yang ditetapkan bagi PPPK Paruh Waktu sangat tidak manusiawi: guru hanya menerima Rp300 ribu per bulan, sedangkan tenaga kependidikan Rp500 ribu per bulan.  

“Angka ini jelas tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Kami menuntut kejelasan dan keadilan agar profesi guru dan tenaga kependidikan tidak diperlakukan secara diskriminatif,” tegas Alam Purnama Ayom. 

Dengan semangat kebersamaan, GTKN dan FGTK Kabupaten Cianjur mengajak seluruh pihak untuk mendukung perjuangan ini demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih adil, bermartabat, dan berpihak pada kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan.***red

Share:

Rabu, 04 Februari 2026

Ucapan Terima Kasih Pemenang Doorprize Umroh Funwalk HUT PGRI Kabupaten Bandung



Bandung, kabarciepat.com – Dalam rangkaian acara Funwalk memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung, kebahagiaan luar biasa dirasakan oleh Mahmud Setiawan yang terpilih sebagai pemenang doorprize utama berupa perjalanan ibadah umroh. 

Mahmud Setiawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Kabupaten Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, serta jajaran PGRI Kabupaten Bandung atas terselenggaranya kegiatan yang penuh kebersamaan dan apresiasi bagi para guru. 

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas anugerah ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Kabupaten Bandung, Kadisdik, dan PGRI Kabupaten Bandung yang telah menghadirkan acara penuh makna ini. Semoga keberkahan selalu menyertai langkah kita semua,” ujar Mahmud Setiawan. 

Selain itu, Mahmud menambahkan ucapan terima kasih khusus kepada Sahara Grup selaku penyelenggara perjalanan umroh: 

"Terima kasih juga kepada Travel Sahara Grup yang telah membimbing dan memberikan pelayanan luar biasa. Pengalaman ini sungguh sangat mengharukan dan membanggakan bagi saya,” ungkapnya dengan penuh haru. 

Doorprize umroh ini dipercayakan kepada Sahara Grup, sebuah biro perjalanan yang dipimpin oleh Hj. Hety. Beliau menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan: 

> “Alhamdulillah, Sahara Grup dipercaya untuk memberangkatkan pemenang doorprize umroh. Semoga perjalanan ibadah ini berjalan lancar dan membawa keberkahan,” ungkap Hj. Hety, pemilik Sahara Grup. 

Acara Funwalk HUT PGRI Kabupaten Bandung tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dan organisasi guru terhadap kesejahteraan serta kebahagiaan para pendidik.***red

Share:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1447 H

https://www.blogger.com/u/0/blog/page/edit/9036554561978506067/3111317229885343532#

bener iklan

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta

Umroh Plus Dubai Turki hanya 35 Juta
‎“Daftar sekarang, wujudkan niat suci bersama Sahara Grup!”  hubungi kami : https://wa.me/082126195038 IBU Dewi ‎https://wa.me/083865159313 BPK Riki ‎#HajiUmroh ‎#SaharaGrup ‎#PerjalananSuci ‎#TravelHaji ‎#UmrohBersama ‎#HajiMabrur

Trevel Sahara Grup

Trevel Sahara Grup
- “Tanah Suci menanti, Sahara Grup siap menemani. Mari wujudkan niat suci dengan langkah pasti.” - “Ibadah Umroh dan Haji adalah panggilan hati. Sahara Grup membantu Anda menjawab panggilan itu.”

Selamat hari raya idul Fitri 1447 H

https://www.kabarciepat.com/p/selamat-hari-raya-1-syawal-1447-h.html

Blog Archive

Blogger templates

pristiwa